It's been a long time,
"WOI AYO BURUAAAAN"
"BANG DIRGA SEBAGAI ORANG YANG UDHA NYEWA PESAWAT CEPETAN DIKIT DONG"
"TAU NIH, TUAN MUDA MAGERAN AMAT. UDAH KEK KAK ADIT---EH IYA IYA BANG! JANGAN LEMPAR!"
Pagi hari di bandara kali ini berisik seeeekaaali. Kenapa? Tanyakan lah pada trio toa yang mau buru-buru naik ke pesawat.
"Adek kau itu, Ga. Macem nggak pernah naik pesawat kuliat"
"Adek kau juga itu, Syah"
Jadi begini, mereka yang mau berangkat ke pulau Dirga ini udah kek geng kopasus aja, soalnya menuhin bandara. Mana suaranya nggak bisa di kontrol lagi.
Untung aja yang anak-anak nggak menggabungkan diri sama orang tuanya. Kalau gabung? Ancur satu bandara.
"Ih, Jira! Bagi satu permennya!"
"Sini sini cium dulu"
"Pedo anjir"
Tapi ya kelompok anak-anak nggak sekalem itu juga di belakang. Soalnya dari tadi Jira nggak berhenti ngusilin Gio. Kata Jira, 'gio kalo marah lucu. Mirip anak kucing'. Sementara Syahfira disebelah Gio, sibuk ngomel ke Jira.
Namanya Mamanya lil meow meow.
Sementara itu disebelah Jira, Gio, dan Fira yang sibuk satu sama lain, ada Fabian yang tengah merangkul 2 sahabatnya.
Lebih tepatnya anak kembar sih,
Jihyu Davin Harefa disebelah kiri, sementara Syifana disebelah kanan.
Wah, kurang nikmat apa hidup Fabian?
Senangnya dalam hati, euy! -Fabian, 2k19.
Di depan Fabian dan selir-selirnya tepat berjalan sang Papa dan sang Bunda yang saling merangkul.
Kalau Bian perhatikan, diantara semua yang hadir, cuma Om Dirga dan Tante Yugi yang nggak ada gandengannya.
Tante Thala nggak ikut, katanya hari ini harus lembur. Om Wonwon juga, ya kalau itu sih dia mana mungkin mau ikut.
Bahkan Om Chandra aja bawa istrinya. Ckck, Chandra selangkah di depan.
|
"SAMPE SANA KITA HARUS MAIN TOD! BODO AMAT, GAK MAU TAU!"
"YANG GAK IKUT CUPU"
"YANG GAK IKUT SURUH TIDUR LUAR AJA"
Untung pesawatnya udah disewa untuk mereka aja, kalo nggak? Bisa aja mereka dijorokin keluar sekarang juga.
"TOD ya...kayak dulu nggak sih? Waktu kita main ke Pangandaran?" celetuk Chandra yang dari tadi sebenarnya sibuk dengerin lagu bareng istrinya.
"Eh iya! Yang kita main tod trus Kak Iyal ngasih dare yang diluar ekspektasi" bales Seulgi yang kemudian disetujui sama Seokjin.
"Emangnya apa darenya, Tante?" Fabian yang duduk di sebelah Seulgi penasaran dong, emangnya dare yang diluar ekspektasi itu apaan?
"Oh, itu...Kak Iyal---"
"Kak Nia! Jangan dikasih tau!" Eh Rasyid yang duduk dibelakang Fabian malah ngegas.
"Apasih, Nda? Kok sampe merah gitu mukanya?"
"Darenya itu--Bundamu harus nyium Papamu di bibir, padahal waktu itu mereka pacaran juga belum" ini nih, mulut mak jin ember.
"Trus? Beneran dicium?" Fabian dan segala ke-kepoannya.
"Iya," yang nyahut malah sang Papa.
"Oh."
Kalian tuh nggak tau ya kalau mood Fabian langsung anjlok, ditambah lagi kalian nggak tau kalau DirgaDit duduk sebelahan. Ckck.
