Kenapa Harus Aku

By lsariani

368K 12.9K 1.4K

Warning!!!!!!! 21+++ Jangan salahkan author Ok A-aku mohon jangan hina dan perlakukan aku seperti ini hikss... More

Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
chapter 17
chapter 18
chapter 19
chapter 20
chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
chapter 24
chapter 25
chapter 26
chapter 28
chapter 29
chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
chapter 36

Senju Kaguya

6.4K 298 52
By lsariani


Harap voted
&
Komen




..

Kenapa harus aku


Naruto
By
Masashi kishimoto



Pairing

Gaara x hinata






..

"Kaguya"





























































.
Gadis cantik berambut perak panjang itu terduduk diatas ranjang sambil memeluk kedua lututnya ia terdiam tidak menyahut panggilan dari saudaranya,ia masih menangis tidak ia hiraukan ketukan pintu kamarnya sedari tadi ia tahu kalau keluarganya saat ini sedang prihatin dengan dirinya.

Suara pintu kamar terbuka membuatnya menolehkan kepalanya kesumber suara tersebut,saat ini kakak lelakinya sedang berdiri dan berjalan menghampiri dirinya yang saat ini terlihat sangat frustasi.

Lelaki itu duduk dihadapan gadis kesayangannya tak dapat ia pungkiri rasa kecewa saat ini juga tengah melanda dirinya meskipun ia tahu itu tak sebanding dengan rasa sakit yang saat ini tengah ditanggung oleh adik kecilnya ini,tangan miliknya terulur dan membelai halus helaian perak panjang itu mencoba memberi semangat pada sosok yang terburuk.

"Sudah seminggu,apa kau tidak lelah menangis hm?"

Lelaki itu tersenyum saat tidak mendapat respon apapun ia masih menunggu sampai adiknya membuka suara.

"Aku mencintainya"

"Aku tahu"

"Dia sangat istimewa"

"Aku tahu"

"Kami selalu bersama,dia bahkan berkata padamu bahwa aku adalah miliknya"

"Aku tahu itu"

"Tapi ... tapii kenapa ....

Lelaki itu langsung memeluk tubuh adiknya ia tahu semua perkataan yang ia lontarkan saat ini tidak dapat membuat senyum adiknya muncul,rasa kecewa dan sedih sudah terlanjur membuat hatinya terluka.

"Kenapa ia meninggalkanku niisan ? Kenapa .. kenapa ia menikah dengan wanita lain?"

"Ssttt .. sudah jangan menangis .. tenangkanlah dirimu sayang .. mungkin dia memang bukan jodohmu"

"Hiikksss .. hikkkss .. aku .. aku tidak tahu harus melakukan apa .. aku ingin membencinya tapi aku tidak hiikss bisa niisan"

Lelaki itu semakin memeluk erat tubuh adiknya yang saat ini tengah bergetar hebat,dapat ia rasakan hangatnya tetesan air mata mengenai bahunya kini.ia menggeretakkan giginya menahan amarah padahal .... padahal ia sangat percaya dengan lelaki itu.

"Tak usah menangisinya lagi .. air matamu terlalu berharga untuk lelaki brengsek itu"

..

Tahun terlewati rasa kecewa dan sakit yang dulu pernah dirasakan berangsur menghilang,perlahan ia sudah melupakan pria yang membuat dirinya terpuruk selama ini ia sekarang bahagia terlebih dengan adanya cinta baru dihatinya.meskipun dari keluarga yang sederhana kakaknya setuju dengan pria pilihannya yang sekarang.

Gadis itu sekarang merasa bahagia dengan apa yang sudah ia dapatkan karena bagaimanapun melupakan itu sangatlah sulit.

Berbeda dengan kaguya yang saat ini tengah diliputi kebahagiaan,pria yang dulu pernah menjadi kekasihnya saat ini tengah bersitegang dikediaman senju.mata hitam itu menatap dengan intens rival abadinya. "Ada apa kemari?"

