Let's Make Our Story Happy En...

Von NonaKey06

78.9K 5.2K 882

Ini kisah seorang Ae tanapon yang mengulang waktunya kembali. Setelah ia bertemu dengan pemuda manis bernama... Mehr

AEPETE #00
AEPETE #01
AEPETE #02
AEPETE #03
AEPETE #04
AEPETE #05
AEPETE #06
AEPETE #07
AEPETE #08
AEPETE #09
AEPETE #10
AEPETE #11
AEPETE #12
AEPETE #13
AEPETE #14
AEPETE #15
AEPETE #16
AEPETE #17

AEPETE #18

1.9K 205 91
Von NonaKey06

"Hubungan kita berakhir dengan cara yang menyedihkan"

*
*
*
*
*
*

"Let's Make Our Story Happy Ending"

Terhitung satu minggu lebih pete tiba tiba menghilang dari hidup ae. Seperti yang ia inginkan. Tapi nyatanya, ae tak merasa senang sedikitpun. Dadanya semakin sesak, dan ia merindukan laki laki manis itu.

Ae membenci dirinya. Setelah ia disakiti sedemikian rupa, bagaimana mungkin dia masih tetap mencintai pete ?. Sejak awal cintanya tak pernah berkurang. Walau kini rasa cinta itu bercampur dengan amarah dan kekecewaan.

Setelah menghilang seperti itu, Pete tiba tiba kembali padanya. Ae tak tau apa yang harus ia lakukan. Haruskah ia senang karena pete kembali kehidupnya atau ia harus membenci itu ?

Pete yang menghilang tampa kabar itu kini berdiri didepannya. Tersenyum manis seperti biasa. Hanya saja ia tampak lebih kurus dan dengan wajah sedikit memucat.

Sampai ae bertanya tampa sadar dihatinya, apa dia baik baik saja ?

"Pete merindukan phi ae" ia berujar.

Ae tak menanggapi. Ia hanya diam menyelami mata sendu didepannya. Ingin rasanya ae memeluk laki laki manis yang tampak rapuh itu. Tapi ia begitu enggan, ketika mengingat bahwa cintanya dikhianati.

Mereka terdiam cukup lama. Memandang masing masing dengan kerinduan yang teramat dalam.

'Maaf karena pete kembali'

'Aku merindukanmu'

'maaf karena mungkin phi membenci pete'

'kau menyakitiku, tapi aku tidak bisa membencimu sedikitpun'

'Jika waktu bisa kembali, pete tidak akan melakukan kesalahan yang sama. Sehingga kita tak akan berakhir seperti ini'

'jika aku boleh memilih, kuharap aku tak pernah tau bahwa kau tidak mencintaiku. Sehingga kita setidaknya masih akan tetap bersama.'

'pete mencintai phi'

'aku sangat sangat mencintaimu'

Mereka berbicara tampa bisa mereka ungkapkan. Tampa sadar menyakiti diri masing masing. Siapakah yang harus disalahkan ? Seolah takdir membuat mereka tak bisa bersama. Keadaan membuat mereka untuk terpisah. Meski cinta begitu besar mereka miliki.

"Phi ae..." Suara pete bergetar. Cairan bening menggenang dipelupuk matanya.

"Ayo akhiri hubungan kita"

Degh.

Ae tak tau ucapan itu ternyata begitu menyakitkan. Semenjak ia mengetahui pete berselingkuh, ia tau bahwa hubungan ini telah berakhir. Tapi saat hubungan itu akan benar benar berakhir. Ae merasa dadanya remuk.

"Umh, lagipula hubungan ini telah berakhir semenjak kau memutuskan untuk berkhianat dariku"

Pete meremas ujung bajunya.

"Untuk terakhir kalinya. Maukah phi mengabulkan permintaan pete?"

"Tidakkah kau sedikit tidak tau malu ?"

"Pete mohon.."

Ae terdiam cukup lama sampai ia menjawab. "Baiklah, karena aku pernah mencintaimu. Aku akan mengabulkan permintaanmu untuk terakhir kalinya"

Pete tersenyum tipis. "Beri pete waktu untuk melepasmu phi"

Kening ae berkerut.

"Hanya satu bulan, berikan pete kesempatan satu bulan untuk berada disamping phi ae. Setelah itu, pete berjanji akan pergi selama lamanya dari hidup phi"

"Seperti yang phi inginkan"

Ae tersenyum simpul disertai tawa kecil. "Aku tidak tau kau selicik ini pete. Apa kau berencana menyiksaku karena aku mencintaimu ? Setelah kau memastikan bahwa aku mencintaimu, lalu kau pergi meninggalkanku dengan kejam ? Begitu huh ?"

