Hanya saja, tidak semua orang mudah dalam hal memaafkan.
👑👑👑
Pemandangan indah di area pegunungan membuat semua orang takjub akan suasana di daerah itu.
Pepohonan tersusun rapi, menjulang tinggi hingga memberikan rasa sejuk bagi yang menghirupnya.
Terpampang " Selamat Datang Peserta Training Night " di gerbang masuk.
Satu per satu peserta SMA Model turun dari bus.
Ada yang baru bangun dari tidurnya, ada pula yang sudah menjahili rekan-rekannya.
Panitia dari Osis menginstruksikan untuk segera berkumpul.
" Baik teman-teman, saat ini kita sudah sampai di tempat kegiatan. Kalian akan ditemani sama panitia untuk ke vila masing-masing. Silahkan " ucap Pangeran, memberikan arahan ke peserta Training Night.
Mereka satu per satu mengikuti panitia yang sudah terbagi-bagi. Begitu pula dengan Putri dan Moara. Pangeran menatap Putri.
" Putri " panggilnya dengan suara yang cukup keras.
Putri mencari asal suara itu, sedangkan Pangeran sudah berjalan kearahnya.
" Gue mau bicara sama lo " ujarnya. Pangeran lalu mengajak Putri ke tempat yang agak sepi.
Putri hanya diam, dia tidak ingin menatap mata Pangeran. Ia masih sakit hati atas perbuatannya barusan.
" Gue kasih lo satu kesempatan, lo jangan buat masalah disini. Gue tidak ingin lo merusak citra baik dari sekolah. Sikap lo yang selebgram itu jangan tunjukin disini. Gue juga tidak... " belum selesai perkataan Pangeran, Putri langsung memotongnya.
" Gue tau. Tenang aja " ucapnya lalu pergi meninggalkan Pangeran yang masih termenung mendengarkan ucapan singkat Putri.
Ia menyadari, perlahan-lahan Putri mulai berubah, mulai membencinya. Ia tau itu.
Pangeran hanya menatap punggung Putri dari kejauhan.
" Seandainya lo tau isi hati gue sekarang Put " ucapnya.
Sedangkan Putri berjalan menuju ke villanya dengan raut muka yang kesal.
Kenapa semua orang tidak percaya dengan kemampuannya? Ia itu tidak semanja seperti selebgram lainnya. Walaupun Putri terkenal di dunia maya, dirinya itu sosok yang mandiri.
" Put-ri? " panggil seseorang.
Putri melebarkan kedua matanya. Bahunya bergetar melihat cowok di depannya.
" Ini lo kan? Putri Zeviya? " tanya cowok itu memastikan lagi.
" Genta " ucap Putri pelan.
Anando Agenta, pria tinggi, berhidung mancung, garis muka tegas tetapi sifatnya ramah. Yang terpenting dia adalah mantan Putri.
Cowok yang pergi pada saat Putri lagi sayang-sayangnya. Entah alasan apa, menurutnya waktu itu, Genta memberikan alasan yang kurang masuk akal.
Yang mengajarkan Putri bagaimana cara mencintai, bagaimana cara untuk tidak terlalu berharap pada seseorang.
Yang mengajarkan Putri apa itu cinta sejati, walau hubungannya dengan Genta bukanlah hubungan yang abadi.
Genta senyum, jujur ia merindukan cewek yang ada di depannya. Apa yang dirasakan Putri saat itu, ketahuilah Genta juga berat menghadapinya.
Sudah 2 tahun perpisahannya dengan Genta, Ia kemudian muncul dihadapannya. Sejujurnya saat ini Putri juga merindukan Genta.
" Apa kabar Put? " tanya canggung Genta.
Putri mengangguk " Baik, lo? "
" Baik juga "
" Sumpah yah, kita bisa ketemu disini. Gue dari dulu mau ketemu sama lo " coplos Genta. Ia kemudian senyum. Sedangkan Putri hanya berusaha menetralkan raut wajahnya.
