MONICA HARLAN I : THE BEGINNI...

By Coongie

113 2 0

Monica Harlan part I , gadis kecil berusia 9 tahun yang berkeinginan untuk masuk ke sebuah tempat pelatihan b... More

MONICA HARLAN I : THE BEGINNING ( Chapter II )

MONICA HARLAN I : THE BEGINNING ( Chapter I )

82 1 0
By Coongie

Chapter 1 : Gadis Pembuat Masalah

Sore itu di ladang gandum seorang wanita paruh baya seperti biasa duduk di bawah pohon apel yang rindang bersama anak laki-lakinya. Mereka menikmati indahnya matahari tenggelam dan menikmati sepiring buah apel yang dipetik oleh anak laki-laki itu. Sillia Harlan, seorang janda dari Desa Hulluwan Pokk dan putra bungsunya Boures Harlan. Musim panas baru mulai, dan para penduduk desa mulai berlalu-lalang ke kota Sannahera, ibukota dari provinsi Sannahera Crann. Ada peraturan dari gubernur bahwa penduduk desa yang letaknya jauh dari kota hanya diperbolehkan memasuki kota untuk berdagang pada saat musim panas tiba. Tiba-tiba Boures berdiri, mengambil pedang kayu buatan mendiang ayahnya dan berkata " bu, aku pergi sebentar" ibunya menjawab " pergilah, jangan sampai larut malam, ibu akan buatkan makanan kesukaan mu dan kakakmu". Lalu pergilah Boures ke arah danau di timur desanya. 

Byuur..!! seorang gadis kecil terjun dari sebuah bebatuan di atas danau. Menyelam selama beberapa menit untuk menikmati indahnya pemandangan di bawah danau Saltwelg, danau itu terkenal dengan pemandangan bawah air yang sangat menakjubkan. Konon, kata penduduk desa, pemandangan indah di bawah danau itu terbuat dari sebuah kota yang tenggelam oleh kutukan seorang penyihir. Tapi sampai saat ini tak ada penjelasan yang pasti. Gadis itu muncul ke permukaan setelah beberapa saat menyelam, rambutnya yang berwarna cokelat tampak berkilau saat terkena sinar matahari sore, matanya selalu menyorotkan keindahan bagi siapapun yang melihatnya. Gadis itu bernama Monica Harlan, kakak dari Boures, usia mereka hanya terpaut 2 tahun. Setelah mengenakan baju kembali dan hendak pulang ke rumah, terdengar suara " apa kau sudah selesai Monic? Belum jera juga rupanya.." Suara itu berasal dari Boures yang sedang memainkan pedangnya di bawah pohon oak. Wajahnya yang sinis ditambah dengan sorot mata yang tajam mengarah kepada Monica. " oh, ternyata kau Bee, sudah lamakah kau disini? Mari kita pulang. Hari sudah mulai gelap." Jawab Monica setengah terkejut. "tidak, aku masih mau disini!" sahut Boures dengan ketus. Raut kebencian terpasang dengan jelas di wajah Boures, sementara kakaknya mulai berjalan ke arah rumah dengan rasa lapar di perutnya. Kebencian Boures sangat beralasan, karena saat mereka berdua masih kecil, ayahnya selalu mengajak mereka berdua bermain di pinggir danau. Monica berenang, sementara Boures selalu bermain adu pedang dengan ayahnya menggunakan ranting. Tapi kejadian aneh terjadi, saat Monica berenang, ada seekor makhluk di dalam danau berusaha untuk menariknya masuk ke dalam air yang dalam. Makhluk itu dikenal bernama Wagibugi, ikan atau lebih cocok disebut monster penjaga danau. Saat itu ayahnya masuk kedalam air untuk menyelamatkan Monica dari tarikan Wagibugi, Monica selamat, tapi tidak dengan ayahnya. Ayahnya ikut masuk ke dalam dasar danau bersama Wagibugi dan hilang tanpa bekas bersama dengan makhluk itu. Jasadnya sampai kini belum ditemukan. Boures sangat terpukul melihat sang ayah tewas tenggelam. Itulah alasan mengapa Boures sekarang membenci Monica, ia menganggap Monica adalah penyebab kematian ayahnya. 

