[1] MBGF [End]

By Nanaanggn_

98.9K 2.8K 549

Judul : My Bad GirlFriend [PART BELUM PERNAH DI REVISI] Sebuah kisah perjalanan hidup dari seorang Dilfania... More

Pengenalan 1
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Pengenalan 2
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Bukan Update (Special Hari Raya🎉)
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Tanya tanya?
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Baca Aja!
Part 39
Part 40.1
Part 40.2
Part 41.1
Part 41.2
Part 42.1
Part 42.2
Part 43.1
Part 43.2
SPESIAL PART ; INSTAGRAM UPDATE
Part 44.1
Part 44.2
Part 45.1
Part 45.2
Part 46.1
Part 46.2
Part 47.1
Part 47.2
SPECIAL PART ; FANIA STORY
Part 48 (End)
EXTRA PART
EXTRA PART
EXTRA PART (last)
What's the Next?
SQUEL

Part 24

1.6K 51 1
By Nanaanggn_

Playboy itu bukan hanya sekedar hoby, melainkan untuk mencari jati diri

Aldrino Kevin Sander💕

--------------------

Pagi ini adalah rekor terbaru dimana fania bangun tanpa harus menunggu diteriakin namanya terlebih dahulu. Setelah mandi dan memakai seragamnya tanpa aksesoris, Fania memoleskan bedak bayi dan menguncir kuda rambutnya, tak lupa juga memoleskan lip blam ke bibirnya yang sudah pink alami. Fania melangkahkan kalinya ke bawah. Dengan langkah gontai Fania berjalan menuruni tangga

"YUHUUUU EVERY BODY FANIA DATANG" teriak Fania melengking membuat seisi ruang makan menoleh serempak kearahnya

"Adek" tegur papi fania

"Hehe" fania hanya cengengesan kemuadian duduk disamping Rino

Semua makan dengan khidmad, sampai suara Reren-mami fania membuat fania mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk mengaduk susu coklat yang masih mengepulkan asap

"Revan nanti berangkat bareng Rino atau mau jemput adiknya nih?" tanya Reren bermaksud menggoda membuat fania kaget

'Ha Revan. Disini?' batin fania melotot menatap Revan yang juga sedang menatap dirinya

"Ya jelas jemput adek lah mi, gitu aja pakek nanya" sahut Jordy ikut menggoda anak gadisnya

"Hehe kalau bisa sih opsi yang kedua tan" jawab Revan yang baru saja datang tersenyum kikuk

"Apaan sih Mi Pi, Asya berangkat sendiri aja" elak fania

"Ah elah gaya lo pakek nolak segala, padahal mah dalam hati seneng banget tuh" ujar Rino mengejek

'Yaiyalah seneng, Eh apaan dah gue ini' ucap fania membatin

"Idih amit amit" elak fania padahal dari tadi jantungnya udah diskoan didalem

"Udah udah sana pada berangkat, Asya berangkat bareng Revan aja. Gausah nolak atau uang bulan ini gak mami kasih" ancam Reren yang sukses membuat fania tidak mempunyai pilihan lain

Dengan langkah malas, Fania berjalan keluar mansion dengan menghentakkan kakinya disusul Revan dan Rino dibelakangnya setelah berpamitan.

"Nih pakek" kata Revan menyerahkan helm kepada Fania

Setelah memakai helm Fania langsung naik ke jok belakang dengan anteng

"Pegangan dong fan mau ngrebut nih" ujar Revan berniat modus

"Udah cepetan deh, gausah modus" balas fania memukul punggung Revan

Fania yang masih belum siap pun nyaris saja terjungkal kebelakang Saat Revan dengan sengaja mengegas motornya dengan kencang, reflek fania langsung memeluk Revan dengan erat membuat Revan tersenyum miring dibalik helm full facenya

***
Selama diperjalanan, fania lebih memilih untuk diam daripada menanggapi Revan yang mengoceh tidak jelas. Saat berhenti di lampu merah, tak sengaja fania melihat Rendy berada tepat disampingnya sedang menatap dirinya dengan tatapan sulit diartikan

"Eh fan, nanti jalan yuk pulang sekolah"

"Fan, nanti makan bareng yah dikantin"

"Oh, atau lo mau gue yang jemput di kelas lo?"

