Diharapkan memberi 👉🌟 sebelum membaca, terimakasih 😊
•
•
Happy Reading
•
•
"Mama! Mama! Hiks..."
Seorang anak berusia 5 tahun mengetuk pintu kamar mama dan ayahnya sembari berteriak. Anak kecil yang bernamakan Kim Hyeongjun menangis karena mendengar suara-suara aneh dari kamar orang tuanya. Karena takut dan khawatur akhirnya Hyeongjun menghampiri kamar mereka.
"Eunghhh...berhentihhh...d-duluhhhh...k-kyuhhh~"
"Aku sudah mengatakan padamu bahwa aku tidak akan berhenti"
"K-kau tidak..ahh...dengar"
"Abaikan saja semua suara itu, sayang"
Wonjin menggeplak pelan kepala Minkyu tanpa ampun, "Hyeongjun menangis kau malah menyuruhku mengabaikannya dasar, minggir dulu"
"Tidak boleh"
"Kim Minkyu"
"Cium aku dulu"
"Mama buca!"
"Tuh Hyeongjunmakin kenceng nangisnya, udah ih kegiatannya dilanjutin lagi nanti sekarang minggir dulu aku mau nenangin Hyeongjun"
"Iya udah iya"
Minkyu hanya merengut melihat Wonjin turun dari tempat tidurnya dan memakai pakaiannya kembali. Saat membuka pintu Wonjin terkejut melihat anaknya menangis sesegukan. Dengan lembut Wonjin menggendong anak semata wayangnya itu lalu menenangkannya.
"Astaga sayang kamu kenapa, hm? Mimpi buruk?"
Hyeongjun mengusap mata lalu memeluk erat leher mamanya. Hyeongjun takut mamanya kenapa-napa karena Hyeongjun mendengar jelas suara aneh memenuhi kamar orang tuanya.
"Sudah sayang, cup cup cup"
Wonjin masuk kekamarnya lagi membuat atensi Minkyu sepenuhnya ada pada Hyeongjun, karena tangisan bocah itu membuat kegiatan malamnya dengan sang istri terhenti di tengah jalan. Wonjin duduk di atas kasur sambil menggumamkan lagu pengantar tidur untuk anaknya.
Minkyu mendekati dua orang yang sangat berharga baginya lalu mengusap pelan rambut kriwil anaknya. Walaupun Minkyu sedikiy kesal pada anaknya selain karena mengganggu kegiatannya malamnya bersama sang istri Hyeongjun juga kerap kali menjahilinya, tapi bagaimanapun Minkyu tetap sayang dengan anaknya.
"Sudah? Antarkan dia kekamarnya dan kita lanjutkan kegiatan kta, sayang"
"Sepertinya kita sudahi dulu kegiatan itu, Kyu. Hyeongjun baru saja menangis mungkin dia khawatir dengan kita, dia berpikir ada hal-hal aneh dikamar kita karena suaraku tadi"
Ini yang Minkyu tidak suka menghentikan kegiatan malam di tengah jalan, dengan tidak menikmati hangat istrinya didalam dan berakhir dengan manstrubasi sendiri.
"Kau jahat sekali, Jinnie. membiarkanku kesakitan seperti ini"
Minkyu memanyunkan bibirnya imut agar istrinya itu luluh. Wonjin hanya memutar matanya malas melihat ekspresi menjijikan suaminya.
"Kyu, aku baru saja menenangkan Hyeongjun. Kamu mau dia terbangun lagi dan tersiksa seperti itu lagi?"
"Baiklah baik tapi besok kau harus membayarnya dua kali lipat, Kim Wonjin"
"Iya iya, sudah sana lanjutin dikamar mandi aku mau kekamar Hyeongjun dulu"
Wonjin pergi kekamar Hyeongjun sedangkan Minkyu dengan terpaksa menyelesaikan kegiatannya sendiri dikamar mandi.
*****
Keesokan harinya Wonjin menjemput Hyeongjun di sekolah TK-nya. Namun saat mereka berdua akan pulang kerumah Wonjin bertemu dengan Byungchan kakak kelasnya dulu saat SMP yang kebetulan anak Byungchan juga bersekolah diTK yang sama "Tadika Mesra", yang kebetulannya lagi anaknya Son Dongpyo berteman dekat dengan Hyeongjun.
