Pagi itu sinar matahari menerobos masuk ke kamar jerin melalui jendela kamrnya untuk membangunkan jerin.dan benar saja,jerin terbangun ,dilihatnya alarm disampingnya. sudahjam 7.30
"haiss masih jam segini aja" jerin langsung menutup kembali wajahnya dengan selimut
"tunggu tunggu 7.30 ? ADUHHH AKU TELATTTTTTTTT" jerin langsung meloncat dari tempat tidurnya dan berlari ke depan kaca untuk merapikan wajahnya,sesekali ia melihat ke arah jam untuk memastikan bahwa ia tidak pantas untuk mendapatkan amarah dari bu jihyo lagi.mati akuuu batin jerinn.jerin langsung menuruni tangga rumahnya sembari membetulkan rok belakangnya
"jer-"
"DADAH IBUUUU AKU SUDAH TELAT MUAHH" ibunya kebingungan ada perlu apa anaknya bangun jam segini? Memakai seragam lagi,hari ini kan hari minggu
"jerinnn jerinnnn" ibu jerin memanggil jerin dengan suara lantang khasnya,ia keluar untuk memastikan bahwa anak semata wayangnya itu tidak kemana mana
" ifyah..ihbhu thidhak pherlu huang jhajan" seru jerin sambil mengunyah telur gulung buatan ibunya.sebelum jerin membuka pagar dan berangkat,ibunya sudah duluan menariknya
" ADA APA IBUUU ? AKU SUDAH TELAT,IBU JIHYO AKAN MENGELUARKAN KATA KATA MUTIARA MURNINYA JIKA AK-"
"hari ini hari minggu,aku yakin bu jihyo sedangkan berjalan dengan pacarnya sekarangg,mungkin jika ibu boleh berbangga hati,anakku ini sudah dapat gelar anak terrajin disekolah sopa " plakkk ! Jeri memukul jidatnya astagaaa betapa cerobohnya aku batin jerin,dengan muka masam ala jeruk nipisnya,jerin masuk ke rumah lagi sambil mengacak acak rambutnya.
"aigoooo....kau kurang tidur sepertinya jer...." seru ibunya sambil menyusul jerin ke dalam.jerin duduk di ruang makan dengan wajah lemah letih lesunya "sia sia sudah waktuku" gerutunya.diambilnya lagi satu gulung telur dan dimakannya dengan kasar,ibunya tau dia sedang kesal,sehingga ibu jerin mencari akal untuk membuat anaknya itu bersemangat lagi
" mau ke pantai?" seru ibu jerin sambil mencomot telur gulung
" PANTAII ? IBU SERIUS ?" jerin terbelalak,ia hampir saja menjatuhkan telur gulung buatan ibunya.tanpa jawaban,ibunya hanya mengangguk angguk penuh arti
"ayo sekarang kita bersiap untuk kepantai,kalau tidak cepat bisa bisa kita tidak dapat parkiran" seru ibu jerin.senyum jerin melebar,ia cepat cepat naik ke kamarnya,diambilnya tas serta perlengkapan lain yang dibutuhkannya disana dengan semangat,tidak lupa ia membaw airpodsnya.
Akhirnya jerin dan ibunya berangkat ke pantai yang tidak jauh dari rumahnya,pantai permata namanya,jerin memandang ke pantai itu dengan dalam
"ah sudah lama tidak ke sini. Aku rindu sate kerang bibi hann" seru jerin,memang pantai ini adalah pantai seribu kenangan,disana jerin belajar berenang,disana pula ia mencoba memakan kerang pertama kalinya,tak lupa insiden bersejarah tenggelamnya kapal yang menewaskan banyak siswa disana.
