Setelah membaca harap kasih jejak dengan vote dan komen.
Kamsahamnida...
🔪🔪🔪
TAEHYUNG POV
aku terbangun, yg pertama kali kulihat adalah wajah Jimin hyung yg sedang fokus menonton tv, menyadari pergerakanku, dia langsung membantu ku duduk dengan menyandar pada sofa.
"Kau sudah sadar Taehyung" ujarnya memberi minum padaku, aku mengangguk dan meminum minuman itu sampai habis.
"Bagaimana kau bisa pingsan? Saat aku pulang dari membeli ramen sama Jungkook, kami melihatmu dan Yoongi hyung sudah tertidur di sofa" ujar Jimin hyung secara detail tentang dia yg melihat ku pingsan padahal aku tak meminta dia cerita dengan detail.
Tunggu, dia bilang dia kembali bersama Jungkook, dan Jimin hyung bilang aku dan Yoongi hyung sudah tidur di sofa, berarti ada yg memindahkan ku sebelumnya, mungkin Jin hyung, Namjoon hyung dan Hoseok hyung yg memindahkan kami.
"Ya, Taehyung bagaimana kalian bisa pingsan??" Tanyanya tak sabaran, huh, anak ini sungguh kepo.
Saat itu, aku kembali mengingat kejadian saat hantu itu mendatangi Yoongi hyung dan membuat Yoongi hyung pingsan, lalu aku datang menemukan jejak darah dan mengikuti sampai aku melihat rupa hantu itu.
Kedua kakinya patah seperti dipukuli berkali kali, dimukanya penuh dengan sayatan pisau, dan lehernya? Apa yg digunakan pelaku untuk membuat leher itu hampir putus? Jika iya pelaku melakukan semua itu padanya kejam sekali pelaku itu!!
Dan hantu itu meminta tolong padaku, apa yg harus aku lakukan? Apa ia ada kaitannya dengan mayat yg kutemukan waktu itu? Arghh!! Aku tak pernah berurusan dengan hal ini sebelumnya!!
Karena asik memikirkan hal itu, aku sampai tak sadar telah mencueki Jimin hyung, aku baru sadar saat ia menjitakku dan meneriaki namaku dengan kesal.
"YAKK!! TAEHYUNGIE" ujar Jimin hyung menjitakku lumayan kencang, kulihat dia memajukan bibirnya menandakan dia kesal denganku.
"Ah, mianhae hyung" ujarku senyum senyum.
"Sebenarnya apa yg kau pikirkan Tae??" Tanyanya, aku kembali terdiam, apa iya aku harus menceritakan hal itu padanya? Kurasa tidak, lebih baik kuceritakan pada Jungkook saja, atau lebih baik Yoongi hyung, kan dia juga melihatnya tadi.
"Ah, aku ingin ke kamarku Jimin-a" ujarku tanpa embel embel hyung, itu karena aku lupa, hehehe~
Beruntung nya Jimin hyung orang yg pengertian, jadi dia mengerti diriku, dia langsung membantuku bangun.
"Aku bisa sendiri hyung" ujarku saat Jimin hyung hendak memapahku menaiki tangga sampai ke dalam kamar.
"Kau yakin?" Tanyanya sedikit ragu, aku mengangguk meyakinkannya.
"Oke, aku akan ke taman, Hoseok hyung menungguku disana, setelah memastikan kau masuk ke kamar, dia memintaku untuk menemuinya di taman belakang" ujarnya dengan detail lagi.
Aku tidak tau kenapa dia mengucapkannya dengan detail padahal aku tidak memintanya, mungkin karena dia tidak ingin ditanya tanya, tapi aku juga tidak akan banyak bertanya dengannya kalau bukan hal penting.
"Nee hyung, temuilah Hoseok hyung, dia sudah lama menunggumu" ujarku, Jimin hyung pergi menuju taman belakang, sementara aku menaiki tangga.
Saat udah sampai diatas, aku berpapasan dengan Namjoon hyung yg sedang keluar dari kamarnya.
"Oh kau sudah bangun Taehyung-ah" ujarnya mendekat kearahku. Aku mengangguk.
"Mengerikan sekali bukan" ujarnya membuatku mengerutkan keningnya tak paham dengan apa yg dimaksud olehnya.
"Aku sudah diberitau oleh Yoongi hyung" ujar Namjoon hyung menjelaskan, aku paham sekarang.