" Lo ikut kegiatan ini? " tanya Genta.
" Yahh "
" Putri, lo baik-baik saja kan? Tidak ada kejadian yang aneh-aneh kan menimpa lo? " tanya Genta, ia nampak Khawatir. Ia tau betul keadaan Putri saat itu, saat dirinya benar-benar terpuruk.
Putri menggeleng sambil ketawa.
" Nampaknya cerewet lo belum berubah yah " singgung Putri.
" Awas ya lo hahahah " Genta ikut tertawa.
" Putri? " panggil Genta kembali.
" Kenapa Genta? "
" Gue boleh peluk lo? Sekali aja " Genta sangat menginginkan pelukan ini.
Putri berpikir sejenak lalu mengiyakan permintaan Genta. Toh mereka hanya berpelukan.
Lalu Genta menghampiri Putri lalu memeluknya erat.
" Gue rindu sama lo. Dan gue mau minta maaf " ucap pelan Genta. Sedangkan Putri, ia meneteskan air matanya. Ia juga rindu sama sosok Genta. Sosok dimana pemberi semangat, menemaninya dalam keadaan terpuruk, ketika Satria tidak ada disitu. Genta lah orang itu.
Dan sejak tadi, Pangeran memperhatikan Putri dan Genta. Pangeran tau Genta, Pangeran tau kalau Genta adalah mantan yang berkesan buat Putri. Sangat berkesan buatnya.
👑👑👑
Genta mengantar Putri untuk kembali ke villa-nya.
" Padahal gue ngga papa juga kalau tidak diantar " kesal Putri ke cowok di sampingnya. Pasalnya sejak tadi, ia sudah menolak cowok itu untuk mengantarkannya ke villa sekolah Putri. Tapi Genta memaksa untuk ikut dan mengantarnya.
" Lo kan cewek, masa gue tega biarin lo jalan sendiri " ucap Genta dengan suara yang cukup lantang.
Putri membuang arah pandang matanya asal. Tapi ia melihat Pangeran yang sedang menatap mereka berdua.
Putri gugup, ia tidak ingin Pangeran salah paham lagi tentang dirinya.
" Sudahlah. Gue capek. Mau istirahat dulu " ujar Putri sambil memperbaiki posisi tas yang ia gendong.
" Ok. Sampai ketemu di jamuan malam! " ucap Genta sambil melambaikan tangan ke arah Putri.
" Lo tambah cantik! " ucapnya sambil tersipu malu.
Sedangkan Pangeran kembali masuk ke dalam vila. Ia kesal, sangat kesal. Putri sudah tidak berada di genggamannya lagi. Saat ini ia marah pada dirinya. Andaikan saja waktu itu, Pangeran bisa mengendalikan emosinya, hubungannya dengan cewek itu pasti tidak akan serumit ini.
" Darimana? " tanya Karin ketika Pangeran telah sampai ke ruang tamu vila tersebut.
Pangeran menggeleng " Dari liat pemandangan buruk " ucap Pangeran kesal lalu meninggalkan Karin menuju ke kamarnya.
Karin hanya berusaha mencari arti kata pemandangan buruk menurut Pangeran. Padahal ini daerah pegunungan, pemandangannya sangat indah dan juga sejuk.
Tidak terlalu lama berpikir, Karin mengetahui apa arti kata itu, ketika ia melihat Putri masuk ke dalam villa yang ditatap oleh cowok di belakangnya. Sambil tersenyum.
Karin gerah, apakah Pangeran belum bisa melupakan gadis itu. Apa kelebihan Putri, hingga banyak cowok tergila-gila kepadanya. Termasuk cowok barusan. Menurut Karin, cowok itu sangat gagah, ia seperti model. Apalagi Pangeran, ia nampaknya sangat jatuh hati sama Putri.
Karin marah.
" Gue ngga rela lo punya segalanya Putri! " dendam Karin.