"Ibu.. aku pulang" teriak Monica dari luar pintu. Saat pintu terbuka, ia langsung berlari menuju meja makan hendak melahap makanan yang telah disiapkan ibunya untuk makan malam. "Monic, mana adikmu? Sekarang sudah gelap dan dia belum pulang ke rumah. Apa kau tahu nak dimana adikmu berada?" tanya ibu kepada Monica. " dia sedang bermain pedang di pinggir danau, aku telah mengajaknya pulang, tapi dia tak mengindahkanku. Kurasa dia masih benci padaku bu" Jawab Monica. "Susul dia, ajak pulang, adikmu masih kecil, usianya baru 7 tahun, tak baik jika berada di luar rumah saat malam hari sendirian" perintah ibunya. Monica langsung pergi ke danau kembali untuk mencari adiknya. Udara malam mulai dingin, ditambah dengan baju yang masih basah, membuat tubuh Monica semakin menggigil kedinginan. Tiba di tempat adiknya, dari jarak yang sedikit jauh dia melepar sebuah batu kecil dan tepat mengenai kepala adiknya. Boures terkejut dan meringis kesakitan. Tapi saat melihat wajah Monica, raut wajah kesakitan itu menjadi hilang dan berganti menjadi raut wajah kebencian. "Ayo pulang dasar anak bandel, gara-gara kau tak mau pulang, ibu jadi gelisah dan pancake milik ku menjadi dingin." Bentak Monica. Boures pun menurut, berjalan dalam diam. Saat dia berjalan mendekati kakaknya, tangan Monica menyahut tangan kanannya, menggandengnya dengan erat. Boures berusaha untuk melepaskan tangannya, tapi setelah terlepas giliran tangan Monica merangkulnya. Rasa sayang Monica pada adiknya memang begitu besar, walau dia terlihat jahil dan Boures sekarang membencinya, tetap saja dia adalah adiknya. Dan tugas seorang kakak adalah menjaga adiknya. Sampai dirumah, ibu mereka menyambut dengan 3 mangkuk sup dan sepiring pancake. "Makanlah sebelum dingin, setelah itu mandi dan pergi tidur." Kata ibu mereka dengan suara yang lembut. Mereka menurut. Malam semakin larut, udara bertambah dingin. Desa hulluwan Pokk memiliki populasi paling sedikit dari desa-desa lain di provinsi Sannahera Crann dan tak memiliki pasukan penjaga desa untuk mengontrol kemanan desa saat malam menjelang. Desa yang terletak di tepi hutan Mooncrat itu terletak paling jauh dari kota. 

