Hold Me Tight-II [end]

Por daralyana

164K 9.4K 776

Masih dengan orang yang sama namun kisah yang berbeda. Derandika aurelia yang kembali melanjutkan masa depan... Más

prolog [1]
see [2]
tired [3]
petunjuk [6]
ketemu lagiiii.? [7]
maaf ya? [8]
meet [4]
kamu? [9]
begin [10]
again [11]
is it surprice? [12]
i always love you [13]
confious [5]
dicium?! [14]
jalan-jalan >< [15]
kang kerdus [16]
kasmaran [17]
is it end?─ [18]
i hate me! [19]
airport [20]
Hug me [21]
sick [22]
so show me [23]
I'll show you [24]
info!
save me [25]
the truth [26]
untold [28]
i love her [29]
hold me tight [30]
extra bab!!💚
epilog
baca ya sayang :**
hasil akhir 🌚

i am fine [27]

4.2K 252 28
Por daralyana

⚠lebih dari 2000 kata ⚠

☜☆☞
Diam.

Hanya itu yang arga lakukan selama hampir setengah jam di tinggal berdua dengan dera. Ya mau bicarapun percuma kan?

Dera juga sama sekali tidak akan mendengar karena dia juga belum sadar sama sekali.

Sudah jam 4 sore. Arga beranjak dari tempat duduknya menuju kamar mandi, mengambil wudhu kemudian melaksanakan solat

Berdoa pada sang pencipta supaya di beri petunjuk atas semua masalah yang menimpanya. 2 hari yang lalu axel─ayah dari vale─datang ke kantor meminta pembagian saham seperti yang sudah di janjikan sebelumnya.

Padahal sudah jelas dalam perjanjian saham arga tidak akan di ganggu gugat karena itu masalah axel dengan ayahnya arga.

Sekarang harus di hadapkan masalah yang menimpa dera karena perbuatan nya. Terkadang arga berfikir, apa dia benar2 pantas untuk dera?

Pelaku dari penculikan ini saja belum bisa dia temukan. Memang orang yang dia curigai cuma vale, tapi dia juga butuh bukti dan saat ini anak buahnya sedang mencari bukti terkait penculikan ini

Ia menghela nafas lelah, mengusapkan kedua tangan ke wajah sebagai tanda bahwa doa nya telah selesai. Arga kembali sujud sebentar

Berharap pada yang maha kuasa supaya orang tersayangnya segera di beri kesadaran.

Dan suatu keajaiban bahwa tepat ketika arga berdiri setelah melipat sajadahnya jari telunjuk dera bergerak.

Alisnya naik turun dan tangannya mulai bergerak sedikit berontak. Arga melotot dan dengan terburu2 menekan tombol untuk memanggil pihak medis yang tersedia di meja.

ga berapa lama dokter dan 2 orang suster datang dan memiksa keadaan dera. Arga bisa melihat mata gadisnya sudah terbuka walau terlihat masih sayup2.

"nona dera sudah siuman. Cukup istirahat dan makan teratur besok pagi sudah bisa pulang" ujar sang dokter setelah selesai memeriksa.

Arga mengangguk dan mengusap tengkuk nya untuk menghilangkan sedikit rass gugup.

"dia udah 2 hari istirahat terus dok" jawab arga berbisik yang untungnya tidak terdengar oleh sang dokter

Setelah dokter dan suster2 nya keluar arga terlihat kaku dan gatau harus ngapain. Sedangkan dera hanya menatap kosong ke depan, gs berniat untuk sekedar menoleh dan berbicara dengan arga

Arga meraih ponsel dan menghubungi melani. Mengatakan bahwa sahabatnya sudah sadarkan diri kemudian setelah nya kembali diam

"r-ra, melani sebentar lagi melani nyampek" ucap arga memulai bercakapan dan dera yang sama sekali masih diam dengan pandangan kosong ke depan

"cepat sembuh" tambahnya dan masih tetap tidak ada respon untuk sekedar menjawab keberadaan arga.

