Gelombang pertanyaan dari para fans semakin keras dan gencar sementara orang-orang yang melintas mulai memotret dan berdiskusi mengenai apa yang sedang terjadi. Mereka benar-benar beranggapan bahwa Soojung memiliki karakter (kepribadian/sifat) yang buruk – bagi mereka, karakter Jennie jauh lebih bisa dipercaya.
Soojung benar-benar dikerubungi oleh banyak orang; sedikitpun, tak ada celah bagi dirinya untuk meloloskan diri. Karena itu, dia memutuskan untuk tetap tenang dan melepaskan kacamata hitamnya, memperlihatkan wajah polos tanpa make-up dan aksesoris nya ke hadapan publik, “Jika kau ingin aku menjawab pertanyaanmu, aku bisa melakukannya, tapi sebelum itu, bisakah aku mengajukan beberapa pertanyaan terlebih dahulu?”
“Silakan.” Anti-fans itu menatap Soojung, menduga-duga mengenai trik macam apa yang dia sembunyikan.
“Tadi, kau mengatakan bahwa kalian adalah penggemarku; jadi, bisakah kau memberitahuku, tahun berapa aku debut, tahun berapa aku menerima penghargaan, dan penghargaan apakah itu?”
Setelah mendengar pertanyaannya, para anti-fans saling menatap kosong terhadap satu sama lain. Bagaimana mungkin mereka bisa mengetahui informasi tentang Soojung – mereka sangat membencinya.
“Kami… kami adalah penggemar baru. Pokoknya, kau telah melemparkan hadiah kami ke lantai; jadi, kau bersalah,” salah satu dari mereka menjawab.
“Mengenai ya atau tidaknya aku melemparkan bunga itu ke lantai, bahkan jika aku tidak memberikan penjelasan apapun, aku yakin kamera bandara sudah merekam semuanya. Meski begitu, aku langsung meminta maaf segera setelah menjatuhkannya, aku yakin semua orang mendengarnya. Aku juga mengakui, sebagai rekan kerja, masih ada begitu banyak hal yang harus kupelajari dari Jennie. Jadi, hal apa lagi yang tidak kau sukai?” Soojung berbicara dengan lembut, sama sekali tak terdengar kasar, dan langsung ke intinya. Gadis yang sengaja membuatnya berada dalam masalah ini sudah pasti bukan penggemarnya. Jelas sekali bahwa dia adalah penggemar Jennie, yang namanya terus-menerus terucap dari bibirnya.
Fakta bahwa Soojung sudah meminta maaf dan menjawab dengan sikap yang sopan, membuat mayoritas orang yang melintas mulai berubah pikiran… mereka menganggap bahwa para penggemar Jennie ini picik dan sudah bersikap keterlaluan.
“Ya, memang benar, aku adalah penggemar Jennie juga. Kami hanya merasa kau tak sebanding dengannya, terlebih lagi, kau bahkan mencuri kontraknya. Kau harus mengembalikan kontrak itu padanya!” Selesai berbicara, anti-fan itu mulai mendorong Soojung. Soojung terhuyung dan hampir terjatuh ke lantai. Untungnya… para bodyguard yang dikirim Minho tiba di sana tepat waktu, mendorong kerumunan itu agar menyingkir untuk menyokong tubuh Soojung. Mereka juga mulai memisahkan kerumunan itu dari Soojung.
Hyoyeon tak kuasa lagi menahan amarahnya. Dia berdiri di antara para anti-fans dan Soojung lalu menolehkan kepalanya, “Kau pergilah duluan dan tunggu aku, aku akan segera menyusul.”
“Oke.” Seperti biasa, Soojung tidak membantah. Dia hanya mengenakan kembali kacamata hitamnya.
“Hmmph! Jika hari ini kau tidak memberikan penjelasan kepada kami dan tidak mengembalikan kontrak itu pada Jennie, jangan harap kau bisa naik ke pesawat.” Ancam para anti-fans saat mereka mulai saling mengaitkan tangan mereka membentuk perisai manusia.
