Chéri Chérie

De iinelsey

35.9K 4.1K 573

[SIDE STORY OF LOVELY HUSBAND] "Elle est ma chérie." -Vico Handrana "Il est mon chéri." -Vita Shelynda Copyri... Mais

CC | 1
CC | 2
CC | 3
CC | 5
CC | 6
CC | 7
CC | 8
CC | 9
CC | 10
CC | 11
CC | 12
CC | 13
CC | 14
CC | 15
CC | 16

CC | 4

2.6K 358 71
De iinelsey

"Aku cemburu saat kamu tersenyum dengan perempuan lain, sungguh."
-Vita Shelynda

•••

Vita tidak tahu harus berekspresi seperti apa saat perempuan bergaun pink itu memeluk Vico dengan santainya.

Dalam hati Vita sudah sangat memanas, tapi dia berusaha tetap tersenyum karena dia tidak ingin mempermalukan Vico dengan sifat kekanakannnya.

Tapi mendengar semua orang berteriak balikan membuat Vita merasa sedih dan marah dalam waktu bersamaan. Karena tidak kuat melihat pemandangan menyebalkan itu dan mendengar ocehan tidak mengenakkan itu membuat Vita menjauh dari pusat pesta.

Lihat, bahkan tidak satu orang pun menyadari kepergiannya karena semua orang hanya fokus dengan Vico dan perempuan tak dikenal itu.

Merasa butuh waktu sendiri, Vita kembali ke dalam mobil Vico, merenung di sana. Seluruh pikirannya tertuju pada Vico dan perempuan itu. Entah mengapa, bayangan saat perempuan itu memeluk Vico tidak bisa hilang dari pikirannya.

Vita mengakui jika dirinya cemburu terhadap perempuan itu karena sejatinya, dia sebagai kekasih Vico saja, dia tidak pernah memeluk Vico semesra itu di depan orang lain. Dia terus menjaga sikap agar tidak mempermalukan dan menyusahkan Vico, namun kini, ini balasannya, orang lain jadi semena-mena terhadap Vico karena menganggap dirinya tidak akan marah atau cemburu. Tapi dalam kenyataan, Vita sungguh cemburu.

Dia marah karena dia tidak ingin orang lain memiliki Vico, cukup dia. Karena sulit menemukan pria setampan, segagah, dan se-tidak-peka seorang Vico di dunia ini. Jika ingin jujur, Vita ingin Vico menjadi pelabuhan terakhirnya, membentuk keluarga kecil bersama pria itu. Namun masa depan tidak ada yang tahu, mungkin suatu saat Vico akan meninggalkannya dan menikah dengan perempuan lain.

Tanpa disadari, sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata Vita. Dia memang menjadi lemah jika itu berhubungan dengan Vico. Hanya orangtuanya, Karin, dan Sasha—sahabatnya, serta Vico yang bisa membuatnya menangis. Karena semua orang tahu hanya tahu sisi Vita yang kuat, bukan sisi lemahnya.

Ia langsung mengusap air mata itu, tidak ingin merusak riasannya karena mata bengkaknya. "Ah, kenapa kau sangat lemah, Vita? Jangan menangis!" ucap Vita pada dirinya sendiri.

Setelah cukup menenangkan diri, Vita kembali merapikan riasannya lalu turun dari mobil. Dia harus kembali bergabung agar tidak ada yang curiga dengannya, atau mungkin tidak ada yang peduli sebenarnya.

Vita kaget saat keluar dari mobil, dia langsung disapa dengan pria tinggi dan gagah dihadapannya. Wajahnya tidak begitu asing, namun Vita tidak mengingat di mana dia pernah melihat wajah itu.

"Permisi," kata Vita saat berjalan melewati pria itu. Belum beberapa langkah Vita berjalan, suara pria itu menghentikan langkahnya.

"Lo Vita, kan?"

Mendengar namanya disebut, Vita menoleh dengan alis bertaut, "Iya, lo siapa?"

"Gue Gilang. Mungkin lo nggak kenal gue, tapi kita pernah bertemu beberapa kali," jelas pria bernama Gilang itu, "dan lagi lo cukup populer di jurusan gue."

"Jurusan lo? Kenapa?" Tanya Vita ragu.

Gilang tertawa kecil lalu berjalan mendekati Vita, memperpendek jarak, "Karena lo cantik. Vita Shelynda dari jurusan Manajemen. Btw, gue dari jurusan hukum."