"Fan"

"Ih Fania"

Revan yang sedari tadi bicara merasa tidak ada yang menjawab pun menoleh kesamping belakang dan menemukan fania yang masih diem sambil melihat keatas samping kanan. Penasaran Revan akhirnya mengkikuti arah pandang fania

"Lo" geram Revan sambil menunjuk Rendy dengan tangannya

"Yoi, apakabar bro? Lama gak ketemu. Jangan lupa lusa di tempat biasa" ujar Rendy dengan nada meremehkan

Belum sempat Revan menjawab, lampu sudah berganti warna menjadi hijau membuat ia mengurungkan niatnya sebelum do teriakin pengguna jalan lain. Buru buru Revan mengegas motornya menuju sekolah

Setelah hampir 30 menit menempuh perjalanan, akhirnya Revan dan Fania tiba disekolah. Seluruh pandangan kini tertuju ke arah mereka. Banyak diantara mereka yang mengira bahwa mereka sudah jadian. Fania sendiri cuek menanggapinya berbeda dengan Revan yang menjawabnya dengan anggukan disertai senyuman lebar

***
Sesuai dengan ucapnya, Revan sudah stay didepan kelas Fania padahal bel istirahat masih kurang 5 menit lagi

Revan bersandar didinding dengan ke-dua tangan yang dimasuk kan kedalam saku celananya membuat ia terkesan cool. Tak lama bel istirahat berbunyi, para siswa/i behamburan keluar kelas menuju kantin

Fania yang baru saja keluar kelas bersama ke-dua sahabatnya dibuat kaget akan kehadiran Revan dkk yang ada didepan kelasnya

"Ngapain lo kesini?" tanya fania bingung

"Lha suka suka gue lah, emang ini kelas lo" jawab Revan sewot

"Emang kelas gue bego" jawab fania datar

"Eh hehe Iya ya" cengir Revan

"Ngapin sih lo kesini segala"

"Lah selow dong, orang gue bukan mau ketemu sama lo kok, mau ketemu Meldi. Jadi gausah GR deh" ujar Revan bermaksud mengerjai fania. Meldi yang Revan maksud adalah sekertaris dikelas fania yang memiliki body bagus dan wajah cantik

"Oh yaudah" balas fania ketus melangkah pergi menuju kantin

'Bodoh banget sih, ngapain juga gue berharap dia nyamperin gue. Sadar woi sadar' batin fania kesal

Revan yang melihat Fania kesal terkekeh geli, berarti itu menunjukan bahwa Fania juga memiliki rasa kepadanya. Segera, Revan menyusul fania kekantin

***
Berita kedekatan Fania dan Revan langsung tersebar keseluruh penjuru sekolah. Foto Revan dan Fania yang berangkat bersama tadi sudah tersebar di akun gosip SHS

Revan dkk menghampiri fania dan para sahabatnya. Revan langsung mengambil pisisi duduk disamping kanan dan Rino disamping kiri

Saat sedang asik makan, ada seseorang yang datang ke meja fania dan langsung menggebrak meja

Brakk

Semua mata langsung tertuju kearah meja fania. Fania dan Revan dkk serempak mendongak melihat siapa yang baru saja menggebrak mejanya

"Apaan sih lo main gebrak aja" sewot Maudhi

"Santai dong neng" ujar Ardho

"Heh lo cewek sok segalanya. Apa yang udah lo lakuin ke keluarganya gue ha?" teriak cewek tadi sambil menunjuk Fania

"Apaan sih maksud lo" bingung Rino

"Lo tuh ngapain dateng dateng langsung teriak gak jelas" ucap Revan kesal

"Diem lo semua. Heh jawab lo" bentak cewek tadi menjambak rambut Fania. Fania masih asik makan tanpa memperdulikan cewek tadi

"Lepas gak" teriak Maudhi membantu fania

Para antek-antek cewek tadi dengan sigab langsung menyerang Ata dan Maudhi. Alhasil terjadi aksi jambak jambakan

Para cowok yang berusaha untuk membantumya pun kewalahan. Fania berdiri menatap cewek dihadapanya dengan datar

"Mau apa lo" tanya fania datar

"Lo buat apa sampai perusahaan bokap gue jadi hancur ha?" bentak cewek tadi dengan nafas mengebu gebu

"Oh itu, bagus lah kalau emang udah hancur. Lagian siapa suruh bokap lo korupsi segala" balas fania santai

"Lo tuh siapa sih sebenernya ha? Beraninya buat keluarga gue bangkrut?" bentaknya penuh emosi