Moara menghampiri Putri ketika ia baru saja masuk ke dalam kamarnya.
" Lo diajak kemana sama Pangeran? " tanya Moara, ia khawatir cowok itu melukai perasaan Putri lagi.
" Nggak kemana-mana " jawab tenang Putri. Ia tidak ingin lagi orang-orang membicarakan masalahnya dengan Pangeran. Toh Pangeran juga pernah semanis es krim.
" Terus dia ngomong apa sama lo? Dia tidak nyakitin lo kan? " tanya Moara lagi.
" Iya Moara, dia tidak ngapa-ngapain gue kok. Tenang aja, lo ngga usah khawatir kok " ucap Putri, ia ingin menenangkan Moara yang sangat khawatir terhadapnya.
" Ya gimana gue ngga khawatir Put, gue kan yang maksa lo untuk ikut ini kegiatan. Gue merasa bersalah aja sama lo. Gue minta maaf yah, memaksa lo untuk ikut " ucap Moara memelas. Ia merasa bersalah, Moara tidak memikirkan dampaknya.
" Moara, jangan merasa bersalah, gue baik-baik aja kok. Dan akan terus begitu " Putri memeluk Moara, menepuk punggungnya dengan pelan. Mencoba menenangkan Moara. Padahal Putri harusnya di posisi Moara.
👑👑👑
Semua peserta Training Night Sma Model berkumpul di ruang tengah villa mereka. Menunggu instruksi dari panitia.
" Sebentar lagi akan diadakan jamuan malam sebagai simbol pembukaan dalam acara ini. Jadi teman-teman disini, dimohon untuk tetap menjaga antusiasnya dan jangan lupa untuk tetap sopan dan ramah ke sesama peserta lainnya. " ucap Pangeran untuk mengingatkan kembali ke peserta Training Night.
Lalu mereka pun menuju ke aula utama untuk menghadiri jamuan malam.
Putri mempererat cardigan yang ia gunakan. Hawanya sangat dingin jika sudah malam.
Angin malam pun menerbangkan rambutnya yang sengaja ia tidak ikat. Pangeran yang melihatnya pun masih terkesima oleh kecantikan Putri.
Ia menatap Putri lekat, tanpa Putri mengetahuinya. Karin yang melihat Pangeran sejak tadi menatap cewek itu menghembuskan nafasnya kasar. Harusnya momen ini ia manfaatkan untuk mencari perhatian Pangeran. Kenapa juga Putri harus ikut dan menggagalkan rencananya.
Mereka semua pun di sambut oleh panitia Training Night. Ada yang sudah mencari makan, ada juga yang sibuk selfie-selfie.
Sedangkan Putri, ia baru saja ingin membuka aplikasi instagramnya untuk Live, tapi ia urungkan. Ia mengingat kata-kata Pangeran untuk tidak mempermalukan nama baik sekolah.
Satu per satu pun mereka hanyut dalam suasan jamuan ini. Mereka juga menyaksikan relawan yang ingin menampilkan sebuah lagu.
" hm hm hm, cek cek " tes mike seseorang.
Putri yang sejak tadi hanya memainkan ponselnya mendadak diam, kaku dan pikirannya entah kemana.
Kenapa Genta naik di panggung itu.
" Perkenalkan nama saya Genta, saya dari sekolah Sma Advant " suara riuh tepuk tangan menyambut Genta.
Banyak teriakan histeris dari kaum hawa yang ingin sekali menyaksikan tampilan dari Genta.
Sedangkan Putri, perasaannya sudah tidak enak.
" Genta apa yang akan kau buat " batinnya berkata.
👑👑👑
Halooo guys, wahh sorry yah agak lama update. Kemarin sibuk urus berkas-berkas untuk masuk kuliah heheheh.
Doain terus semoga aku bisa cepat update.
Jangan lupa vote and commentnya yang sangat berharga.
Tetap nungguin cerita ini yah readers ku sayanggg......
Love u, see you!!!