Arga meraih tas dan jas kerja nya di sofa dan berjalan menuju pintu, sebelum meraih gagang nya ia kembali berbalik dsn melihat dera yang masih belum mengalihkan atensi nya dari ruang hampa dalam imajinasi nya
"k-kakak pulang d─"

"─kak" tepat ketika arga ingin berpamitan disaat itu lah dera angkat bicara. Kepala nya menoleh, menatap sendu ke arah arga yang saat ini sempurna menghadapnya

Arga bisa melihat satu titik air mata membasahi pipi pucat gadis nya itu. Dera menangis

Entah menangis haru atau sakit yang arga rasakan saat ini adalah kesalahan besar yang sudah ia perbuat membuat gadis periangnya berubah menjadi gadis cengeng

Dan itu semua salah dia

Samar2 arga mulai mendengar suara isak tangis dari dera yang mulai mengencang. Arga tak bisa tinggal diam dia langsung melangkah cepat dan langsung meraih dera ke dalam pelukannya

Tidak ada penolakan dari dera. Dia bisa merasakan suara tangis yang tertahan.

Mereka sama2 menangis. Sama2 rapuh, sama2 butuh kekuatan satu sama lain. Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain bersembunyi dengan pelukan yang semakin erat dan isak tangis yang terus keluar

Arga butuh dera dalam hidupnya dan itu pasti. Karena dera dalah tulang rusuknya

"a-aku takut,, hiks,,," isak tangis dera terdengar pilu di sertai dengan pengaduan nya pada arga. Pelukannya semakin erat

"shhttt,,, sekarang kamu aman. Ga akan ada satu orang pun yang bisa gangguin kamu mulai sekarang" arga mencoba menenangkan dera dengan mengelus punggung sempit kesayangannya ini

Dia rindu. Bahkan tiap harinya tanpa dera arga rindu. Kenapa cobaan mereka begitu berat bahkan ketika mereka sama sekali belum terikat?

"a-aku hampir mati kak,,,, hiks,, dia mau bunuh aku,,,," tangisannya masih belum reda dan itu benar2 menyiksa bagi arga.

Sebegitu besarkah rasa takut yang dera alami sampai dia menangis sebegini kencangnya?

"iya sayang. Sekarang kamu sama kakak, dan kamu aman. Kakak janji kamu ga akan pernah ketemu sama dia lagi" arga masih terus menenangkan gadisnya yang terus menangis ini

Ayolah, lelaki mana yang tahan ketika melihat wanita yang dia cintai menangis tersedu2 seperti ini?

"maaf udah lalai menjaga mu" ujar arga pelan. Dan dera tau dia sedang tidak baik2 saja. Dia merasa lelaki yang saat ini tengah memeluknya erat benar2 memperlihatkan sisi lemahnya yang tak terlihat selama ini

Arga yang biasanya bersikap dewasa dan bisa menyelesaikan segala masalahnya dengan kepala dingin saat ini tengah menangis tersedu2 di pelukannya

Menenggelamkan kepala nya di bahu mungil sang gadis, secara tidak langsung menyampaikan betapa rapuhnya ia ketika melihat gadisnya terluka

"maaf udah buat kamu kecewa" timpalnya lagi dan entah kenapa dera merasa semua amarah dan rasa sakit yang arga berikan padanya tempo lalu hilang begitu saja

Dera merasa jauh lebih baik sekarang, dera merasa bahwa cinta arga benar2 tulus untuknya, hanya untuknya. Bukan untuk yang lain

Tangis keduanya mulai terhenti. Walau air mata itu masih menetes sesekali tapi sudah tidak ada isak tangisan yang menyertai

"maaf, kakak gabisa kamu andal─"

"makasih kak. Udah mau mencintai ku apa adanya" dera memotong perkataan arga. Pelukan terlepas dan saat ini arga menggenggam erat tangannya. Menyampaikan perasaan rindu yang sgt dalam

"k-kamu ga marah?"

"untuk sekarang kita ga usah bahas yang udah lewat ya. Aku capek" tukas dera masih dengan senyuman manis terpatri di wajah pucat nya

Arga tersenyum teduh. Melihat senyuman gadisnya saja sudah sukses membuat beban di bahu nya hilang seketika

"kamu obat ku. Kalo aku sakit, tolong jangan jauh2 dariku ya" kalimat arga benar2 mampu membuat degupan jantung dera bekerja lebih cepat dari biasanya.

Persis seperti saat pertama mereka bertemu, degupan itu terasa baru.

