NAY (TAMAT)

By Lunaneraaa

3.2M 128K 3.4K

Istilah benci jadi cinta memang benar adanya. Itu dirasakan sendiri oleh gadis cantik bernama Nay yang famous... More

Prolog|Kebencian Dimulai.
1. Si Cantik Yang Jutek.
2. Si Tampan Yang Urakan.
3. Good Boy And Bad Boy.
4. Pesona Sang Primadona.
CAST
5. Akal Dan Hati.
6. Ketika Orang Lain Mengetahui.
7. Peperangan.
8. Kedua Kalinya.
9. Siapa Pacar Revind?
10. Teror.
11. Peperangan Yang Sesungguhnya.
13. Trauma Yang Mendalam.
14. Kemarahan.
15. H-1 Camping.
16. Perjalanan.
17. Camping (1).
18. Camping (2).
19. Keributan.
20. Siapa Peneror Itu?
21. Kemarahan.
22. Permintaan Maaf.
23. Kita.
24. Rasa Yang Mulai Tumbuh.
25. Sisi Yang Baru Terlihat.
26. Roda Yang Baru Saja Berputar.
27. Mulai Terbiasa.
28. Jadi Sebenarnya Siapa?
29. Hari Berdarah.
30. Pergi Atau Menetap?
31. Mulai Menjauh.
32. Dugaan Yang Salah.
33. Tidak Suka.
34. Dua Kali.
35. Kesabaran.
36. Selesai.
37. Asing
38. Salah Faham.
39. Terungkap.
40. Akhir Cerita.
Extra Part.

12. Tolong..

68.7K 3.3K 320
By Lunaneraaa

Menatap langit-langit kamarku, tiba-tiba ada wajahmu disana, ada senyum yang melingkar, ada rindu yang tak sempat bertukar.

Matahari tidak pernah menangis meski ia sendirian, bintang-bintang tak pernah sedih meski ia tidak jadi satu-satunya.

Jadi, aku tanpamu. Tetap jadi aku yang seperti kemarin, meski ada sebagian yang luntur.. Dan hilang.

NAY|Story by: sulisftmtuzhh_

---


Nay berjalan menuju luar ruang rapat antara para guru dan anak Osis. Gadis itu berniat menuju kantin karna ingin membeli minum. Setelah sedikit berdebat mengenai masalah Camping minggu depan, tenggorokannya ternyata haus juga.

Tadi, mereka sempat membicarakan soal aturan yang akan ditetapkan diacara nanti. Mulai dari tidak boleh sendirian jika ingin kemana mana. Jika matahari sudah mulai gelap, tidak ada yang boleh keluar dari area Camping. Dan banyak lagi.

Nay membuka kulkas khusus minuman dan segera mengambil sebotol air mineral. Ia jarang sekali meminum-minuman sejenis teh atau isotonic, katanya sih lebih alami air mineral.

Sebelum membuka segel tutup minumannya, ia mengambil selembar uang pas dan memberikan kepada Ibu kantin.

“Makasih ya cantik..”

Nay mengangguk seraya tersenyum manis.

Saat sedang duduk dan baru menenggak air mineralnya, Nay merasakan sebuah tarikan dari tangannya, membuat air mineralnya bercipratan di meja kantin.

“Gila kali lo?” maki Nay langsung.

Seseorang yang menariknya ternyata Revind hanya menyahuti dengan cara menempelkan jari telunjuknya di depan bibir.

“Jangan berisik..” Revind berdesis pelan. Membuat Nay semakin kebingungan, ada apa sih sebenarnya?

“Apaansi?” Nay tidak mengerti.

Revind menoleh ke arah Nay, tiba-tiba lelaki itu memasang wajah bak orang yang meminta pertolongan. Tidak ada raut wajah datar bak triplek.

“Tolongin guee...,” ujar Revind.

Nay menoleh ke kanan dan kiri, tidak menemukan siapa-siapa. “Tolong? Tolongin dari apa? Kalo dari hukuman Bu Amor sih gak bisa, yang ada lo gue gantung langsung,” ujar Nay, gadis itu masih belum sadar jika tangannya masih dipegangi oleh Revind.

Revind menggeleng.. “Bukan–”

“Hai beby Revind..”

Revind langsung berdecak kesal, Lauren berdiri di depan mereka dengan gaya sok cantik. Memainkan rambutnya seolah-olah indah dilihat. Revind menoleh lagi ke arah Nay, mengkode agar Nay peka dengan apa yang dimaksud.

Sebenarnya sejak Lauren datang, Nay sudah peka, cuma tiba-tiba kok ia ingin mengisengi si ketua geng urakan itu ya?

