DECIDE Yes, BECOME Again

Von silvi_cp

1.8K 157 3

[SELESAI] [SEGERA REVISI] Rank #2 kacau [11/7/2019] Wulandari Tifany. Si gadis dengan sifat bar-barnya. The m... Mehr

2. Bertemu
3. Ribet
4. Rumah Arya
5. Quality time with arya (dan dayang-dayang nya)
6. Masak
7. Rencana
8. Pesta topeng
9. Dansa?
10. Makan Hati
11. Curhatan teman
12. Dia kembali?
13. Malam minggu
14. Prepare wedding
15. Hayalan
16. Dinner
17. kecewa
18. Permintaan maaf
19. cowok misterius
20. Nyakitin...
21. Ternyata...
22. Rumah wulan
23. GO TO BALII
24. Resepsi
25. you are jeolus?
26. tersakiti...
27. rahasia...
28 rahasia 2
29. Satu lagu, satu cinta
30. Akhirnya (ENDING)

1. Awal baru

329 16 0
Von silvi_cp

Tok!

Tok!

Tok!

Tok!

"Wulan. Buka pintunya!!!"

"Wulan buka atau gue dobrak!!!"

"Wulan gue hitung sampai tiga kalau enggak dibuka gue dobrak nih pintu!!"

"Sat... Tu!"

"Du... A!"

"Ti..."

Ceklek

Bunyi suara pintu dibuka membuat wanita yang tadinya sibuk menghitung itu mendelik tajam ke arah perempuan yang sekarang sedang menguap dengan lebarnya. Sungguh tidak sopan.

"Kenapa si kak? Pagi-pagi udah berisik aja. Kalau mau berangkat ke kantor ya berangkat aja jangan lupa duitnya taruh ditempat biasa terus masakin sarapan, makan siang juga jangan lupa sama cem-"

"Aduhh kak sakit!" Wanita itu sudah kehabisan kesabaran. Dengan tenaga yang kuat ia menjewer telinga adik perempuannya itu dan menulikan telinganya saat adik perempuannya yang bernama Wulan itu meringis kesakitan.

"Kak lepasin ih! Mau bunuh Wulan ya?!" Nazwa. Menjauhkan tangannya dari telinga Wulan kemudian berkacak pinggang dengan emosi yang sudah berada dipuncaknya.

"Sudah jam berapa ini? lo lupa kalau hari ini lo masuk sekolah?!"

Wulan tertawa. "Jangan halu kak. Udah ah Wulan mau lanjut tidur lagi,"

Nazwa menarik belakang kerah baju tidur Wulan kemudian membalikkan badan gadis itu untuk menatapnya.

Wulan berdecak sebal sambil menatap kakak perempuaanya dengan malas. "Apalagi sih kak?!"

Nazwa menyalakan ponselnya kemudian membuka aplikasi kalender setelah ketemu apa yang ia cari. Ponsel itu ia langsung codongkan tepat di depan wajah Wulan.

"Buka mata lo lebar-lebar. Liat itu tanggal sama hari," Dengan malas Wulan melihat tanggal dan juga hari yang berada di kalender ponsel Nazwa.

Wulan mengerutkan dahinya kemudian mengucek matanya, apa ia salah liat ya? Di dalam kalender tersebut tertera bahwa hari ini adalah hari Senin yang dimana hari ia masuk sekolah setelah libur panjang pergantian semester.

Wulan merebut ponsel itu dari Nazwa kemudian meneliti kembali tanggal, bulan dan juga tahunnya. Mata Wulan terbelalak, hari ini adalah hari masuk sekolahnya tapi kenapa ia tidak tau.

Nazwa merebut ponselnya dari tangan Wulan kemudian tersenyum sinis. "Udah jelas kan? Sekarang cepat mandi atau lo gue tinggal!"

Jderr

Nazwa terperanjat kaget saat Wulan menutup pintu kamarnya dengan dibanting. Jika bukan adik sudah dari dulu Nazwa akan memutilasi Wulan tapi jika tidak ada adiknya yang satu itu, rumah dengan berlantai dua ini akan terlihat sepi.

