Hari ini untuk kesekian kalinya aku memasuki sekolah yang berbeda. Kali ini aku tidak pindah ke desa lainnya. Luar biasa sekali kali ini aku malah terdampar di ibu kota Korea Selatan. Walaupun seharusnya aku bersyukur, karena untuk seseorang sepertiku lebih mudah hidup di daerah perkotaan daripada pedesaan. Tidak akan terjadi penjelasan panjang lebar mengenai kenapa wajahku seperti ini dan menjadi kuliah singkat tentang silsilah keluarga.
"Hai, kau murid baru?", seseorang entah darimana sudah ada disampingku. "Wow, kau pasti bukan orang Korea, kau pindahan dari mana? Woah, kenapa diam saja, kau tidak bisa berbahasa Korea?"
"Oh, hai. Aku mendengarmu, aku bisa berbahasa Korea dan maaf kau tadi tidak memberikanku kesempatan untuk menjawab", aku berusaha menjawab pertanyaannya yang langsung bertubi. Ternyata dugaanku salah, sepertinya pagi ini aku masih harus memberikan kuliah tentang silsilah keluargaku.
"Oh, maafkan aku. Aku terlalu terkejut ada orang asing yang bersekolah disini. Namaku Park Jimin, by the way", aku membulatkan mataku karena terkejut mendengar namanya. Lalu kembali bisa menguasai wajahku dan tersenyum sembari membalas uluran tangannya.
"Wow, kebetulan yang sangat menyenangkan, Hai Park Jimin, namaku Park Jimin".
Dan pagi ini, aku tidak hanya menjelaskan tentang silsilah keluargaku.