CHINTYA ARISTA

By fitriyanadewi01

3.8K 269 7

Apaansih lo" teriak Chintya "Lo cewek pertama yang berperilaku kayak gini ke gue" ujar Aristanzo dengan bibir... More

PERKENALAN TOKOH
1. Miss jutek
2. Kenyamanan
4. Gombal receh
5. Cinta Aristanzo
6.Good Night
7. Luka lama
8. Acara sekolah (1)
9. Acara sekolah (2)
10. Permintaan Aristanzo
11. Cium gue
12. About Mawar

3. Merah tomat

308 23 0
By fitriyanadewi01

"Lucu lo" ujar Aristanzo sambil menangkup pipi chintya dan tersenyum sangat manis. Mereka saling tatap, wajah Aristanzo semakin dekat dan....

Seketika Chintya merasakan bahaya ia langsung mendorong Aristanzo dengan keras dari hadapan nya dan berlari jauh meninggal kan Aristanzo.

Aristanzo yang di perlakukan seperti itu kaget dan melihat Chintya berlari meninggal kan nya, ia tersenyum 'lo jadi yang pertama dan terakhir buat gue baby Tya'

**

KRINGG!! KRINGG!!

Bel yang di tunggu² dan bagaikan surga ini membuat semua orang yang ada di kelas ini berhamburan keluar kelas dan pulang. Chintya mengemasi buku²nya dan bergegas untuk pulang bersama kakak nya yang ganteng itu.

"Chintya di panggil kakak lo noh di depan " Teriak Cindy tepat di telinga Chintya.

"Eh busetttt gue juga denger kalik, gausa teriak² mulut lo udah kayak toa masjid" ujar Chintya dengan kesal dan pergi menghampiri kakak tercintanya.

'is kenapa orang² selalu bilang mulut gue kayak toa sih. Bodoamat yang penting gue tetep punya pacar emangnya lo jones' kesal Cindy dalam hati dan menatap sinis Chintya yang berlari menemui kakaknya.

Chintya berlari dan mencari Alvin ke tempat parkiran, tidak ada satupun orang disana. Ia clingak clinguk mencari keberadaan kakaknya. 'mana sih tu orang, tadi kata Cindy dia di depan lah sekarang malah gak ada' gerutu Chintya.

"Dorrrr" ujar seseorang sambil menepuk bahu Chintya sengaja untuk mengagetkannya

"Anjeng" kaget Chintya sambil mengelus² dadanya.

Chintya berbalik badan dan melihat si cowok absurd ini yang mengagetkan nya.

"Gue bukan anjeng, gue adalah manusia yang akan menjadi suami mu kelak"

"Ih Pd banget lo"

Aristanzo yang mendengar respon Chintya hanya tertawa kecil. "Lo pulang sama siapa? Tanya Aristanzo

"Sama Alvin" jawab Chintya pendek menatap lurus kedepan.

"Ohh sama abang lo ya"

"Ya"

"Gue tadi liat abang lo di depan kelas setelah itu dia pergi lagi katanya si ada tugas tambahan dari buk retno" ujar Aristanzo

'iss terus sekarang gue pulang sama siapa, kalo sama ojek uang gue udah habis' batin Chintya

"Dan tadi abang lo bilang ke gue, kalau gue yang harus nganterian lo pulang" sambung Aristanzo

"Hah?... Kakak gue nyuruh lo? Sebanyak orang di sekolah ini dia nyuruh lo?"

"Iyaaa, knp? Berarti abang lo percaya sama gue untuk menjaga bidadari ini" ujar Aristanzo gemas sambil mencubit pipi Chintya

"Idih" ujar Chintya geli.

"Udah ayok pulang" ujar Aristanzo menarik tangan Chintya menuju tempat motor gede nya. Chintya hanya diam kalau memprotes ia akan menunggu kakak nya dan menunggu lama. Chintya sama sekali tidak suka menunggu

"Nih pakai helm nya" ujar Aristanzo memberikan helm hello kitty berwarna pink.

