WHEN YOU'RE GONE! (End)

By Lukevalentina

61.9K 7.8K 5K

"saat kau pergi, sebagian kecil dari hatiku merasa kehilanganmu." "Aku tidak pernah berpikir bahwa aku sangat... More

Part 1.
Part 2.
Part 3.
Part 4.
๐Ÿ”žโš Part.6 Special Minhyun Bday
Part 7.
Part. 8
Part. 9
Part.10
Part.11.
๐Ÿ”žโš part.12โ€ผ
Part.13
Part.14
Part.15
Part 16.
Part.17
Pengumuman
Part.18
Part.19
Part.20
Part.21
Part 22.
Part 23.
24.
25.
Part 26.
๐Ÿ”žPart 27.๐Ÿ”ž
Part.28
Part.29
Part.30
Part 31.
Part 32.
Part 33.
Part. 34
Part.35
Book baru
Part.36
Part.37 (End)
PROMOTE
NEW STORY FROM ONGNIEL โค๏ธ๐Ÿ˜˜

Part 5.

1.6K 320 157
By Lukevalentina

"Lin, kau kembalilah ke ruang kelas."

"Baik Prof, saya permisi..."

"Hyun, aku punya banyak pekerjaan . Bisakah kau kembali ke mejamu saja?"

"Baiklah.."
Minhyun mengangguk paham dan pergi le mejanya sendiri..

Kang Daniel, kita berkencan selama enam tahun, dan tadi kau bilang tidak pernah berkencan sama sekali..

Waktu di tanya kau ingin menikah atau tidak, kau jawab sangat ingin. Padahal selama ini kau terus menghindar kalau aku membicarakan pernikahan.

Itu artinya kau tidak mau kalau pasanganmu itu aku?

Sudah, cukup sampai sini saja Daniel..

Kau sungguh jahat. Aku membencimu ...

Seongwoo menarik nafas dalam.. Sungguh, dadanya terasa nyeri sekali. Seperti ditusuk. Dia sama sekali tidak menyangka semua itu ..

Kang Daniel..

Pria yang selalu bersamanya sejak enam tahun lalu.

Pria yang selalu dia temani mulai dari titik terendahnya.

Pria yang selalu dia cintai selama enam tahun ini.. Yang dengan mudahnya berpaling pada orang lain..

"Kalau kau merasa jenuh padaku dan bisa berpaling pada orang lain .. Itu artinya kau tidak mencintaiku. Semudah itu Daniel .."

Seongwoo lalu membereskan kertas-kertasnya dan mengatur wajahnya agar terlihat biasa saja. Dia malas memperlihatkan wajah kecewa dan sedihnya di hadapan seorang Park Jihoon..

"Selamat pagi semua .."

"Selamat pagi profesor Ong!"

Seongwoo tersenyum manis pada mereka semua, membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi jadi gelagapan salah tingkah..

"Berhubung saya sangat sibuk akhir-akhir ini, jadi saya meminta bantuan Lai Guanlin untuk menjadi asisten. Dialah yang akan menghandle seluruh jadwal kalau saya berhalangan hadir. Mohon kerja sama nya dari kalian semua ya.."

"B..baik profesor.."

"Nah, sekarang kita lanjutkan kuliah kita..

Dasar-dasar hukum dari berbisnis.. Silahkan perhatikan slide yang ada di depan..."

Seongwoo melanjutkan kuliahnya dengan santai..

Seolah olah tidak ada yang terjadi sama sekali. Jihoon yang ada di tempatnya memicingkan mata melihat Seongwoo..

Kenapa dia bisa tenang sekali seperti itu setelah kejadian kemarin?

Jihoon ingin memberi pelajaran padanya, Jihoon ingin memberi tahu kalau dia sangatlah cantik dan dicintai banyak orang. Buktinya dia bisa merebut cinta kekasih dosen galak itu, aktor Kang Daniel sehingga dia bertekuk lutut terhadapnya. Apalagi
Daniel selalu menuruti semua keinginannya dan membelikan barang-barang mewah, sepatu ini contohnya.

Tapi kenapa Ong Seongwoo itu diam saja, padahal dia tahu semuanya. Harusnya Seongwoo kan iri, soalnya Daniel tidak pernah membelikan hadiah barang mewah apapun untuknya...

......

