Semilir angin berhembus pelan menerpa wajah cantik wanita itu dengan setelan yang sederhana, ia berjalan ke arah minimarket untuk memenuhi keperluannya.
"Kai, mau dibeliin apa ya?"
"Aku telepon dulu deh--"
"Hai, ka Krystall?!" sapa seorang gadis dengan rambut yang sengaja dikepang dua.
"Hei, keila! Ya ampun, udah lama banget kita gak ketemu ya!" balas Krystall sambil merentangkan tangannya. Gadis yang disapa dengan sebutan Keila itu menyambut rentangan tangan kakak iparnya.
Keila memeluk Krystall dengan manja "Kei, kangen sama ka ital!"
"Ka ital kok udah gak pernah maen ke rumah lagi sih?! Si bang Kai gak izinin ya?!" lanjut Keyla sambil memanyunkan bibirnya menambah kesan imut pada dirinya.
Melihat hal itu, Krystall menjadi gemas bukan main, mendadak ia ingin mencubiti pipi adik iparnya itu. Bawaan bayi mungkin (?)
"Hmm Kei, ka itall kayanya ngidam deh. Kamu mau turuti--"
"MAU DONG KA!" Potong Keila dengan cepat membuat Krystall tertawa geli "buat calon ponakan aku mah, aku siap selalu hehe"
"Hmm kakak mau nyubit pipi kamu boleh?" tanya Krystall dengan pelan karena ia takut Kei tidak mengizinkannya dan marah.
Kei terkekeh sambil melepas pelukan Krystall, kemudian, ia meraih kedua tangan Krystall dan menempatkannya pada kedua pipinya "cubit aja nih. Siapa tau ponakan aku nantinya seimut aku hehe"
"Amin deh ya. Gemes banget kakak tuh sama kamu, Kei!" ucap Krystall sambil mencubiti pipi Keila "Makasih ya, Kei! Udah izinin kakak"
"Santai aja ka! Buat calon keponakan dan kakak ipar kesayangan aku ini, apa sih yang enggak" balas Keila sambil tertawa.
"Eh Kei, kamu mau kemana? Udah rapi gini?" tanya Krystall melihat penampilan Keila.
"Oh ini aku 'kan rencananya mau maen ke rumah ka Itall terus aku mampir ke supermarket dulu mau beli buah buat ka Itall dan calon keponakan aku. Bang Kai mah gak usah dikasih!" jelas Keila dengan panjang lebar.
Krystall tertawa mendengarnya "ya udah, temenin kakak belanja yuk! Bahan-bahan di rumah udah abis nih. Nanti pulangnya kita masak-masak gimana?!".
"ASIK! AYO KA! LET'S GO!"
Krystall hanya terseyum menatap adik iparnya, apa suaminya bisa sesenang ini saat ia mengajaknya belanja nanti?! Krystall mengusir jauh-jauh pikiran yang ujungnya akan membuat ia menangis. Di depan Keila, ia tidak boleh menunjukan kelemahannya. Bagaimanapun, ia tak mau Kai di cap jelek oleh anggota keluarganya sendiri.
"Ka Itall! Ayo! Kok diem aja? Sini aku dorongin trolleynya!"
"Eh maaf Kei, kakak lagi mikir mau masak apa buat hari ini" Krystall terpaksa berbohong agar Keila tidak khawatir.
"Tenang, ka! Keila pemakan segalanya kok--"
"Krystall? Ini lo, beb?"
Krystall menatap wanita berpenampilan cukup waw ini dengan pandangan aneh. Pasalnya, ia tak pernah mengenal wanita di hadapannya ini. Namun, mendengar suaranya rasa-rasa ia pernah mendengar.
Keila memandang wanita di hadapannya dengan malas. Wanita ular, satu kata yang selalu tertanam di otak cantiknya.
"Lo lupa sama gue? Gue hyorin loh, beb. Olin ini temen semasa SMA lo" jelas wanita bernama Hyorin itu membuat Krystall membulatkan matanya.
"ASTAGA OLIN!" Teriak Krystall dengan heboh sambil memeluk Hyorin.
"Lo kemana aja?! Udah lama kita sampe lost contact. Oh iya, duduk yuk di minimarket sekalian ngobrol." lanjut Krystall dijawab anggukan oleh Hyorin. Keduanya duduk di cafe kecil khas minimarket diikuti oleh Keila.
"Jadi? Gimana? Perasaan lo itu dulu kecil kok bisa jadi gede disana sini?" ledek Krystall membuat Hyorin tertawa.
"Ihh beb kaya gak tau aja deh. Suntik dong biar hot. Gue 'kan sekarang jadi model. Masa tepos sih?!" Hyorin memanyunkan bibirnya kesal.
Krystall tertawa melihat Hyorin yang tengah cemberut "Wih pantesan gayanya seksi bener. Model dimana?"
"Hehe, kebawa budaya disana beb. Di Aussie, Amerika, kemarin sih abis ke Singapura. Tergantung job aja. Sekarang lagi liburan aja ke Indo nih. Eh iya, btw lo udah married?" tanya Hyorin saat pandangannya turun pada perut Krystall.
"Sukses ya, Lin! Iya nih, gue dijodohin sama orang tua. Ya mau gimana lagi--"
"Eits tunggu! Tapi kalo bisa sampe pregnant gini, artinya lo udah sayang sama suami lo?" potong Hyorin dengan nada menggoda.
Pipi Krystall bersemu mendengarnya "iya hehe"
"Emang laki lo yang mana sih? Pengen ketemu gue, beb. Kepo nih gue!" ucap Hyorin sambil mengelus perut Krystall dari depan.
