ENDLESS

By ceritaabtb

60 8 0

"Lo bisa gak sih gak usah ngikutin gue terus?! Gue tuh risih tau gak?!". Cia berteriak setengah frustasi. "Ga... More

•Murid Baru•

59 8 0
By ceritaabtb


Kita adalah ketidaksengajaan yang telah diatur dengan baik oleh Tuhan

•••

Suasana di Global School pagi ini sangat ramai. Guru rapat dan semua kelas ditidakadakan tugas. Surga kan? Semua murid tanpa terkecuali pasti sangat antusias kalau sudah menyangkut hal ini. Hanya murid-murid dengan otak diatas rata-rata saja yang mungkin benci kata Free Class.

"WOY KANTIN KUY! KAPAN LAGI BAKAL KAYA GINI. SANS AJA YAELAH BELAJAR MAH BISA DIMANA AJA. YE GAK????". Teriak Reksa, si ketua kelas terhormat dikelas 12 Ips 3.

"Halah sok iye, lo tiap izin ke toilet juga pasti larinya ke kantin". Celetuk Adnan seraya melempar gulungan kertas kearah Reksa. Reksa melotot tidak terima. "Apa?! Gak usah munafik lo tapir".

"LO MAH BUKA KARTU AJA SIH, MALES AH GAK ASIK. GAK USAH TEMENIN ADNAN WOY GAK USAH TEMENIN". Hasut Reksa kepada seluruh penghuni kelas.

"Ye tai". Adnan memutar bola mata jengah.

Sementara disisi lain. Cia, Caca, Mysha, dan Kezi mendatarkan raut wajah.

Bisa struk kalo tiap hari gini mah!

Pasalnya, setiap pagi. Catat setiap pagi Reksa dan Adnan selalu beradu mulut. Padahal hanya memperdebatkan hal-hal yang tidak berfaedah. Tapi tetap saja, yang namanya ReksAdnan itu tidak pernah kehabisan topik untuk berbacot ria.

"Eh eh, lo pada tau gak? Kata gosip anak kelas sebelah, bakalan ada murid baru di GS". Ucap Mysha.

"Serius? Cowok atau cewek? Kalo cowok ganteng gak? Kalo ganteng boleh lah gue jadiin cemceman". Celetuk Kezi.

Mysha menoyor kepala Kezi, "Yeee, anak kecil gak boleh camcemcamceman. Belom baligh".

"Ih, gue udah gede tau!". Kezi menyungut sebal.

"Iyain aja, kasian". Ucap Mysha seraya merotasikan gerak matanya.

"Eh tapi biasanya, dinovel-novel yang sering gue baca. Kalo cowok pasti ganteng, terus nanti jadi terkenal karena ngelakuin suatu kejadian gitu. Cewek juga sama". Ujar Caca.

"Yeu dasar korban". Celetuk Cia.

"Gak papa sih, daripada jadi korban PHP". Sindir Caca.

Mysha yang merasa tersindir langsung berdeham keras, "Ekhem, gue sih udah gak peduli sama dia".

"Udah gak peduli Sha? Lah kemaren tengah malem dateng kerumah gue matanya sembab emang habis ngapain?". Tanya Kezi.

"Em anu itu kecolok garpu". Elak Mysha.

Cia tertawa keras, "Nyari alesan pinteran dikit dong, kecolok garpu mah mata lo udah buta".

Mysha meringis nanar, benar-benar asam mukanya kali ini. 

"Besok buat film ah, judulnya gini 'Tengah Malam Mataku Sembab Akibat Tercolok Garpu' sapa tau ngetrend". Ucap Caca. Cia dan Kezi tertawa terbahak-bahak. Halah Kezi sok-sokan ketawa, emangnya dia paham apa?!-_

Cia, Caca, Mysha, Kezia. Empat orang gila yang mengaku bahwa dirinya waras. Mereka adalah kumpulan murid Taman Kanak Kanak dua belas tahun lalu, yang kini menjelma menjadi gadis-gadis dewasa dengan pemikiran berbeda-beda untuk menata hidupnya. Bagaimana bisa bertahan dua belas tahun lamanya? Alasannya, mereka punya cara tersendiri yang orang lain tidak mengerti. Asiap.

Cia tiba-tiba bangkit dari bangkunya seraya membawa paper bag kecil berwarna navy ditangannya.

"Cia mau kemana?". Tanya Kezi.

"Ke toilet, mau ganti itu". Jawab Cia.

"Ganti itu? Itu apa?". Cia hampir saja menggeplak kepala Kezi, seandainya ia tidak ingat bahwa Kezi itu lemotnya Naudzubillah.

"Pembalut". Cicit Cia pelan.

Kezi membulatkan mulutnya membentuk huruf "O" seraya menangguk-anggukan kepalanya.

Setelah berpamitan dengan tiga kunyuknya, Cia melangkah keluar kelas menuju toilet untuk berganti alat pencegah tamu bulanannya itu sebelum bocor tidak tahu tempat.