“Apa kau benar-benar seyakin itu dengan karakter Jennie?” Hyoyeon melemparkan pertanyaan yang penuh makna.
“Jelas sekali karakternya jauh lebih baik daripada model murahanmu.”
“Kata-katamu barusan, aku sudah merekamnya…” Hyoyeon mengangkat teleponnya, “Jika sudah waktunya, aku akan mengirimi kalian semua kejutan besar.” Hyoyeon menempelkan ponselnya ke telinganya dan menelepon polisi. Para polisi pun segera tiba untuk mengawal Soojung menjauh dari kerumunan dengan dibantu oleh pengawal Minho. Soojung dengan cepat menghilang dari tatapan publik; namun, sebelum polisi itu pergi dia membisikkan sesuatu kepada mereka.
“Soojung-ah, Jennie sudah berhasil membuat berita tentang dirimu yang mencuri kontraknya berada di urutan pertama topik diskusi,” kata Hyoyeon sambil melihat ponselnya.
“Kalau begitu, apa lagi yang kau tunggu? Rilis videonya…” Soojung menjawab sambil berjalan.
“Aku sudah menantikan saat ini… sekarang para penggemar itu bisa melihat sendiri, apa sang dewi dalam pikiran mereka itu memang seorang wanita polos yang tak berdosa atau seorang pela**r!” Usai berbicara, Hyoyeon menelepon seorang teman wartawannya, “Posting video yang sudah kita persiapkan sebelumnya.”
Jongin, kita lihat berapa kali lagi kau bisa menyelamatkan Jennie!
Di dalam ruangan istirahat para artis KJ Entertainment, Jennie sedang merayakan keberhasilannya menjadikan diskusi yang dimulainya mencapai urutan pertama. Terlebih lagi, dia baru saja menerima foto-foto dari para penggemarnya di bandara; foto Soojung yang sedang dikerubungi dan didorong hingga sedemikian rupa sampai-sampai dia tak bisa melakukan perlawanan – foto-foto itu benar-benar memuaskan kebenciannya. Dia ingin Soojung merasakan seperti apa rasa mencuri kontraknya. Ini baru salah salah satu konsekuensi yang harus ditanggungnya; setelah ini, akan ada yang lebih buruk lagi .
“Jennie-ya, setelah insiden panas ini, aku yakin kau akan mendapatkan penawaran yang lebih baik daripada yang ditawarkan oleh hf,” sanjung asistennya sambil memijat bahunya.
“Tentu saja! Aku pasti akan mendapatkan tempat di ajang penghargaan Top Ten Model Awards tahun ini!” Jennie tersenyum dengan penuh percaya diri. Kepercayaan dirinya itu tentu tak lepas dari fakta bahwa Jongin telah meyakinkannya sebelumnya. Dan seperti janjinya, Jongin muncul di pintu ruangan itu dengan tiba-tiba sambil memegang sebuah kontrak untuk ia diskusikan dengan dirinya.
“Cepat, Model Top Ten ku, iklan besarmu ada di sini. Ayo, kita segera adakan rapat!”
Jennie menganggukkan kepalanya; dia tampak begitu senang saat berjalan menuju ruang pertemuan untuk membahas rincian kontrak itu.
“Meskipun Jennie kehilangan kontraknya dengan hf, dia telah berhasil mengamankan sebuah kesepakatan dengan sebuah brand make-up berskala internasional. Dia memang permata berharga KJ Entertainment!” Jongin menghujani Jennie dengan pujian, “Sedangkan untuk Soojung, mulai sekarang, jika ada yang memintanya, tanggapi dengan mengatakan bahwa dia akan menikah dan tidak akan mengambil pekerjaan lagi.”
Setelah mendengar kata-kata ini, senyum Jennie semakin lebar. Namun… saat keduanya tengah asyik berkomunikasi dengan mata mereka, tiba-tiba saja Jongin menerima panggilan telepon. Awalnya, di wajahnya terpampang jelas sebuah senyuman, tapi setelah dia menerima panggilan itu, senyuman itu menghilang, “Mister Blair, bagaimana bisa anda membatalkan kontrak ini tiba-tiba?”