Vita mengangguk kecil dan terdiam. Tidak mau berkata apa-apa.

"Lo ngapain di sini?" Tanya Gilang.

"Gue diundang," jawab Vita singkat.

"Oh, lo temen Kakak gue, ya?"

Alis Vita berkerut, "Kakak? Jadi yang ulang tahun itu Kakak lo?"

Kepala Gilang manggut-manggut, "Iya, dia Kakak gue. Priscilla."

"Oh, okay. Gue duluan ya, mau gabung," senyum Vita sebelum pergi menjauh dari Gilang dan bergabung kembali ke pesta itu.

Sepertinya acara peluk-memeluk sudah selesai. Kini Vita bisa melihat perempuan bergaun pink yang bernama Priscilla itu sedang mengobrol dengan Vico dan lainnya.

Seorang pria bertubuh gemuk dan berkumis menepuk bahu Vita sehingga perempuan itu spontan menoleh.

"Kenapa lo nggak gabung sama Vico?" Tanya pria itu lalu menyesap minumannya.

Vita tersenyum kecil lalu melirik Vico, "Takut ganggu. Btw, nama lo siapa?"

"Anton, temen Vico semasa kuliah dulu," ucap pria bernama Anton itu memperkenalkan diri, "dan lo Vita, kan?"

"Iya," jawab Vita dengan senyum ramahnya. Dia melirik ke arah Vico dan perempuan itu. Tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi Vico terlihat sangat senang, pria itu tertawa lebar. Vita saja jarang bisa membuat Vico tertawa, tetapi perempuan bernama Priscilla itu dengan mudah melakukannya. Dia iri, sungguh.

"Lo kenal Priscilla?" Anton kembali bersuara. Vita menjawab dengan gelengan kepala.

"Dia itu mantan pacarnya Vico. Mereka jadian setelah terpilih menjadi putra dan putri kampus kala itu. Tapi waktu semester akhir, mereka pisah tanpa alasan yang jelas. Bahkan semua orang masih penasaran alasan mereka berpisah," jelas Anton, "kata orang, mereka pisah karena Priscilla selingkuh. Tapi karena tidak ada dari mereka yang angkat bicara, semua percaya kalau alasan mereka pisah karena Priscilla selingkuh."

Vita berusaha mencerna satu per satu ucapan Anton. Dia tidak ingin salah tangkap apa maksud pria itu menceritakannya. Vita baru sadar jika Vico tidak pernah menceritakan masalah percintaannya selama kuliah dulu. Dia hanya ingat pria itu menceritakan semasa SMA dan tidak pernah sekalipun menyinggung masa kuliahnya.

Vita menatap Vico lalu menghela napas panjang, Apa karena perempuan bernama Priscilla itu? Batinnya bertanya.

***

Jam sudah menunjukkan pukul 23:47 dan mulai terasa dingin di luar. Vita yang kini terdiam sendiri di pojok pesta itu berusaha menahan dingin. Dia merasa bodoh karena tidak membawa mantel ataupun syal dan dress-nya memang cukup terbuka dan pendek, sehingga itu membuatnya amat kedinginan.

Dari kejauhan, Vita masih mematai Vico. Pria itu baru saja menyanyi untuk Priscilla dan itu membuat sakit hati Vita semakin parah. Jika bukan karena berusaha tetap bersikap dewasa, dia pasti sudah meninggalkan pesta itu. Dia merasa terasingkan di sana. Tetapi dia berusaha bersabar dan menunggu.

"Hei, ngapain lo  sendirian di sini?" tegur seseorang yang suarannya tidak terdengar asing. Vita mendongak dan melihat Gilang berdiri di depannya. "Kenapa tidak bergabung?" tanyanya.

Vita menggeleng seraya mengusap telapak tangannya, mencoba mendapatkan kehangatan di sana. Gilang memerhatikan perempuan itu lalu melepaskan jasnya.

"Lo pucat, nih gue pinjamin, balikin pas di kampus aja," kata Gilang, "Gue duluan ya, atau lo mau masuk?" tanyanya menawarkan Vita untuk masuk ke dalam rumah.

Vita menggeleng kecil, "Enggak usah, makasih."

Gilang mengangguk kemudian berlalu pergi. Vita merasa terselamatkan kali ini, dia bertemu dengan orang baik di saat yang tepat, di saat tidak ada yang memperdulikannya.