"Nah ... , kita akhiri kuliah kita sampai di sini. Essay kalian tolong di kumpulkan .. Dan kalian boleh langsung meninggalkan kelas..."

"Baik profesor ..."

Para mahasiswa itu langsung mengumpulkan essay dan mereka berbondong bondong keluar kelas untuk istirahat termasuk Jihoon dan Minki.

Ketika mereka berdua mengumpulkan essay nya, Seongwoo diam saja.. Dia lalu tersenyum ketika Guanlin maju ke depan sambil membereskan kertas-kertas itu..

"Biar saya bantu prof.."

"Terima kasih Lin .."

Jihoon hanya mendengus ketika memandang Guanlin , dan dia langsung keluar kelas..

"Lin, kau masih membantu profesor Ong kan? Kalau begitu aku ke perpustakaan dulu ya?"

Guanlin mengangguk..

"Iya Woojin hyung,"

"Kalau begitu aku pergi dulu, permisi Profesor.."

"Silahkan Woojin ssi.."

Sementara itu di luar kelas..

"Duuuh, aku mau ke toilet. Kau mau ikut Hoon?"

Jihoon mengaduk aduk tasnya mencari ponselnya..

"Hoon? Aku sudah kebelet nih.."

"Kau pergi duluan saja Ki, nanti aku akan menyusul.  sepertinya ponselku tertinggal di kelas. Aku mau mengambilnya dulu.."

"Oke.."

Minki yang sudah tidak sabar langsung berjalan pergi.

Ketika Minki hendak berbelok ke toilet tiba-tiba dia bertabrakan dengan orang lain sampai Minki jatuh rerduduk

Duk..

"Aaaaw.. aduuuh, siapa sih.. Kalau jalan lihat-lihat dong.

Bagaimana kalau wajahku terluka? Wajahku itu asetku tahu."

Minki menggosok hidungnya yang memerah akibat dari tabrakan tadi..

"Maafkan aku.. Aku tidak sengaja, apakah kau baik-baik saja? Ayo aku bantu berdiri.."

Deg ..

Suara itu ...

Minki merasa dia mengenali suara itu, sangat ..

Minki lalu mendongakkan kepalanya dan

Blush..

Wajahnya bersemu merah ketika dia tahu siapa yang berdiri di depannya..

"Eh lho.. Choi Minki ssi? Aduuuh wajahmu sampai memerah begini, kau tidak apa-apa? Ayo aku bantu berdiri. Mana yang sakit mm?"

"Tidak apa-apa profesor Kim .. Aduh!!"

"Kenapa?"

"Kaki ku ~ agak sakit, mungkin keseleo sewaktu jatuh tadi.."

"Benarkah? Wah.. Ayo kita ke ruang kesehatan. Atau ke Rumah sakit?"

"Tidak apa-apa Profesor, tidak perlu. Sore nanti aku ada pemotretan.."

"Tapi kakimu ..."

"Profesor, maaf .. Bolehkah saya meminta tolong pada anda?"

"Iya? Apa yang bisa kubantu?"

"Euum.. Prof, bisakah anda mengantarkanku ke tempat pemotretan?

Aku biasanya pergi sendiri, tapi kakiku..."

"Baiklah .. Aku antarkan. Kau sudah tidak ada kuliah?"

"Tidak profesor, sudah selesai.. "

"Oke.. Kau bisa jalan?"

Minki mengangguk..

"Kalau begitu tunggulah sebentar, duduklah disitu. Aku segera kembali."

"Baik prof.."

Jonghyun segera pergi, dia menuju ke ruang dosen untuk mengembalikan buku dan mengambil kunci mobilnya di dalam tas.

Kyaaa.. Kyaaa ... Kyaaa .. Aku mau diantarkan Profesor Kim.. Asyiiik, nanti aku bisa pamer ke crew di lokasi kalau aku bisa menggaet lelaki tampan dan pintar seperti Profesor Kim .. Minki berseri-seri ketika memikirkan hal itu..

Jihoon maafkan aku ya, aku bohong ke profesor Kim kalau aku berangkat sendirian..

Padahal aku mau ke lokasi bersamamu dan manajer.. Tapi ini semua demi cinta.. Jadi kau pasti memaafkanku..

Minki terkikik sendiri dengan idenya barusan, sampai-sampai dia lupa mau ke toilet, saking bahagianya bisa bersama dengan pria yang di sukainya.. Semua jadi hilang dan terlupakan.