"Wihh lucuuuuuu" ujar Chintya dengan nada imutnya. Satu lagi nih Chintya suka banget sama yang namanya hello kitty dan pokoknya harus juga ada warna pink nya. Aristanzo mengernyitkan dahinya, pasalnya cewek² yang pernah pulang bareng dengannya selalu tidak suka dengan hal hal yang seperti kartun, apa lagi hello kitty. Chintya memasang helm di kepala nya dan menatap Aristanzo.

"Ayo cepet, kok malah bengong sih"

Aristanzo terkekeh geli melihat tingkah Chintya yang lucu di tambah lagi helm hello kitty yang dia pakai. Aristanzo menaiki motornya dan di susul oleh Chintya yang menaiki motor gedenya itu.

'aduhh rok gue pendek gini lagi' batin Chintya

"Lo kenapa?"

"Rok gue jadi pendek gini nih kalo duduk di motor lo"

"Ohh, nih pake" ujar Aristanzo memberikan jaket nya untuk menutupi bagian bawah rok Chintya.

"Thanks"

"Peluk gue kalau lo ga mau jatuh ke belakang, gue bakal ngebut"

Belum Chintya menjawab, Aristanzo langsung berlaju dengan kecepatan kilat dan saat itu juga Chintya langsung memeluk Aristanzo dari belakang menenggelam kan wajah nya di punggung cowok pengebut ini. Nyaman itulah yang di rasakan Chintya setelah bertahun tahun ini. Sepanjang jalan hanya ada beberapa motor dan mobil tidak terlalu banyak. Jadi ini kesempatan Aristanzo untuk ngebut dan menyalip dengan gesit nya. Chintya makin mengeratkan pelukan 'gue ga mau mati sekarang ya tuhann'

Setelah 15 menit motor gede Aristanzo sudah berada di depan pekarangan rumah Chintya.

"Betah banget meluk gue" ujar Aristanzo yang melihat Chintya masih memeluknya.

"Hah? Udah nyampe?" Tanya Chintya gelagapan dan melepaskan pelukannya. Ia turun dari motor dan membenarkan rambut nya yang sedikit berantakan. Aristanzo mendekat dan merapikan rambut Chintya. Chintya hanya diam di perlakukan seperti itu hati dan pikirannya sangat bertolak belakang.
Di hatinya ia sangat ingin di perlakukan sepertu itu dan pikiran nya sama sekali tidak ingin karena ia takut mempunyai perasaan dengan cowok ini.

"Makasi" ujar Chintya menunduk agar pipinya yang seperti tomat ini tidak kelihatan, ia berbalik badan dan berlari ke dalam rumah.

Melihat Chintya yang masuk terburu² itu membuat Aristanzo ingin ketawa di buat nya. 'secepet ini ya rasa gue ke lo, gue juga ga tau kenapa gue kayak gini' batin Aristanzo.

CHINTYA POV

'Ya ampun jantung gue rasanya mau loncat, gue harus buru buru masuk rumah. Biar suara jantung gue ga kedengeran sama ni orang' gue pun menduduk ,berbalik badan dan berlari secepet kilat.

"Tarik nafas buangg, tarik nafas lagii buang" gue pun melakukan itu berulang kali agar jantung gue gak loncatt. Bisa berabe kalo loncat sendiri.

"Oke rileks, mulai sekarang gue mau jauhin dia aja. Gue ga mau punya perasaan yang sama seperti dulu lagi. Seperti dulu first love gue yang gue cinta dan yang gue sayang malah ninggalin gue gitu aja. Gue belum siap suatu saat nanti kalau misalnya gue jatuh cinta sama Aristanzo dan gue cinta banget sama dia. Setelah itu takutnya dia bakal ninggalin gue dan bosen sama gue... Aduhhh enggak enggak itu ga bakal terjadi. Come on Chintya jangan kayak gini" ujar gue sambil menepuk nepuk pipi gue.

Di sofa ruang tamu gue, gue guling guling sendiri, ngelamun, ngomong sendiri, kalau orang lain liat gue. Pasti deh gue bakal di ajak ke Rumah Sakit Jiwa.

'"ekhem, lo kenapa dek"

Gue denger suara kakak, langsung aja gue duduk dengan tegap dan benerin rambut gue yang acak-acak an ini.

"Masi pake baju skola, belum mandi, sekarang guling guling kayak orang gila lo"

"Suka-suka gue" langsung aja gue ke kamar sambil hentak hentakin kaki.