"Lo mau tahu siapa gue sebenernya?" jawab fania menatap cewek tadi sekilas

"Kenalin, gue Dilfania Anastasya Sander putri tunggal keluarga Sander" ucap fania memperkenalkan diri membuat seisi kantin tercengang mendengarnya

"Haha orang miskin kaya lo gausah ngada ngada. Ngimpi lo jadi bagian keluarga Sander" ujarnya meremehkan

"Dia emang adik kandung gue. Mau apa lo" sahut Rino yang lagi lagi membuat seisi kantin kaget

"Ap apaan sih, gausah belain dia deh" jawabnya gemetaran

"Angel lo tuh gak denger apa tadi Fania dan Rino bilang apa? Kurang jelas lagi ha" tambah Revan. Ya cewek tadi adalah Angel beserta antek-anteknya

"Lo kamu kok belain dia sih beb" ujarnya dibuat manja

"Najis" cibir Maudhi

"Angel, lo udah salah cari lawan. Oke mungkin kemaren gue diem aja lo ngancem gue, bahkan lo juga udah ngeroyok gue. Tapi lo gak mau nyerah juga buat gangguin gue. Lo nyuruh gue buat jauhin Revan tapi Revan sendiri yang deketin gue, jadi salah gue dimana coba" ujar fania

"FANIAAA" teriakan itu menarik perhatian semua orang. Tak lama datanglah segerombolan cewek dengan langkah tergesa dan muka yang terlihat sangat emosi

"Yes, It's me" jawab fania lantang

"Apa yang lo buat ha" teriak leader dari mereka ber empat

"Emang gue ngapain sih, kok pada marah marah gitu sama gue" balas fania pura pura gak ngerti

"Lo pada ngapin sih kesini" heran Rino melihat sebagian jajaran mantannya menyerbu fania

"Rino masa dia itu kemarin ngancem aku buat jauhin kamu" adu Amel yang sudah jelas bohong

"Dih ngarang banget sih lo" cibir Fania

"Fania gue mohon, jangan bikin perusahaan bokap gue bangkrut" pinta Reva memelas

"Iya fan, kita minta maaf udah ngeroyok lo kemaren" tambah Raya

"Fania, gue mohon jangan bawa bawa perusahaan bokap gue" ujar Chika

"Iya fan, kita janji gak akan ganggu lo lagi" ucap Dinda diangguki semuanya kecuali Angel dan Amel

"Gue maafin kalian, tapi kalau masalah perusahaan bokap lo pada gue gak bisa jamin. Tapi kalau mereka terbukti gak korupsi gue bakalan balikin kaya semula" jawab fania membuat mereka dapat sedikit bernafas lega walaupun hanya sedikit

Semua orang disana termasuk para sahabat fania dan Revan dkk dibuat binggung dengan apa yang fania perbuat. Bayangkan 5 dari 7 orang itu memohon untuk sesuatu yang sama sekali mereka gak ngerti dan 2 diantaranya juga memperdebatkan masalah yang serupa

"Heh apa yang udah lo lakuin ke perusahaan mereka ha? Dasar wanita sialan"

Plakk

Keadaan hening setelah Amel dengan sekuat tenaga menampar pipi fania hinga ujung bibirnya mengeluarkan darah. Bunyi yang dihasilkan begitu keras membuat mereka ngilu akan rasanya

Fania sendiri hanya tersenyum tanpa membalas, ia duduk dimeja kantin dengan tangan ditaruh didepan dada. Ia memandangi Amel dan Angel secara bergantian kemuadian tersenyum

"Lo, berani beraninya lo nampar fania hah?" bentak Maudhi ingin membalas tapi dicegah oleh Fania dengan mengangkat tangannya

"Ngapain lo senyum senyum? Gila" teriak Angel yang sudah geram melihat Fania terlalu santai menanggapi masalah ini

"Emang dasarnya pereman pasar, ditampar malah senyum" geram Angel. Sedangkan para antek-anteknya dan juga Amel sudah pergi menjauh tidak mau ikut campur

Plakk

Setelah pipi kiri ditampar Amel, sekarang pipi kanan fania juga ditampar Angel dengan sangat keras membuat fania sampai tertoleh kesamping. Ke-dua pipi Fania sudah memerah rata tapi Fania masih saja diam dan tersenyum manis oh ralat senyum seorang iblis

"Jawab bngst" bentak Angel marah menjambak rambut Fania kasar

"Don't touch me" bentak fania dengan tatapan tajam membuat nyali Angel ciut dan langsung melepaskan jambakannya