Saat perjalanan ke ruang dosen, Jonghyun bertemu dengan Minhyun..

"Hyun.. "

Minhyun menoleh dan tersenyum..

"Iya, ada apa?"

Jonghyun mendekat lalu dia mengelus kepala Minhyun..

Membuat beberapa mahasiswa dan mahasiswi di sekitar mereka terpekik gemas..

Walaupun profesor Hwang sering bersama dengan Profesor Ong, tapi interaksi Profesor Hwang dengan Profesor Kim sangat manis. Membuat mahasiswa dan mahasiswi disana suka menjodoh jodohkan keduanya..

"Aku mau pergi keluar sebentar, kalau kau butuh apa-apa. Kau bisa meneleponku ,oke?"

"Kau mau kemana?"

"Ada deh.. Bye Hyun'"

Jonghyun lalu melambaikan tangan kepada Minhyun lalu segera pergi mengambil kunci, takut Minki menunggu lebih lama.

"Apa sih Jonghyun? Dasar aneh.."

Minhyun menggelengkan kepala dan segera berlalu.

Sementara itu di ruang kelas, Seongwoo dan Guanlin masih berbincang bincang...

"Lin.. Eomma memintamu datang ke rumah malam nanti untuk makan malam .."

"Benarkah.. Waaah, Omonim tidak perlu repot-repot."

"Sama sekali tidak repot, kata Eomma , kasihan kau tinggal sendirian. Tidak ada yang mengurus makananmu.."

Guanlin tertawa..

"Tidak sampai segitunya, aku bisa mengurus diriku sendiri Hyung..

Tapi baiklah, aku merindukan masakan rumahan. Aku terima ajakan makan malam mu di rumah.."

Tiba-tiba ada suara yang membuat mereka berdua menoleh ..

Jihoon berjalan lurus langsung ke tempat dia duduk tadi dan mengambil ponselnya di meja..

"Apa? Aku hanya mengambil ponselku saja yang ketinggalan.

Wah.. Wah.. Ternyata di belakang Daniel Hyung kau juga berselingkuh rupanya, apalagi berselingkuh dengan pria yang lebih muda.. Tidak tahu malu sekali..

Oh iya sih, kan Daniel hyung sudah tidak peduli lagi padamu, dia lebih memilihku. Memang sih ya, aku kan lebih segalanya dari Anda.."

Seongwoo menatap Jihoon datar, lalu dia mengambil ponselnya dan menghadapkannya ke wajah Jihoon..

Di layar ponsel itu tertera

'Daniel is calling'

"Hmmm, tidak peduli ya?. Kalau dia tidak peduli kenapa dia menghubungiku terus? Dia saaaangat menggangguku.

Kau kan kekasih terbarunya, kalau perlu kandangkan saja dia biar dia tidak keluar untuk menggangguku lagi.

Oh iya, satu lagi. Kau tidak perlu khawatir.. Aku akan berpisah dari Daniel, kau bisa mengambil bekasku. Aku tidak peduli, memang sih ya, seorang pengkhianat pantas mendapat perusak hubungan orang seperti kau.

Kalian cocok sekali.. Sama-sama sampah.

Lin, kita pergi yuk. Aku malas melihatnya. Perutku langsung mual."

Guanlin mengangguk.. Dia berlalu sambil melirik orang yang wajahnya jadi merah padam dan hampir menangis itu ..

Seharusnya Guanlin kasihan padanya. Tapi Guanlin tidak bisa, melihat kalau semua yang dituduhkan Profesor Ong pada Jihoon itu benar adanya.

Dia memang perusak hubungan orang, ditambah lagi dia tidak sopan pada orang yang lebih tua, terlebih itu adalah profesornya, gurunya...

"Kau memang pantas mendapatkannya, semoga lain kali kau bisa menjaga sikap dan perkataanmu di depan orang yang lebih tua. aku tidak tahu siapa kau, aku juga tidak peduli.. Tapi yang pasti aku tidak bisa bersimpati padamu."

Guanlin lalu meninggalkan Jihoon yang hampir menangis setelah mendapatkan perlakuan tidak terduga dari Ong Seongwoo dan Guanlin ini.

"Apa-apaan itu? Beraninya mereka seperti itu kepadaku. Lihat saja nanti Ong Seongwoo aku akan mengadukanmu pada Daniel Hyung, biar tahu rasa kau."

