AlZeo [Completed]

By Velable

17.2K 1.3K 78

"Cukup Kak, stop it" ~Allisya Clarence "Kenapa All? Gue salah apa sama lo?" ~Zeo Angkasatama "Aku capek Kak... More

PROLOG
1. When I See You
2. Stalker
3. AlBi
4. Ridho Sialan
5. Accident
6. Loosing of You
7. Find Out
8. Menyimpan Rasa
9. Just a Friend
10. Stay (away) From Him
11. In My Feelings
12. Side to Side
13. Hurt
14. Ellisya Clarence
15. Mencari
16. Jaga Jarak Aman
17. Heart Breaker
18. Sore
19. Aku-Kamu-Dia
20. Official
21. Dan Lagi
22. Terkuak
24. Marah
25. Speechless
26. Seluruh Nafas Ini
27. Miss
28. Merindukan Purnama
29. D-Day
30. Hari Sumpah Pemuda
31. Manis
32. Melt
33. Happiness
34. Air dan Api
35. Two Sides
36. Rindu
37. In Fact
38. Unpredictable
39. Hari Bersama
40. I'll Miss You
41. Sedang Sayang-Sayangnya
42. First Day National Tournament
43. Titik Balik
44. (Don't) Go Away
45. Goodbye Allisya?
46. He's Back
I. Chat Time (Special Update)
47. You're My Decision
48. Just Kidding
49. Sensitive Or Possesive Boy?
50. Over Jealous
51. Love Is A Moment
52. First Date After Five Months
II. Chat Time (Special Update)
53. Tentang Zeo di Masa Lalu
54. It's Time
55. Berakhir
56. Haruskah Berakhir?
III. Chat Time (Special Update)
57. Too Good At Goodbye
58. Anak Versus Bapak
59. The Truth Untold
60. Started
61. Mengalah Akan Keadaan
62. Don't Let Me Down
63. It's Truly Ending
EPILOG
IV. Chat Time (Special Update)
How's Life?

23. Painful

215 19 0
By Velable

Play lagu di mulmed ya readers
Happy reading:)


Allisya
Okay.

Zeo bersorak senang ketika mendapatkan balasan tersebut. Dengan penuh semangat ia bersiap-siap untuk berangkat sekolah. Hidupnya kini terasa benar-benar hidup. Semua karena satu orang bernama Allisya Clarence.

Tak jauh berbeda dari Zeo, Allisya juga sama senangnya pagi ini. Setelah mendapatkan chat dari Zeo, entah mengapa hatinya bisa sebegitu senang. Sebelumnya ia tidak pernah sebahagia ini hanya karena mendapatkan chat dari seseorang.

Allisya sudah siap dengan seragam kebanggaannya turun menuju ke lantai dasar. Ia berjalan menuju meja makan. Disana sudah tersaji sarapan yang telah disiapkan oleh Bik Resti.

"Daddy nanti malam selesai tugas."

"Oh ya?" tanya Allisya dengan berbinar.

"Iya, Daddy bilang nomor lo sulit dihubungi semalam."

Allisya menghabiskan segelas susu hangat. Selanjutnya ia mengelap sudut bibirnya dengan sehelai tisu.

"Non, Non Allisya sudah ditunggu temannya di depan," kata Bik Resti menyela aktivitas Allisya.

"Makasih Bik." Allisya menoleh ke arah Ellisya, "Aku berangkat dulu."

"Hm."

Allisya menggendong ranselnya dan bergegas menuju depan. Di teras, ia menemukan cowok dengan seragam yang sama dengan yang ia kenakan namun dilapisi jaket jeans berwarna biru.

"Hai." Zeo tersenyum cerah, mengalahkan cerahnya matahari yang belum menampakkan diri sepenuhnya. "Udah siap?"

"Udah."

Saat keduanya telah tiba di Kartika Nusa, Allisya bisa melihat dengan jelas tatapan-tatapan yang tidak jauh berbeda dengan tatapan dahulu saat ia berjalan bersisian bersama dengan Zeo.

Allisya pikir dengan kondisinya yang berbeda, dimana secara tidak langsung ia telah menjadi kekasih Zeo, akan merubah pandangan anak-anak tentang dirinya. Nyatanya fakta bahwa Zeo telah memilihnya tidak merubah semua itu.

Genggaman lembut pada tangannya membuat Allisya tersentak dari pikirannya.

Ia menoleh ke samping dan mendapati Zeo tengah tersenyum kepadanya. Allisya juga membalas senyum tersebut.

Keduanya lalu terjebak dalam baku tatap selama beberapa detik, sebelum sebuah suara merusak momen indah yang tercipta kala pagi itu.

