Dalam sekejap, berita mengenai Jongin dan Jennie menjadi topik yang paling dibicarakan di kota; semua upaya mereka dengan memanfaatkan PR sebelumnya berbalik menampar wajah mereka. Apalagi, Jongin dan Soojung adalah pasangan yang bertunangan. Setelah video itu terungkap, fakta mengenai Jennie sebagai orang ketiga yang masuk dan mengganggu hubungan mereka, menjadi tak terbantahkan. Dia pun segera menjadi seorang rubah betina yang dibenci dan dikutuk oleh semua orang.
(orang ketiga dan rubah betina: pelakor a.k.a perebut laki orang/ perusak hubungan orang lain)
Pada saat inilah, salah satu awak media muncul untuk mengungkapkan bahwa insiden penggantian Crown’s Star, semuanya merupakan ide Jongin dan Jennie, dan Soojung yang tak bersalah dipaksa untuk menanggung semua kesalahan seorang diri.
Para netizen menjadi semakin gempar.
Kemudian pada hari itu … berita yang lebih besar mengenai insiden di bandara pun dirilis.
Sebelumnya, Soojung dikritik dan dipermalukan karena tidak menghargai para penggemarnya, yang mengakibatkan dirinya harus menerima tatapan penuh kebencian dari orang-orang yang melintas. Tapi, setelah video tak senonoh Jennie terungkap… Fan Page resmi Jennie berinisiatif untuk memposting sebuah pernyataan yang bertujuan untuk membersihkan nama Soojung dari seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di bandara. Insiden tersebut merupakan konspirasi yang telah direncanakan sebelumnya oleh para penggemar. Mereka bahkan menekankan bahwa semua itu mereka lakukan karena mereka ingin membela Jennie. Untungnya, sekarang mereka telah menyadari bahwa idola yang mereka lindungi, bukanlah orang yang pantas.
Terlebih lagi, mereka juga memposting bukti yang menunjukkan bahwa asisten Jennie lah yang secara diam-diam telah menyediakan informasi mengenai rincian jadwal Soojung ke fans club. Rekaman diskusi yang berlangsung saat mereka sedang merencakan semua yang terjadi di bandara juga diposting.
Pada akhirnya, sebuah surat klarifikasi yang mengatasnamakan Soojung dirilis. Surat itu dengan jelas menerangkan bahwa Soojung tidak pernah melemparkan bunga ke lantai. Mereka juga memuji Soojung karena bersikap sopan dan tulus meminta maaf meskipun tahu bahwa dirinya sedang difitnah. Terlebih lagi, saat dia sudah berada di bawah perlindungan para polisi, dengan penuh perhatian dia meminta mereka agar tidak bersikap terlalu kasar, khawatir mereka akan menyakiti seseorang.
Berita ini dirilis oleh Jennie Offical Fans Club, yang artinya fans-club Jennie sekarang sudah seperti sekelompok pasukan yang kalah perang, bahkan, para penggemar terbesarnya sekarang malah berbalik memusuhinya. Bagaimana mungkin mereka bisa mempercayai Jennie lagi? Media terus-menerus menyerangnya dengan berita yang bersifat negatif, para penggemarnya bermunculan untuk menghujatnya, bahkan, perusahaan-perusahaan yang sebelumnya menggunakan Jennie sebagai juru bicara mereka segera menurunkan iklan mereka dan mengirimkan surat gugatan melalui pengacara mereka.
Menyaksikan semua ini, Jennie tahu… bahwa dia sudah berakhir… dia benar-benar sudah berakhir!
“Jennie-ya, kau harus tetap tenang. Kau masih memiliki anak dalam perutmu. Dengan adanya anak ini, kau tidak perlu khawatir Presiden Kim akan berhenti mendengarkanmu dengan patuh. Bahkan jika pada akhirnya kau harus berhenti menjadi model terkenal, setidaknya, kau masih bisa menjadi istri Presiden KJ. ” Asisten Jennie segera berusaha menenangkan wanita itu setelah melihatnya melemparkan semua benda ke lantai, “Jangan rusak tubuhmu, jalanmu di depan sana masih panjang.”
