Bella & Refan
Refan memarkirkan mobilnya di sebuah cafe yang cukup terkenal dikotanya. Iya masuk dan mencari sosok orang yang ingin ditemuinnya.
"Ah itu dia" refan
Balutan dress simple berwarna hijau army pas dipakai oleh seorang wanita bertubuh tinggi, berambut panjang, dan berkaki jenjang. Terlihat anggun mempesona.
"Sayang" bisik refan di telinga gadis itu. Ya, dia bella. Kekasih refan
Mereka berpacaran sudah hampir 4 tahun. Tidak pernah ada masalah yang besar yang membuat mereka bertengkar hebat. Tidak pernah ada kata putus keluar dari mulut mereka. Mereka sama2 dewasa dalam menjalani sebuah hubungan. Sedikit masalah dan cekcok memang biasa diantara mereka.
Refan yang memang pria baik dan juga romantis, membuat bella tidak pernah ingin kehilangan dia. Begitupun dengan bella, gadis cantik dan selalu mengerti membuat refan betah bersamanya.
Hampir disetiap kesempatan mereka terlihat mesra dan harmonis.
Lain halnya dengan mimi dan rendy, setiap kali selalu ada aja hal yang membuat mereka berdebat.
"Sudah lama?" tanya refan
"Lumayan" tersenyum
"Udah pesen?" tanya lagi
"Belum. Kali ini aku mau kamu yang pesen makanan. Aku sedang ingin dilayani hari ini" tersenyum manis dan manja membuat orang yang melihatnya terpesona
"Baiklah tuan putri" jawab refan sambil mencium tangan bella
Tak lama makanan yang dipesan pun datang.
"Makan yang banyak tuan putri" refan tersenyum
"Harusnya kamu yang makan banyak. Selain kerja kan kamu harus bahagiain aku" tersenyum lagii
"(Tertawa kecil) bahagiain kamu itu kewajiban aku. Jadi gamakan sekalipun aku harus mampu membahagiakan kamu" ucap refan
"Syukurlah" tertawa kecil
"Yang?" refan memindahkan kursinya jadi lebih dekat dengan bella
"Hm?"
"Ke apartemen yu, aku sedang ingin dimanjain kamu" bisik refan sambil satu tangannya memeluk pinggang bella
"Kan aku yang lagi ingin dilayanin" bella cemberut
"Iyah nanti diapartemen aku layanin, pokonya apapun yang kamu mau pasti aku turutin"
"Semuanya?" tanya bella
"Iyaa semuanya"
"Yaudah kalo gtuh aku mau kita ga ciuman" kata bella
"Yah ko gitu sih?" lirih refan lemas
Kalau sudah bicara "ingin dimanjain" pasti refan selalu menguji iman bella. Ciuman menjadi hal yang biasa dilakukan mereka.
"Kata nya semuanya" bella
"Ya bukan ciuman juga" kali ini refan merubah posisi duduk menjadi menyamping
"Yaudah kalo gamau" bella berlalu pergi meninggalkan refan yang sedang menunduk
Refan menyusul bella dan memasuki mobilnya. Berjalan menuju apartemennya. diperjalanan bella dan refan sama2 diam. Bella sengaja ingin mengerjai refan. Refan yang lemah dengan tidak berciuman dengan bella memilih diam dan tak ingin membuka pembicaraan. Bagi refan, bibir bella adalan candu baginya. Juga sebagai vitamin yang bisa membuat refan semangat bekerja ketika lelah.
.
Refan berjalan dibelakang bella yang berjalan duluan tanpa menghiraukan refan. Bella menekan passward apartemen refan. Bella memang mengetahui semua passward apapun milik refan.
"Kamu kenapa?" tanya bella seraya ingin tertawa dalam hatinya
"Tidak" jawab refan singkat
"Oh" bella tau bahwa refan cuek padanya tapi bella sengaja mengerjai refan
"Gerah yaa" ucap bella membuka dua kancing bajunya, padahal apartemen refan dingin karna ada ac. Bella ingin menguji seberapa kuat lelakinya itu
"Gerah apaan dingin gini" sambil melirik ke arah bella dan melihat belahan payudara bella. Sedangkan bella sedang menggibas2 rambutnya, menampilkan lehernya yang mulus dan siap untuk di santap
Refan menelan ludahnya melihat tingkah bella. Ingin rasanya ia menerkam wanitanya itu. Namun dia mengurungkan keinginannya. Bella sudah meminta untuk tidak menciumnya.
Lalu refan berbalik menuju tempat tidur dan menyalakan tv. Bella yang melihat itu tertawa kecil dan mengikuti refan ketempat tidur. Bella berbaring disisi refan. Dressnya tersingkap. Bella sengaja tidak membenarkannya.
Refan fokus menonton tv. Bella mengambil remote ac di meja pinggir refan dengan posisi bella menindih refan untuk mengambil remote ac.
Bella melenguh karna tangannya tidak sampai. Refan memperhatikan bella.
"Ahhh susah sekali" ucap bella membuat darah refan berdesir. Belum lagi payudaranya yang menempel pada refan membuat refan sulit menelan ludah.
"Ahh panas sekali hmm" bella masih menindih refan
Tanpa membutuhkan waktu lama, refan telah berhasil merubah posisinya menjadi ia menindih bella.
"Jangan menggodaku nona" ucap refan lalumelumat bibir bella dengan lembut namun penuh nafsu
"Hhmmmpp.." bella membalas ciuman refan dan mengalungkan tangannya dileher refan
Merasa telah mendapat lampu hijau, refan pun semakin berani. Tangannya mulai mengelus payudara bella dari luar pakaian bella. Dan dengan lembut meremas payudara bella.
Bella semakin menikmati tindakan refan. Ia mendesah tak karuan membuat birahi refan semakin meningkat.
"Aahhh refann hmmm" bella mendesah
Ciuman refan turun ke leher, bermain disana dan mulai turun ke payudara. Dengan sigap ia membuka kancing dress milik bella dan langsung melahap puting payudara bella.
Setelah beberapa lama, refan mengakhiri cumbuannya.
"Iloveyoumore" ucap refan sambil mencium kening bella
"Iloveyoumoretoo" bella membalas dengan mencium bibir refan singkat
"Kelonin yaa" cengenges refan
"Ah males, ntar aku ditinggal tidur" bella cemberut
"Sayang ikutan bobo ya"
"Hmm" bella hanya bergumam
Refan langsung melahap payudara bella seperti anak kecil yang menyusu ke ibunya. Mereka mulai menutup mata dan tertidur pulas.
Refan dan bella memang tidak pernah melakukan hal lebih selain berciuman dan payudara. Mereka sama2 berkomitmen untuk tidak saling merusak.
.
.
.