"Uhuk!" kata Ridho yang tiba-tiba muncul diantara Allisya dan Zeo, "Yang masih anget-angetnya abis jadian, uhuk!"

"Ck, setan!" desis Zeo sembari mendelik tajam pada makhluk astral tak diundang itu.

"Oh gitu ya Zeo, mentang-mentang udah ada gandengan terus ngelupain gue yang selama ini setia sama lo. Okay, cukup tau aja gue Zeo."

Allisya mengulum senyum mendengar kakak kelasnya itu berdalil. Di sisi lain, Zeo tampak bergidik ngeri mendengar ocehan unfaedah dari Ridho.

"Najis!" tukasnya.

Ridho tidak menghiraukan Zeo dan berpaling menatap Allisya. Melemparkan senyum terbaiknya sepanjang masa dan berkata, "Selamat pagi putri All."

Dengan malu-malu, Allisya menjawab, "Pagi Kak."

Mereka kembali melanjutkan langkahnya. Mengantarkan Allisya menuju ruang kelasnya.

"Nanti pulang bareng," kata Zeo melepaskan Allisya dari genggamannya.

"Aku masuk dulu Kak," pamit Allisya kepada Zeo dan Ridho.

***

Seperti sebelum-sebelumnya, pada jam istirahat kali ini Allisya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Menghabiskan seluruh waktu break untuk membaca buku sambil mendengarkan musik dari ponselnya. Jika biasanya ia pergi bersama Bisma, namun sepanjang hari ini Allisya bahkan belum melihat batang hidungnya.

Allisya sedikit meringis ketika ingat insiden sore itu. Mungkin ke depannya, Allisya sedikit memberi wejangan kepada sahabatnya tersebut agar bisa bersikap sewajarnya dengan Ellisya.

Suara musik yang sejak tadi mengalun indah di ponselnya mendadak berhenti karena getar notifikasi masuk. Rupanya sebuah chat. Allisya membuka chat tersebut dan seulas senyum menghias di bibir mungilnya.

Kak Zeo
Lagi dimana? Aku tadi cari ke kelas gak ada

Allisya menahan geli saat membaca seutas kalimat tersebut. Membayangkan sosok Zeo yang terkesan cuek dan dingin merubah cara panggilnya dengan menggunakan Aku-Kamu membuat Allisya menahan tawa. Rupanya, sosok yang tak acuh dengan sekitarnya bisa juga bersikap semanis ini.

Allisya melarikan jemarinya pada layar yang menampilkan deretan abjad. Tangannya dengan sangat lihat mengetikkan pesan balasan untuk Zeo.

Anda
Lagi di perpus Kak

Mendorong kursi ke belakang, Allisya melangkah menuju barisan rak-rak buku yang berjejer rapi. Ia mencari rak tempat ia mengambil buku yang tadi dibacanya. Setelah menemukan, Allisya meletakkan buku itu ke tempatnya semula.

Terhitung sudah dua puluh menit ia habiskan dengan berada di perpustakaan. Tak lama lagi bel akan berbunyi. Allisya melangkah dengan tenang sepanjang jalan. Tak ia pedulikan lagi bisik-bisik mengenai dirinya. Toh, sekarang ia sudah tidak perlu terlalu khawatir lagi.

Tangan tercekal dengan kuat, tubuh limbung, Allisya tersentak dan berjalan mengekori orang yang telah menariknya secara paksa. Gadis itu bisa melihat ada dua orang cewek yang sepertinya kelas XII membawanya ke balik gedung yang jarang dilalui orang.

"Arhhh," Allisya merintih merasakan dinginnya tembok keras yang menghantam punggungnya. Tangannya tadi disentakkan dengan begitu keras membuat ia tidak bisa mengontrol keseimbangan dan berakhir dengan punggung yang berciuman dengan tembok kasar.

"Ka... kakak mau apa?" Allisya bertanya dengan suara yang telah bergetar.

"Tenang aja, kita Cuma mau kasih selamat kok buat lo." Kedua gadis yang tadi membawa Allisya secara paksa saling pandang dengan melemparkan seringai di masing-masing wajah.

"Selamat?"

"Hm, selamat karena udah berada di luar zona nyaman lo." Ucap salah satu di antara keduanya.

"Dan sekarang lo udah memasuki area terlarang," lanjut cewek satunya lagi.

"Maksud Kakak?"

Kedua cewek itu melengos dan mendengus kesal, "Lo pikir, lo siapa berani-beraninya jadian sama Zeo?!"

Zeo lagi, batin Allisya.

Plak!