Mendengar ini, Jennie setuju dengan asistennya mengenai alasan tersebut. Bahkan jika Soojung berniat untuk kembali ke industri modeling, memangnya dia bisa apa? Dengan adanya anak di dalam perutnya, dia masih memiliki kesempatan untuk menang.
…
Begitu dia turun dari pesawat, Soojung menerima telepon dari Minho. Hyoyeon juga segera mencari tahu perkembangan informasi pertempuran mereka yang sedang berlangsung. Peluang mereka untuk menang tampak bagus; sepertinya, wanita jalang itu tidak akan memiliki kesempatan untuk bangkit kembali.
“Haruskah aku memberikan ucapan selamat pada istriku atas kemenangannya dalam pertempuran ini?” Minho sedang sedang duduk di atas kursi kerjanya sementara kontur wajahnya disoroti oleh sinar matahari yang masuk melalui jendela kantornya. Dia terlihat tampan seperti biasanya.
Soojung tertawa dengan lembut dan menjawab dengan suara yang terdengar nakal, “Haruskah kau memberiku selamat setiap kali aku melakukan sesuatu?”
“Masa kau tidak tahu? Aku hanya sedang mencari-cari alasan untuk meneleponmu…”
Jantung Soojung berdegup kencang, dia merasa tersanjung. “Sayang sekali, aku tak bisa pulang malam ini,” jawabnya dengan suara yang berbisik.
“Kalau kau mengatakan ‘aku merindukanku’, mungkin akan ada keajaiban,” kata Minho menggodanya. “Mau coba?”
“Sekalipun tak ada keajaiban yang terjadi, aku akan tetap merindukanmu,” Soojung menjawab dengan nada bicara yang terdengar serius, tetapi karena dia merasa malu, dia langsung menutup teleponnya sebelum Minho sempat memberikan respon apapun. Di sisi lain telepon itu, Minho tertawa terbahak-bahak sebelum dia memanggil Jongdae melalui interkom.
“Bantu aku mengatur perjalanan ke Liusen, sesegera mungkin. Sementara itu, kemas semua dokumen yang harus aku tanda tangani, jadi aku bisa membawa mereka ke pesawat bersamaku.”
Soojung sama sekali tak tahu bahwa akan ada kejutan menanti dirinya.
Begitu turun dari pesawat, dia langsung menuju lokasi pemotretan. Karena iklan cetak juga termasuk dalam kontraknya, meskipun hari sudah malam, dia tetap harus masuk ke studio.
Di sampingnya, ada beberapa model asing yang akan sama-sama muncul di iklan. Tiap-tiap mereka adalah model yang sangat profesional. Melihat Soojung hanya berdiri tanpa ekspresi, si fotografer mendadak khawatir apa dia akan mampu memenuhi tuntutan iklan yang hendak mereka capai. Iklan cetak itu menuntut gambar model diambil secara mendadak demi mencapai tingkat konsistensi tinggi. Dalam satu detik, model harus mengekspresikan emosi yang sesuai dengan produk; ini merupakan ujian nyata untuk mengetahui kemampuan akting model.
Sayangnya, tubuh Soojung tersembunyi dibalik gaun panjang yang dikenakannya, sehingga tak ada seorangpun yang bisa melihat keunggulannya. Baru setelah dia berganti pakaian dan keluar dari ruang ganti, setiap orang akhirnya bisa menyaksikan tubuhnya yang sangat proporsional. Semua orang di studio tertegun, apakah itu tinggi badannya ataukah ukuran tubuhnya, semuanya sesuai dengan standar internasional.
Dengan gaun hitam bermotifnya dan tanpa lengan, dia benar-benar memancarkan keseksian.