" jer "
"hoh" seru jerin dengan wajar bengong
" kenapa kamu ?" tanya ibunya kwahatir
"ah ngga ada ma.kita makan kerang bibi hann yuk" seru jerin mengalihkan topik pembicaraan
Jarak antara parkiran dengan kedai bibi hann tidak terlalu jauh.sebagai bonus,disepanjang jalan banyak sekali turis yang tampan dan cantiknya tidak usah diperdebatkan lagi
"bibi hannnnnnnnnnnnnn " jerin berseru ke arah seorang bibi" tua yang sedang menjaga kasirnya
" jerin ?" bibi hann tergopoh gopoh keluar dari bilik kasir,diliatnya jerin dari atas hingga bawah.tak disangkanya monster pemangsa kerang ini kini sudah tumbuh sangat dewasa ditambah lagi wajahnya yang cantik jelita
"ya ampunnn sudah lama sekali,bagimana keadaanmu sekarang ?" tanya bibi hann sumringah,ia sangat bahagia bisa bertemu dengan pelanggan kerangnya dulu,apalagi jerin sudah seperti keponakan bibi hann karena setiap jerin bermain di rumah bibi hann,pasti pulang membawa sate kerang buatannya
"bibi hann aku sangat merindukanmu sungguh,aku masih tidak menyangka dapat bertemu denganmu disini" jerin memeluk tubuh bibi han yang sudah bungkuk itu dengan hangat,begitupula bibi hann membalas kerinduannya dengan si pemangsa kerang ini.
"ehemmmm" terdengar seseorang berdehem dibelakangnya
" nyonya choi ?" bibi hann tak sengaja menoleh ke arah deheman tadi,ternyata itu adalah ibunya,bibi hann langsung menghampiri ibu jerin,dan memeluknya sama seperti yang dilakukannya kepada jerin
"wah dagangan bibi makin laris saja ya...." goda ibu jerin
"ahahaha syukurlah,kalau bukan berkat jerin,kerangku tidak akan terkenal seperti sekarang ini" mereka terkekeh dan saling melihat satu sama lain
"bi,ngomong ngomong kak mark masih tinggal disini ?" tanya jerin penasaran
"masih dong,sebentar akan kupanggilkan"
"tidak usah b-"
"MARKKKKKKKKKKKKKK " suara bibi han mengelegar di dalam kedainya
"OH MAI GAWD MOM WHATsS WRONG"seru seorang remaja dari ambang pintu belakang.mataku tak sengaja bertatap dengan matanya,tiba tiba mata laki laki itu berbinar binar melihatku
" OH MUY GAWD.I CAN"T BELIEVE IT...YOU'RE HERE,NO WAY NO WAY"
Seru laki laki asal canada itu saat melihatku,ia terlihat shock,sesekali ia tersedak kerang yang dimakannya,sampai bibi hann harus menepuk nepuk punuknya untuk melancarkan saluran tenggorokannya
" huh kau masih sama seperti dulu" seru ku memulai percakapan
" yaelahhh masih peduli aja sama akuh cuit uit" seru mark sembari menepuk kepalaku,aku mengusir tangannya dari pucuk kepalaku enak saja pegang pegang kepala
" jadi bagaimana sekolahmu ?"
" um as usual sih ga ada yang berubah"
" masih tawuran ? Ga ngerjain pr ? Ngebut ngebutan ?,bolos sekolah?"
" MASIHHHHH" bibi hann menjawab dari arah belakang.peka juga bibi hann pikirku
" wait wait wait okay,i mean it's getting better lahhh" seru mark mencurigakan
" masa sih ?" aku menyipitkan mataku sembari membuka handphoneku
" ini yang getting better ?" ak menunjukkan fotonya sedang merokok dan tawuran ia terkejut juga membeku di tempat
" hey hey it's not like dat okay ? Kamu harus percaya aku,photoshop mah seka-"
" ada videonya juga.mau nonton samaan ?" ia terdiam
" iya fine fineee emang ak masih tawuraaannn ga ngerjain prrrrrr"
" gini cita cita mau jadi dokter hihhh "
" ih sombong si pucuk labu" seru mark mencubit pipiku
" situ juga biji cherry" aku menyenggol tangannya,seharusnya otaknya saja yang kusenggol pikirku
" by the way any way literally ka-"
" hayooo ngomonginnn ap kalian" seru ibu memecahkan suasana gaduh ala anak sd kami
" eh anu itu ehehehhe " kami hanya bertatap satu sama lain untuk menjaga rahasia
" jerinnya bibi pinjem dulu ya mau main ke pinggir hehe" seru ibu sumringah
" oh yeah it's okay aunty,see u later all"
" oh iya ada semangka tuhhh kesukaanmu" ak menunjuk ke arah meja makan
" WHAT ? WHY DON'T YOU TELL ME ABOUT THE WATERMELON?" mark berteriak ala mariah carey hingga semua pengunjung menatapnya heran karena ia dari tadi memeluk buah semangka itu dengan erat seperti anak tk,jerin dan ibuny hanya bisa terkekeh melihat anak laki laki kelahiran kanada itu
Sesampainya di pinggir pantai jerin memilih untuk duduk dibawah sebuah pohon kelapa,sedangkan ibu ? Ia bertemu dengan teman lamanya,aku benar benar tidak ingin merusak momen spresialnya sehingga ia tidak mengomeni curhatan yang mereka lontarkan satu sama lain.jerin memasang airpodnya dan menyetel lagu sembari melihat ke arah laut.cantik sekali pikir jerin,ia langsung mengambil kamera untuk mengabadikan foto langkah itu.tapi tiba" di foto itu,jerin melihat seorang anak duduk di tepi pantai ia memakai mantel tebal,rambutnya berwarna pink pudar,ia memegang sepasang sepatu ditangannya,ia terlihat seperti sedang menantikan sesuatu.