Satu tamparan keras bersarang di pipi sebelah kanan Allisya. Kepala Allisya tersentak ke kiri. Apalagi kali ini? Belum cukupkah pembully-an yang selama ini dilakukan kepadanya?

"Dasar bitch!"

Plak!

Giliran cewek satunya yang memberikan tamparan tidak kalah kerasnya. Bedanya, tamparan tersebut diberikan pada pipi kirinya.

Allisya tidak bisa berbuat apa-apa. Ia terlalu lemah dan pengecut untuk membalas perlakuan yang tidak seharusnya ia dapatkan ini. Hanya mengeluarkan air matalah yang bisa ia perbuat. Rasa perih dan panas kini menjalar di tulang pipinya.

"Brengsek!"

Ketiganya menoleh ke arah datangnya suara tiba-tiba itu. Dua diantara mereka diam tak bergerak sama sekali. Bahkan keduanya terlihat menahan napas. Wajah mereka pun berubah menjadi pucat pasi, seolah aliran darah dalam tubuh mereka dihentikan secara paksa.

Allisya memandang sendu Zeo yang semakin berjalan mendekat. Kenapa mencintai harus sesakit ini? Bahkan belum satu hari berlalu, ia sudah mendapat hal buruk atas hubungannya dengan Zeo.

Kristal-kristal bening kembali menetes dari pelupuk mata indah Allisya. Ia merasa sakit, sedih, sehingga memilih menunduk dan tidak melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Isakan lirih Allisya membuat Zeo semakin terbakar oleh emosi. Awalnya ia berniat menemui Allisya yang sedang berada di perpustakan seperti pesan yang ia terima. Tetapi, belum sampai melangkahkan kaki masuk ke dalam perpustakaan justru ia melihat bayangan Allisya sedang ditarik. Segera ia mengejar dan mencari keberadaan Allisya. Tapi, ia terlambat. Terlambat untuk mencegah hal buruk menimpa gadisnya.

"Cari mati," desis Zeo dengan nada dingin. Membuat kedua gadis yang sejak tadi memonopoli Allisya semakin tidak memiliki nyali.

Zeo mencoba sekuat tenaga agar tidak melakukan kekerasan terhadap cewek-cewek itu. Tapi apa yang dilihatnya membuat ia tidak bisa menahan lebih lama lagi. Ia harus segera melampiaskan semua emosi yang memuncak ini.

Memejamkan mata, lalu sepersekian detik membukanya kembali, Zeo menatap tajam ke arah kedua cewek tersebut dan bersiap melangkahkan kaki ke depan mereka berdua, mempertipis jarak dan mengintimidasi dengan tatapan menghunusnya.

"Jangan Kak," cegah Allisya.

Gerakan Zeo terhenti karena secara mendadak Allisya mendekap tubuhnya dari belakang. Menahan gerakan yang akan dilakukan Zeo.

"Lepas All." Suara yang keluar terdengar seperti geraman. Kental sekali nada yang dibuat setenenang mungkin untuk meredam emosi.

"Allisya mohon Kak," pinta Allisya kembali. Gadis itu menyandarkan kepalanya pada punggung tegap milik Zeo. Punggung yang saat ini begitu tegang dan terlihat tidak rileks.

Zeo memutar tubuh, membuat dekapan Allisya pada punggungnya terlepas. Detik berikutnya Zeo segera menarik tangan Allisya menjauh dari tempat itu.

☆●☆●☆●☆●☆●☆●☆●☆●☆●☆●☆

Setelah sekian lama author amatiran ini akhirnya muncul kembali, yeay!!!

Anyway, mohon maaf lahir & batin kalian semua...
Selamat hari raya Idul Adha 1440H🙏

Ada yg berkurban nggak nih???
Daniel stan berkurban perasaan dong😭

2019, 11 August.

See ya, velable♡

Continue Reading

You'll Also Like

13.5K 1.4K 19
Kita hanya dua insan yang sedang mencoba menyatukan takdir tanpa bisa menjanjikan apapun. Dan ketika napasmu memanggilku Kelak, kita akan bertemu la...
513 50 10
Tentang Takdir yang tak terduga ***** Takdir telah mempertemukan dua insan yang jauh berbeda, mereka yang sama-sama tidak percaya akan cinta dipaksak...
131K 5.6K 28
NOVEL (12+) COMPLETE. (new cover) "Kupikir ini memang demi mereka. Tapi setelah bertemu, aku tahu bahwa aku membutuhkan dia." (X) "Ada apa denganku...
123K 6.3K 30
[Completed] Sebelumnya, Angkasa selalu peduli terhadap wanita dan menjadikan wanita itu makhluk nomor satu yang harus dilindungi dan disayangi. Tetap...
Wattpad App - Unlock exclusive features