"Aku rasa kau masih membenciku hashirama"

Hashirama .. putra sulung senju itu terkekeh mendengar perkataan yang keluar dari mulut putra uchiha itu. "Tentu saja madara" hashirama melihat pria itu hanya tersenyum sambil mengambil sebatang rokok.

"To the point saja .. aku kemari ingin melamar kaguya"

"Kurasa otakmu sedang bermasalah"

"Tentu .. jika itu berhubungan dengan gadis yang aku cintai"

Jujur saja saat ini hashirama ingin sekali memukul pria brengsek dihadapannya saat ini,tapi ia berusaha untuk menahannya ia tidak ingin memulai kembali pertikian dengan sulung uchiha yang egois ini. "Pergilah madara .. aku sedang tak ingin membahas apapun denganmu"

"Aku kemari untuk menjemput gadis yang masih mencintaiku"

"Tak usah membual kaguya sudah tak mencintaimu lagi"

Madara menghembuskan asap rokoknya ke udara ia menyeringai mendengar perkataan itu."benarkah?"

"Sudah 11 tahun berlalu saat dimana kau pergi meninggalkannya .. dan memilih menikah dengan wanita lain"

"Kau tahu sendiri sifat ayahku bukan hashirama? Dia keras kepala aku tak bisa menentang perintahnya"

"Dan sifatnya menurun padamu"

Kali ini madara bungkam karena yang dikatakan hashirama memang benar,sifat egois dan keras kepala ayahnya memang menurun pada dirinya.jujur padahal waktu ayahnya berkata akan menjodohkannya dengan salah satu putri dari rekan kerjanya madara sudah menolak mentah-mentah,karena ia sudah memiliki seorang gadis yang sangat dicintainya yaitu kaguya.

Ayahnya pada saat itu mengancam,jika ia menolak perjodohannya maka kekasihnya kaguya akan disakiti oleh ayahnya.ia tidak ingin itu terjadi oleh karena itu hanya berucapkan kata 'sayonara' madara pun pergi dan memilih menikahi wanita pilihan ayahnya dikirigakure.tahun pun terlewati saat anaknya sudah terlahir dan berumur 5 tahun istrinya itu meminta cerai sedangkan madara sendiri dengan senang hati ia menerimanya sudah sangat lama ia ingin wanita itu pergi dari kehidupannya.

Dan disinilah ia sekarang berada konohagakure,datang untuk menjemput kaguya ia yakin gadis itu pasti masih menunggu dan mencintainya saat ini.

"Kaguya sudah menikah .. jadi berhenti berkata hal yang membosankan seperti itu madara"

Hisapan pada rokok dibibirnya terhenti ia menatap lekat-lekat mata sahabatnya ini untuk mencari sebuah kebohongan yang ia temukan,tapi hasilnya nihil mata itu menatap penuh ketegasan pada dirinya."bagaimana bisa?"

"Ia menikah dengan lelaki dari daerah sou no kuni bernama tenji"

Mereka berdua terdiam beberapa saat,madara berusaha mengatur deru nafasnya yang sekarang ia rasakan hanya sesak.ia fikir kaguya masih menunggu dirinya,ia amat tahu bahwa selama ini kaguya sangat mencintainya begitu pula sebaliknya.jadi meskipun tahun terus berlalu perasaan itu akan terus ada dalam hatinya,tapi ia salah kini ia benar-benar menyalahi pemikirannya yang terlalu cepat menyimpulkan."kau fikir adikku bisa melupakan kejadian 11 tahun yang lalu,tidak bisa aku bahkan tidak bisa menghitung tangisan yang selalu ia keluarkan"

Bodoh .

"menyemagatinya hanya itu yang bisa kulakukan,7 tahun terlewati ia berhasil melupakanmu dan menata ulang hatinya yang dulu hancur berkeping"

Hashirama menatap madara yang sekarang hanya bisa terdiam entah apa yang sedang difikirkan oleh pengusaha muda itu,ia tidak mengeluarkan kembali percakapan ia berdiri lalu meninggalkan hashirama tanpa sepatah kata apapun.apakah dia marah ? Atau mungkin kecewa terhadap dirinya sendiri ? Entahlah ia sendiri tidak yakin mungkin ia akan berusaha untuk menerima kenyataan. "Tousan" hashirama mengalihkan pandangannya pada putri sulungnya yang sekarang tengah berlari ke arahnya.