Pete menggeleng kuat. "Tidak, phi salah paham."

"Phi, pete juga mencintai phi"

"CINTA?!" Ae berteriak tampa sadar.

"JANGAN BERANI MENGELUARKAN KATA CINTA DARI MULUTMU PETE!"

"Kau!" Ae menunjuk pete dengan amarah.

"Tidak berhak sedikitpun. Kau tidak mencintaiku!"

Pete menggeleng dengan air mata beruraian.

"Jika kau mencintaiku kau tidak akan pernah berkhianat dariku "

"Kau bahkan tidak membantahnya pete. Kau tidak pernah membantah kau tidur dengan laki laki itu!!!"

Pete tertunduk. Ia menangis dengan terisak.

"Kau menghianati cintaku dan kau ingin hubungan kita berakhir bukan ? Kalau begitu selesai. Mulai detik ini, kau bukan siapa siapaku lagi."

"Kita selesai!"

Setelah berucap seperti itu. Ae pergi meninggalkan pete yang menangis dengan sesenggukan. Pete tak pernah membayangkan bahwa mereka akan berakhir seperti ini. Pete pikir ia dan ae akan hidup bahagia selamanya. Sampai tua, sampai ajal menjemput. Nyatanya, takdir berkata lain. Mereka berpisah dengan cara paling menyakitkan.

Hari kemudian berlanjut seperti biasa. Tak peduli seberapa sakitnya mereka. Waktu tetap berjalan dengan kejam.

Semenjak hari itu, pete tak pernah beranjak dari sisi ae. Tak peduli ae menatapnya dengan tajam. Tak peduli ae mengabaikannya seakan ia orang asing. Tak peduli ucapannya menyakitkan. Pete manahan semuanya hanya untuk sekedar bersama ae. Pete ingin menghabiskan waktu bersama ae dengan sedikit waktu yang ia punya. Karena setelah itu. Pete benar benar akan pergi dari hidup ae. Seperti janjinya, seperti keinginan ae. Agar ae bahagia. Karena kinipun pete mempunyai sesuatu yang harus ia sembunyikan dari ae seumur hidupnya.

Ae sedang mengerjakan tugas dengan teman temen sekelasnya diperpustakaan. Pete duduk disampingnya. Dan seperti biasa ae menganggap kehadirannya tak pernah ada. Tapi tak masalah, bagi pete, Asal ia bisa menatap wajah ae saja sudah cukup untuknya.

"Bibi jae hari ini sibuk, apa phi mau mengantar pete pulang ?" Pete bertanya pada ae.

Ae menoleh pada daely yang ada didepannya.

"Daely kau bilang mobilmu dibengkelkan ? Aku akan mengantarmu pulang hari ini"

"Apa ? Ah ba,baik" daely menatap pete dengan tak enak hati.

Raut wajah pete berubah sedih. Tapi ia berusaha menutupi kesedihannya dengan tersenyum kecil pada daely. Dan mengangguk bahwa ia tak apa apa.

Lagipula pete juga tak berharap banyak ae akan mengantarkannya pulang. Sedikit banyaknya pete tau ae akan menolak, hanya saja pete tak menyangka ae akan menolak dengan cara seperti ini.

Dan seperti ucapannya, ae benar benar mengantar daely pulang didepannya.

Pete berdiri menatap kepergian keduanya dengan sendu. Pete menghela nafas panjang. Berharap bahwa hatinya baik baik saja.

*****

Pete tak berkedip menatap aenya yang tampan. Duduk disamping ae yang sedang membaca buku itu adalah sesuatu yang luar biasa. Pete bisa melihat garis wajah ae yang tegas. Wajah itu mungkin nanti akan sangat dia rindukan. Karena itu pete ingin menatap selama mungkin yang ia bisa.

"Hey matamu akan perih jika kau tidak berkedip seperti itu pete." Pond yang sejak tadi memerhatikan pete berujar disertai kekehan kecil. Ia gemas melihat melihat laki laki manis itu tak berhenti menatap ae. Dan agak kasihan juga melihat ae tak menanggapinya sedikitpun.

Pete menoleh pada pond sekilas. Lalu tersenyum malu. "Pete tak punya waktu. Pete harus merekam phi ae sebanyak mungkin sebelum pete pergi"

Ucapan pete membuat hening. Pond menoleh pada ae yang wajahnya berubah masam. Melihat perubahan wajah ae, pond tak berani berucap apapun. Begitu pula dengan chaim yang sejak tadi hanya menutup mulutnya dan menatap tak suka pada pete.