Pagi datang disambut dengan kicauan burung-burung yang hinggap di pohon dekat jendela kamar Monica. Pagi itu adalah pagi disaat mereka harus mengantar ibu mereka ke kota untuk menjual gandum dan membeli beberapa kebutuhan untuk hidup sehari-harinya. Saat Monica turun dari tangga rumahnya, tampak adik dan ibunya telah bersiap-siap untuk berangkat. " Bergegaslah Mo, kita tak mau sampai di kota larut malam bukan? Atau kau mau menunggu kami di rumah saja?" tanya Boures dengan kesal. Monica lalu berlari dan dengan cepat ia berganti baju. "Seperti biasa kau tak pernah mandi di pagi hari." Ejek Boures, Monica hanya tersenyum, dan menyambar tas kulit yang ia temukan di tepi hutan. Mereka berangkat menuju kota berjalan kaki, menyusuri jalanan berdebu dan berbatu. Di perjalanan mereka bertemu dengan pedagang dari desa tetangga yang lalu lalang menuju kota. Sambil menuntun keledai yang membawa gandum untuk dijual, Boures melihat sekelilingnya. Tak banyak hal yang berubah semenjak dia melewati jalanan itu beberapa bulan lalu. Matahari telah meninggi, pertanda hari sudah mulai siang, panas terik yang menyengat kepala dan jalanan berbatu yang membuat kaki tak nyaman untuk berjalan ditambah dengan rasa lapar yang mulai terasa, membuat mereka untuk memutuskan beristirahat sejenak di kuil setempat. Kuil itu tak berpenghuni, namun selalu terlihat bersih oleh sapuan angin dan para pejalan kaki yang membersihkan saat mereka istirahat. Ibu mengeluarkan 3 buah apel dan kue dari tasnya,lalu membiarkan kedua anaknya makan. Sementara ia juga memberi makan keledainya. Setelah beberapa saat beristirahat, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan yang tersisa. 3 jam kemudian sampai lah mereka di gerbang kota. Saat mereka memasuki kota, rasa takjub mendatangi pikiran mereka. Tampak para pedagang menjajakan barang dan dari kejauhan tampak kantor Gubernur kota Sannahera yang tinggi dan berdiri dengan megah. "kalian tetap bersama ibu, jangan pergi seorang diri" kata ibunya. Mereka menurut, mengikuti kemana ibu mereka pergi. Tapi saat mereka melewati sebuah bangunan kuno dengan banyak orang yang mengantri untuk masuk, timbul rasa ingin tahu dari mereka berdua. Boures pun pergi memisahkan diri dari ibu dan kakaknya. Saat Monica sadar bahwa adiknya tak berada di sampingnya lagi, ia kebingungan dan mulai mencari di kerumunan. Monica tahu bahwa Boures juga penasaran dengan bangunan kuno yang dilewati mereka sebelumnya. Jadi dia memutuskan untuk pergi ke tempat itu juga. Sesampainya disana ia mencari tahu apa yang terjadi disitu, mengapa ada banyak orang mengantri di depan sebuah bangunan kuno itu. Kata salah seorang yang ikut mengantri, ia disana untuk menghantarkan anaknya untuk ikut masuk ke dalam akademi yang khusus mendidik calon pejuang kota untuk melawan kejahatan. Seperti serangan bandit, hewan buas, dan 4 pendeta kegelapan yang telah 100 tahun membayangi kota itu. Saat ia memasuki bangunan tampak anak-anak yang sebaya dengannya sedang mengikuti tes masuk akademi. Lalu dia bertanya kepada penjaga tentang syarat-syarat untuk memasuki akademi. Cukup lama dia berbincang dengan penjaga, hingga dia lupa untuk mencari adik dan ibunya. Hari sudah hampir gelap, dan ternyata Boures telah kembali kepada ibunya, mereka berdua memutuskan untuk menginap di penginapan sembari menunggu Monica kembali. Saat itu Monica masih berputar-putar di kota mencari ibu dan adiknya, hingga diasampai pada tempat rombongan sirkus beristirahat, ia lalu bertanya " apakah anda melihat seorang ibu berambut cokelat sebahu, dan seorang anak laki-laki berumur 7 tahun bermata kecil dan berambut hitam lewat di tempat ini? " tak ada yang mejawab, lalu ia mendekat kesana dan melihat bahwa mereka sedang makan, rasa lapar mendorongnya untuk meminta beberapa potong roti. Seorang anggota sirkus melihatnya, ia tahu bahwa Monica kelaparan, lalu ia memberikan beberapa potong roti. "Terima kasih kakak" sahut Monica. "apakah kau seorang diri? Bergabunglah bersama kami disini, diluar sangat dingin kau boleh tidur sampai pagi. Tak baik seorang gadis kecil berkeliaran di malam hari. Banyak perampok dan pencuri di luar sana. Kau aman disini bersama kami." Kata seorang dari mereka. Monica menengok ke arahnya, ternyata seorang wanita yang seusia dengan ibunya. "tidurlah disamping kandang singa, ia tak akan mengaum, jadi kau tak usah khawatir tidurmu terganggu." Kata seorang yang lain dengan nada menggoda. "terima kasih sekali lagi untuk bantuan kakak semua" jawab Monica. 

