JAGA AKU DAN HATIKU

By riskiamelia143

45.5K 2.1K 84

Di pagi yang begitu panas, seakan langit tengah berbahagia bersama matahari yang bersinar begitu cerah di pag... More

1. konyol
2.azan mu mengetarkan ku
3. bismillah
4. yudha abraham salih
5. mengingat
6. Beri aku waktu
7. makan malam
8. Hari pertamaku bersamamu
9. Dhuha ku bersamamu
10. Hilang
11. kesedihan yang tak ku mengerti
12. Hari baru
13. SABAR
14. WAKTU YANG TERBUANG
15. HARI YANG MELELAHKAN
16. Ada apa dengan hari ini
17. Takdir
18. malam ini
19. hemmmm
20. Terlalu cepat
21. Bahagia ku bersamamu
22. suaramu mengubah pagiku
23. terimakasih untuk hari ini
24. Belajar mencintaimu
25. in sya allah
26. ku turuti kemauanmu
27. Gosip yang beredar
28. Undangan
pemberitahuan
29. hari yang ku tunggu
30. Maafkan aku
31 .Kegelisahan
32. ada apa ini
33. ikhlasku adalah bahagiamu
34. Ujian
35. membaik
36. 3 bulan
37. kejutan dan air mata
39. Siapa?
40. Dimana?
41. Alhamduliah
42. Terimakasih ya Allah
43. Rencana
44. Hari pertama
45. hari keberikutnya
46. Tinggal sehari lagi
47. kejutan
pengumumn

38. Semoga senyum ini abadi

637 33 1
By riskiamelia143

Siang yang begitu terik, dan malam yang begitu dingin. Terdengar suara lantunan kitab suci Al Qur'an yang di baca dengan begitu indah. Tak sangka dengan lantunan ayat ayat Al Qur'an yang di bacakan oleh Iwan mampu membuat hati siapa saja yang mendengar akan merasakan ketenangan hati.

Baru 25 menit Iwan membaca kitab suci Al Qur'an terdengar dering telpon dari hpnya.

"Shadaqallahul-'adzim" Lirihnya sambil menutup kitab suci Al Qur'an tersebut, kini tangannya meraih Hp yg sedari tadi berdering.

Terlihat jelas nama orang yang menelponnya di malam malam seperti ini.

"Assalamu'alaikum" Ucap Iwan

" ********** "

"InsyaAllah, akan ku usahakan" Katanya yang sedari tadi di perhatikan oleh Lia Stefia

" ********* "

"iya, Wa'alaikumusalam" Ucapnya sambil mematikan telpon dan menaruhnya di tempat semula.

"Sayang" Pangil Lia dengan nada yang begitu lembut

"Iya, ada apa Humairahku" Jawabnya yang kini mentap istrinya itu dengan senyum

"Siapa yang nelpon" Tanyanya dengan wajah yang begitu penasaran

"Oh tadi Yudha yang nelpon" Jawabnya dengan sedikit ketus ketika mengucapkan nama Yudha, hehehehe masih ada cemburu kali ya, makanya kaya gitu.

"Oh, Emang ada urusan apa?" Tanyanya lagi

"Katanya dua hari lagi dia mau balik ke Jepang, Jadi dia besok ngundang kita buat makan bareng" Jelasnya

"Terus, besok kita kesana" Tanyanya lagi yang di balas senyum oleh Iwan

"InsyaAllah ya sayang ya, kalo aku masih ada umur" Ujarnya yang membuat Lia langsung menutup mulut suaminya itu

"Ngomong apa sih, jangan ngaco, kalo misalkan ada malaikat lewat terus ngaminin gimana" Ujar Lia yang kini membulatkan matanya

"Heheheh iya sayang iya, maaf cuma becanda doang" Ujar Iwan yang kini memeluk istrinya itu

"Becanda nggak kayak gitu juga kali" Ucapnya yang kini mulai terlihat marah

"Adududuh, Bidadari ku ngambek lagi, Ya allah Tolong bantu aku meluluhkan hati bidadari yang kini ada di hadapanku Ya Allah. Dia terlalu manis untuk memonyongkan bibirnya seperti bebek" Ucap Iwan yang kini mendapat cubitan dari Lia

"Apaan sih sayang seneng banget nyubit nyubit aku" Ujar Iwan yang hanya di balas dengan wajah kecut

"Kalo nggak senyum aku cium nih" Ujar Iwan yang kini wajahnya mulai mendekat

"Apaan sih modus banget" Ujar lia yang kini mendorong suaminya itu ke atas kasur

"Heee kok main kekerasan" Ujar Iwan yang kini bangkit dari rebahnya.

