Salam dari mereka berempat, katanya jangan lupa vote and coment😋 happy reading!😘
.
.
.
.
.
.
.
19.00
Usai sudah acara buat kue bersama dan arisan bunda ayla, kini ayla pun sedang menikmati istirahatnya dikamar sambil membaca salah satu koleksi novelnya.
"Ih sedih banget endingnya"
"Ganti judul ah"
"Yang mana yah kira-kira?"ucap ayla sembari melihat novel novel tersebut. Hingga akhirnya tertuju pada sebuah novel berjudul 'The Friendzone'
Ketika menemukan novel tersebut, ayla pun terfikir yang ia bicarakan siang tadi bersama caca.
'Yakin? Ga ada hubungan tanpa status kan? Ttm? Friendzone? Tau adik kakaan?'
'Saran gue sih ya ay, coba lo jalanin aja dulu trus lo bisa tau akhirnya gimana. Lo ladenin aja dia yang deketin lo terus, gak ada salahnya juga kan berhubungan baik tapi inget juga harus ada kepastian. Secara gak ada hubungan cewek saka cowok yang deket tanpa ngelibatin perasaan'ucapan caca sangat teringat sekali dipikirannya.
"Bener juga sih yang caca bilang, tapi apa iya? Gue harus duluan yang tanya tentang hubungan?"
"Ah gengsi deh masa iya cewek yang mulai"
"Nanti yang ada dia malah kepedean gue nanya gitu"
"Hm tapi kalo dibilang nyaman sih, gue iyain karna gue juga rasain"
"Ah bodo bodo ah mikirin itu orang satu emang ga ada selesainya"ucap ayla kesal. Ia rasa moodnya sekarang berantakan cuma gara-gara revan. Tiba-tiba handphone nya pun berdering menandakan panggilan masuk.
Tertera nama revan disana jelas, tanpa berfikir lama ayla pun langsung mendial tombol hijau agar telepon terhubung.
"Haloo, assalamualaikum"ucap revan diseberang sana.
"I--iya, waalaikumsalam"
"Ayla"
"Iya kenapa yah kak?"
"Hm, gapapa sih. Makan yuk diluar"
"Maksudnya gimana kak?"
"Ya sekarang, temenin gue makan diluar sekalian gue juga mau ke toko buku cari materi tugas gue"
"Se--sekarang?"tanya ayla karna belum paham ucapan revan.
"Iya, 10menit lagi gue sampe rumah lo. Cepet lo prepare"jawab revan langsung memutuskan sambungan telepon sepihak.
"Tunggu-tunggu tadi dia bilang minta temenin makan diluar sama ke toko buku? Sekarang?"
"Tapi kan gue belum jawab iya?ah gila banget itu orang"
"Sabar ayla sabar"ucap ayla pada dirinya sendiri. Dan memilih mempersiapkan diri untuk pergi bersama revan.
***
Kini ayla dan revan pun telah sampai disalah satu toko buku dalam mall yang mereka kunjungi.
"Kak"
"Hm"jawab revan sembari menaikkan alis seolah berucap kenapa.
'gila jutek banget'ayla membatin.
"Eh ngg-nggakk. Ih maksudnya lo mau cari buku apa?tanya ayla gugup.
"Tentang fisika"
"Hm yaudah, gue kesebalah sana ya kak. Mau cari novel juga"ucap ayla, revan pun mengangguk sebagai jawaban.
Akhirnya mereka sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ayla yang mencari novel dan revan mencari buku fisikanya.
'Ni dia yang dicari'ucap revan membatin.
Akhirnya setelah mencari dibeberapa lorong ia dapat. Revan pun mencari keberadaan ayla, hingga ia menemukan ayla sedang serius dengan novelnya. Mungkin ayla sedang membaca sinopsis cerita yang menarik. Revan pun mengambil handphone nya disaku bomber yang ia kenakan dan memotret ayla diam-diam.
Ayla yang merasa ada seseorang dibelakangnya pun menoleh. "Kak, gimana udah dapet?"
Alhasil foto yang ia dapatkan seperti itu.
'manis'ucap revan dalam hati.
"Kak? kok ngelamun?" Tanya ayla karna belum mendapat jawaban.
"Gimana bukunya udah ketemu?"
"Oh udah kok"jawab revan sambil memasukkan kembali handphone nya. "Lo sendiri udah?"
"Udah juga nih, yuk kak kekasir"ajak ayla. Revan pun mengikutinya.
"Dipisah yah mba"ucap ayla.
"Gabungin aja mba"ucap revan.
"Jadinya yang mana mba,mas?"
"Pisah"
"Udah mba gabung aja,nih kredit card nya"
"Totalnya 280 mas"
"Ok"
"Terimakasih mas mba, silahkan datang kembali"ucap mba kasir, ayla dan revan pun berjalan keluar dari toko buku tersebut.
"Kak, kenapa disatuin sih kan novel gue banyak"
"Ya terserah gue dong"
"Gamau tau pokoknya gue bakal ganti uang tadi"
"Dih ga ada acara pergantian uang"
"Kok gitu sih"
"Suka suka gue dong wle"jawab revan sambil menjulurkan lidahnya.