Setelah saling bertegur sapadan melepas rindu dengan berpelukan layaknya Teletubbies, mereka berdua menyempatkan diri untuk makan siang bersama ditempat makan dekat sekolahan anak-anak mereka.
>•<
"Oh ya, bagaimana kabar kak Seungwoo?"
"Dia baik"
"Dia tidak genit lagikan seperti waktu SMP dulu?"
"Hahaha... dia sudah jarang seperti itu. Hanya saja jika dia ketahuan genit lagi, aku tidak ingin berbicara padanya apalagi memberinya jatah untuk satu bulan"
"Apa itu efektif?"
"Sangat efektif, aku pernah melakukan itu sekali pada akhirnya dia kapok dan berjanji tidak melakukannya lagi"
Mereka tertawa dan membicarakan hal-hal semasa sekolah dulu. Disisi lain Hyeongjun dan Dongpyo sedang bermain bersama diarena khusus anak. Dongpyo sibuk menyusun balok menjadi rumah dan Hyeongjun hanya diam melihat Dongpyo bermain dan masih kepikirkan soal suara malam itu.
"Njun ayo cini main cama Pyo"
Yang diajak main hanya melirik Dongpyo sekilas lalu melanjutkan lamunannya lagi. Melihat Hyeongjun tidak merespon ajakannya, Dongpyo lalu menghampiri Hyeongjun yang asik melamun sedari tadi.
"Unjun kenapa cih diem aja?"
"Nggak papa kok"
"Telus kenapa?"
"Njun cuma kepikiran cama cuala kemarin malam dilumah Njun"
"Cuala apa?"
"Cuala kayak ahhhh...ahhhh...moooooreeeehhhh...kyuhhhhh begicu"
"Eh, dilumah Pyo juga ada cuala begitu dikamal mama papa"
"Benelan?"
"Iya, bahkan campai pagi cuala itu macih ada"
Hyeongjun mengerjapkan matanya sedangkan Dongpyo sekilas melirik mamanya yang tengah berbicara dengan mama Hyeongjun. Dongpyo segera pergi menghampiri mamanya dan mama Hyeongjun karena tidak sengaja melihat bercak-bercak kemerahan disekitar leher mama Hyeongjun.
"Tante Onjin~"
Panggilan Dongpyo membuat Byungchan dan Wonjin menatap kearahnya. Wonjin langsung saja memangku Dongpyo sedangkan Byungchan memangku Hyeongjun.
"Ada apa, sayang?"
"Tante Onjin cedang cakit, ya?"
Pertanyaan polos Dongpyo membuat Byungchan dan Wonjin saling menatap satu sama lain lalu mengernyit dahi bingung.
"Kau sakit, Jinnie?"
"Nggak tuh?"
"Tante tidak sakit sayang, tante sehat kok? Kenapa memang?"
"Telus lehel tante kenapa? Kok melah-melah begicu?"
"Leherku?"
Wonjin menyentuh lehernya sendiri dan ia sedikit terkejut bahwa syal yang menutupi lehernya merosot jatuh kebawah menampakan tanda manis suaminya. Dengan buru-buru Wonjin memasang syalnya kembali yang merosot jatuh. Byungchan yang melihat itu juga agak panik, bisa gawat ini jika anak-anak mereka tahu tentang kissmark sejak dini. Bisa-bisa besarnya nanti mereka jadi cabe pilihan.
"I-ini..."
Wonjin bingung harus jawab bagaimana mestinya? Wonjin melirik kakak kelasnya itu bermaksud untuk meminta jawaban yang tepat melalui tatapan mata.
"Eh, sayang tante Wonjin tidak sakit kok"
"Telus kenapa lehel tante Onjin memelah gicu, ma?"
"Itu karena tante Wonjin digigit banyak nyamuk, sayang. Makanya mama bilangin kalok kamu mau tidur pakai gel anti nyamuk dulu biar nggak digigit nyamuk kayak tante Onjin, ya?"
Mendengar jawaban Byungchan Wonjin sedikit lega, tidak apa-apa dijawab sedemikian rupa setidaknya Dongpyo mengetahui jawabannya jika bercak merah itu ada karena gigitan nyamuk bukan gigitan tanda cinta. Wonjin membenarkan syalnya lagi dilehernya, ia harus lebih berhati-hati.
*****
Malamnya Wonjin telah selesai mandi dan berganti baju. Ia lalu berdiri didepab cermin untuk melakukan ritual malamnya.
