Ayat-Ayat Rindu [COMPLETED] ✔

By RendiYanuari

204K 9.8K 784

#1 QuotesIslami [16-09-2019] #1 Baperstory [01-10-2019] #3 Religius [09-05-2020] Amelia Kaila Akbar seorang B... More

❄ Because Allah ❄
❄ Ar-Rahman ❄
❄ Masalah ❄
❄ Tantangan Bima ❄
❄ Bukti Foto ❄
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35.CAST
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
EKSTRA PART
GIVE AWAY
PENGUMUMAN GIVE AWAY
OPEN PO AYAT AYAT RINDU

25

3.6K 215 12
By RendiYanuari

Selamat malam minggu buat para jomblo:v mari kita berdoa meminta hujan bersama sama:'v wkwkwkwk

Kalo ada typo benerin yaa sahabat baikku:))

Happy Reading...

"Faris!"

Faris yang akan memasuki Gor dan bersiap-siap bertanding, seketika menoleh dan mendapati Shinta dan Aji berlari mengejarnya.

"Gimana lu udah ngomong ke Kaila Shin?" tanya Faris sumringah.

"Udah." jawab Shinta tersenyum tipis.

Entah kenapa perasaan Shinta menjadi sakit mendengar Faris terus menanyakan Kaila. Kebersamaan dan persahabatan dengan Faris membuat Shinta merasakan sesuatu yang seharusnya tidak ia rasakan saat ini.

"Dia dateng kan?" tanya Faris.

Shinta mengangguk dan senyum tipis tercetak kembali di bibirnya. Kemudian Faris membalasnya dengan senyuman. Lalu ia melangkah memasuki gor.

"Shin? Are you okey?" tanya Aji.

Panggilan Aji membuat Shinta terkaget. Sebab sedari tadi Shinta memang sedang tersenyum memandang kepergian Faris.

"Eh, gue oke kok." jawab Shinta tersenyum palsu.

"Owh, ok. Gue pikir lu udah gak waras senyum-senyum sendiri."

"Dari dulu lo emang kampret ya ji!" decak Shinta melotot ke arah Aji. Aji kemudian berlari ke pintu masuk Gor dan disusul Shinta yang mengejarnya.

Aji sampai di bangku penonton, dia duduk di kursi paling depan dan disusul dengan Shinta yang duduk disampingnya. Bangku penonton memang belum terisi penuh karena memang pertandingan akan dimulai 15 menit lagi.

"Shin,.kok Kaila belum dateng juga ya?" tanya aji.

"Sabar, mungkin dia lagi di jalan."

"Owh." jawab Aji singkat.

15 menit berlalu, akhirnya pertandingan dimulai. Pertandingan SMA Garuda melawan SMA TriSakti berlangsung sengit. Keduanya saling menyerang dan bertahan.

"Shin, Kaila kok belum dateng juga?" tanya Aji dengan suara agak dikeraskan untuk mengalahkan gemuruh suara penonton.

"Bentar gue Whatsapp dia dulu."

Shinta mengambil telponnya. Bermaksud mengirim pesan kepada Kaila. Tapi ketika itu juga Shinta melihat di layar Smartphonenya ada 4 panggilan tak terjawab dari Kaila. Dan ketika ia membuka pesan ternyata ada pesan dari Kaila.

Dari : KAILA
Shinta dimana? Kaila udah ada di luar Gor nih sama Mba Dhea. Kaila malu buat masuk kedalamnya.

Shinta mengernyitkan dahinya.

Malu? Sejak kapan kata itu ada di kamusnya.

"Ji, lu tunggu bentar gue keluar dulu. Nyusul Kaila." pekik Shinta.

Aji hanya mengangguk dan berfokus kembali ke pertandingan.

Setelah di luar Gor, Shinta mendapati Kaila sedang duduk bersama Dhea di bangku yang ada disekitaran Gor. Kaila memakai Hijab Cream dan ghamis maroon. Tas ransel kecil juga ikut memperindah penampilannya. Kaila memang semakin cantik semenjak dipesantren pikir Shinta.

Shinta langsung menghampiri Kaila. Mengetahui hal itu Kaila tersenyum ramah kepada Shinta, tapi Shinta membalasnya dengan wajah cemberut.

"Shin-"

"Udah ayo masuk! Udah telat! Pake acara malu segala! Dasar chubby." cerca Shinta menyeret tangan Kaila masuk ke dalam Gor.

"Kaila gak chubby kok." lirih Kaila sambil memeriksa pipinya.

Sedangkan Dhea hanya tertawa kecil melihat kedekatan sahabat lama yang baru bertemu kembali itu.

Setelah satu langkah melewati pintu masuk penonton, Kaila menahan tangan Shinta dan berhenti melangkah.