"Ih kok ngeselin sih"reflek ayla mencubit pinggang revan.
"Awwww sakit sakit"
"Ahahahha"balas ayla merasa senang revan tersakiti.
"Iyaudah yaudah, kita makan yuk. Tenang kali ini gue gabakal ajak makan seafood lagi eheh"ajak revan.
"Iyaiya"
***
"Jadi lo suka novel, sejak kapan?"tanya revan sambil menunggu pesanannya. Yah kini mereka berada ditempat makan.
"Udah lama sih, sekitar kelas 4sd kalo gak salah"
"Gue juga punya koleksi novel, lain kali main kerumah gue aja"ajak revan.
"Wih boleh, boleh banget kak"
"Okeoke"
"Permisi , ini pesanan nya mba mas"ucap seorang waiters.
"Oiya iya mba"
"Makasih yah"
"Iyah, kalo begitu saya permisi"jawab waiters tersebut dan langsung meninggalkan tempat. Ayla dan revan pun akhirnya memilih diam dan menghabiskan makanan masing-masing.
Entah lapar atau memang selera. revan selalu terlebih dahulu menghabiskan makannya daripada ayla, atau memang ayla yang lambat. Akhirnya revan pun memainkan handphone mengecek dan membalas pesan masuknya satu persatu. Entah pikiran darimana seperti memotret ayla secara diam-diam menjadi hobi nya sekarang.
***
"Thanks ya kak novelnya"
"Iyah"jawab revan tersenyum manis.
"Hm ma--mau mampir dulu?"ucap ayla canggung.
"Gak usah deh takutnya kemaleman"jawab revan, ayla pun mengangguk paham.
"Yaudah lo masuk gih kerumah"
"Ih nanti dulu, ka revan jalan aja dulu. Nanti kalo lo udah pergi baru deh gue masuk kak"
"Gak ada gitu, udah buruan masuk"
"Iyadeh, yaudah hati-hati"ucap ayla
"Iya salam buat ayah"jawab revan sambil memakai helmnya
"Oke see you"ayla pun langsung masuk kerumahnya dan revan pun langsung melajukan motornya menjauhi pekarangan rumah ayla.
-rumah revan-
Revan pun tengah duduk diruang tv sambil memakin handphonenya. Entahlah bukan revan yang menonton tv disini tetapi berbanding terbalik, sedari pulang bersama ayla tadi iya pun tak bisa tidur.
"Vann, kok kamu belum tidur?"ucap yani--mama revan yang berniat ingin ke dapur namun terhenti karena ada anaknya disana.
"Gak bisa tidur aku ma"
"Kenapa? Tumben?"
"Entah"jawab revan singkat.
"Oiya van, besok kamu ijin sekolah gimana? Ikut mama dirumah nenek ada syukuran"
"Iya maa"
"Serius? Gapapa nih kamu mau ijin sekolah?"
"Iya benarlah, emang muka aku boong ma?"
"Hehe iya juga sih"jawab mama revan dan langsung mengalihkan pandangannya pada handphone yang revan pegang, disana menampilkan galeri yang terpampang jelas foto ayla yang ia potret tadi
"Duh anak mama kayaknya abis jalan nih"
"Ih apaansi ma"
"Eleh ngaku ajasih mama mah gak bisa kamu bohongin van"
"Iya deh iya ngaku"jawab revan sambil nyengir kuda.
"Dia cantik ya van, entah dalam diri dia mama bisa ngelepas kangen sama vita. Apa cuma mama yang rasain kalo dia 11 12 sama vita adik kamu?"
"Aku juga rasa itu ma"
"Kamu suka sama dia nak?"
"Aku gak tau ma"
"Apapun itu jaga dia baik-baik kaya kamu jaga diri kamu sendiri ya van. Kalo emang kamu nyaman sama dia ya pertahankan, tapi jangan cuma sekedar nyaman tapi gak ada status karna itu menyakitkan. Kalo suka? Sayang? Cinta? Ya ungkapin aja, masa iya rela gitu dia dideketin yang lain? Kesempatan gak datang 2 kali nak"
"Ih mama apaansi ko nyambung kesana sana, gak ada apa-apa kok. Teman aja"
"Gengsi nih? yaudah kalo masih gensi mah. Mama kan cuma saran. Mending sekarang kamu tidur gih masuk kamar besok kita berangkat pagi"perintah mama revan.
"Siap ibu negara"
"Yaudah mama mau dapur"ucap mama revan melenggang pergi. Revan pun mengetikkan sesuatu diposelnya dan tak lupa mematikan tv sebelum akhirnya masuk ke kamar.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Note;
Ada yang kangen sama revan?
Buat yang kangen abang revan, ini part aku buat khusus bagian ayla revan aja😋
Kalo kalian jadi ayla bakal seneng atau kesel sama revan?😂
See you next chapter 👋
Thanks for reading ❤️