Namun sebelum memulai ritualnya, Wonjin merasakan seseorang yang lebih tinggi memeluknya dari belakang. Seseorang itu yang tak lain adalah Minkyu kemudian mengendus pucuk kepala sang istri kemudian turun hingga ke belakang telinganya menghirup dalam aroma sabun strawberry yang menguar ditubuh istrinya.
"Ada apa, hm?"
"Kau tidak ingat bahwa kau memiliki hutang padaku?"
"Hutang? Hutang apa yang kau maksud?"
Wonjin membalikan badannya menghadap Minkyu lalu mengalungkan tangannya dileher sang suami. Minkyu dengan refleks membalas dengan memeluk pinggang Wonjin, menarik tubuh istrinya itu untuk lebih mendekat padanya.
"Kau lupa atau hanya pura-pura saja, hm?"
Wonjin hanya terkekeh, "baiklah berapa hutangku padamu?"
Minkyu mengeluarkan seringai tandalannya lalu berbisik lembut ditelinga Wonjin, "kau berhutang padaku untuk menyerahkan tubuhmu untukku dua kali, Kim Wonjin"
Minkyu menggigit telinga Wonjin bermaksud untuk menggodanya dan menyerahkan seluruh hidupnya padanya. Wonjin menatap Minkyu dengan tatapan teduhnya, kemudian menari dasi suaminya untuk lebih mendekat ke wajahnya.
"Baiklah, aku akan membayarnya. Aku akan menyerahkan semuanya untukmu"
Wonjin mengerling nakal sambil melepaskan dasi Minkyu. Minkyu hanya tersenyum lalu mendekatkan wajahnya.
"Mama papa Unjun tidur dikamar mama papa, ya?"
Hampir saja bibir mereka menyatu Hyeongjun mengganggu kegiatan malam mereka lagi. Wonjin segera mendorong bahu suaminya agar menjauh. Adegan seperti ini memang harus dihindari dari anak dibawah umur, agar mereka tidak melakukan hal yang sama sejak dini.
"Hyeongjun mau tidur sama mama papa? Boleh"
"Dasar monster kecil suka sekali ganggu kesenangan orang saj– aduh! Sakit sayang~"
Walaupun Wonjin bertubuh kecil tapi cubitannya beuh pedes banget, kayak omongan tetangga ehek...
"Jangan gitu sama anak sendiri, Kyu. Aku hampir kepergo sama Dongpyo jika saja Byungchan tidak menjawab pertanyaan anaknya dengan cerdas tentang tanda dileherku ini"
"Udah sana mandi nanti masuk angin kalok kemalaman"
"Tidak apa, itu tandanya kenali 'kegiatan malam' pada anak sejak dini itu bagus"
"Bagus gundhulmu!"
"Papa kegiatan malam itu apa?"
Minkyu menampilkan seringai lebarnya, "Njunie kegiatan malam itu ketika ka-hmph!"
Wonjin melempari Minkyu dengan bantal tepat di wajahnya, "jangan ajari anakmu hal yang tidak benar, cepat sana mandi jika tidak aku tidak akan memberimu jatah selama satu bulan!"
"J-jangan sayang, i-iya aku akan mandi"
Minkyu segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Toh dirinya tidak mau mengambil resiko, sehari tanpa jatah kegiatan malam dengan Wonjin berasa setahun lamanya apalagi 1 bulan tanpa jatah, berasa satu abad lamanya.
END
***************👶👶👶***************
Kali ini gw buat fanfic berupa oneshoot, twoshoot, threeshoot, etc disini. Ini khusus, dan gw bisa bikin ff angst atau sad ending disini.
Toh gw gak tega wonkyu menderita jadi cuma chapter 2-3 aja mereka yg menderita, jangan menderita berkelanjutan :") (gw ngomong apaan sih? 😂)
Disini wonkyu berasa punya anak tau nggak seh 😭
Minkyu as bapak
Wonjin as ibu
Hyungjun as anak
Disini ada yang liat livenya starship boys di Vlive kagak? Gw gak bisa nonton elah gak punya appnya plus gak punya kuota lebih :(
Mau titip pesan dong sama wonjin bilangin kewonjin "99noranhee kangen sama kamu dedek wonjin" :"((
Apa dah gw ini :"(
Ya udah segitu dulu ffnya.
See you next story 😘😘😘