Jerin menatap anak itu cukup lama,sepertinya ia seumuran denganku batin jerin.ah abaikan saja pikir jerin acuh tak acuh .tapi lama kelamaan hal ini menjadi tanda tanya besar dikepala jerin Siapa anak itu? Dia menunggu siapa ? Apa yang dia lakukan disana ?.butuh waktu lumayan lama bagi jerin untuk berani melontarkan pertanyaan sederhananya itu,perlahan lahan ia memberanikah diri berjalan kearah anak itu
" um permisi-"
" hah ? UWAHHH CPLASSS PLASHHH" anak itu terkejut ketika dipanggil olehnya,jerin langsung membungkukan badannya untuk membantunya berdiri
" ah kau tidak apa apa ?" jerin meraih tangan anak itu .dingin.itu yang dirasakan olehnya. saat ia berhasil berdiri,mereka buru buru melepaskan pegangan tangan mereka
" maafkan aku,aku tidak bermaksud" liriku
" ah tidak apa apa,ini kesalahanku,aku melamun tadi" serunya sambil membersihkan sampah plastik yang menyakut di mantelnya hasil dari jatuhnya tadi
" ngomong ngomong.......namamu siapa ?"
" ah ak lucas,kamu ?" serunya balik bertanya
" jerin,senang bertemu dengan mu,aku salah satu siswi sekolah sopa"
" aku siswa dari haneul academic,semester 2"
Seketika suasana kembali hening,jerin memberanikah diri lagi bertanya
jerin pov
"ngomong ngomong kamu menunggu siapa ?" seruku memulai percakapan
" ah sahabatku,ia pergi studi 4 tahun yang lalu,ia berjanji akan kembali,aku juga sudah berjanji untuk menunggunya" seru lucas tanpa mengalihkan pandangannya dari laut.
" owhhhh...." ak mengangguk angguk tanda mengerti.TAPI....tunggu! Setauku bibi hann berkata bahwa pantai ini tidak lagi dijadikan pemberentian kapal sejak kecelakaan kapal ...bagaimana mungkin temannya bisa bertemu dengannya lewat kapal? Masa berenang ? Dalam benakku timbul pertanyaan mulai dari pertanyaan negatif hingga positif.bagaimana kalau sahabatnya sudah meninggal ? Dia halusinasi ? Ak memalingkan wajahku ke arah nya.OH IYA.ak lupa bertanya tentang sepatu yang ada ditangannya
" ngomong ngomong sepatu itu milik mu ?"
" tidak,ini milik kris......" nada suara lucas memelan.ak mulai merasa bersalah karena mempertanyakan hal yang tak kusangka dapat yang meyinggung hatinya
" maafkan ak-"
" hiks hiks " tak disangka, lucas sudah menangis sekarang.bagus.rasa bersalah ku sudah 2 kali lipat sekarang,apalagi tangisnya semakin menjadi jadi.ak membantu untuk memegang sepatu itu.saat kupegang tiba tiba sebuah potongan peristiwa terlintas di penglihatanku
hesteg cerpen rasa novel :)