My Senior Return

By kikycicie

118K 8.9K 706

Sama namun berbeda. Squel dari My Senior My Love. Smnp, 01 september 2019. Peringkat ke #6 dari 155 cerita Al... More

01. Awal dari akhir
02. Lima detik
03. Haagen dazs
04. Penasaran
05. Dia lagi
06. Reinkarnasi
07. Jangan lari dari kenyataan
8. Bunda
09. Mufty
10. Nathan ngojek?
11. Kenangan itu ada
12. Asisten atau Babu
13. Asisten
14. Maksa
15. Alena
16. Kesepakatan
17. Terungkap
18. Kembar?
19. Cubitan maut
20. Taruhan
21. Sahabat kecil
23. Rival baru
24. Kaki lima
25. Dilema
26. Rasa itu lagi
27. Ngojek lagi
28. Sandy
29. jalan bareng?
30. ijin
31. Ayah atau Papa?
32. Ayah
33. Rendra
34. Dia kembali?
35. Sadar
36. Pencuri?
37. kenyataan itu pahit
38. Tunangan?
39. Drop
40. kanker?
41. Bunda
42. Royan
43. Eskrim
44. Nekat
45. Lagi
46. Pengorbanan
47. Nonton
Q & A

22. Cemburu?

2.3K 172 9
By kikycicie

Waktu sudah menunjukkan jam sepuluh pagi.
Suasana kampus sudah ramai.
Ada yang baru datang, ada yang bersiap untuk pulang, ada pula yang melakukan aktifitas umum.
Seperti bermain basket, nongkrong di loby, bercengkrama, bahkan ada yang bergosip ria di kantin kampus.
Diluar sana ada beberapa anak teknik yang saat ini tengah berada di areal parkir.
Entah apa yang menjadi bahan perbincangan mereka Namun yang pasti obrolannya tidak akan jauh-jauh dari masalah seputar otomotif.

Bicara soal otomotif. Ada yang membuat mereka penasaran saat deru motor sport menggema melewati mereka.
Kendaraan itu tidak pernah mereka lihat di lingkungan kampus.
Namun dari mereka semua tahu. Motor yang baru saja melintas itu adalah salah satu milik Four Brother.

Aksen dua garis di sayap depan sudah cukup membuktikan bahwa itu adalah motor leader mereka.
Motor legend yang tidak pernah kalah saat berada di sirkut balapan.
Motor yang sudah terkenal di antara geng motor lainnya.
Dan kita lihat siapa pengendaranya saat ini. Boss mereka sendiri.
Semua terkejut saat Nathan membuka helmnya dan dengan santai turun lantas berlalu begitu saja.

Mereka yang melihat segera berlari menyusul Nathan. Karena merasa penasaran bagaimana bisa seorang Nathan bersama motor itu.

***

Di lain tempat, Alvin tengah bersantai di kap mobil. Tepatnya didepan rumah Prilly.
Dia ingin memberi kejutan.
Menjemput gadis itu tanpa memberitahunya terlebih dahulu.

"Hai"
Senyum Alvin terbit saat mendapati Prilly baru saja keluar.

"Kak, Alvin?"

"Gue sengaja jemput lo"

"Tapi gue udah janji bareng temen gue"

Satu alis Alvin terangkat.
"Siapa?"

"Tuh"
Prilly menunjuk seseorang yang baru saja datang dengan motor matic berwarna hitam.

'Cowok?'
Tanya Alvin dalam hati.
Tunggu-tunggu. Sejak kapan Prilly punya temen cowok.

"Hai, Bie"
Sapa Bima sambil membuka helm lantas turun dari motornya.

"Udah lama?" Katanya lagi.

"Nggak kok. Baru aja gue keluar"

"Ya udah. Mo jalan sekarang?"

"Iya deh"

Alvin yang menyaksikan itu hanya bisa terdiam melihat keakraban mereka.
Jika ditanya bagaimana perasaan Alvin sekarang. Bisa kalian lihat bagaimana jika orang lagi kesel dan dongkol sedongkol-dongkolnya orang dongkol.
Nah, seperti itu Alvin saat ini.
Seperti seorang pacar yang ditinggal selingkuh. Bahkan lebih dari itu.