"Ini pertama kali ku melihat hal itu hyung" ujarku bergidik apalagi melihat hantu itu berteriak didepan wajahku dan bola mata yg keluar dari tempatnya.
Namjoon hyung menepuk pundakku memberi ketenangan, "aku kebawah dulu" ujarnya berlalu, namun aku bertanya sesuatu sebelum dia pergi.
"Apa Jungkook ada dikamarnya hyung?" Tanyaku pada Namjoon hyung, karena memang saat ini aku ingin menemuinya.
"Nee, dia dikamarnya, sepertinya bersama Jin hyung, kulihat mereka berdua ngobrol bersama" ujarnya, aku mengangguk, dan dia kembali berjalan.
Sejak pertama datang kemari, aku selalu melihat Jin hyung dan Jungkook selalu bersama, apa mereka saling menyukai? Ah pabo yak Kim Taehyung!! Mereka bukan gay, kau akan kena amuk sama Jin hyung jika kau mengatakan hal itu.
Aku rasa sepertinya lebih baik tidur setelah itu aku akan mengobrol dengan Jungkook kalau dia dan Jin hyung sedang tidak bersama.
Tidur lagi? Hei bahkan aku barusaja tidur, lalu tidur lagi, aku bukan Yoongi hyung yg suka tidur, akupun berjalan jalan mengitari rumah ini.
Langkahku membawaku sampai pada suatu ruangan, ruangan ini letaknya jauh dari kamar kami, ruangan apa ini.
Aku menunduk, dan mendapati sebuah topi berada dibawah pintu, ku ambil topi itu, ada namanya disana.
Choi Yeonjun.
Hah? Siapa Yeonjun? Apa dia sebelumnya ada disini? Atau seseorang membeli topi dan dengan iseng menuliskan nama Choi Yeonjun? Ah aku tak tau.
Lebih baik aku kembali, tak lupa membawa topi ini bersamaku ke kamar.
Dug...
Aku menoleh, ku tak salah dengar suara kan? Jelas sekali, suara seperti orang jatuh, dan itu tepat di dalam ruangan terkunci itu, aku berdiri, memastikan benar atau tidak, lama tidak mendengar suara aku hanya menganggap itu hanya halusinasi ku dan kembali berjalan menuju kamar.
TAEHYUNG POV END
🔪🔪🔪
Setelah Taehyung ke kamar, dia segera menemui Hoseok yg sudah menunggunya di taman belakang.
Jimin segera duduk disamping Hoseok
"Kenapa hyung?" Tanyanya, Hoseok menoleh.
"Taehyung udah sadar?" Tanyanya balik. Jimin mengangguk.
"Aku seperti mendengar seseorang berbisik di telingaku Jimin-a" ujar Hoseok.
"Seperti apa?" Tanyanya. Hoseok memandang sekeliling, takut ada yg melihatnya.
"Aku tak tau siapa yg membisikkan kata kata itu, karena sedari tadi aku disini sendirian" ujar Hoseok.
"Berarti barusan ini hyung?" Tanya Jimin, Hoseok mengangguk, Jimin melongo.
"Dia membisikkan kepadaku 'tolong selamatkan anak itu di gudang' itu yg dia bisikkan padaku, tapi aku tak tau maksudnya, aku saja bahkan tak tau dimana letak gudang" ujar Hoseok panjang lebar.
"Hyung, kalau begitu ada satu ruangan yg tersembunyi disini, dan itu gudang, lalu kau mendengar dia berbisik selamatkan anak itu digudang, berarti ada seseorang yg kesini sebelumnya dan dia disekap digudang, dan bisikan itu menyuruh kita menyelamatkannya" terang Jimin.
"Berarti anak itu datang saat Yoongi hyung dan Taehyung pingsan, tapi saat kita datang dia tidak ada dimanapun, seharusnya kalaupun saat kita datang dia berada di lantai 2 dia pasti sudah menemui kita sekedar meminta maaf dan berkenalan, tapi dia tidak ada disekitar rumah ini" ujar Hoseok.
"Itu karena dia disekap digudang itu hyung" seru Jimin. Hoseok mengerutkan keningnya.
"Siapa yg menyekapnya? Apa ada penjahat yg juga masuk kesini? Kalaupun penjahat, dia pasti akan membunuhnya langsung, dan kalaupun penjahat dia takkan mengetahui letak gedung itu" ujar Hoseok, Jimin terdiam, dia memikirkan hal itu begitu juga Hoseok.