“Video tak senonoh antara kau dan Jennie sudah menjadi viral di internet, aku benar-benar malu telah berhubungan dengan kalian berdua. Dasar sampah!” usai mengucapkan kalimatnya, orang di sisi lain telepon itu pun menutup teleponnya dengan marah.
“Apa yang terjadi?” tanya Jennie.
“Orang yang hendak memasang iklan itu meminta solusi mengenai suatu hal.” sambil berbicara, Jongin mengeluarkan ponselnya untuk memeriksa trending topik di internet. Di daftar teratas pencarian merupakan video dirinya dan Jongin yang sedang bermesraan di atas ranjang rumah sakit! Kali ini bukan hanya foto-foto, melainkan sebuah video! Video itu berisi adegan yang tak bisa mereka sangkal! Melihat reaksi Jongin, Jennie segera menyerbu pria itu dan menyambar ponsel di tangannya. Setelah melihat video itu…
… dia begitu terkejut, sampai-sampai menjatuhkan ponsel itu ke lantai, “Bagaimana ini bisa terjadi? Bagaimana… …?”
Semua orang yang berada di ruang rapat pun segera mengambil ponsel mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, sementara Jennie, seperti halnya orang-orang yang tertangkap basah melakukan perselingkuhan, mulai berteriak pada semua orang, “Jangan lihat! Jangan cari apapun!”
“Sudah berakhir… semuanya sudah berakhir…” Jongin menjatuhkan dirinya ke sebuah kursi dengan emosional, “Siapa yang sebenarnya sedang mencoba melawanku!”
Selain departemen internal KJ Entertainment, Fan Page resmi milik Jennie juga menjadi gempar. Baru hari ini para fans menyampaikan kepercayaan mereka pada Jennie dan menyerbu Soojung untuk menghinanya, tapi… sekarang mereka justru merasa seperti baru saja menerima tamparan keras di wajah mereka.
Di saat yang sama, Hyoyeon dan Soojung sudah menaiki pesawat mereka. Hyoyeon melakukan log-in (masuk) ke halaman fans-club Jennie, menyaksikan para anti-fans menghancurkan diri mereka sendiri, “Aku tak pernah mengira bahwa ternyata Jennie sangat murahan, sementara kita terus saja mengidolakannya, kita pasti buta. Mulai sekarang… aku akan menyingkirkan semua rasa kagumku padanya.”
“Aku juga…”
“Aku juga…”
“Kita harus mengambil inisiatif dan mengakui kesalahan kita. Kita juga harus membuktikan bahwa Soojung tidak bersalah. Di bandara, kita telah dengan sengaja menghinanya. Dia pasti sudah tahu yang sebenarnya, tapi, dia tidak pernah mencoba membalas kita. Sebaliknya, ketika polisi berusaha menghentikan kita, dia justru memberi tahu mereka agar jangan menyakiti kita… aku mendengar semuanya, tapi aku tidak memberitahukannya pada kalian!” kata salah satu fans sambil menahan rasa bersalahnya.
“Selain itu, jadwal Soojung juga diberikan kepada kita oleh asisten Jennie, kita perlu memposting tentang ini.”
Setelah menyimak diskusi tersebut, mulut Hyoyeon menyunggingkan senyuman yang teramat lebar… benar-benar memuaskan!
Saat ini, si pelac*r breng**k itu pasti sedang berlarian kesana-kemari dengan panik.
“Soojung-ah, kau kok bisa sepintar ini, sih? Aku sangat mencintaimu,” Hyoyeon memeluk Soojung erat sambil mencium pipinya.
“Sayangnya, aku tidak mencintaimu…” jawab Soojung, menatap Hyoyeon sambil menggodanya.
“Lalu siapa yang kau cintai? Presiden Choi?”
Soojung memang sedang memikirkan Minho dan sangat merindukan ciumannya… kebiasaan, jelas merupakan hal yang menakutkan, terutama kebiasaan yang beracun.