"Eh, bentar. Kenalin dulu.
Kak. Ini Bima, sahabat gue"

"Gue Bima"

Alvin merasa tidak suka pada lelaki di depannya.
Ada ketidakrelaan saat mendengar Prilly memiliki orang dekat selain dirinya dan sahabatnya.

Dengan tenang Alvin juga mengulurkan tangannya.
"Gue Alvin. Abangnya Prilly"

Bima mendengus dan tersenyum miring.
"Lo becanda? Setau gue Prilly gak punya abang kali"

Alih-alih ingin membuat Bima terkejut malah Alvin yang dibuat terkejut. Bagaimana anak itu begitu banyak tahu tentang Prilly.

"Udah-udah. Kak, dia Bima sahabat kecil gue. Dia baru pindah dari puncak. Dan dia juga kuliah di tempat kampus kita"

What!!!
Alvin langsung menoleh mendengar penjelasan Prilly.
"Kok lo gak pernah cerita ke gue"
Tanya Alvin dengan nada tidak suka.

"He, ini gue lagi cerita"
Prilly menampilkan cengiran khasnya membuat Alvin mendengus. Jika sudah begini dia bisa apa.

"Ya udah. Kita duluan ya kak"
Prilly memeluk Alvin sekilas sebelum beralih mengikuti Bima.

"Hati-hati"
Dengan berat hati Alvin melepas Prilly.
Ini pertama kalinya Alvin membiarkan Prilly bersama orang lain yang tidak dia kenal.
Jangan kira Alvin akan diam saja. Dia sudah menyuruh anak buahnya mengikuti Prilly kemanapun.
Meskipun Prilly tengah bersama dirinya maupun bersama dengan orang lain. Kalau sudah menyangkut keamanan, pengawasan tetap dia utamakan.

Selang beberapa saat...

Keriuhan terjadi saat Bima memasuki kampus untuk pertama kalinya setelah dia cuti.
Banyak dari anak buah Nathan yang meneriaki nama anak itu agar ikut bergabung.
Namun semua terdiam ketika Bima dengan santai merangkul seorang gadis yang mereka ketahui bernama Prilly. Gadis yang akhir-akhir tengah menjadi incaran Nathan, Boss mereka.

"Lo mau gue anter ke kelas gak?"
Tawar Bima.

"Harus lah. Biar lo tau kelas gue dimana"
Bima tersenyum dan mengacak pelan rambut Prilly.

"Ya udah. Nanti gue jemput. Kita pulang bareng"

"Siap boss"
Tanpa memperdulikan tatapan semua siswa. Bima dan Prilly berjalan beriringan dari koridor kampus sampai ke kelas.
Mereka semua dapat melihat keakraban Bima dan Prilly. Tidak jarang keduanya bercanda dan saling tertawa layaknya dua sejoli.

"Sudah sampai"
Ucap Prilly.

"Jadi kelas lo disini? Deket dong, kelas gue disana"
Bima menunjuk kelas yang tidak jauh dari tempatnya saat ini.

"Oh ya. Kebetulan banget. Jadi gue bisa manggil lo kalo gue lagi laper"

"Yee...lo pikir gue kurir makanan."

"Ya udah sih kalo gak mao"
Bima tidak tahan untuk tidak mencubit pipi chubby Prilly.

"Iya deh iya. Lo mau minta apa aja selama gue bisa gue bakal anterin ke kelas lo. Sama kayak dulu. Puas?"
Bima melipat kedua tangannya di depan dada.

Mendengar itu, Prilly tersenyum puas. Dia sangat rindu saat-saat seperti ini.

"Iya udah masuk gih. Nanti kita pulang bareng"

"DIA PULANG SAMA GUE"
Bima dan Prilly kompak menoleh darimana asal suara itu.

"Dia laaagi"
Prilly berguman pelan dengan nada malas.
Sepertinya hari ini keberuntungan tidak memihak padanya.

Tidak jauh dari tempat mereka berada, Nathan tengah berdiri angkuh dengan posisi kedua tangan ia masukan dalam saku celananya. Jangan lupakan wajah datar yang terkesan dingin andalannya.

"Eh Boss. Gue baru aja mau nyariin lo"
Bima terseyum melihat Nathan.

"Terus ngapain lo disini? Kelas gue disana!"
Ucap Nathan tanpa ekspresi.

"Oh, gue__"

"Dia nganterin gue. Kenapa emang?"
Prilly mengangkat dagunya seolah menantang.