"Mas sini deh nunduk dong" Pinta Lia kepada suaminya itu.

Pluk, satu ciuman tepat mendarat di bibir suaminya itu, yang sontak membuat Iwan diam membeku dan Lia yang ketawa dengan puasnya.

"Hahahaha, jadi batu mas" tanyanya pada suaminya itu

"Kamu yaaaa, nyolonh star duluan" Ujar Iwan yang kini mulai menarik tubuh istrinya itu

"Astaga mas, sakit" Ujar Lia yang spontan membuat Iwan melepaskan gengaman tangannya "Tapi boong" lanjutnya sambil pergi menjauh dari suaminya itu

"Lia Stefiaaaaa" Pangil Iwan dengan nada gemas

"Iya Iwan Dinarwannnnnn" Sahutnya yang kini pergi keluar, dan di kejar oleh suaminya itu. Layakanya seorang anak kecil yang tengah bermain seperti itulah gambaran mereka sekarang.

"Awas kalo misalkan aku bisa nangkep, nggak bakal aku lepas lagi" Ujar Iwan yang kini mulai mempertibangkan Taktik untuk menangkap istrinya itu

"Tangkap aja kalo bisa" Ujar lia yang seolah menantang suaminya itu

"Aduh, yaaaa" Ucap Iwan yang kini menjatuhkan badannya ke lantai. Sontak membuat Lia langsung menghampiri suaminya itu.

"Hehehehe dapettt" Ujar Iwan yang kini memeluk istrinya itu

"Lepassinnn" Teriak Lia

"Ngak mauuu" Ujar Iwan yang kini mengendong istrinya itu kekamar

"Turuninnnnnnn akuuuuuuu" Ucapnya yang mencubit hidung suaminya itu Tapi tak di respon. Hingga sampai mereka di kamar, Iwan merebahkan tubuh istrinya itu secara halus, sebenarnya ingin saja ia langsung menjatuhkannya tapi ia ingat, saat ini bukan hanya Lia yg ada namun juga calon anak mereka yang kimi tengah di kandung oleh Lia Stefia, seorang bidadari tak bersayap yang dikirm Tuhan kenapa Iwan Dinarwan.

"Heeeee mau ngapain" Ujar Lia yang bingung dengan tatapmata suaminya itu

"Mauuuuu.........." ujarnya yang mengantung kalimatnya, dan tiba tiba saja ia mengelitik tubuh istrinya itu.

"Hahahahahha, udah ahhh udahhh" Mohon Lia pada suaminya yang seolah tak mendengarkan ucapannya

"Rasakan ini" Ujar Iwan yang seertinya sedang balas dendam

"Hahaha......... udah......... aaaaaa cukup......., iwannnnnn......... aku cape tau udahhh" ucapnya yang terpengal pengal

"Ngak mau" Ujarnya yang Kini malah di balas Lia dengan tarikan yang begitu kuat entahlah dia dapat energi dari mana, yang pasti tarikan itu membuat Iwan jatuh tepat di sebelahnya.

"Gantiaannn sekarang rasakan ini" Kata Lia sambil ketawa

"Berani kamu yaa" Ucap Iwan yang menghasilkan tawa

"Aaaaaa lepasinnn" Ujar Lia yang terus saja mendapat serangan dari suaminya itu, memang benar kekuatan laki laki jauh lebih besar, wkwkwkwk contohnya aja Lia nggak bisa nahankannn.

********

Selesai permainan mereka kini keduanua terlihat lelah, Lia yang merebahkan tubuhnya di kasurnya, Dan Iwan yang tengah memandang wajah istrinya itu dengan penuh opini nakal di kepalanya.

