Sore itu, Kana hanya tinggal menemui Firsa di depan Sekolah SMP nya, SMP Negeri 1 Jayakarta disalah satu sudut kabupaten Cirebon. Pulang kampungnya akan terasa lengkap jika menemui sahabat satu-satunya di masa Putih biru dan abu nya, sahabat yang sudah 3 tahun ini dia tidak kunjungi karena dia harus menahan pulang ke kampung halaman demi tidak bertemu dengan seseorang yang membuat perasaannya campur aduk, entah dia harus bagaimana jika bertemu dengan orang itu. Tapi, ditahun ke empat ini, ia berusaha berpikiran positif dan memberanikan diri kembali untuk Firsa sahabatnya. Ya, Firsa akan menikah minggu depan, sebelum Kana meninggalkan Cirebon dia hanya ingin menemui Firsa bukan yang lain.
Dengan gelisah dia menunggu di dalam mobil depan SMP nya dulu, entah kenapa Firsa malah ingin menemuinya disini. Bukan karena Kana tak tahu rumahnya, tapi Firsa bilang sekalian nostalgia didepan sekolah mereka, banyak jajanan, dan kafe2 kecil yang buka sore itu. "Kafe Jono"favorit mereka, masih buka setelah 10 tahunan Kana tak pernah mampir. Dia mulai menggerutu.
"Fir, dimana?aku udah nunggu lama ini depan Kafe Jono"seraya menempelkan gawai ke telinganya.
.....
"bener ya bentar lagi".sungut Kana
Dia hanya takut bertemu dengan lelaki itu, lelaki yang membuat dirinya sangat minder, membuat dirinya bersemangat, membuat dirinya menghalu sehalu halu nya. Yak, dia terlalu ge er, sudah 7 tahun yang lalu dia memantapkan diri untuk tidak memuja lelaki itu, barangkali lelaki itu juga tidak mengingatnya, kecuali hal bodoh terakhir kali yang dia lakukan kepada lelaki itu.
Rumah pojok dekat kafe Jono itulah, yang dia khawatirkan. Takut kalau kalau si lelaki itu muncul, dia tahu dari social media kalau lelaki itu masih di Cirebon dan mengajar di sebuah sekolah menengah atas dengan titel guru olahraga. Ya, pantas bagi anggota klub sepakbola sekolahnya yang terkenal dulu.
"Tok Tok.." suara ketukan kaca dari luar jendela menyadarkan pikiran ngawur Kana.
Dia menoleh, tepat saat itu dia tahu bukan Firsa sahabatnya yang mengetuk.
"Aris....." hatinya mencelos, sudah lebih seribu lima ratus lebih hari dia tidak bertemu. Entah apa yang dilakukan cowok yang berubah menjadi pria ini tepat di hari itu
Dear You (Complete)
By neynahnunu
Aris Brawijaya Kamandanu, lelaki hitam manis yang mencuri seluruh masa biru putih dan putih abu seorang perem... More