"Sarap lo dek" teriak Alvin di lantai bawah.

Gue masa bodo sama kakak gue yang ini.

CHINTYA POV END

Cewek yang tengah menatap langit dan bintang di atas balkon dengan susu coklat di tangannya sesekali tersenyum mengingat kejadian tadi.

TING!

TING!

TING!

TING'

Ketenangan Chintya terganggu karena handphone nya berbunyi dan memunculkan notifikasi pesan dari sahabatnya itu.

BERLIANA

P
P
P
P
?

Singkat amat mbak

Apa

Lo udah buat pr fisika
buat besok?

Setelah melihat pesan dari Berliana ia membulatkan matanya dan langsung teringat tugas yang amat banyak dari guru galaksi itu. 'gara gara cowok tengil itu bikin gue lupa segalanya'

Blm

Cepet buat nanti gue tinggal
nyalin punya lo hehe:P

Read

"Gue read aja deh, biar tu orang kesel wkwk" ujar Chintya cekikikan

Chintya pun bergegas mengambil buku fisika dan mengerjakan soal soal yang ada disana.

Pukul 22.30 malam

"Yeay finish, eh eh tapi no 28 gue ga ngerti, gue tanya kakak kali ya?" Chintya pun bangkit dan memasuki kamar Alvin.
Sesampai nya di depan kamar Alvin ia langsung masuk nyelonong.

"Anjir, woi lo main masuk gitu aja untung aja gue belum buka ni handuk yang ada di pinggang gue" ujar Alvin kesal

"Oh iya hehehe maaf ya kak" ujar Chintya cengengesan.

"Kak, kok lo mandi malem malem gini" tanya Chintya

"Pengen aja biar seger"

"Ohh"

"Lo mau ngapain?" Tanya Alvin

"Mau nanya ini kak soal fisika, sapa tau kakak bisa" ujar Chintya memberikan buku yang ia bawa. Alvin sudah mengganti pakain nya dan duduk berhadapan dengan Chintya di ruang belajar nya.

"Itu mah gampang" ujar Alvin dan langsung mengorak orek nya dan belum ada semenit ia langsung menemukan jawaban nya.

"Daebak" ujar Chintya

"Gue gitu loh" ujar Alvin sombong

"Makasi kakak ku cayang" ujar Chintya sambil memeluk kakak nya erat.

"Ya kakak lo yang ini, kakak yang terbaik" ujar Alvin melepaskan pelukan nya.

"Eh lo tadi di anter pulang sama Aristanzo kan?" Tanya Alvin

"Iya" jawab Chintya pendek

"Kayak nya lo suka sama dia"

"Gak"

"Bohong nya udah bisa di tebak, tadi waktu pulang tadi gue liat lo sama Aristanzo, si Aristanzo lagi benerin rambut lo kan?" Tanya alvin

"Dan pipi lo udah jadi tomat" sambung Alvin

'iss sialan ni kakak' batin Chintya kesal

"Enggak tuh" elak Chintya dan langsung pergi meninggalkan kakaknya di ruang belajar.

"Jangan bohong udah keliatan dari pipi lo yang merah sekarang karena ngomongin dia" teriak Alvin

'ah merah? Yaampunnn' Chintya langsung berlari dan menuju kamar nya.

Haii👋👋

Comeback again dong. Aku harap kalian suka ya.

Salam hangat, fitri❤️

Si ganteng Aristanzo














Continue Reading

You'll Also Like

487 155 12
Lisa gelisah menunggu ketiga temannya tak kunjung menjumpai dia yang saat ini dalam keadaan menegangkan. "Lo salting dekat gue?"tanya David "Ih apaan...
56.9K 4.4K 62
[TAMAT] "Minta nomor lo" Dengan berani Alefran meminta nomor perempuan itu, dengan menyodorkan ponselnya ke depan wajah perempuan yang bernama caca i...
146 7 7
Kalau Silla tahu lebih awal makna menjalin hubungan dengan Kenzo seperti apa, mungkin ia akan mempertimbangkannya lebih dulu. Mereka berpacaran tapi...
Wattpad App - Unlock exclusive features