"Udah ya mas, aku cape" Ujar lia yang ngos ngosan dengan senyum indah yang terukir di bibir merahnya

"Iya Aku nggak nakal lagi janji deh" Ucapnya sambil mengacungkan dua jarinya, layaknua seperti anak kecil

"Mas, aku haus" Ucapnya yang begitu manja pada suaminya

"Iya tunggu bentar ya aku ambilin minum buat kamu" Kata Iwan ada istrinya itu

"Makasih sayang" Ujar lia dengan senyumnya

"Iya Humairahku" Ucapnya

***********

Malam telah di gantikan oleh pagi yang kini memancarkan sinarnya dengan udara yang begitu sejuk di Pagi ini. Kini Iwan tengah mandi, dan Lia sudah selesai mengurus pakaian dan perlengakapan suaminya itu. Kini ia meneruskan pekerjaannya untuk pergi kedapur dan membuat sarapan untuk laki laki yang setiap harinya tak pernah absen membuat senyum di wajah Lia Stefia.

Sosok Iwan Dinarwan dalam Kehidupan Lia Stefia bagaikan sebuah warna baru yang menambah warna warni kehidupannya, di tambah lagi dengan hadiah yang di berikan Tuhan untuk mereka berdua, seorang bayi yang dititipkan di rahimnya.

"Sayang" Panggil Iwan dari dalam kamarnya

"Iya, tunggu sebentar" Ujar Lia yang bergegas pergi kekamarnya itu

"Ya, dasi aku mana" Tanyanya

"Loh kan udah aku taruh di sebelah bajunya tadi" Sahutnya

"Eh udah ketemu" Ujarnya

"Hemm, tadi beneran nggak ketemu apa cuma boong" ujar Lia yang kini memasangkan dasi suaminya itu

"Muachhhh...." Satu ciuman melayang tepat di dahi istrinya itu

"Masya'allah" ucap Lia

"Gitu doang responya" Tanya nya

"Ya terus gimana" Tanya balik Lia ada Iwan

"Biasanya ngomel" Ujar Iwan

"Aku cape buat ngomelin kamu, tapi kok kamu nggak cape ya aku omelin" Ujar Lia

"Ya enggak lah kan pas izab kobul aku terima nikahnya, kawinya, ceretnya, bawelnya, cemburunya, omelannya, nakalnya, ngesilnya, Lia Stefia binti sulaiman....." Belum selesai Iwan dengan ucapannya kini mulutnya di tutup oleh Lia

"Udah udah becanda udah yaa, sekarang kita sarapan oke" Ujarnya yang kini menarik tangan suaminya itu

"Sayang" ucapnya yang kini berjalan di belakanh istrinya dengan menopangkan kepalanya di pundak Lia

"Kenapa sayang" Ujar Lia yang merespon sambil mengelus kepala suaminya itu

"Tumben nggak ngomell" ujarnya

"Astagfirullah, aneh kamu ya" ucapnya yang kini memalingkan tubuhnya menghadap suaminya sambil memegang wajah suaminya itu dan menatap matanya

"Kamu kalo lagi ngambek, lagi marah marah, lagi kesel, lucu tauuu" ucapnya

"Udah ah, aku lagi males becanda" Ujar Lia yang kini memainkan wajah suaminya itu

"Aaaaaaaaaaaaa....... huaaaaaa....heeeeeeeee......huuuuuuu.. syalalaa........." Ucap Iwan yang seperti anak kecil

"Astagfirullah kamu kenapa sih, habis mimpi apa tadi malam kok kaya anak kecil" Tanyanya

"Mimpi kamu meluk akuuu" Ucapnya bohong

"Bohong dosa tau" Ujar Lia yang memalingkan wajahnya

"Peka kek dikit" gerutu
Iwan dengan suara yang sangat kecil, namun terdengar oleh Lia

"Adududuhhhh...... yang minta di sayang yang minta di manjaaaaa" Ujar Lia yang kini berdiri dan mendekat ke kursi suaminya itu.

Iwan hanya asik dengan makannya, dan Lia yang memeluk suaminya dari belakang. " Sekarang mau apa sayangku" Ujar Lia yang mencium pipi kiri suaminya itu, "Oh iya ini kopinya udah aku bikin loh, minum dong" ujarnya sambil menyodorkan gelas kopi itu ke mulut suaminya, namun pelukannya belum juga lepas " Eh sayang, pas minum jangan lupa tatap aku yaaa, biar kopinya serasa kaya air gula, manis manis gituuu" Ujar Lia yang hanya di respon senyum oleh suaminya. "Aku ikut kekantor yaaaa, aku bosan di rumah sendirian, hari ini bibi nggak masuk jugakan kan aku jadi sendirian di rumah, aku ikut ya sayang" Ucap Lia yang kini mendapat respon dari suaminta itu.