"Kenapa lagi? Ayok mumpung pertandingannya baru mulai."

"Kaila takut,.." lirih Kaila menundukan kepalanya. "Kaila takut kalo Faris terganggu pertandingannya gara-gara Kaila. Dia kan dulu cuek sama.-"

"Ck! Ayo!" Shinta menarik tangan Kaila kembali. Sahabatnya itu banyak bicara.

Dhea tidak berhenti tersenyum. Ia sangat menikmati pemandangan kedua sahabat yang baru bertemu tapi malah seperti tidak akur. Padahal kalau di Pesantren Kaila selalu merengek kangen soal Shinta kepadanya.

Kini Kaila sudah berada di bangku penonton dan orang pertama yang ia dapati adalah Aji. Aji tersenyum manis padanya.

"Assalamu'alaikum, Apa kabar Kay." senyum Aji.

"Salah! Itu Mba Dhea!, Kaila yang ini kali!" cerca Shinta menunjuk kearah Kaila.

"Ehh kok mirip, soalnya sama-sama cantik." goda Aji sambil menaik turunkan alisnya.

Dhea tersenyum. Bukan karena pujiannya. Tapi karena Aji yang diceritakan Kaila saat di Pesantren memang sama persis. Sama-sama konyol.

"Gombal lagi gue sumpel mulut lo! Ayo duduk." cerca Shinta.

Dhea tak habis pikir, Dulu Kaila mempunyai teman se-asik mereka juga ternyata. Pantas saja Kaila merengek kangen tentang mereka.

Terutama merengek kangen tentang Faris!

Dhea masih belum bertemu sosok yang membuat Kaila jatuh Cinta dan berubah sedrastis ini. Seperti apa sih orangnya.

Sementara Kaila masih menunduk, ia sama sekali belum melihat ke arah lapang. Jujur, ia belum siap melihat sosok Faris lagi. Walaupun terbesit rindu yang menggebu di hatinya. Seperti apa wajah Faris sekarang?

"Shin,Mana yang namanya Faris?" tanya Dhea.

"Tuh, nomer jersey nomer 30." jawab Shinta menunjuk ke pemain yang ada di lapangan.

Kaila terkejut mendengar mba Dhea-nya menanyakan Faris. Apa pentingnya buat mba? Namun ia tetap dengan posisi menunduk.

"Ternyata benar kata Kaila. Orangnya memang ganteng." ujar Dhea.

Muka Kaila memerah. Ia malu, Mba Dhea nya ternyata ember. Huwaaaaaaa..

Tapi bodo amat, masih mending nunduk daripada melihat wajah si Hafidz itu. Kaila belum siap ya Allah.

Priiiiiitttttt...

Quarter pertama selesai. Jeda permainan selama beberapa menit. Para pemain beristirahat dipinggir lapang.

Sementara Kaila masih asik dengan menunduk, tapi kali ini ia membuka Al-Qur'an kecil. Ia membaca surah Ar-Rahman agar menunduknya dia lebih berfaedah. It's Really smart!

Shinta, Aji dan termasuk Dhea bingung atas apa yang dilakukan Kaila.

Katanya kangen sama faris? Tapi kok dia nunduk terus! Nah itu yang ada dibatin ketiga temannya melihat Kaila terus menunduk.

"Assalamu'alaikum Ukh, kenapa nunduk terus?"

Kaila tertegun menelan ludah mendengar suara bernada berat yang ada didepannya.

Allahu Akbar? Suara siapa itu? Bukan suara Aji itu!! Gak mungkin! Jangan bilang itu suara dia! Ya Allah selamatkan jantung hamba. Ucap Kaila dalam hatinya.

"Kenapa gak dijawab salamnya?"

"Wa'alaikumussalam warahmatullah.." lirih Kaila tetap menunduk. itu Faris bukan sih? Kalo sampe iya! Siapkan Ambulan!

"Lo baca surah apa? Gue bacain ya.."

"Fabbi ayyi Alaa irabbikumaa tukadzibaan..walahul jawaaril mungsaatu fil bahrikal a'laam.."

Suaranya merdu? Dan itu benar suara Faris. Huwaaaaaaa... Apa yang harus Kaila lakukan ya Allah. Orang yang Kaila doakan sekarang dia ngaji di depan Kaila.

"Mau nunduk terus?"

"Udah Ris, mungkin lehernya lagi bermasalah jadi dua nunduk terus." ujar Aji.

Deg!

Tuh kan bener itu Faris. Ngapain sih Faris ke bangku penonton? Ya Allah jantung hamba!

"FARIS!!!!" terdengar teriakan pelatih memanggil namanya.