“Heh! Siapa lo pegang-pegang tangan beby Revind gue?” tanya Lauren, ia ingin mendekat guna melepas tautan tangan Revind dan Nay, tapi langsung dihalangi Revind.

“Lo mau tau cewek gue?” ujar Revind.

Lauren mengangguk.

Revind merangkul Nay mendekat. Untung Nay tetap tenang dan tidak berkutik. “Nih, cewek gue..,” aku Revind.

Hening..

Hening..

Hening..

Prank!!

Nay maupun Revind langsung menoleh ke sumber suara. Ternyata sumber suara itu dari Bi Mawar yang sedang menyaksikan mereka sambil memegang piring, saking gemasnya mendengar percakapan mereka ia lempar piring itu dan berakhir seperti ini.

“ALHAMDULILLAH GUSTII! AKHIRNYA DEN REVIND YANG KASEP PISAN TEH PACARANNYA AMA NON NAY YANG GEULISSS PISAN JUGA! SEMOGA BERJODOH GUSTIII!” Bi Mawar berucap sambil bersikap seolah ia sedang sujud.

Nay hanya tertawa kecil melihatnya, berbeda dengan Lauren yang mukanya sudah sangat masam.

“Kita gak pacaran kok,” ujar Nay tiba-tiba.

Dari Revind, Lauren, maupun Bi Mawar langsung melongo kaget.

Nay melepas rangkulan Revind, membiarkan lelaki itu tegang terlebih dahulu. Terbukti, sekarang wajah Lauren sudah agak cerah kembali.

Revind sudah dag-dig-dug-der, saat melihat wajah Revind sudah pucat pasi. Nay mengambil sebelah tangan lelaki itu. Mendekatkan punggung tangan Revind ke wajahnya.

“Gak pacaran, cuma taaruf, nanti langsung nikah,” kata Nay, lalu kemudian gadis itu mencium punggung tangan Revind dan tersenyum manis.

Revind rasanya mau meninggal saja berada diposisi ini, tangan sebelahnya yang bebas, sudah keringetan, dan entah kenapa terasa kebas. Bahkan ia tidak sadar kenapa tiba-tiba ia jadi grogi.

Setelah melihat kejadian barusan, tanpa basa-basi Lauren langsung pergi dari sana sambil mengibaskan rambutnya sok cantik. Terbukti sekali cewek yang satu itu kesal parah.

Saat Lauren pergi, Revind langsung mengusap-usap dadanya. “Gila, meninggal ajalah gue kalo lo gak tau skandal ini,” kata Revind.

Nay tertawa. “Gue tau, sengaja mau buat lo tegang aja,” ujar Nay.

Revind refleks menoleh, mata lelaki itu menyipit tajam. “Oohh, jadi ini skandal lo..” Revind manggut-manggut.

“Emang kenapa? Lo gak liat ya muka lo tadi gimana? Kalo gue bawa hp sih, gue videoin,” kata Nay.

Revind terdiam sambil memikirkan sesuatu, berbeda dengan Nay yang tertawa-tawa kecil karna mengingat wajah pucat pasi nan berkeringat Revind yang tegang tadi.

Revind melangkah maju, menarik sebelah tangan Nay dan menarik tubuh gadis itu. Ia mengangkat Nay dan meletakkannya di pundaknya.

Kini, Nay bak karung beras yang sedang dibawa-bawa dan akan otewe diorder ke warung.

“COWOK GILA!! TURUNIN GUE GAK?!!” Nay memukul-mukul pundak Revind.

Dengan tengil, Revind berkata. “Gak mau, ini pembalasan dendam,” ucapnya.

“Revind!-” Nay sampai kehilangan kata-kata. “GUE KASIH SP 3 LO YAA!!” ancam Nay.

“Gak takut..”

Revind sekarang mulai berjalan, entah dibawa kemana. Pastinya insiden ini akan menghebohkan satu sekolah.

Lain dengan Bi Mawar yang sedang menggigit kerudungnya sambil melafalkan mantra-mantra agar keuwu-an ini segera berakhir.

“ROMANTIS PISAN GUSTIII!! BERI SUAMI HAMBA KEKUATAN AGAR BISA MENGGENDONG HAMBA KAYAK DEN REVIND AMA NON NAY YA GUSTII!!”

***

Wajah Nay masih bete, gadis itu membersihkan debu-debu yang menempel dilengan seragamnya sambil nyureng-nyureng.

“Cowok gak jelas! Dasar urakan, jelek, seenaknya!” ujar Nay.

