▪ Kamar Hotel
▪ 06 : 19 AM waktu paris
Malam telah berganti pagi, secercah sinar mentari telah menerobos masuk melalui jendela kamar yang sedikit tertutup oleh tirai. Membangunkan insan yang masih bergulung dibawah selimut tebal
Pagi ini yoongi terbangun lebih dahulu dari tidurnya, hal pertama yang ia lihat ketika terbangun adalah paras wajah cantik jimin yang masih memejamkan matanya, yoongi tersenyum sambil memandangi nya.
Enam menit kemudian, setelah ia puas memandangi wajah jimin, ia mencari smartphone di atas nakas samping tempat tidurnya.
Membuka sebuah aplikasi kamera yang siap memotret pemandangan indah di depan nya.
Yaa bagi yoongi jimin yang tertidur didepan nya saat ini adalah pemandangan yang sangat teramat indah
"Pagi sayang" kata yoongi dengan suara husky khas bangun tidurnya sambil mengelus pucuk kepala jimin.
Jimin masih enggan untuk membuka matanya, ia hanya membalas dengan senyuman, merasa tidak puas akhirnya yoongi mencoba mengganggu jimin.
Dari mencubit pipi, hidung, dan juga memainkan jemari jimin.
Jimin yang sedikit terganggu segera membalikkan badannya membelakangi yoongi, lagi - lagi yoongi tetap masih ingin mengganggunya
"Hey, pagi sayang" kata yoongi di telinga jimin. Jimin masih memejamkan matanya, hanya membalas dengan gumaman
"Hari ini kita jalan kemana, ji?" kata yoongi dengan posisi memeluk jimin dari belakang, sambil memberikan kecupan kecupan ringan di pipi, bahu dan leher jimin
Jimin yang terganggu dengan tidurnya, mencoba untuk menjauhkan wajah yoongi dari wajah maupun leher nya
"Hey, ji ayo bangun dong, katanya mau jalan, hmm"
Setelah empat menit, akhirnya jimin membuka kedua matanya, menyesuaikan cahaya sinar mentari pada netra nya, membalikkan badan nya menjadi posisi terlentang, sambil terdiam melirik yoongi.
Yoongi hanya tersenyum, dan tidak lama kemudia mengecup sekilas bibir jimin. 1 detik, 2 detik, 3 detik.... jimin terdiam, masih mencerna dengan apa yang baru terjadi
Setelah ia sadar, jimin membolakan kedua matanya, menutup kembali wajah nya dengan selimut, dan mendorong dada yoongi.
Yoongi hanya terkekeh disamping nya. Menggoda jimin dipagi hari sungguh menyenangkan pikirnya.
Setelah selesai dengan aktifitas menggoda jimin, yoongi kembali merebahkan tubuhnya disamping jimin
Meraih smartphone nya kembali, memainkan sebentar, dua belas menit setelahnya dia mencoba tidur lagi
Lain hal dengan jimin, setelah empat menit dari kejadian tadi, dia memilih untuk membersihkan diri nya
.
.
.
.
.
.
"Kak bangun ih, tadi aja gangguin aku mau ngajakin jalan, sekarang kamu malah tidur lagi" kata jimin sambil mencubit pipi yoongi
"Iya ji, iya" setelah mengatakan itu yoongi bangun, duduk, kemudian tidur kembali dengan merubah posisi tidur nya
"Ish nyebelin dasar" kata jimin dengan nada sebal setelah melihat kelakuan yoongi
Tidak mau ambil pusing jimin berjalan menuju balkon kamar, menikmati hembusan angin pagi, sinar mentari pagi, dan jangan lupakan pemandangan menara eiffel di depannya. Sungguh suasana yang indah batin jimin.
Selama kurang lebih dua puluh lima menit jimin seperti itu, tak lupa ia juga sempat mengambil beberapa potret pemandangan di depannya.
"Kenapa belum pake baju, apa kau berniat menggodaku sayang hmm?" Kata yoongi dengan nada sedikit jahil, kemudian memeluknya dari belakang dan meletakkan kepalanya di bahu jimin
"Sebentar lagi, kamu aja yang mesum kak" kata jimin sambil tertawa ringan
"Kamu udah mandi?" tanya jimin, dibalas gumaman oleh yoongi
"Kak liat itu deh bagus ya, aku baru sadar ternyata pemandangan pagi dari sini bagus juga" kata jimin sambil menujuk pemandangan kearah menara eiffel di depannya
"Hmm" gumam yoongi
"Aku suka wangi kamu ji" kata yoongi mulai mengendus dan sesekali mengecupi perpotongan leher jimin
Jimin yang masih belum terbiasa akan hal itu, hanya terdiam sambil sedikit meremas tangan yoongi yang berada di perutnya.
Semakin lama kecupan yoongi semakin turun ke punggung jimin, bathrobe yang jimin kenakan juga telah merosot sampai ke lengan nya, menampilkan punggung putih dan halus milik jimin
Jimin hanya bisa memejamkan mata, dan juga mencoba menenangkan degupan jantung yang terus memompa dengan ritme cepat, sangat tidak beraturan
"Hari ini kamu mau kemana ji?" tanya yoongi yang masih sibuk menciumi, menggigit dan menghisap, meninggalkan beberapa tanda di punggung jimin
"kk-kata kamu ke menara eiffel dan Champs- Èe-ell-lys-èess-shh" jawab jimin dengan gugup menahan gejolak yang ada dalam dirinya
"Disneyland nya?"
"Nanti aja, kapan - kapan"
"Jimin sayang, kenapa kamu gugup dan tegang banget, relax ji" kata yoongi masih mengecupi perpotongan leher jimin, dan mengeratkan pelukannya
Yoongi bisa merasakan bahasa tubuh jimin yang mengatakan bahwa saat ini jimin sedang tidak baik baik saja, bahkan yoongi bisa mendengar suara debaran jantung jimin walau terdengar samar samar
Begitupun Jimin, ia bisa merasakan debaran jantung yoongi yang menempel di belakang punggungnya
"G-ggimana aku bisa relax, hal kaya gini pertama kalinya buat aku kak, aku belum terbiasa dan terlebih lagi, itu kamu" kata jimin, ia menarik kepalanya kesamping dan kebelakang secara bergantian untuk mempermudah akses yoongi untuk mencumbu nya.
Yoongi yang mendengar keluhan jimin hanya bisa terkekeh ringan
"aku sayang kamu ji" bisik yoongi di telinga jimin
"Aku tau"
"And i really do to love you"
"I know too, and love you too sayang"
.
.
.
.
.
.
To be continued.....
Terima kasih bagi yang sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini
Jangan lupa saran,komentar, beserta vote nya yaa😊
Jadilah pembaca yang bijak dan aktif, pelase don't be silent reader, karna keaktifan kalian terutama dalam memberikan saran akan mempengaruhi perkembangan suatu karya tulis