[News] Kim Yerim, Aktris Muda dan anggota girl grup RV's mengalami koma akibat tabrak lari.
Senin, 23 Maret 2020- Kim Yerim, atau yang lebih dikenal dengan nama Yeri mengalami koma setelah tabrak lari yang ia alami di Seoul, distrik 11 Jumat malam, pukul 20.00 KST. Di duga, mobil yang dikendarai oleh pelaku kehilangan kendali akibat jalanan yang licin sehabis hujan, sehingga menabrak Yeri yang kala itu sedang diam di depan halte bus.
Korban masih melakukan perawatan itensif. Untungnya, saksi yang melihat segera menelepon ambulans sehingga Yeri masih bisa di selamatkan.
Banyak teman sesama artis maupun fans yang ikut bersedih atas kejadian yang mengalami aktris sekaligus idol yang dikenal sebagai social butterfly ini.
Terkait pekerjaannya dan agenda syuting, pihak agensi belum membicarakan lebih lanjut. Akan tetapi, diharapkan kesehatan Yeri terus membaik.
Pihak polisi sedang mencari pelaku penabrakan berdasarkan plat nomor polisi yang di dapatkan dari rekaman cctv.
Diharapkan, Yeri, aktris dan idol kebanggan Korea bisa kembali sadar, dan membuat lagi prestasi yang membanggakan.
[Chit-Chat] Siapakah pelaku sebenarnya dari peristiwa tabrak lari aktris Kim Yerim? Benarkah ini di rencanakan?
[kuropie]- wah gila, kenapa mereka melakukan hal sejahat itu?
[morkli]-kenapa harus yeri :(? Dia baru saja akan comeback!
[namchin]- aku harap yerim segera sadar. Kita semua berharap dia akan berpartisipasi dalam comeback.
[jijiri] - apa kalian tidak sadar? Ini sebuah konspirasi untuk meningkatkan saham dan pamor perusahaan :x
[Bbyoom]- apakah ini rencana lee sooman? Atau teman grupnya yang iri? Ayo kita cari tau!
[News] Polisi angkat bicara! Ternyata mobil yang digunakan pelaku dalam peristiwa tabrak lari plat nomornya tidak terdaftar?
Selasa, 24 Maret 2020- Pihak kepolisian akhirnya angkat bicara, setelah mencari plat nomor pelaku selama 19 jam. Akan tetapi, itu semua tidak membuahkan hasil.
Mendengar hal ini, semua orang merasa kecewa. Mereka menganggap polisi tidak berguna dan melakukan hal yang sia-sia.
"Kami tidak bisa menemukan nomor plat pelaku, itu tidak terdaftar," ujar salah satu staf kepolisian, kemarin malam.
Pihak kepolisian masih terus mencoba mencari tau hal yang berhubungan dengan peristiwa ini.
[Chit-Chat] Jungwoo, teman dekat Yeri mengatakan kalau Yeri sebenarnya baik-baik saja?
[Byoom]- Kita sering mendengar mereka memang dekat, tapi apakah dia bisa dipercaya?
[Jjunh]- heol, apakah dia ingin memberi kita sebuah teka-teki?
[Moomin]- yang benar saja! Kemarin aku lihat di twitter kalau yeri itu tidak baik-baik saja!
[Hhae]- aku suka jungwoo, aku juga suka pertemanan jungwoo dengan yeri. Tapi, bisakah jungwoo tidak bermain-main sekarang?
[Luke]- HAHAHA pembicaraan macam apa ini ?!!?
________________________
Yeri terbangun dengan perasaan yang aneh. Bau obat di sekitarnya membuat gadis itu mual. Suara orang yang berbisik-bisik memenuhi telinganya. Tangan dan kakinya juga tidak bisa bergerak, rasanya mati rasa. Matanya juga sangat berat. Astaga, apa yang terjadi? Kesadaran Yeri ada, tapi kenapa fisiknya tidak mau bergerak?
Saat semua orang telah pergi, Yeri merasakan selimutnya bergerak sedikit. Tangannya juga merasakan sentuhan. Lalu, gumaman muncul, diiringi oleh desahan khawatir yang panjang.
"Yerinda, cepetan bangun dong. Jangan tidur terus," rengek Wyfan. Pipinya ia tumpukan pada tangan Yeri yang tidak terpasangi infus, menghirup dalam aroma Yeri yang tercampur obat-obatan.
Yeri merasa terganggu, siapa orang ini? Dan juga, kenapa ia mengerti bahasa asing? Yang Yeri ingat hanyalah, dia baru saja pulang dari supermarket lalu duduk di halte untuk menunggu bus yang membawanya pulang. Tapi, apa sekarang? Ia sedang di rumah sakit? Bau obat menunjukan semua itu. Tapi, yang menjadi masalah adalah, ia sangat susah untuk membuka mata sehingga tidak tau pasti apa yang sedang terjadi.
"Yerindaa, plis bangun. Masa gara-gara kepukul mentimun lo jadi koma, sih?" Ucap Wyfan, masih merengek.