Sekitar pukul 01:28, beberapa orang sudah meninggalkan lokasi pesta. Vita yang berada di pojokan hanya menatap kepergian mereka satu persatu. Tak lama Vita mendapat pesan dari Vico.

Vicoganteng : Kamu di mana?

Begitu mendapat pesan itu, Vita bergegas bangkit dan keluar dari persembunyiannya. Tempatnya duduk sebelumnya memang cukup tak terlihat karena ditutupi tumbuhan tinggi. Selama itu pula Vita duduk di sana agar tidak dilihat orang lain, tetapi hebatnya Gilang menemukannya. Mungkin karena ini rumah pria itu, jadi dia tahu seluk beluk tempat itu.

Vita berjalan ke pusat tempat pesta itu hingga akhirnya dia melihat Vico. Dia melambaikan tangannya sampai Vico melihatnya. Vico berjalan mendekat dengan wajah marah.

"Di mana kamu dari tadi? Dibawa malah hilang," tukas Vico begitu sampai di hadapan Vita.

Spontan Vita merasa kesal, dia berusaha menahannya, "Kamu juga nggak nyariin aku. Aku 'kan nggak penting," balasnya dengan maksud menyindir Vico.

Vico menatap jas yang terpasang di bahu Vita, "Jas siapa ini? Kamu bareng pria lain?" tanyanya. Jelas terlihat dia marah.

"Ini dipinjemin sama teman," jawab Vita jujur. Dia rasa Gilang sudah menjadi temannya.

"Jangan banyak alasan, aku tahu kamu sama pria lain sampai aku enggak lihat," tuduh Vico.

Mendengar hal itu membuat Vita tidak bisa menahan emosinya. Dia mengepalkan tangannya, berusaha menahan, tapi sayang, emosinya sudah menggebu. "Kenapa kamu malah mojokin aku kayak gini? Kamu yang kesenangan sendiri sampai nggak ingat aku. Aku jadi terasingkan dari keramaian karena nggak kenal siapa-siapa. Kamu malah seenaknya, enggak mikirin perasaan aku. Kamu malah biasa aja dipeluk perempuan lain di depan aku, kamu enggak ngehargain aku sebagai pacar kamu. Aku coba berpikir dewasa, menganggap kalian cuma sebatas teman, tapi rasanya sulit, kamu malah melupakan aku karena dia, Co. Aku tahu sekarang kamu mikir aku berlebihan, pencemburu, dan nggak dewasa, tapi kamu harus tahu aku begini karena aku sayang kamu, sayang banget..." lirih Vita dengan air mata mengucur deras dari matanya. Dia tahu dia sudah terlihat buruk sekarang, tapi dia sudah tidak bisa menahannya lagi.

"Untuk hari ini cukup, Co, cukup. Aku capek," ucap Vita kemudian berlalu pergi.

***

Hallo semua:)

Gimana? Aneh? Hehehe

Jangan lupa baca cerita lain aku : Lovely Husband, Past & Present, Promise, Young Wife, & Ineffable.

Dan aku baru repost cerita Lovely Boy yang mana cerita itu adalah cerita pertama aku di Wattpad tahun 2015 kemaren di akun aku IineleniS, jangan lupa baca, ya:)

Jangan lupa follow ig @iinelsey_
dan ig Vita @vitavit12 serta ig Vico @vico.ganteng_

See you♡

— iin eleni sembiring

Continue lendo

Você também vai gostar

5M 242K 65
[Harap follow dulu sebelum baca] Sebuah kisah pernikahan yang berawal dari suatu kejadian. Tanpa di sangka, suatu kejadian merubah kehidupan. Dimana...
142K 5.9K 84
18 tahun. Dimana dua insan terpaksa berbagi kebahagiaan mereka. Hanya sebuah pilihan yang dapat mereka ambil, membuat mereka terpaksa menerima segala...
255K 6.3K 35
Highest rank 🏅 #1 accident (21/05/2020) #1 sosweet (21/06/2020) #3 accident (23/05/2020) #10 Romance (08/05/2020) *** "Bersikap yang manis, sekalipu...
276K 11.5K 10
Seperti sebuah mimpi, seperti sekarang, dan seperti ini
Wattpad App - Desbloqueie funcionalidades exclusivas