Sekitar lima tahun yang lalu. Kejadian yang tidak pernah mau diinginkan oleh keduanya saat dimana kedua orangtua mereka harus meninggalkan Wulan dan Nazwa karena kecelakaan pesawat yang menimpa oleh kedua orangtua mereka. Dan sejak saat itu Nazwa berjanji akan terus menjaga Wulan dan memenuhi segala kebutuhan adiknya itu.

Ceklek

Suara pintu dibuka berhasil membuat Nazwa kembali ke alam sadarnya, disana ia bisa melihat Wulan yang sedang menongolkan kepalanya dari balik pintu.

"Apa?!"

Wulan menyengir. "Cuman mau kasih tau kalau tali itunya keliatan,"

Nazwa terdiam untuk mencerna ucapan Wulan kemudian setelah tau apa yang dimaksud oleh Wulan, tangannya langsung meraba-raba daerah lehernya tetapi tali surgawinya masih tetap berada pada tempatnya hingga akhirnya ia tau bahwa ia dikerjai oleh Wulan.

"WULANNN!!!" Teriak Nazwa dengan geram, napasnya memburu sedangkan wajahnya sudah merah padam.
Wulan menutup pintunya kemudian langsung menguncinya. Gadis itu tertawa terbahak membayangkan wajah Nazwa yang menurutnya sangat lucu dan membuat Nazwa marah sudah menjadi hobi dari seorang Wulan Tifanny.

****

Saat ini di dalam mobil yang terdapat dua perempuan itu mendadak ramai, pasalnya jalanan yang mereka lalui sedang macat parah dan Wulan pun sebagai perempuan yang tidak bisa diam itu menyetel lagu rock di dalam mobil kemudian bernyanyi dengan suara yang terbilang cukup keras.

"YOYOYOOOO!!" Wulan menggerakkan tangannya seakan-akan ia sedang menjadi DJ.

Nazwa sudah beberapa kali menghela napas dengan kasar dan juga sudah beberapa kali ia mematikan musik itu tetapi Wulan tetaplah Wulan. Gadis hiperaktif yang tidak ada hentinya jika sudah menyangkut dengan lagu.

"Lo tau berisik gak sih?!"
Wulan menatap Nazwa dengan singkat kemudian melanjutkan kegiatannya tadi sebagai seorang DJ halu.

Butuh beberapa waktu untuk akhirnya sampai didepan gedung yang berlantai tiga. Gedung dengan nama SMA Nusa Harapan itu adalah sekolah Wulan untuk menimba ilmu, Ralat lebih tepatnya untuk mendapatkan uang jajan.

"Udah sampai turun gih," usir Nazwa. Perempuan dengan setelan kantor itu akan langsung berangkat menuju perusahaan almarhum ayah mereka yang sekarang perusahaan itu diurus oleh Nazwa.

Wulan masih berdiam diri dengan duduk anteng di samping Nazwa membuat Nazwa menatapnya. "Apalagi?"

Wulan mengangkat tangan kanannya kemudian membalikkan telapak tangannya. "Uang jajan?"

Nazwa mengambil dompetnya yang ada di dalam tasnya kemudian mengeluarkan selembar uang kertas berwarna merah yang langsung ia berikan kepada Wulan.

Mata Wulan berbinar kemudian langsung memasukkan uang itu kedalam saku seragamnya. Jika sudah menyangkut tentang uang, anak remaja mana lagi yang akan tahan?

"Ingat jalan bolos ataupun cabut, jangan tidur dikelas, jangan suka ngebantah omongan guru, jangan cari masalah, jangan-"

"Iya-iya kak. Bawel banget sih," ucap Wulan membuat Nazwa Langsung menatapnya dengan tajam. Pasalnya adik tersayangnya itu jika tidak ia antar ke sekolah akan bolos dan berujung ia juga yang mendapat panggilan dari pihak sekolah dan untungnya pihak sekolah selalu bisa memberikan keringanan dan juga toleransi karena tau sikap Wulan yang seperti ini karena tidak adanya orangtua yang tidak bisa memberikan perhatian kepada Wulan sedangkan Nazwa yang selalu sibuk dengan urusan kantor.