Namun, mengenai ekspresinya …
Fotografer itu masih khawatir, sehingga dia segera berjalan ke arah Soojung untuk memberikan penjelasan, “Foto-foto yang akan kita ambil hari ini memiki gaya yang sedikit liar, seperti kucing liar yang berjalan-jalan di malam hari …”
“Aku mengerti,” Soojung mengangguk dengan tenang.
Fotografer itu tidak menjelaskan lebih jauh. Kualitas model Asia selama ini toh memang selalu seperti ini, tak ada gunanya berharap terlalu banyak.
“Ayo, semuanya bersiap di posisi masing-masing. Kita akan mulai dengan beberapa foto solo, Jason!”
Model yang namanya dipanggil satu per satu pun berjalan ke depan layar – dengan cepat dan profesional, mereka semua berhasil menyelesaikan pemotretan mereka. Soojung adalah yang terakhir; karena dia terakhir, dia pun harus melakukan pemotretan di bawah tekanan yang lebih besar. Lagi pula, dalam hal penampilan, dia tidak bisa dibandingkan dengan orang asing. Jika aktingnya tidak cukup cepat, dia bisa saja menggagalkan seluruh pemotretan.
“Jung Soojung!”
Setelah mendengar panggilan fotografer, Soojung berjalan ke depan layar dengan gelang hf dari koleksi ‘Malam Menawan’ mereka terpasang di pergelangan tangannya. Fotografer itu terus-menerus memberikan penjelasan dan pengarahan mengenai pose seperti apa yang harus dia gunakan untuk mengekspresikan tampilan liar; namun, Soojung hanya tersenyum sambil mengangguk, mengisyaratkan bahwa dia mengerti. Satu hal yang paling dibenci oleh sang fotografer, yaitu orang-orang yang berpura-pura mengerti padahal mereka tidak. Jadi, dia mengatakan beberapa kata lagi sebelum mengambil kameranya dan mundur beberapa langkah, “Ayo kita lakukan beberapa potret percobaan terlebih dahulu untuk melihat bagaimana hasilnya.”
“Tidak perlu, tidak apa-apa, kita langsung lakukan saja,” tuntut Soojung.
Melihat kepercayaan dirinya, fotografer itu mengantisipasi akan melihat lelucon. Dengan kecewa, dia memperingatkan, “Kau sendiri yang meminta ini, oke. Begitu aku mulai memotret, tak ada lagi kesempatan kedua.”
“Oke,” jawab Soojung, masih dengan sikap tenangnya yang biasa.
Semua model lain merasa Soojung sedang menggali kuburannya sendiri; dia jelas diberi satu kesempatan tambahan… tapi dia malah tidak menginginkannya. Apa yang dia pikirkan?
“Kalau begitu, mari kita mulai…” Fotografer itu melambai sambil menatap Soojung tanpa berharap terlalu banyak.
Soojung mengangguk, lalu …
… sementara semua orang berkumpul, menunggu untuk melihatnya mempermalukan dirinya sendiri… sedetik kemudian, dia justru muncul dengan mood yang sama sekali berbeda, mengejutkan semua orang yang melihatnya. Mereka menyaksikan saat dirinya membentangkan kedua kakinya dengan gerakan yang alami, memegang pergelangan tangan kanannya dengan tangan kirinya dan dengan lembut merenggangkan bibirnya sedikit. Saat dia menggigit jari tengah tangan kirinya – dalam sekejap, semua orang dibuat tertegun oleh sorot matanya – yang sangat agresif … dibandingkan dengan persona lemah yang dimilikinya barusan, dia seperti telah berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda!
Yang lebih mengesankan semua orang, adalah gelang di pergelangan tangannya, yang tampak seolah memasoknya dengan energi liar – dia dan produknya saling melebur dengan sempurna, seolah mereka benar-benar sudah menyatu menjadi satu kesatuan…
Fotografer itu kehilangan kata-kata … di mana hf menemukan permata ini? Level profesionalisme seperti ini sebanding dengan seorang supermodel internasional.