"Kak, nggak ngantuk?"
"Nggak,"
"Nggak laper?"
"Nggak,"
Ya terus maunya apaloh, Aditya?
Dirga yang udah terlampau hafal sama sikap mantannya ini cuma bisa mendengus, kemudian lanjut membaca komik Naruto yang dia pinjam dari Jira.
"Dirga,"
"Hm?"
Tumben manggil duluan, begitu pikir Dirga.
"Boleh pinjam bahu nggak? Ngantuk"
Dalam hati Dirga udah menahan diri supaya nggak ngunyel si Kakak. Tsundere sekali lho, seharusnya dari tadi kan bisa bilang kalau dia ngantuk trus mau pinjam bahu.
"Boleh. Tidur aja, nanti kalau udah sampe bakal aku bangunin kok"
Alah alah mantan.
|
Perjalanan yang makan waktu kurang lebih 3 jam itu berakhir dengan turunnya geng kopasus dari kapal.
Kenapa dari kapal? Soalnya begitu sampai di bandara tujuan, mereka masih harus ke pelabuhan yang kira-kira makan waktu 20 menit, sampai di pelabuhan sudah ada kapal yang menunggu. Nah, habis itu baru deh menyeberang ke pulau Dirgantara yang makan waktu 10 menit.
"PULAAAAU"
"BANG DIRGA KAYA BANGET DAH"
"JEN, PEGANGIN GUA DONG. NERPES NIH MENGINJAKKAN KAKI DI PULAU"
baCooOooTtt.
Dibelakang trio toa ada pasangan smk--eh, masih gitu ya kita panggil?--yang sibuk dengan barang bawaan.
"Udah, Kakak aja yang bawa kopernya"
"Tapi kan berat, udah sini aku aja"
"Nggak, Kakak aja"
"Aku aja"
Tau tau Dirga lewat dengan Gio dirangkulannya. "Gitu teros sampe gua punya istri lagi"
"Ayah mau selingkuh ya?! Bilang Mama lho!"
"Eh! Bercanda!"
Mulut si Dirga ini pun kelajuan.
Baru Dirga mau nyamper Jira yang udah siapa siap buka hp, tau tau Chandra lewat begitu aja, nggak lupa istrinya yang ada digendongannya.
Aduh, so sweet sekali Mas Chandra ini :'(
"Minggir minggir, istri gua mau lewat" gitu kata Chandra, baper nggak kelen?
Lupa bilang. Itu lho istrinya mas Chandra, Ryujin Permata.
"Kak! Awas ih! Jangan cium cium! Jauh sana!"
Hadeeeh, ini apa lagi sih. Dirga yang sendirian itu kan nggak bisa diginiin.
|
"Aku mau sekamar sama Bunda!"
"Nggak nggak!"
"Mau sekamar sama Gio!"
"Pedo!"
"KITA SEKAMAR!"
"YES YES SEKAMAR!"
"SELIR SELIRKUUU"
Ah sudahlah, Trio toa bakal jadi bencana karena sekamar lagi.
Yasudah lah ya, pembagian kamarnya sesuai ekspektasi kalian kok.
AlfaRa, AlvaRial, ChanRyu, Trio Toa, Fabian Jira Gio, Seulrene, FiraCipa, dan--
DIRGADIT!
Kenapa bisa Dirgadit? Tanya aja Dirga.
Belum ada 1 jam mereka mengistirahatkan diri, Haechan dengan toanya sudah memanggil supaya kumpul diruang tamu. Untung semua abang, kakak, dan ponakannya berbaik hati ya.
"Kenapa sih? Mau ngapain?" Ini Fansyah dengan muka bantalnya lagi ngusel di bahu istrinya.
Mereka semua duduk dalam lingkaran dengan Jeno yang udah siap sedia botol kecap.
"Nggak ada yang boleh ngelak dari dare ya?"
Botol diputar oleh Jeno, kemudian di oper ke Haechan, lalu dengan mudah diambil alih oleh Daehwi---nggak.