'Aduh auto perang beneran ini mah jadinya' -Rino

'Bentar lagi setan nya keluar nih' -Maudhi dan Ata

'Kok gue jadi merinding gini ya' -Revan

'Anjir, Serem juga ni anak' -Ardhi dan Ardho

Fania berjalan mendekat dengan tatapan tajam membuat keadaan seisi kantin mencekam. Ia berdiri tepat didepan Angel dan Amel dengan tatapan menusuk

"Lo mau tau apa aja yang gue lakuin ke perusahaan bokap lo semua? Asal lo tau bokap lo itu udah korupsi. Bokap lo Angel korupsi untuk memanjakan para jalangnya dan menghidupi kehidupan mewah lo, dan lo Amel bokap lo terbukti menggelapkan dana perusahaan sekitar 6 Triliun. Masih untung gue cuma buat perusahaan bokap lo pada bangkrut tapi enggak memenjarakan nya. Tapi melihat kelakuan lo yang kaya gini membuat gue berubah pikiran" ujar fania yang lagi lagi membuat kaget semua orang

Amel dan Angel yang merasa tersudutkan pun hanya bisa diam. Sampai ucapan mereka memancing jiwa iblis dalam tubuh Fania keluar

"Alah lo tuh gausah banyak gaya, cih katanya anak keluarga Sander tapi kelakuannya kaya preman pasar. Gue kalau jadi nyokap bokap lo tuh malu banget rasanya. Oh gue lupa selama ini kan lo gak pernah ada diantara mereka, berarti lo tuh sebenernya gak dianggap ada oleh mereka. Haha miris banget sih nasib lo" ucapan Amel memancing emosi fania. Tanpa menunggu lama sebuah bogeman mendarat sempurna diwajah cantik nya dengan indah

Bugh

"Jangan bawa orang tua gue" desis Fania tajam

"Kenapa? Kan emang bener ucapan dia kalau lo itu gak dianggep ada" ucap Angel yang memperkeruh keadaan "Atau mungkin lo itu cuma anak angkat makanya lo diungsikan oleh keluarga lo?"

Plakk

Bugh

Bugh

Plakk

Bugh

Plakk

Pukulan dan tinjuan fania layangkan secara bergantian ke Amel dan Angel membuat keduanya tersungkur kelantai dengan kondisi yang parah. Tak ada yang berani memisahkannya karena Fania tampak sangat menyeramkan saat marah

Fania menginjak tangan Angel dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi patahan

Kretek

"ARKHHH" teriak Angel kesakitan

Tak cukup sampai disitu, Fania juga menginjak punggung Amel hinga menyebabkan tulang nya juga patah

Kretek

"Argh" erang tertahan karena punggungnya diinjak dengan sangat kuat

"Gue ingetin gausah cari masalah lagi sama gue, keluarga gue atupun sahabat gue. Gue masih berbaik hati sekarang, tapi enggak buat besok atau------" sengaja fania menggantung ucapannya membuat Amel dan Angel menatapnya was was dengan keringat dengin yang jatuh bercucuran

"I will kill you"

*****

Bonus pict-nya Rendy👆
.
.
.
Hay update lagi yak
Part ini lumayan panjang, jangan bosen ya baca nya...

Oke udah segitu aja
Selamat menunaikan ibadah puasa🙏

Next!

Continue Reading

You'll Also Like

3.3M 99.1K 65
⚠⚠PLAGIAT DILARANG MENDEKAT⚠⚠ (SUDAH PERNAH TERBIT) (TERSEDIA VERSI PDF) Berawal dari pertemuan yang tidak disengaja dengan cowok bertubuh jakung na...
339K 11.2K 45
⚠️SEBELUM BACA WAJIB FOLLOW!!⚠️ BIG NO PLAGIAT! Seorang gadis yang mempunyai banyak rahasia, yang ia sembunyikan rapat rapat dari seorang pria yang m...
16K 532 56
Antaressa TAMAT [TELAH DIREVISI] "Berjuanglah untuk hidupmu, meskipun tak ada yang mau memperjuangkanmu." - Ressa Ini tentang Reva Antaressa. Dijuluk...
226K 13.8K 34
Highest rank : #761 of 145k in teenfict [16/01/2021] #192 of 20,5k in bad girl [19/04/20] #178 of 36,6k in Indonesia [25/01/2021] #101 of 14,3k in co...
Wattpad App - Unlock exclusive features