“Awas aja! Gue DO baru tau rasa tuh anak,” ketus Nay.

“NAY! GUE DULUAN YA!” teriak Luna dari dalam mobil jemputannya.

Nay menoleh lalu tersenyum. “Iya Lun, hati-hati ya!”

“LO YANG HARUSNYA HATI-HATI, AWAS DIBOPONG REVIND LAGI!!”

Nay melotot, semua mata orang-orang  langsung menoleh ke arahnya dan seketika tersenyum-senyum tak jelas. Membuat Nay jadi ikut tersenyum kikuk lalu segera pergi dari sana.

Berjalan menjauh dari gerbang sekolah, gadis itu menghentakkan kakinya karna kesal dengan kejadian tadi.

“Kenapa coba nasib gue sesial iniiii,” keluh Nay. “Jemputan mana lagi..!”

Brum.. Brum.. Brumm...

Jantung Nay langsung berdegup kencang, mulutnya tertutup rapat. Kakinya seketika kaku dan tidak bisa bergerak, apalagi setelah ia menyadari jika motor motot itu berhenti tepat di depannya dan menghalangi langkahnya.

Me-mereka siapa sih? batin Nay panik sendiri, tangannya gemetar, langkahnya mundur.

Salah satu lelaki yang duduk di motor itu turun dan melepas helmnya, menatap Nay intens dari atas sampai bawah.

“Jadi ini, ceweknya si Revind?” ujar lelaki itu sambil menoleh ke belakang.

Yang lain hanya menjawab dengan anggukan. Membuat Yudha ikut manggut-manggut. “Tinggi juga seleranya, bisa lah kita nakalin sedikit,” ujarnya.

Nay memperkuat kepalan tangannya, ia tidak bisa berkata apa-apa selain menatap bingung orang di depannya.

Yudha melangkah maju, hampir meraih tangan Nay namun langsung dihempas begitu saja oleh Nay. Mana sudi gadis itu disentuh laki-laki yang tidak jelas.

“Wah.. Berani juga lo,” kata Yudha.

“Mending ikut aja deh! Kita bukan anak baik-baik, mau lo kenapa-napa?” ujar anggota dibelakang.

Nay menggeleng ringan, gadis itu memundurkan langkahnya, ia memeluk dirinya sendiri, benar-benar tidak ingin disentuh siapapun.

Yudha tertawa kecil melihatnya, lelaki itu nekat maju dan menarik paksa tangan Nay. Membuat Nay mau tidak mau berontak dan meronta.

“Lepasin!” Nay masih berusaha melepaskan dirinya dari lelaki itu, namun tetap tidak bisa. “Gue gak kenal lo siapa! Jangan sentuh gue!!”

“NGAPAIN LO ANJ*ING!”

Baik Yudha, maupun seluruh orang yang disana langsung menoleh ke sumber suara. Terlihat 4 motor menghampiri mereka dengan kecepatan maximal.

Revind turun dari motornya dan membuka helmnya dengan tergesa-gesa, berjalan mendekati Nay dan mengambil alih gadis itu untuk disembunyikan dibalik tubuhnya.

“Kalem bro.. Kalem..,” kata Yudha sambil tertawa meledek.

“Berani banget lo sentuh dia? Punya nyawa sepuluh lo?!” tanya Revind sewot.

“Gue cuma mau ajak dia main-main aja sebentar. Kali aja dia suka,” ujar Yudha.

Varo melangkah maju dan langsung menonjok rahang Yudha. “Mulut lo gak pernah disekolahin anj*ng!”

Yudha tersungkur ke belakang, bukannya kesakitan, lelaki itu malah tertawa. “Bagus deh kalo lo semua marah, itu artinya kalian udah peduli sama ini cewek. Tau kan, artinya apa?” sahut Yudha.

“Heh dajjal anggora! Lupa sama perjanjian lo?” balas Andra.

“Perjanjian itu udah gak berlaku, gue rasa kayaknya gak seru deh kalo main-mainnya gak kayak gini,” kata Yudha. “Kan seru juga, dapet untung. Liat lawan kalah, dapat kepuasan juga,” lanjutnya.

Dibalik tubuh Revind, Nay melemas. Gadis itu mencengkram kuat seragam Revind karna merasa takut dengan ucapan Yudha.

“Bacot lo! Berani lo sentuh cewek gue lagi, gue jual otak gak berguna lo!” gertak Revind.

Yudha hanya mengangkat dua alisnya menanggapi, selanjutnya lelaki itu mengkode kepada anak-anak Baratha agar kembali ke atas motor.