"Woyy kak! Malah bengong," Nazwa mengedipkan matanya kemudian menatap Wulan yang juga menatapnya.

"Pulang sekolah sama siapa lo?" Tanyanya merubah topik pembicaraan.

Wulan tersenyum dengan lebar. "Kepo ya?"

Nazwa mendengus kemudian menjitak kening adiknya itu. "Gue serius biar bisa gue jemput atau pesenin ojek online,"

Wulan menggeleng dengan cepat. "Jangan kak hari ini Wulan mau pulang bareng sama Arya,"

Nazwa menaikkan satu alisnya. "Arya siapa? Cowok lo yang keberapa?"
Tidak heran jika Nazwa bertanya seperti itu, pasalnya Wulan adalah tipe cewek yang memiliki banyak mantan dan mudah bergaul dengan cowok bahkan teman-temannya saja adalah kebanyakan laki-laki.

Nazwa tidak membatasi Wulan untuk berteman yang penting perempuan itu harus bisa menjaga dirinya lagian Wulan sendiri yang bilang jika berteman dengan laki-laki itu lebih real friend dari pada sama perempuan yang kebanyakan fake friend.

"Itu tuh calon cowok Wulan, doain ya kak soalnya Wulan udah suka sama Arya dari awal masuk sekolah." Ucap Wulan dengan raut wajah yang berseri-seri.

Nazwa menghela napas pasrah kemudian mengangguk, apapun yang membuat Wulan bahagia mau tidak mau ia harus menurutinya. Selagi itu yang masih berbau positif.

"Yaudah Wulan sekolah dulu ya kak, bayy," Wulan mencium punggung tangan Nazwa kemudian keluar dari mobil dan berjalan dengan santai memasuki sekolah bahkan gadis itu sempat menyapa penjaga sekolah, sikapnya yang humble membuatnya disukai oleh banyak orang dan tak banyak juga orang yang membencinya.

Nazwa tersenyum tipis sambil memperhatikan punggung Wulan yang mulai menjauh dari pandangannya. "Lemoga lo selalu bahagia Lan."

****

Wulan tiada hentinya untuk tetap terus tersenyum selama diperjalanan lorong sekolah. Gadis itu menghentikan langkahnya saat sampai di depan mading dimana ia harus melihat daftar namanya yang terdapat dikelas berapa.

Wulan memundurkan langkahnya, ia bergedik ngeri menatap para kumpulan manusia yang sedang menerobos Mading hingga matanya menangkap sosok wanita dengan rambut yang sebahu itu keluar dengan berdesakan dari gerombolan para manusia itu.

"Audi!" Panggilnya. Gadis dengan nama Audi itu mencari sumber suara kemudian menghampiri orang yang telah memanggilnya.

"Tumben udah datang," ucap Audi, dia adalah sahabat kecil Wulan yang dari TK bahkan sampai SMA selalu bareng bahkan orangtuanya Audi sudah menganggap Wulan sebagai anak mereka sendiri.

"Gue ada dikelas berapa di?" Tanya Wulan yang mengabaikan pertanyaan dari Audi.

Audi mendengus. "Orang nanya kok malah nanya Balik. Lo ada di kelas XII IPS 3."

Wulan mengangguk. "Sekelas sama Arya gak?"

Audi membelalakan matanya bisa-bisanya ia dinomor duakan dengan kata pacar. "Seharunya itu lo nanya sekelas gak sama gue, masa sahabat sendiri dilupain!"

Wulan tertawa menatap wajah Audi yang sedang kesal. "Marah-marah Mulu lo entar cepat tua aja,"

Audi berdecak kemudian bersedekap dada. "Bodo lah!"