•••


"Aduhhh!!!!". Pekik Cia seraya jatuh terduduk dikoridor sekitaran kelas 12 Ipa. Rasa nyeri diperutnya akibat tamu sudah sangat mengganggu, ditambah karet gelang hasil jepretan orang kurang ajar mendarat sempurna diperutnya.

"Sorry Sorry, gue gak sengaja". Ucap seorang cowok sambil membantu Cia berdiri.

"Sorry banget, gak sengaja sumpah". Ucapnya lagi dengan wajah pias.

Cia melotot kearah cowok kurang ajar itu, "LAGIAN NGAPAIN SIH MAIN JEPRET-JEPRETAN SEGALA?! MKKB LO?!". Maki Cia. Aura singanya muncul sekarang.

"LO TAU KAN INI SEKOLAH? BANYAK MURID YANG LEWAT. APA MATA LO UDAH GANTI FUNGSI? JADI LO GAK LIAT ADA ORANG JALAN?!". Bentak Cia ganas.

"Gue tau, gue udah minta maaf karena gue gak sengaja. Nyolot banget heran". Cowok itu menggulung lengan almamaternya.

Sekilas, Cia memperhatikan penampilan cowok itu.

Almamater Hitam? Bukankah murid Global School memakai Almamater Hijau Army?

"Lo anak baru?". Tanya Cia refleks.

Cowok itu mengangkat kepalanya setelah berhasil menggulung lengan almamaternya setengah.

"Iya". Jawabnya kemudian.

"Cih, jadi ini anak baru yang digosipin Mysha tadi pagi? Astaga, yakali Global School salah nerima murid kaya gini". Batin Cia seraya meneliti penampilan cowok didepannya ini.

Cowok itu menatap Cia lekat, "Kenapa lo ngeliatin gue gitu? Gue ganteng? Pasti, Gue Manis? So pasti lah. Oh atau jangan-jangan lo naksir gue?". Cerocos cowok itu.

"Sinting lo". Cia memutar bola mata malas.

"Kenalan dulu dong. Gue Alvero Glen Mozio. Panggil aja Vero". Vero mengulurkan tangan, bermaksud meresmikan perkenalan. Namun, Cia malah berjalan melewatinya begitu saja.

Sombong amat!

Bukan begitu, tapi Cia rasa, berkenalan dengan cowok sinting itu tidak ada gunanya.

"HARI INI LO BOLEH NGEHINDAR. TAPI KALO KITA KETEMU LAGI GUE JAMIN LO GAK BAKAL BISA NGEHINDAR DARI GUE, JIJECIA". Teriak Varo.

Tunggu! Apa? Jijecia? Darimana dia tau nama Cia. Cia menghentikan langkahnya, berniat menoleh. Namun, belum sempat ia menoleh. Varo kembali bersuara.

"GAK PERLU KAGET GUE TAU NAMA LO DARIMANA. NAME TAG LO ADA KAN?". Cia merasa bodoh sendiri. Padahal jelas-jelas namanya terpampang jelas di Almamater kebanggaannya.

"GUE SARANIN LO KE TOILET YANG DEKET-DKET SINI AJA. SOALNYA NODA DIROK BELAKANG LO ITU GANGGU PEMANDANGAN". Teriak Vero, lagi.

Shit!

Cia tidak tahu harus berkata apalagi, mukanya sudah merah padam kali ini. Ia berjalan cepat menghindar dari cowok sinting itu. Beruntungnya koridor kelas Ipa tidak terlalu ramai. Cia masih bisa menyelamatkan harga dirinya, walau Vero telah menurun imagenya sedikit.

Dasar Tamu Bulanan gak tau diri!

•••

Tbc.

Vote + Comment dong biar gak ghostie wkwk

Ini masih part pertama, pasti belum ngefeel kan? Yaudah bantu Vomment aja cukup.

Thanks.

Next Chapter

Coming Soon

Salam:

Calon makmum Manurios

Continue Reading

You'll Also Like

38.7K 992 24
Aku tau kamu sibuk, tapi apa aku masih dianggap sebagai pacar kamu? "Aku tau kamu sibuk banget, saking sibuknya selama satu tahun kamu gak nanyain ka...
305 11 9
Cinta itu berasa seperti cuaca ada cinta seperti salju pabila salah satu nya tak peka ada kemarau jika salah seorang yang disukai menggandeng yang la...
6.8K 509 38
"Jadiin gue pacar lo!" Valen membeku dalam keterkejutannya. Menunduk dalam. "Maksud kamu?!" "Jadiin gue pacar lo, kalau itu bisa menebus rasa bersala...
2.9K 122 11
Kanaya yang baru saja masuk di dalam sekolah baru nya harus mencuci sepatu cowok yang tidak tau di mana ia letak akhlak nya,hanya karena terkena bola...
Wattpad App - Unlock exclusive features