Yeri ingin tertawa, kenapa gara-gara mentimun saja ia harus koma. Tapi, siapa Yerinda yang lelaki di sampingnya ini maksud? Pasti bukan dia, karena namanya Kim Yerim, bukan Yerinda.
Yah, sekarang Yeri merasa mengantuk. Seperti ada yang menaburkan pasir tidur pada matanya yang bahkan masih tertutup. Entahlah, mungkin ini hanya mimpi di dalam mimpi. Ia yakin, semuanya bakalan baik-baik saja setelah ia membuka matanya besok pagi.
×××
Ia salah, sekarang ia benar-benar terbangun dari mimpinya dan ia sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit. Di sekitarnya sepi, tidak ada orang sama sekali. Sekarang jam 11 pagi, dan ia benar-benar merasa aneh dengan keadaan tubuhnya saat ini.
Perlahan, ia turun dari ranjangnya, kemudian beranjak pergi ke tepi jendela. Matanya membelalak lebar, ketika melihat pemandangan yang asing, namun ia seperti mengenalnya dengan baik. Sama seperti ketika Yeri melihat papan penunjuk atau tulisan, bahasanya baru pertama kali ia lihat, namun ia mengerti seakan itu adalah bahasa ibunya.
Dengan perasaan yang tidak nyaman, Yeri berjalan kembali ke tempat tidurnya. Kepalanya pening, apa yang sebenarnya terjadi?
Cklek.
Pintu ruangannya perlahan membuka, menampilkan satu sosok lelaki seusianya dalam balutan seragam sekolah warna putih abu-abu dan hoodie hijau army yang menggantung di bahunya. Tangannya sibuk memegang parsel buah dan aneka ciki membuat Yeri mengernyit heran.
Lelaki di hadapan Yeri melakukan hal yang sama, matanya membuka sangat lebar, mulutnya terbuka, kaget dengan hal yang baru saja ia lihat.
"Yerinda!" Serunya, spontan menjatuhkan barang bawaan yang ia bawa dan membuat Yeri sedikit tersentak. Juga membuat para perawat yang kebetulan lewat menggelengkan kepala mereka sambil mendecak karena heran.
Yeri memiringkan kepalanya, mencoba mengingat apa yang baru saja terjadi padanya beberapa waktu lalu. Ia memperhatikan lelaki di hadapannya dengan pandangan bertanya. Membuat si lelaki menghampirinya sambil tersenyum maklum.
"Yerinda, akhirnya lo sadar juga ya?" Ucapnya, sambil terisak.
Yeri langsung menganggap cowok di depan nya ini lebay banget. Plus, dramatis.
Tapi, gadis itu merasa heran juga, kenapa orang ini terus memanggilnya Yerinda. Ia harus memastikan sesuatu.
Yeri berdeham, kemudian melirik ke arah Wyfan."Ekhem, bisa tolong ambilin cermin?"
Wyfan mengangguk, lalu mengeluarkan ponsel nya, membuka aplikasi kamera. "Nih, mau ngecek muka ya? Iya, muka lo kucel banget, haha!"
Yeri menatap sinis Wyfan, kemudian berdecak."Ck, jangan banyak tanya lo,"
Wyfan tergelak kemudian mengangkat jarinya, membentuk huruf V, "Peace,"
"AAAA! INI SIAPAA???!" Yeri berteriak panik, melihat kalau orang yang terpantul di layar ponsel bukanlah dirinya. Meskipun struktur mukanya sedikit mirip, namun tetap saja, mereka orang yang berbeda.
Wyfan juga ikut terkejut. Memandangi Yeri heran. Kemudian merundukan badannya, ikut melihat apa yang baru saja Yeri lihat.
Wyfan mengangkat wajahnya kemudian menatap Yeri dengan pandangan mencemooh, "Heh, itu muka lo. Kenapa malah tanya itu muka siapa? Amnesia juga engga!"
"Atau, lo pake filter yang efek cantik?"
Yeri menggeleng panik. Kemudian melempar ponsel Wyfan ke lantai, membuat si pemilik ponsel berseru pasrah. Itu handphone yang baru setengah jalan dicicil ke mamahnya, astaga!
"Kenapa lempar hape gue segala, Ndaa.." ucap Wyfan setengah memelas, kemudian membungkuk untuk mengambil ponsel nya yang sekarang layarnya retak bercabang. Untung hanya pelapis layarnya yang retak. Tapi tetap saja, Wyfan sedih bukan main.
Yeri hanya berdecih, sadar posisinya sekarang. Entah apa yang terjadi, tapi jalan terbaik untuk saat ini adalah, ia harus berpura-pura atau menganggap dirinya adalah Yerinda. Tentu saja, ia harus tau semua hal tentang gadis ini, juga bagaimana ia bisa terjebak di dalam tubuh perempuan yang bernama Yerinda. Konyol, bahkan nama mereka terdengar mirip.
-,' tbc ',-