Perjuanganku ternyata tidak sia-sia, dengan kesabaranku yang membuahkan hasil, aku sangat bersyukur. Setiap saat aku selalu berdoa kepada Allah untuk selalu diberikan kekuatan dalam menyelesaikan masalah. Memang, ber-sabar itu sangat perih. Tetapi ingatlah sesudahnya, kebahagian pun menanti. Setiap orang pasti akan mudah mengeluh pada setiap masalah yang mereka alami, tidak ada semangat hidup. Tetapi disaat itu Allah Swt menguji keimanan kita padanya, apakah kita selalu iman disaat kita diberikan cobaan? Aku sangat bersyukur atas keberhasilanku melawan rasa sakit ini. Aku tahu bahwa Allah akan memberikan kekuatan padaku, Allah pasti akan memberikan kemudahan padaku. Kita haruslah terus berdoa agar diberikan kemudahan dalam segala sesuatu. Orang lain mungkin tidak tahu bahwa kita sedang bersedih, tetapi Allah akan selalu tau disaat kita sedang bersedih maupun bahagia. Teringat disaat usiaku 11 tahun, disaat menginjak kelas 6 SD. Disaat akhir semester 1, banyak sekali masalah yang menghampiriku. Aku selalu meminta pendapat orang lain bagaimana cara menyelesaikannya, tetapi mereka hanya menjawab " sudahlah, bersikaplah tidak peduli " ya mereka terus saja mengutarakan jawaban tersebut, tetapi mereka tidak tahu apa yang aku rasakan setiap hari berangkat ke sekolah, setiap malam disaat hendak tidur, aku selalu gelisah bagaimana esok pergi ke sekolah? apakah teman temanku akan berbuat baik kepadaku? dan situasi itu menggangguku disaat hendak melaksanakan Ujian Nasional. Rasa takut setiap saat menghampiriku, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang selalu memutar di otakku, begini salah begitupun salah. Akhir sekolah itulah yang mungkin tidak akan pernah aku lupakan, dan orang yang membuat masalah selama ini pun mungkin tidak akan aku lupakan. Aku doakan semoga dia diberikan hidayah oleh Allah, sadarkanlah dia Ya Allah. Mungkin saat ini dia sedikit sadar akan kelakuannya yang dulu, tetapi ya entahlah aku tidak tahu.
.
Walaupun aku terus dibully, difitnah tetapi aku selalu bersabar dalam kondisi tersebut. Aku selalu meminta kepada Allah untuk dipermudah segalanya, Walaupun rasa takut melampauinya, dari hari ke hari aku terus saja bersabar walaupun aku lelah. Wajar lelah, setiap hari bertemu dengannya, setiap hari difitnah. Bagaimana aku tidak lelah ? Bertemu dijalan dengannya rasanya takut sekali, entah mengapa rasa takut ini selalu ada. Rasanya gemas sekali ingin berbicara lantang padanya, tetapi apalah dayaku yang selalu saja tidak punya nyali untuk berbicara lantang padanya, jangankan berbicara lantang. Menatapnya saja sudah takut. Tapi dari peristiwa itu, aku mendapat hikmah yang sangat banyak, dari mulai menjaga tutur kata, menjaga sikap. Mungkin Allah memberikan ujian ini padaku dikarenakan aku mampu untuk menyelesaikannya. Ingatlah harus tetap berpikiran positif kepada siapapun:)