"Ka Hyorin gak liat aku disini? Kakak pasti kenal aku siapa 'kan? Nah bang Kai itu suaminya ka Itall--"
"KAINANDRA?! What?! Lo Keila?! Astaga, long time no see, jadi lupa!" potong Hryorin dengan nada terkejut.
Keila tau Hyorin sebenarnya hanya berpura-pura terkejut. Ia sudah hapal luar dalam wanita ular di hadapannya ini.
"Lo kenal Keila sama Kai?" tanya Krystall dengan terkejut. Ternyata dunia se sempit ini ya.
"Kenallah, beb. Dulu 'kan dia pacaran sama sodara gue si Hara. Cinta mati banget itu mah. Udah tinggal nikah aja. Terus si Hara mendadak hilang terus dikonfirmasi meninggal tanpa ada mayatnya. Si Andra ups maksud gue si Kai jadi depresi gitu" jelas Hyorin panjang lebar membuat Krystall merasakan sakit di bagian hatinya.
"Segitu cintanya?"
"Iya, beb. Mangkanya gue kaget kok lo bisa nikah sama dia. Eh ternyata dijodohin. Gak kaget sih gue kalo dijodohin. Cuman hati-hati aja. Kayanya Kai susah buat jatuh cinta sama lo deh. Kalo Hara tiba-tiba balik, siap-siap aja deh ya."
Keila yang tak tahan mendengar ucapan Hyorin lantas membuka suaranya "ka Hyorin apaan sih?! Itu 'kan masa lalu. Setiap orang pasti punya masa lalu yang buruk termasuk kakak sekalipun"
Hyorin memandangan Keila dengan kesal "Gue 'kan ngomong fakta doang. Gue gak mau ya Itall sakit hati di kemudian hari sama abang lo yang brengsek itu!"
"Tenang aja, ka! Aku pasti ngelindungin ka Itall dan calon keponakanku gimanapun caranya dan dari orang manapun!" balas Keila dengan tegas membuat Hyorin menatap Keila tajam.
Krystall tak tahu Hyorin sengaja memanas-manasinya atau memang berbaik hati memberi informasi yang tidak ia ketahui sekaligus mengantisipasi agar nantinya Krystall tidak kaget. Namun, di satu sisi, ia bingung mengapa Keila terlihat membenci Hyorin? Bukankah Keila kenal Hara? Apa ada masalah antar Keila dan Hyorin? Entahlah, memikirkannya membuat Krystall pusing.
"Eh gue cabut dulu ya, Tall. Hubungin gue di nomor ini kalo perlu informasi atau apa ya soalnya gue kenal Kai banget" entah hanya Krystall yang merasa atau Hyorin memang ada sesuatu.
Hyorin bangkit berdiri dan mengecup pipi Krystall "Bye, beb. Muach. See you Keila"
"AKU LEBIH KENAL BANG KAI YA! AKU ADIKNYA!" teriak Keila membuat Hyorin kesal.
"Shit! Pengganggu!"
♕♚♕
Entah hanya Keila saja yang merasa atau memang kenyataannya, sepasang suami istri itu terlihat seperti berbanding kebalik raut wajahnya. Disisi lain, Kai datang dengan wajah yang berseri-seri sedangkan disisi satu nya, Krystall datang dengan wajah muram dan terus melamun. Apa mungkin karena Hyorin?
Keila berinisiatif menanyakan hal itu kepada kakak iparnya "ka Itall, kok ngelamun terus? Kenapa? Cerita sama Keila sini"
"Kakak gapapa kok--"
"Boong. Pasti kakak kepikiran omongannya si nenek sihir ups maksudnya ka Hyorin" potong Keila sambil menatap Krystall dengan pandangan menyelidik.
Krystall menganggukan kepalanya "sedikit"
"Ka percaya deh sama aku, walaupun ka Hara balik lagi. Aku yakin bang Kai bakal milih kakak dan anak kalian. Kalo dia milih ka Hara, aku bakal gantung leher dia" ucap Keila dengan tegas membuat Krystall menganggukan kepalanya.
"Ka Itall, aku ke toilet dulu yaa!" izin Keila dijawab anggukan kepala oleh Krystall.
Keila berjalan ke arah toilet yang berada di lantai atas, setelah dirasa Krystall tidak memperhatikannya. Ia pergi menghampiri kakak satu-satunya itu yang tadi ia lihat sedang menerima telepon dan berjalan ke arah balkon.
Keila bersembunyi di dekat Kai yang sedang berbicara dengan lawan teleponnya.
"Hara, kamu percaya sama aku 'kan? Kita pasti bisa cari jalan keluarnya. Aku yakin ada orang yang waktu itu sengaja bikin kamu menghilang dari aku"
Keila membekap mulutnya, ia tak percaya apa yang baru ia dengar. Jadi, Hara masih hidup? Apa yang telah terjadi? Bagaimana bisa kakaknya bertemu kembali dengan Hara?
"Iya, Ra! Aku janji! Iyaa bye, Ra!"
"Hara, aku sayang kamu"
"BANG KAI!"
B E R S A M B U N G
-
-
-
-
-
Hello guys! Mon maaf yaa aku lama updatenyaa 😂
Susah banget nyari idenya mendekati puncak masalah soalnya ups 🙊
Spoiler dikit gapapa kali yaa :v
Intinya aku mohon maaf sekali yaa
Coment dan Vote jangan lupa yakk!! Aku seneng banget bacain coment kalian.. Bikin aku ngerasa terharuu :') ternyata cerita absurd aku ada yg mau bacaa
Thanks for my readers♥