"Iya sayang ada apa?" Hashirama mengelus lembut surai pirang putri sulungnya.

"Tousan bilang kita akan mengunjungi bibi kaguya? Kapan?"

"Hhmm .. tidak sekarang tsunade tousan banyak pekerjaan"

"Aku ingin melihat dedek bayi" tsunade terlihat merenggut kesal pada ayahnya.

"Lain kali ya sayang .. tousan janji"

"Baiklah .. aku akan menemui kurenai saja" hashirama tersenyum melihat tingkah putrinya yang sangat lincah itu,ia lalu beranjak bangun untuk menemui rekan sekolahnya dahulu.

..

"Kau yakin seperti itu perintahnya?"

"Madara-sama ingin kita melenyapkan lelaki yang bernama tenji"

"Baiklah .. langsung saja kita lakukan sekarang"

..

Madara duduk santai diruang kerjanya sambil menghisap rokok dan menatap beberapa dokumen pekerjaannya,ia sudah berhasil menemukan pria brengsek yang dia anggap sudah merebut kaguya darinya.sekarang ia hanya menunggu kabar dengan tenang tak lama lagi anak buahnya akan datang dan mengabarkan kematian pria bernama tenji itu.

Tu

Tut

Tut

Panggilan masuk tentu saja ia langsung mengangkat telepon tersebut."halo boss kami sudah melakukannya"

"Hm bagus"

Madara dapat mendengar suara tangisan bayi disebrang sana .. suara bayi siapa itu? Apa mereka salah sasaran.

"Boss disini ada perempuan yang membawa bayi apa kami habisi juga?"

"Kalian tak bisa menyakiti aku dan bayiku"

Mendengar suara yang sangat dikenalinya membuat madara tertegun suara itu,adalah suara dari wanita yang dicintainya."bagaimana boss?"

"Apa perempuan itu berambut perak panjang?"

"Benar boss dan bermata putih"

"Kuso"

Madara langsung membanting ponselnya ia segera menuju ke tempat anak buahnya sekarang berada,mungkinkah? Semoga saja tidak.

Saat telah sampai madara dapat melihat keadaan rumah sederhana tersebut yang sangat berantakan,segala bentuk perabotan telah hancur dan berserakan diberbagai sudut ruangan.dapat ia dengar dengan telinganya sendiri jerit kesakitan wanita ia dengan bergegas menuju ke arah asal suara tersebut,mata hitam legam itu membulat sempurna kala melihat wanita yang dicintainya tergeletak dilantai penuh dengan darah sambil memeluk seorang bayi.

Madara menatap geram dan marah pada kelima anak buahnya,ia langsung saja menghajar mereka dengan brutal. "Apa yang kalian lakukan hah? Aku hanya menyuruh kalian menghabisi pria bernama tenji tapi kenapa kalian juga menyiksa wanita ini?"

"Uhuukkk ... uhukk maafkan kami boss wanita ini terus saja berteriak dan dengan kesal kami memukulnya"

"Ciihh dasar sampah sialan"

Madara mendecih kesal lalu ia mendekati dan memeluk wanita itu yang sudah sangat lama ia rindukan. "Kaguya .. bangun heei ini aku"

Mata cantik yang sempat terpejam itu terbuka,ia menatap pria berambut panjang yang kini telah memeluknya. "Ma..madara-kun"

"Iyaa ini aku" madara dengan sepenuh hati mengelap darah dan keringat yang mengalir dari dahi kaguya ia lalu menciumnya penuh kasih sayang dan bertubi-tubi mencoba memberikan kehagatan." Madara aku punya permintaan" kaguya berkata disela-sela nafasnya yang memburu ia sudah terlalu banyak mendapat siksaan demi melindungi anaknya hingga ia harus merasakan tendangan dan jambakan yang luar biasa hebat.