"Apa mungkin, salah satu diantara kita pelakunya?" Tanya Jimin terdengar ragu. Hoseok sebenarnya bisa saja mengklaim kalau salah satu diantara mereka pelakunya, tapi siapa? Dia tidak mau menuduh temannya tanpa bukti.
"Lebih baik kita cari anak itu sekarang juga, kuyakin dia sangat ketakutan" ujar Hoseok bangkit disusul oleh Jimin.
"Dimana letak gudang itu?" Tanya Jimin, mereka sudah memutari sekitaran lantai 1 tapi tidak menemukan ruangan itu.
"Lantai atas belum kita cek" ujar Hoseok, mereka berdua segera menaiki tangga menuju lantai atas.
Mereka segera berpencar disana, sampai akhirnya Jimin lah yg menemukan gudang itu, letaknya memang jauh, dia memperhatikan pintu gudang itu, dia hendak membuka pintu namun pintunya terkunci.
"HOSEOK HYUNG!" teriak Jimin, tak lama Hoseok datang ketempat Jimin, dia mencari cari letak kuncinya namun nihil, tidak ditemukan olehnya kunci gudang itu dimana mana.
"Kuncinya tidak ada disini" ujar Hoseok setelah mencari kemana mana.
"Ah hyung lihat" ujar Jimin saat dia membuka bagian pintu yg ternyata bisa dibuka walau hanya kecil tetapi bisa membuat Jimin melihat apa yg ada didalam.
Jimin melihat keadaan didalamnya, matanya melebar saat matanya melihat seseorang sedang duduk terikat dikursi sedang memohon padanya untuk melepaskannya.
"Itu dia yg dimaksud suara itu hyung" ujar Jimin menyingkir, untuk Hoseok melihat kedalam.
"Hei kau!" Seru Hoseok pada orang itu, orang itu tentu tidak menjawab karena mulutnya dilakban, yg bisa dia lakukan hanyalah meronta ronta supaya terlepas.
Saat mereka sedang mencari lagi kunci itu, seseorang datang dari arah belakang.
"Hei! Apa yg kalian lakukan disana!!!" Seru orang itu merasa heran.
Mereka menoleh mendapati Namjoon dan Seokjin menatap mereka heran, Jimin dan Hoseok terlihat seperti tergesa gesa mencari kunci untuk mengambil sesuatu didalam ruangan itu.
"Apa hyung tau dimana letak kunci itu?" Tanya Jimin, Namjoon dan Seokjin serempak menggeleng.
Jimin menghela nafasnya kasar, dia sangat ingin menyelamatkan seseorang yg didalam sana, tapi dia tidak bisa menemukan kunci gudang.
"Untuk apa kalian mencari kunci itu?" Tanya Namjoon menyelidik, dia merasa aneh dengan kelakuan Jimin dan Hoseok.
"Bagaimana kalian bisa kemari?" Tanya Hoseok. "Suara Jimin berteriak memanggilmu, sangat kencang, ku yakin Yoongi mendengarnya, Taehyung saja sampai bertanya kepadaku ada apa dengan Jimin" terang Seokjin.
"Ah, mianhae hyung, aku berteriak kencang karena lokasi tempat ini jauh dari kamar" ujar Jimin, "tapi masih tetap kedengar sampai kamar ya" sambung Jimin.
"Sudahlah ayo kita turun, sudah sore kalian mandi lah, aku akan menyiapkan bahan bahan untuk makan malam bersama Jungkook" ujar Seokjin mengajak Jimin Hoseok dan Namjoon untuk pergi dari sana.
"Kau terlihat lebih sering bersama Jungkook, hyung" ujar Jimin mengingat seberapa dekat Seokjin dengan Jungkook.
"Hahaha, mungkin karena aku sudah lama bersamanya" ujar Seokjin disertai tawanya.
"Ya seperti kedekatan kita ya Namjoon" ujar Hoseok mengerling pada Namjoon, dan dibalas anggukan pada Namjoon.
"Kalau begitu, apa aku akan dekat dengan Taehyung?" Tanya Jimin. Seokjin, Hoseok dan Namjoon mengangguk meng iyakan.
🔪🔪🔪
Next??
Jangan lupa ya vote dan komennya buat story horor baru author...
Jangan lupa juga baca plus vote dan komennya buat cerita horor author lainnya yg berjudul 'TERROR'
Cerita Blood Sweat & Tears ini bakal update setiap 2 sampai 3 hari, bakal up cepet klo author lagi punya ide.
Oke byebye
Saranghaeyo😘
.
.
.
.
.
.
.