"Jika kau akan pergi, pergilah. Kenapa kau harus menggangguku seperti ini ?" Ae yang tak tahan akhirnya angkat bicara. Ia menoleh kearah pete. Menatap pete dengan tajam.

"Apa kau bahkan tak punya kelas ?. Beberapa hari ini kau benar benar menggangguku. Dan muak sekali rasanya melihat wajahmu disini."

"Apa kau lupa pete? Hubungan kita sudah berakhir. Kau hanya orang asing sekarang" ucap ae dengan menekankan kata asing pada pete.

Pete mengangguk kecil. "Pete tau. Pete hanya punya sedikit waktu sebelum akhirnya pete harus pergi. Disisa waktu yang pete punya, pete hanya ingin berada disamping phi ae. Apa pete salah ? "

"Phi kita tidak akan pernah bertemu lagi. Karena pete benar benar akan pergi."

Ae terdiam.

Pond yang sejak tadi mengamati tak suka dengan suasana ini. Dia tau dengan jelas bahwa keduanya masih saling mencintai. Ia bisa melihat cinta dimata keduanya. Pond tidak bisa membiarkan hubungan keduanya berakhir seperti ini. Dia harus melakukan sesuatu.

"Sabtu depan, kami akan berlibur di vilaku. Apa kau mau ikut pete ?"

"Pond!!"

"Phi pond!!"

Ae dan chaim protes secara bersamaan. Keduanya mendelik tak suka pada pond.

Pond melirik ae sebentar. Lalu kembali menatap pete. Dia mengabaikan protes an dari sahabatnya itu. Hanya ini yang bisa dia lakukan Untuk ae. Pond pikir jika mereka terus bersama, mereka akan mempunyai banyak kesempatan untuk berdamai. Karena pond yakin pete tidak mungkin mengkhianati ae. Ia yakin ini hanya kesalahpahaman semata.

"Umh, pete ikut khab" pete mengangguk dengan wajah berbinar. Dia memiliki lebih banyak waktu bersama ae.

Begitulah awalnya hingga pete akhirnya pergi berlibur bersama mereka.

Tapi, tepat dua hari sebelum mereka berlibur. Ae mengumumkan sesuatu yang membuat pete terkejut. Sesuatu yang tak pernah ia duga. Merobek hatinya begitu dalam. Tapi tak ada yang bisa pete lakukan. Karena kenyataannya pete bukan siapa siapa ae lagi.

Didepan pete, dan juga didepan pond, chaim. Ae menggenggam tangan seorang gadis cantik yang tak asing. Ia tersenyum lembut pada gadis itu.

"Dia kekasihku" ucap ae memperkenalkan gadis cantik itu.

"Daely kekasihku mulai sekarang"

"Wah selamat, kalian cocok sekali" chaim bersorak riang.

"Ae kau gila ?!" Pond berujar tak suka.

Sedangkan pete menatap keduanya dengan perasaan campur aduk. Dan hatinya terlalu sakit menerima kenyataan bahwa ae sudah memiliki kekasih baru.

Pete tersenyum, "selamat ya phi ae" gumamnya pelan. Namun bisa terdengar oleh ae.

Ae terdiam cukup lama sebelum akhirnya dia berucap. "Um, Terima Kasih" pada pete.

To be continue...

14 November 2022
18.03
1.89|205|90

Weiterlesen

Das wird dir gefallen

6.6K 2.6K 22
WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA✅ Cinta tahu kapan ia jatuh berlabuh, berlabuh kepada seseorang yang baru bertemu. Mungkin terlalu cepat untuk dikatakan...
49.5K 3.6K 13
DI BUKUKAN!! Siapa sangka kehidupan seorang premaja fanboy itu berubah, saat orang yang sangat ia kagumi membalas perasaannya. "Apa aku sedang...
85K 3.8K 58
FOLLOW SEBELUM BACA!! Semesta ini tempatnya luka, tak ada istirahat yang abadi selain kematian. -Abyan Pradipta Narendra _____ "Saya lagi gak bercand...
55K 1.9K 8
. Rank#1 di lovebychance 6 sept 2019 Pete Pithchaya sang pangeran kampus tampan kaya dan terkenal di kalangan para wanita. Karena satu taruhan main-m...
Wattpad-App - Exklusive Funktionen freischalten