Yudha mengambil helmnya dan memaikanya, tapi sebelum pergi. Ia membuka dulu kaca helmnya. Menoleh kepada Nay dan tersenyum.

“Mainnya gak jadi sekarang ya sayang.. Kapan-kapan aku jemput lagi deh, janji,” ujar Yudha, setelah itu ia menancap gas dengan sangat kencang dan diikuti beberapa motor di belakangnya.

Setelah mereka pergi, tubuh Nay langsung ambruk begitu saja. Kesadarannya tinggal setengah, banyaknya kejadian menyedihkan terlintas dikepalanya. Berlalu lalang tanpa diminta.

“Nay.. Nay..” Revind menepuk-nepuk pipi gadis itu, karna sebenarnya Nay belum sepenuhnya pingsan. Tubuhnya lemas, matanya terbuka namun kosong.

Merasa Nay memang dalam keadaan setengah sadar, Revind memilih untuk menggendongnya.

“Bos, gue ambilin mobil sebentar,” kata Varo, beruntung hari ini Sandy membawa mobil dan diletakkan tidak jauh dari lokasi mereka saat ini.

Revind hanya mengangguk, lelaki itu menatap wajah gadis cantik yang berada dalam gendongannya. Merasa kasihan karna ikut kena imbas padahal tidak tau menau soal apapun.

Kurang lebih 5 menit, Varo tak kunjung sampai juga. Revind sudah agak pegal, tapi tetap ia tahan.

“Mau gue gantiin gak Bos?” tawar Andra iseng.

“Gue gampar lo sini,” balas Revind langsung sewot.

Tin tin..

Setelah menanti lama, akhirnya Varo muncul dengan cengiran lebar seolah-olah ia anak paling polos sedunia.

“Ngambil mobil apa liburan ke Hongkong lo?” celetuk Andra.

Sandy turun dari mobil bersama Varo. “Yeee bawel, lo tau kan gue pelupa. Jadi gue cariin dulu tuh konci,” katanya.

“Bacot ah, cewek gue pingsan nih. Awas!” usir Revind. Lelaki itu langsung berjalan menuju mobil dan menyandarkan Nay dikursi depan.

“Cewek gue, cewek gue.. Emang dia mau sama lo?” kata Sandy.

Soon..” balas Revind.

Setelah menangkap kunci mobil yang dilempar Sandy dan memastikan pintu mobil kursi Nay tertutup rapat, Revind segera memasuki kursi pengemudi dan pergi dari sana.

“Huh.. Gini nih kalo rumah tangga udah terancam,” celetuk Varo.

Sandy ikut mengangguk setuju. “Tapi agak kasihan gak sih? Si Nay kan gak tau apa-apa, tapi diincer gitu sama anak Baratha?” ujarnya.

“Iya kasian, makanya kita harus lindungi tuh cewek. Selain karna dia gak salah apa-apa, ya karna spesies cewek cantik juga gak boleh hilang satu la!h!” kata Andra.

Varo dan Sandy langsung menempeleng kepala Andra. “Urusin noh cewek-cewek lo! Tiap hari dateng mulu ke markas, malu-maluin aja lo!” celetuk Sandy.

“Ya.. Nasib punya muka kembaran Sehun BTS mah gini,” sahut Andra.

Sandy dan Varo menatap satu sama lain, kebingungan.

Sedetik kemudian.. “EXO GOBLOGG!!” teriak mereka kepada Andra.


















AN:

Cuma mau blng, makasih udh baca😘  ay laf yu guys, semoga kalian selalu sehat dan dalam lindungan Allah swt.

Jangan lupa bersyukur❤

Follow IG aku: sulisftmtuzhh_

Continue Reading

You'll Also Like

1.8K 405 15
❌ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT❌ [Belum Direvisi] •Ternyata Bener ya kata orang, kalo kita terlalu benci sama seseorang, sewaktu-waktu benci akan berubah...
2.2M 86.3K 75
(COMPLETED) Zayn Revaro, di akui sebagai primadona sekolah SMA Pelita Bintang karena wajahnya yang tak karuan tampan. Terbiasa mendapati orang lain...
285K 14.9K 61
- BELUM REVISI MASIH BANYAK TYPO YG BERTEBARAN. HARAP HATI-HATI. - 🌻 Rank : 2 in #teenlife from 1.96k stories (05/21/21). 🌻 Rank : 1 in #teenlife f...
55.9K 765 7
Pelajaran yang tidak disukai Fanny Andreas, tentu saja Matematika. Berjibun rumus yang menurutnya sia-sia untuk dipelajari. Dia lebih suka membolos d...
Wattpad App - Unlock exclusive features