.....

"Hyung,"

"Hmm?"

Seongwoo berjalan bersama Guanlin sambil melihat ponselnya, dari semalam Daniel menghubungi dan mengirimnya pesan. Tapi tidak pernah diacuhkan oleh Seongwoo...

"Kau berkencan dengan seorang aktor?"

Seongwoo menghentikan langkahnya dan memandang Guanlin..

"Iya, bahkan sudah enam tahun kami bersama."

"Apa??! Dan orang bernama Jihoon tadi merebut kekasihnu , begitu?"

Guanlin jadi gusar sendiri mendengarnya..

"Tidak, Jihoon tidak merebutnya. Tapi Daniel yang sudah tidak mencintaiku. Itu sebabnya dia perpaling pada Jihoon. Kalau dia masih sangat mencintaiku, sebesar apapun godaannya , dia tidak akan pernah berpaling dariku.

Penjelasan paling logis adalah dia tidak mencintaiku lagi, dia bilang di siaran televisi nasional kalau dia tidak pernah berkencan satu kalipun. Padahal kami sudah bersama selama enam tahun.

Dia bilang padaku dia tidak ingin menikah, padahal di televisi nasional dia juga bilang kalau dia sangat ingin menikah. Dia juga bilang kalau dia sedang mendekati selebritis lainnya. Itu sudah cukup membuatku ingin berpisah darinya."

Sambil berbicara begitu, Seongwoo melihat ponselnya yang terus bergetar dari tadi.

Ada pesan masuk dari Daniel sejak tadi pagi, tapi Seongwoo malas membalasnya.

"Woo ayo kita nanti makan siang bersama."

"Aku akan menjemputmu."

"Kenapa kau tidak membalas pesanku?"

"Woo.."

"Seongwoo!!"

"Sayang."

"Kau kenapa?"

"Ada apa denganmu?"

"Balas pesanku.."

Seperti itulah bunyi semua pesan dari Daniel..

Tetapi Seongwoo mengacuhkannya. Dia muak, dia tidak ingin bertemu dengan Daniel..

Ponsel Seongwoo bergetar lagi, panggilan lagi dari Daniel. Seongwoo hanya mendiamkannya.. Sudah puluhan panggilan tak terjawab darinya.

Kenapa juga Daniel ngotot mengajaknya makan siang? Dia mengirimkan pesan, menelepon terus seperti penguntit..

Padahal kemarin saja dia tidak mempedulikan Seongwoo

Seongwoo yang menunggunya selama empat jam.

Seongwoo yang pergi dan pulang sendiri karena dia kecewa. Tapi Daniel bukannya menenangkannya, dia malah memilih melanjutkan kencan dengan Jihoon. Sungguh luar biasa.

Sambil berjalan pergi, Seongwoo tidak memperhatikan sekitarnya..

Dia tidak tahu kalau Daniel ada di kampus dan mengawasinya dari belakang..

"Itu Kang Daniel lagi?"

"Hu um.."

"Kenapa tidak kau balas pesannya? Atau paling tidak kau angkat teleponnya hyung."

"Tidak perlu, tidak penting."

"Tidak penting?! Jadi katamu aku tidak penting? Begitu?" Terdengar suara dalam seorang pria dari belakang Seongwoo dan berjalan mendekat kearahnya..

Seongwoo menoleh ke belakang..

"Daniel.."

"Iya ini aku.."

Daniel berjalan semakin mendekati Seongwoo dan menatap tajam pada Guanlin..

"Jadi gara-gara anak ini , kau tidak mau menemuiku dan membalas pesanku?" Tanya Daniel sarkastik.

"Tidak.. Itu karena aku sibuk, Daniel."

Jawab Seongwoo, lalu dia berjalan pergi meninggalkan Daniel..

"Tunggu dulu."

Daniel menarik tangan Seongwoo..

"Tidak mau, lepaskan tanganku. Kau pergilah dari sini. Aku tidak mau melihatmu lagi."

"Tidak bisa. Kau harus ikut aku."

"Jangan seenaknya sendiri. Aku tidak mau ikut kau."

Guanlin yang berada di antara Seongwoo dan Daniel bingung harus melakukan apa. Dia seperti mengintip suatu hal yang sangat privasi. Tapi melihat Seongwoo yang kesakitan dan berusaha melepaskan tangannya dari jeratan tangan Daniel, dia jadi tidak tega.