"Ok gue lanjut main, lu tonton ya.. Chubby." ledek Faris, ia langsung berlari ke arah lapang meninggalkan Kaila.

Kaila terkejut dan mengangkat wajahnya memperhatikan pria dengan jersey bernomer punggung 30 itu. Ia menghembuskan nafasnya kasar.

"Kaila gak Chubby!!"

Sementara Aji dan Shinta berusaha menahan tawa melihat tubuh Kaila yang gemetar karena kedatangan Faris tadi. Itu benar-benar menggelikan.

"Katanya kangen, tapi kok gak mau liat wajahnya?" tanya Aji dengan nada meledek.

Wajah Kaila memerah mendengar pertanyaan Aji itu. Sejujurnya tadi ia ingin sekali melihat wajah Faris tapi ia takut Rumah Sakit nambah 1 pasien lagi.

"Zinah mata! Wlee..." bela Kaila.

"Iya iya iya Ibu Faris!"

"Ishhh.." decak Kaila kesal.

Dhea, Shinta dan Aji tertawa lepas. Sepertinya mereka sangat senang meledek Kaila, itu menggemaskan pikir mereka.

Pertandingan di mulai kembali, tapi kali ini Kaila tidak menunduk. Matanya sesekali melihat Faris. Ehh astagfirullah.. Melihat pertandingan maksudnya!

Tapi masih menjadi pikiran dibenaknya. Kenapa tadi Faris gak cuek kaya tahun lalu? Malah dia ngaji di depan Kaila? Malahan Faris sendiri yang menghampiri Kaila. Ada yang bisa kasih tau Kaila, kenapa si Kulkas berjalan itu tidak cuek lagi kaya dulu? Kalo ada kasih tau Kaila please. Jangan ada dusta diantara kita. Hmmm..

Priiiiiiitttt..

Pertandingan selesai. Dimenangkan oleh SMA Garuda dengan sekor yang sangat memuaskan. Semua bersorak gembira, termasuk Kaila juga. Entah kenapa walaupun sudah bukan SMA nya lagi tapi ia senang atas kemenangan SMA Garuda.

"Kay." Kaila menoleh ke arah Faris.

Setelah pertandingan selesai Kaila memang sudah berniat langsung pulang. Ia tidak ingin berlama-lama dengan Faris. Ia tidak ingin terlihat mengejar-ngejar Faris lagi. Yang ia kejar saat ini adalah cintanya Allah kepada hambanya. Masalah Faris biarkan Allah yang mengatur. Pikirnya.

Faris terlihat sudah memakai sweater dan berlari ke arah Kaila. Antara sedih dan deg-degan, saat Faris berlari ke arahnya seperti itu.

"Makasih udah mau dateng." ucap Faris datar.

Nah ekspresi seperti itu yang Kaila rindukan. Datar!

"Iyah." lirih Kaila menundukan pandangannya.

"Lu pulang sama siapa?"

"Mba Dhea."

"Mba Dhea?" tanya Faria bingung.

"Eh Kay, maaf yah lama tadi toiletnya pen.-" ucapan Dhea terpotong melihat Faris sedang bersama Kaila disana.

"Eh, maaf mba duluan ke mobil kalo gitu." ucap Dhea tersenyum tipis

"Gak kok mba, kita udah selesai. Ayo kita pul.."

"Kayla!" potong Faris.

"Kenapa?" tanya Kaila. Asal kalian tau, Kaila pengen buru-buru pulang karena pasokan oksigennya benar-benar mau habis. Bah!

"G-gue...."

"Anu..."

"Gue.."

-----------------------------------------------------------

Assalamu'alaikum guys...

Maaf yah kalo bikin engapp wkwkwk..

Gimana lanjut gak? Atau udah aja kali yah:' komennya dong..

Vote juga..:)

Semoga kalian semua masuk surga Aamiin..

Thanks,
Wassalamu'alaikum...

Continue Reading

You'll Also Like

27.7K 1.4K 29
"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baiknya benda (perhiasan) adalah wanita (istri) yang sholehah. (HR. Muslim) . 🌸...
59.5K 3.6K 41
Cinta pertama memang sering kali dikaitkan dengan cinta sejati, namun bagaimana jika cinta pertama justru hadir untuk menyakiti? Saras, preman kelas...
7.4M 753K 41
Terbit di Cloudbookspublishing Sudah tersedia di Gramedia dan Toko Buku Online Raisya Alika Putri, gadis yang tidak pernah menginginkan nikah muda n...
110K 3.8K 35
⚠️Spin off Takdir Cinta[HmHs] [Spiritual-romansa-islami] Atharauf Albi shidqirazam, dokter muda tampan yang di sukai banyak kaum (hawa), namun, ti...
Wattpad App - Unlock exclusive features