Sebenarnya Nathan merasa terkejut. Namun seperti biasa, wajahnya yang selalu datar tidak memperlihatkan ekspresi keterkejutan.
Apa hubungan Bima dan Prilly.
Pertanyaan itu muncul saat tadi dirinya melihat keakraban yang diperlihatkan keduanya.

"Ke kelas gih. Lo dicari Bayu"
Ucap Nathan tanpa mengalihkan pandangan pada gadis didepannya.

"Bayu kan gak kuliah ne hari Boss?"
Nathan menoleh pada Bima. Dirinya merasa tidak suka jika ada yang membantah perkataannya.

Bima yang merasa kemarahan Nathan akan timbul mengurungkan niatnya untuk kembali bertanya.
"Oh__oke. Gue ke kelas. Bie, kayaknya kita gak bisa pulang bareng deh, gue__"

"Buruan!!"

Bima segera beranjak mendengar nada perintah dari Nathan. Dia tidak mau mencari masalah dengan penguasa Marvin.
Bisa panjang urusannya.

"Bye, Bie..."

Bima melambai sekilas sebelum berlari menuju kelasnya. Dia tidak berani kalau Nathan sudah mengambil alih suasana.

Mendengar kata Bie, dahi Nathan mengkerut.
Bahkan Bima memiliki panggilan khusus pada gadis didepannya.
Apa sebenarnya hubungan mereka. Sih, seenaknya mengubah nama panggilan orang.

"Gue gak mo pulang sama lo!"
Suasana hati Prilly yang tadinya tentram kini berubah setelah kedatangan Nathan. Dia yakin Nathan sengaja menyuruh sahabatnya tadi untuk pergi.

"Kerjain tugas gue"
Nathan memberikan lembaran soal yang dia ambil dari balik jaketnya.

"Gue gak mao!!"
Ucap Prilly sedikit berteriak.

"Oh. Lo lupa sama janji lo"
Prilly ingin mengumpat kali ini.
Sikap Nathan selalu menyebalkan dan seenaknya sendiri.

Prilly mendengus kesal namun tak pelak mengambil kertas itu dari tangan Nathan.

"Good girl"
Tangan Nathan kembali pada posisi semula. Namun tubuhnya semakin mendekat membuat Prilly mundur selangkah.
Nathan kembali mendekat sampai Prilly mentok tidak dapat mundur lagi kerena terhalang tembok kelas.

Prilly menahan nafasnya karena wajah Nathan yang begitu sangat dekat dengan wajahnya.
Sama seperti kemarin. Jantungnya selalu berlomba berirama dengan tempo cepat.
Mengapa disaat seperti ini jantungnya sangat susah diajak berkompromi.

Nafas Nathan terasa sangat tenang dan teratur.
Berbanding terbalik dengan deru nafas Prilly.
Selangkah lagi wajah Nathan maju. Maka wajah keduanya akan otomatis menempel satu sama lain.
Dapat Prilly tangkap dari ekor matanya sepertinya Nathan ingin mengatakan sesuatu. Pemuda itu seolah sengaja mendekatkan mulutnya pada telinga Prilly.

"Nama lo bagus, jangan diganti. Gue gak suka"

***

Sampai jumpa lagi.
Babay...

Continue Reading

You'll Also Like

2K 138 27
Ketika hubungan antara laki-laki dan perempuan sudah terjalin lama. Apakah akan menjadi hubungan cinta? Atau hanya sekadar teman biasa? Yuk, temukan...
17.3M 917K 62
[PART SUDAH TIDAK LENGKAP] [Sudah pernah dibukukan] [PLAGIATOR DILARANG MENDEKAT!!!] Meski saling tahu, tetapi tidak saling kenal adalah kalimat yang...
1.1M 36.1K 83
[TAHAP REVISI] Baca ae dulu spa tau suka, klo ga suka yaudah gosah dibaca. Segala kerumitan yang kamu hadapi saat ini akan mendewasakanmu. Perjuangan...
218K 13.8K 28
[Ali Prilly Series] Highest rank #1 -aliandooo :21 Mei 2020 Pertemuan ketiga kalinya yang membuat Prilly Azriella harus menerimakan Ali Asegaf menjad...
Wattpad App - Unlock exclusive features