Akhirnya Guanlin berusaha melerai...

"Maaf.. Tolong lepaskan tangan profesor Ong. Kami benar-benar sangat sibuk sekarang. Masih ada hal yang harus kami persiapkan sebelum Profesor Ong masuk kelas."

Daniel memandang Guanlin gusar..

"Siapa kau? Sebaiknya kau diam saja. Ini urusanku dengan kekasihku. Kau sebaiknya diam saja dan jangan ikut campur.

Ayo Seongwoo kita pergi."

"Aku tidak mau Daniel. Lepaskan atau aku teriak!"

Daniel tidak takut dengan ancaman Seongwoo, tapi saat ini ada beberapa mahasiswa yang sedang melihat mereka sambil berbisik bisik dan menunjuk Daniel.

Daniel langsung menurunkan topi dan memperbaiki letak masker juga kacamata hitamnya, untuk menetralisir gangguan dari orang-orang yang mengenalinya.

Daniel tidak ingin memancing keributan.

Seongwoo melihat di balik punggung Daniel.. Ada Jihoon yang menatap mereka dengan tatapan salah tingkah dan takut. Kenapa? Dia takut ketahuan kalau merebut kekasih orang lain? Kalau dia berkencan dengan sesama selebritis?

Seongwoo tidak peduli..

"Ayo Lin, kita pergi." Seongwoo menarik tangan Guanlin lagi..

"Berhenti kau Ong Seongwoo..

Begitu ya, sekarang kau berani melawan kata-kataku. Aku masih kekasihmu. Aku berhak atas dirimu. Berani melangkah lebih jauh lagi, aku akan memutuskanmu."

Kata Daniel penuh percaya diri. Seongwoo kalau mendengar kata putus, dia pasti akan memohon pada Daniel agar tidak melakukannya.

Namun Seongwoo yang tingkat kemarahannya sudah sampai di ubun-ubun membalas perkataan Daniel.

"Aku tidak peduli.. Memutuskanku?

Silahkan saja, malah aku yang akan memutuskannu lebih dahulu.

Kang Daniel, aku sudah tidak tahan lagi bersama denganmu. Aku minta mulai sekarang kita berpisah. Kau dan aku tidak ada hubungan apapun lagi."

Setelah menjatuhkan bom seperti tadi, Seongwoo segera pergi diikuti oleh Guanlin..

Meninggalkan Daniel yang masih terdiam karena terkejut, dan Jihoon yang kaget dan bingung karena tidak menyangka kalau Seongwoo memang benar-benar memutuskan dan meninggalkan seorang Kang Daniel.












To be continued

Baru selese nulis, langsung di publish. G sempat edit, jadi mohon maaf kalau banyak typo,

Harap dimaklumi. Karena typo adalah bagian dari seni.. Eaaaak

Continue Reading

You'll Also Like

66.4K 6.6K 48
"Tidak peduli jika dia selalu denial atau terkadang mengacuhkanku selama ini, yang jelas aku benar-benar mencintainya" -NY "Cinta bukanlah sebuah ke...
2.7K 225 10
" ๐ƒ๐ข๐ฌ๐š๐š๐ญ ๐ ๐ฎ๐ž ๐ง๐ ๐š๐ฌ๐ข๐ก ๐ฅ๐จ ๐œ๐ข๐ง๐ญ๐š, ๐ฅ๐จ ๐ฆ๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฆ๐ข๐ฅ๐ข๐ก ๐๐ข ๐ฌ๐š๐ค๐ข๐ญ๐ข๐ง? " - ๐——๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ฎ๐˜ ๐˜€๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ต ๐—ฑ...
45.3K 4.3K 52
"JANGAN MENGHAKIMI KU, KAU TIDAK TAHU AKU YANG SEBENARNYA."- PJH "SEBAIKNYA KAU PERGI JAUH DARI KU, AKU TIDAK SUDI MELIHAT ORANG SEPERTIMU"-LGL PANWI...
12.5K 1.6K 21
highest rank #1 hwangniel 16-08-18 (Daniel, minhyun, ong) Apa gunanya cinta, jika karenanya hanya mengakibatkan adanya jarak diantara sebuah hubungan...
Wattpad App - Unlock exclusive features