"Iya sayang iyaaaa" jawabnya yang kini menangkap salah satu tangan istrinya itu dan mencium punggung tangan istrinya "Sekarang duduk, sarapan dulu" Ujar Iwan yang beranjak pergi dari meja makan

"Loh kemana" Tanya Lia

"Tunggu di situ dulu" Ujar Iwan, tak lama Iwan kembali dengan segelas susu di tangannya "Minum susunya dulu, biar dedenya sehat" ujar Iwan

"Aaaaaaa aku nggak suka susu" Ujar Lia yang menolak dengan wajah kecutnya

"Sayang ini demi kamu sama dede loh, sekarang turunin dulu ego kamu demi debay yang ada di perut kamu" Ujar Iwan sambil mengelus perut istrinya itu

Namun kembali lagi Lia menatap wajah suaminya dengan binar binar mata seperti memelas, dan wajah yang begitu memprihatikan, ini sebenarnya sudah biasa sih, Lia stefia itu paling benci sama yang namanya susu, cium baunya aja dia enek apa lagi buat minum, semuanya kepaksa demi debay, dan Iwan.

"Sayang" Ujar Iwan

"Iya" Sahutnya sambil meminum susu itu dengan keterpaksaan, namun ciuman Iwan yang mendarat du dahi Lia seakan memberikannya kekuatan untuk lekas menghabiskan susu itu yang sebenarnya bikin dia enek.

"Ih mamanya pinter loh deee, mamah sekarang minum susunya abis loh deee" Ucap Iwan yang kini duduk di bawah seolah berbicara dengan debay yang ada di perut Lia

"deee, adeee tau nggak kalo papah, seneng banget modus sama mamah, Mamah minum susu aja di cium cium de" ujar Lia yang kini mentap suaminya itu

"Bilang aja seneng" Ujar Iwan

"Mas" Katanya

"Kenapa" tanya Iwan

"Kata debay, kayanya debay cemburu deh, soalnya papahnya cium ciumin mama mulu" Ucap Lia yang menghasilkan decik tawa natara mereka

"Ouhhh debaynya cemburu sini biar papa cium" Ujar Iwan "De, mamah sekarang pinter ya boongnya" Ujar iwan yang mencubit pipi istrinya itu.

"Udah ahh ayo sekarang berangkat entar telat loh" Ujar Lia yang membuat Iwan bergegas mengambil kunci mobilnya.

*********

Sesampainya di kantor seperti biasa mata mereka tertuju kepada Iwan dan Lia, yang terlihat begitu bahagia. Canda tawa mereka seakan menadakan kebahagiaan yang kini tengah mereka rasakan, gengaman erat tangan mereka, dan cubitan manja dari Iwan ke pipi Lia seakan mengambarkan, kehidupan rumah tangga mereka yang begitu harmonis.
Banya Karyawan yang iri akan keromantisan mereka, namun tak banyak juga yang nyinyir terhadap sosok Lia Stefia. Namun mereka berdua seolah sudah biasa akan hal itu.

Heheheheh aku baru update, maaf ya buat keterlambatannya, makasih buat votement dari kalian yang ngasih aku semangat buat terus lanjutin ceritanya, makasih juga buat masuka masukan kalian yang sangat berarti buat tulisan aku, jangan lupa buat votement terus ya biar aku tambah semangat buat nulisnya. Makasih maksih banget buat kalian yang setia buat baca cerita aku. makasih buat kalian yang ngeluangin waktu buat vote sama comment cerita ini. jangan lupa buat terus votement 😄 Karna satu votement dari kalian sangat berharga untukku





Continue Reading

You'll Also Like

219K 12.3K 24
tentang christy yang merupakan anak baru disekolah elit di jakarta menemukan orang yang dia harapkan selama ini tetapi disaat dia sudah bahagia ada a...
11.4K 617 10
Han seo ha, gadis yang berumur 17 tahun, dan sekarang sedang duduk di bangku SMA kelas 12. kelas seo ha, merupakan kelas yang kompak dan ceria. namun...
62.1K 4.2K 22
gabut doang gess hahaha
Wattpad App - Unlock exclusive features