Wulan mengangkat bahunya acuh. "Yaudah gue mau ke kentin, males liat muka lo Mulu."

Wulan berjalan meninggalkan Audi yang sedang menatapnya dengan tajam.
"Teman gak ada akhlak!"

ASSALAMUALAIKUM 👋

HALLO, BAGAIMANA KABARNYA?

SETELAH SEKIAN LAMA LAPAK CERITA INI DIANGGURIN DAN AKU PUN BACK LAGI WKWK.

PASTI ADA UDANG DIBALIK BATU LAH YA KENAPA AKU BACK LAGI! DAN YA AKU BACK LAGI ITU KARENA MAU MEROMBAK ALUR CERITA DECIDE YES BECOME AGAIN.....

INGAT LOH YA. INI ITU DIROMBAK ALURNYA OTOMATIS DIGANTI, TAPI UNTUK JUDUL DISETIAP BABNYA ENGGAK PERNAH AKU GANTI KOK...

DAN PASTI KALIAN BAKAL EMOSI KARENA ENGGAN ADA HUJAN GAK ADA APA, TIBA-TIBA AKU LANGSUNG GANTI ALUR🙏

MAAF BANGETTT BUAT KALIAN SEMUA PEMBACA CERITA DYBA KARENA AKU SUDAH MENGGANGU KENYAMANAN KALIAN UNTUK MEMBACA🙏

TAPI KALI INI AKU MINTA DUKUNGANNYA SAMA KALIAN SEMUA UNTUK MENGHARGAI KEPUTUSAN AKU DAN AKU PUN AKAN MENGHARGAI KALIAN JUGA SEBAGAI PEMBACA UNTUK MEMBUAT CERITA YANG TENTUNYA AKAN MEMBUAT KALIAN MENJADI WAH BANGET DENGAN CERITA INI WKWK....

TAPI UNTUK INTI DARI CERITA INI ENGGAK PERNAH BERUBAH YA, HANYA YANG BERUBAH JALAN CERITANYA SAJA. HARAP MAKLUMIN AUTHOR YA KARENA AUTHOR NULIS CERITA INU WAKTU ITU BELUM MENGERTI TENTANG DUNIA KEPENULISAN DAN KARENA MERASA BEETANGGUNG JAWAB SAMA BIAR CERITANYA ENGGAK BIKIN ORANG SAKIT MATA PAS BACA JADI INI AKU HARUS UBAH DAN MEMPERBAIKI TATA PENULISAN DAN JALAN CERITANYA....

UNTUK REVISI ULANG AKAN DIMULAI DARI BESOK YA, UNTUK YANG NABYA AKAN DIPRIVAT ATAU ENGGAK, JAWABANNYA ENGGAK KARENA LAPTOP AKU LAGI RUSAK HEHEHE DAN AKU KURANG TAU CARA MEMPRIVAT CERITA LEWAT HANDPHONE....

JADI SIAPKAH KALIAN UNTUK MENANTI CERITA DYBA VERSI BARU?

Weiterlesen

Das wird dir gefallen

431K 18.6K 58
LEONI ALEXIA, wanita yang di kenal sebagai siswi paling susah, pembangkang, yang tak suka di atur oleh siapapun termasuk guru yang ada di sekolah, ba...
410K 14.8K 70
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Zelina kalandra, seorang gadis yang sangat jago beladiri. Berani dan pantang menyerah, itulah dirinya. Terkenal dengan sika...
4.2M 206K 80
[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA!!!] Cerita pertama jadi masih banyak kesalahan! (Udah tamat! Tapi males nge revisi! Wajar kalo masih banyak typo) Samudr...
77 10 13
Alin fikir,dengan menerima Arya sebagai pacar pertama nya adalah hal yang akan Membuat kehidupan SMA akan lebih berwarna. Terlebih dia juga sedikit m...
Wattpad-App - Exklusive Funktionen freischalten