"Apa itu?"

Kaguya lalu mencoba menyerahkan bayi kecilnya pada madara,sedari tadi ia memang menangis dengan kencang seakan mengerti bahwa ibunya tengah mengalami siksaan demi melindunginya."tolong rawat anakku .. aku mohon padamu .. anggap kalau ia juga adalah darah dagingmu"

Madara tak dapat berbicara lagi,terlebih saat melihat kaguya menutup matanya begitu saja.tak terasa air matanya keluar begitu saja ia merasakan shock diam membisu matanya kini menatap lengannya sendiri dimana kemeja birinya kini dipenuhi oleh noda darah.sial .. sial .. ini sangat menyakitkan rasa sesak ia rasakan ketika tak mendapat respon dari wanita yang kini tertidur dipangkuannya.

Kuso ... kuso ... kuso

..

Disinilah madara sekarang disebuah panti asuhan besar yang ada dikonohagure,ia masih berada didalam mobil mewahnya sambil menatap sekitar dengan perlahan ia membuka pintu dan memasuki gerbang panti asuhan ini.

Didalam dekapannya ada sosok bayi mungil yang kini tengah tertidur lelap,ia memasuki halaman tersebut secara pasti dan sesudah berdiri didepan pintu masuk yang besar tersebut madara berjongkok menaruh keranjang bayi tersebut.ia menaruh beberapa uang didalam keranjang tersebut,dan sejenak ia kemudian berfikir.

'Aku beri nama siapa bayi ini?'

Terdiam beberapa saat madara dikejutkan dengan suara ledakan kembang api yang meriah,ia menatap kembang api itu yang berlomba menunjukkan keindahannya.tersenyum ia lalu mengambil secarik kertas dan menulis nama untuk bayi tersebut dan meletakkannya dikeranjang bayi itu.

"Jangan khawatir aku akan selalu melindungimu" berucap demikian madara lalu berdiri dan langsung pergi dari tempat tersebut.

5 menit kemudian pintu besar tersebut terbuka menampilkan sepasang suami dan istri pemilik panti asuhan ini,pria tersebut berjongkok mengambil keranjang tersebut.llalu menyuruh sang istri untuk menggendong bayi mungil tersebut."bayi yang cantik bukan?"

"Kau benar .. sayang sekali bayi secantik ini harus dibuang oleh pria tadi"

"Tak apa mulai sekarang kita adalah keluarganya .. bukankah dia sangat menggemaskan hiruzen?"

"Hm kau benar biwako"

Mereka berdua lalu menatap keranjang tadi yang berisi beberapa lembar pakaian,susu,uang dan juga secarik kertas.

Hiruzen mengambil kertas tersebut dan menatap bayi mungil yang dikini tengah didekap oleh sang istri.

"Nama yang sangat indah"

Biwako menatap kertas tersebut dan terkikik senang dan mencium bayi tersebut. "Kau benar nama yang sangat indah"























..

"Hanabi"





















Yooshh mina san segini dulu




Terima sudah membaca
Ceritaku 😊





Sayonara 👋






Klikk
👇

Continue Reading

You'll Also Like

459K 34.3K 25
A SasuHina Fanfiction Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto Pair : SasuHina Rate : T semi M (jaga-jaga ><) Genre : Romance, Drama, Family Kebeb...
7.7K 486 12
Pair: Sasuhina Rate: M (21+) for language, action, skinship etc. Orang bilang, bahkan menggapai bayang-bayang mu saja pasti tidak akan bisa. Orang bi...
48.5K 3.6K 12
SasuHina beserta karakter-karakter lainnya milik Masashi Kishimoto. Cerita ini hanya sebuah cerita imajinasi dari saya terhadap karakter Uchia Sasuk...
116K 10.1K 28
⚠️AREA SASUHINA⚠️ selain penumpang dilarang masuk.. 🏆#1 Terbaik [22Mei2024] 🏆#2 HyuugaHinata 🏆#2 Mature 🏆#5 UchihaSasuke .. Memeluk diri sendiri...
Wattpad App - Unlock exclusive features