TAO HUA (END)

By DellaNopyta

7K 1.7K 1.1K

Seorang peri bernama Chun Hua dari alam bunga untuk pertama kali mengunjungi istana langit bertemu dengan seo... More

Inspirasi
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106
Chapter 107
Chapter 108
Chapter 109
Chapter 110

Chapter 84

40 9 7
By DellaNopyta

Aku terbangun dari tidurku, tidak tahu apakah sudah pagi atau belum. Aku keluar mendekati jendela lalu membukanya untuk memastikan apakah sudah pagi. Saat merasakan cahaya matahari aku pun yakin hari sudah pagi.

Tepat saat itu seseorang menepuk bahuku dan aku menoleh kebelakang. Saat seseorang itu memegang tanganku, aku tahu bahwa itu adalah ibu. Dia menuntunku duduk dikursi lalu menuliskan kata ditelapak tanganku yaitu 'ibu' lalu aku memberitahunya bahwa aku tahu. Ibu berdiri dan mengambil sisir lalu mulai menyisir rambutku perlahan.

Aku tahu ibu pasti merasa sedih dan mungkin menangis sekarang karena itu aku menggenggam tangannya lalu menuliskan kata 'jangan sedih' . ibu lalu memelukku dari belakang. Disaat itu aku kembali ingat Yu Han, saat aku menyisir rambutnya dengan senang lalu tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

Selama berhari-hari aku habiskan waktu dalam rumah, tidak banyak hal yang kulakukan atau kubicarakan. Sebagian besar waktu kuhabiskan menemani Yi gege dalam kamarnya. Meskipun tidak banyak hal yang kubicarakan.

Saat itu Chun Er masuk dan menghampiri adiknya. Aku mencium aroma familiar dan tahu itu adalah Er jiejie lalu dia membangunkanku hendak mengajakku pergi dan Chun Yi pun ikut. Kami bertiga pergi berjalan-jalan alam bunga.

Aku berdiri tepat ditengah kedua kakakku, aku rasa mereka akan membawaku kekolam lotus. Dan benar saja dugaanku, kurasa hari ini adalah waktunya membersihkan kolam lotus, aku duduk dipinggir kolam dan tanganku memegang setangkai bunga lotus sedangkan kedua kakakku bergabung dengan yang lainnya membersihkan kolam.

Aku merasakan air mengenai tubuhku, tak lama ada lagi. Segera ku masukkan air dalam kolam dan melemparkan air kearah datangnya air tadi dan kami saling bermain air bersama dengan orang lainnya.

Sepulangnya kami bertiga, ayah dan ibu menghampiri dengan khawatir serta menanyakan kami pergi kemana. Chun Er kemudian menjelaskan sedangkan Chun Yi membawaku kekamar, memberikan handuk padaku. Tepat saat itu, aku memegang tangannya untuk memberitahu bahwa besok aku ingin mengunjungi hutan bunga persik. Kakakku menepuk tanganku yang menandakan bahwa dia mengerti lalu keluar kamar.

Chun Yi meminta Chun Er masuk membantu Chun Hua menggantikan pakaian serta mengeringkan rambutnya. Chun Er pun masuk begitu juga ibu. Malam itu, setelah jiejie dan ibu membantuku, mereka menemaniku dalam kamar bahkan kami bertiga tidur bersama.

Mereka memberitahuku lewat tulisan ditangan bahwa besok adalah perayaan pertengahan musim gugur dan ibu akan membuatkan kue bulan untuk dimakan bersama. Saat mengetahui hal itu apa yang ada dipikiranku adalah Yu Han. Mengingatnya terkadang membuatku senang tapi juga sedih. Berharap dia tidak terlalu lama bersedih saat mengetahui hal yang akan terjadi padaku.

Aku bisa merasakan tubuhku tidak bisa menahan lebih lama lagi, aku merasa sangat lelah dan tidak berenergi, sekujur tubuhku terasa sakit terutama bagian dada. Saat bicara, aku merasa sakit pada bagian tenggorokan. Tampaknya suaraku akan segera menghilang, aku hanya berharap besok dihari makan kue bulan aku masih bisa bicara. Setelah hari itu berlalu maka aku sudah siap dengan apapun yang akan terjadi.

Continue Reading

You'll Also Like

17.3K 2K 48
Judul asli: 被迫嫁給失憶反派後 Penulis: 匿名天體 Status: Selesai Cheng Han memakai sebuah buku, Dia menjadi seorang wanita perkakas dalam esai pelecehan Xian Xia...
274K 21.4K 161
Seorang gadis muda dengan bakpao mati, dan seorang dokter wanita dengan lidah yang tajam dan nilai militer yang kuat menerobos. Memegang tongkat, dia...
1.9K 41 51
NOVEL TERJEMAHAN BAHASA INDONESIA. Judul: Yue Du Hua Luo, Cang Hai Hua Kai, 月都花落,沧海花开 Penulis: Jun Zi Yi Ze (君子以泽) * Pada masa kuno, Dewa Yin Ze dik...
Wattpad App - Unlock exclusive features