Botol kecapnya diputar sama Jeno, dalam hati dia udah berharap semoga kena di mbak Ryujin.
"Mbak Ryujin!"
Bener aja kena di Ryujin.
"Truth or Dare, Jin?"
Trio toa dan para ponakan itu manggil Ryujin emang mbak, soalnya Ryujin belum setua itu buat dipanggil Tante, lagipula nggak cocok dipanggil gitu.
"Truth"
"Kok mau sih sama Bang Chandra?"
"Heh! Sembarangan!"
Jeno nih memang mulutnya ya. Aku tauloh Jen kalau dulu dirimu sempat nggak setuju kalau sepupumu yang satu itu nikah sama Mas Chandra.
"Dulu dipelet sama Kak Chandra" bales Ryujin sambil ketawa.
"Apaan dipelet, kan Adek yang ngikutin sampe Kakak kuliah dimana"
"Eh! Mana ada! Kakak tuh yang maksa Ryujin masuk kampus situ juga"
Yaudah yaudah, pasangan baru nggak usah diurus deh.
"Siniin biar gua yang muter" kata Dirga sambil ngambil alih botol.
"Fabian! Uwuuu takdirku" ini nih Jira yang kloningan Dirga.
"Truth or Dare, Yan?"
Fabian mikir sebentar, dia tau kalau dari raut wajah Om Tantenya bakal buat Dare yang aneh aneh, jadi dia mau cari aman aja. "Truth"
"Halah---ya udah, Davin atau Cipa?"
Waduh, pertanyaan apa itu.
Davin memang tunangannya, tapi Cipa juga sahabatnya, sudah begitu Davin sama Cipa itu anak kembar. Fabian harus apa?
"Jira aja deh, Om"
Tau tau Jira udah meluk Bian. Hadeeeh.
Dirga? Dia udah ngode-ngode Fansyah.
Memang ya, Dirgantara ini pantang menyerah.
Jadi, lebih baik Dirga lanjutkan saja daripada cintanya ditolak Alfansyah lagi.
Setelah Dirga putar, dia dalam hati pengen Rasyid atau Aditya yang kena.
Wah, tapi malah kena di pilihan pertama.
"Waduh, Rasyid ya. Jadi, mau pilih Dare lagi, Dek?"
Rasyid keliatan mikir, kemudian menghela napas. "Yaudah iya, Dare lagi deh"
Dirga udah mau salto aja rasanya, soalnya dia ada rencana yang sudah disusun dari pas di pesawat tadi.
"Darenya......semua orang diantara kita disini boleh nyium kamu dimana pun dalam jangka waktu 24 jam. Gimana?"
Alfansyah sama Fabian langsung syok, apa? Gimana?
"Nggak nggak! Apa-apaan?!" protes Fansyah.
Fabian? Dia nggak protes, cuma syok doang. Ya, dalam hati dia juga mendukung sih tantangan dari Omnya yang satu itu.
"Boleh," jawaban Rasyid lebih buat syok Alfansyah lagi.
"Dek!"
"Apa?"
"Kok setuju sih?"
"Terserahku lah"
Ah, lupa ya kamu syah kalau istrimu itu dulu ngebet sama Dirga? Lupa ya kalau first crush istrimu itu Dirga?
Jadi untuk satu harian penuh, Alfansyah harus rela berbagi Rasyid dengan teman temannya.
Mam?pus.
----
Ternyata nggak jadi chapter terakhir, mungkin satu chapter lagi.
Sabar ya :')
Hari ini aku update karena memang hari ini ulang tahunnya Sianeda :'))
Hehe.
Maaf ya lama, mungkin update selanjutnya malah akhir tahun haha
Tadinya mau ku tamatin sekaligus, tapi ini udah hampir 1500 words, ntar yang ada kalian bosen, karena kemunngkinan kalo sekaligus bisa 3000an.
Jadi, sampe sini dulu!
Bye!!