Pagi itu terjadi keributan di tempat rombongan sirkus beristirahat. " ada singa lepas!" teriak seorang pedagang kain. Ia berlari menyelamatkan diri bersama dengan puluhan orang lainnya. Para penjaga sibuk mengepung singa itu dari berbagai arah, seorang dari anggota sirkus itu mendekati singa dan mencoba untuk menenangkan hewan tersebut. Setelah masalah singa itu selesai, para penjaga bertanya kepada kelompok sirkus itu mengapa hewan itu sampai lepas. " ini salah ku, seharusnya aku tak membiarkan gadis kecil itu memberi makan singa" kata wanita dari kelompok sirkus itu. "siapakah engkau?" tanya seorang penjaga. "aku Leona, pemimpin kelompok sirkus dari desa Savaje Rook, aku meminta maaf atas kejadian ini. Aku jamin kejadian seperti ini tak akan terulang lagi." Kata perempuan itu sambil menengok ke arah Monica yang pucat pasi. "Baiklah, kami tidak akan mempermasalahkan kejadian ini" kata seorang penjaga. "terima kasih banyak, sekali lagi kami mohon maaf atas gangguan ini" kata Leona. Setelah semua pergi, Leona berkata," kau boleh pergi, aku memaafkan perbuatanmu untuk kali ini, kau benar -benar seorang gadis pembuat masalah. Jika kau tidak bisa menemukan ibu dan adikmu, lebih baiknya kau masuk dan bergabung di akademi Bealyst, disana kau bisa belajar dan mendapatkan tempat untuk menginap selama beberapa tahun kedepan." Monica pergi tanpa sepatah kata pun terucap dari bibirnya. Ia memutuskan untuk pulang ke desanya, berharap bisa bertemu dengan ibu dan adiknya dirumah. Saat ia berjalan menuju gerbang kota, ternyata ibu dan adiknya menunggu disana. Dengan wajah yang kembali berseri-seri ia berlari menuju ke arah ibu dan adiknya. Sesampainya, dipeluknya ibu dan adiknya itu dengan erat sambil menangis. "ibu dan adikmu sangat cemas, kemana saja kau dari kemarin?" tanya ibunya. "Aku tersesat bu, saat Boures berpisah denganku, aku berusaha mencarinya tetapi aku malah tersesat" jawab Monica sambil terisak-isak. " kau memang benar-benar merepotkan, lain kali tinggalah dirumah dan jadilah gadis yang baik " sahut Boures. " Sudah, tak usah kalian berdebat, mari kita pulang, tak baik kita meninggalkan rumah terlalu lama " Kata ibunya. Selama perjalanan tak ada sepatah kata terucap dari Monica maupun Boures. 

Sesampainya dirumah hari mulai menjelang malam, lampu-lampu minyak pun dinyalakan untuk menerangi keadaan didalam rumah. Sementara Boures memberi makan ayam-ayam nya, ibunya memasak makanan untuk makan malam. Monica merenung di dalam kamarnya,mencoba untuk berpikir tentang rencananya untuk masuk ke Bealyst Academy. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya, sang ibu masuk membawa sup untuk makan Monica. "Makanlah, ibu tak mau putri kesayangan ibu ini sakit, dari perjalanan tadi hingga malam kau tak makan. Apakah ada yang sedang engkau pikirkan anakku? " tanya ibunya. Monica diam sejenak, lalu bertanya " Ibu, apakah aku boleh masuk ke Bealyst Academy? Aku ingin menjadi seorang yang berguna di mata ibu dan bisa melindungi Bee, bolehkah bu? " Ibu nya menghela nafas, lalu menjawab dengan lembut " anakku, ibu mengijinkanmu, tapi jarak dari desa ke kota sangatlah jauh. Dan setahu ibu 2 tahun pertama saat kau belajar disana, academy tak memberikan fasilitas asrama. Ibu khawatir kau akan kelelahan setiap harinya" Monica menatap ibunya dengan haru, lalu berkata " itu tidak menjadi masalah buatku bu, aku akan berusaha melakukan yang terbaik. Percayalah padaku bu, ijinkan aku masuk ke academy." Ibunya terdiam, lalu membelai rambut Monica dan berkata " ibu memberi mu ijin, tapi berhati-hatilah, gapailah mimpi dan cita-citamu nak. Ibu tak akan menghalangi mu" Senyum bahagia pun merona di wajah Monica saat mendengarkan hal itu. " Tapi sekarang makan dan pergilah tidur, besok kita lanjutkan pembicaraan ini" kata ibunya. "Selamat malam ibu" kata Monica. "Selamat malam anakku" jawab ibunya sambil tersenyum.

****** Nantikan Chapter selanjutnya ******

thanks for reading ^^

Continue Reading

You'll Also Like

75 1 14
Menceritakan tentang persahabatan clara dengan kevin yang sangat menggemaskan, tapi kevin jatuh cinta dengannya saat kelas 8 SMP, kevin sempat tertar...
20.9K 880 11
Aqeela Aza Abimana, gadis kecil yang dijodohkan oleh kedua orang tua dengan laki laki yang bernama Harry Vaughan Bimantara
30.9K 580 18
Cerita ini menceritakan seorang wanita yang sejak kecil sudah terobsesi dengan polwan dan dari situ pula ia ingin menjadi seorang polwan,,tetapi un...
Wattpad App - Unlock exclusive features