"makasih udah ngebuat kakak jatuh cinta ke kamu untuk yang kesekian kalinya"

☜☆☞

GUBRAK

"JENGKOL!!"

jehan masuk gitu aja ke dalam kamar bernuansa batman ini. Mengabaikan teriakan temannya yang kaget bukan main ketika mendengar gebrakan pintu kamar yang kencengnya bukan main

Hendru beranjak dari tempat duduknya setelah mem-paused kan ps nya. Menutup pintu kamar dengan benar setelah berteriak kencang 'bi! Bawain makanan sama sirop ya!' 

Jehan yang awalnya menunduk langsung mengadah ketika mendengar teriakan hendru dan spontan matanya membelalak melihat penampilan hendru

Refleks jehan langsung nendang bokong hendru yang lagi nungging di depan pintu lemari buat nyari baju

"bangsat! Masih lo pake sempak doraemonnya?!!" bentak jehan setelah puas menendang bokong hendru

Ya gimana ga kaget gitu. Ternyata sedari tadi hendru main ps cuma pake kaos putih polos dan sempak bermotif doraemon

"iya lah gua pake! Imut tau! Lo ga make lagi ya?" jawab hendru sembari menampar telak bokongnya sendiri kemudian memakai celana pendek dan duduk di sebelah jehan

"ngapain gua pake?" jawab jehan acuh

"jahat ih. Itu kan hadiah dari dera"

"saik! Itu hadiah satu tahun yang lalu. Yakali masih muat sama gua"

"ya tetep aja! Jahat ih jehan mah!" hendru mulai menepuk2 bahu Jehan sebagai tanda protes karena sahabatnya ini mengabaikan keberadaan sempak doraemon mereka

Sedikit cerita. Jadi dulu entah dalam rangka apa tiba2 dera dateng ke base yang berkebetulan anak2 yang lain juga pada ngumpul

Dera ngasihin paper bag satu persatu dan dia bilang

"gua tadi jalan2, terus nemu ini. Unyu bgt sisa 4 doang ukuran dewasa, gua gatau ukuran lo pada jadi gua ambil aja. Hehe"

Dan ternyata dera beliin mereka ber 4 sempak motif doraemon. Benar kan? Dera kalo sikap bocahnya kumat mau yang aneh2 kelakuannya

"btw, gua kangen meluk dera deh" timpal hendru setelah keadaan hening sebentar. Jehan menoleh beberapa detik kemudian kembali sibuk dengan ps hendru yang sudah di ambil alih olehnya

"ya sono peluk" jawab jehan secuek mungkin

"dia lagi sakit. Lo udah jengukin belom? Kasiah ih. Sekarang farel lagi ngiterogasi si zeya tentang kasus penculikan nya dera kemaren" ujar handru

"udah, barusan pulang dari rumah sakit jengukin dia. Dia udah baikan kok" jawab jehan bohong

"btw, kok zeya yang di interogasi sih?" timpal jehan lagi

"farel bilang interogasi orang pertama yang di curigai dulu. Nah, kita curiga nya sama zeya, ya udah. Kita seret ke rumahnya farel" jawab hendru

Kemudian berdiri meraih nampan berisi makanan dan minuman pesanan nya pada bibi yang sedari tadi mengetuk pintu kemudian duduk kembali dan mulai ngemil

Jehan diam. Gatau mau jawab apa, ga mungkin juga dia jujur kalo ternyata yang mencelakai dera itu kakak kandung dia sendiri kan?

Soal vale itu. Emang bener dia kakak kandungnya jehan, mengejutkan? Iya sama. Author juga kaget :")

Jadi sebenarnya jehan itu 2 bersaudara. Tapi sejak umur vale 10 tahun dia dibawa tantenya ke jerman dan tinggal disana. Sampai orangtua nya bercerai dan otomatis vale jadi hak asuh ayah dan jehan hak asuh ibu

Se cuek2nya jehan sama vale juga ga merubah kenyataan kalo vale itu emang kakak kandungnya

Tapi dia juga ga bisa diem gitu aja ngeliat kakaknya bertingkah ga baik bahkan sampe berniat membunuh orang.

"o-oh" jawabnya singkat

Hendru menoleh sebentar. Merasa ada yang aneh dengan cara jawab jehan tapi setelah dia sadar kalo sahabatnya yang satu ini adalah jelmaan kulkas berjalan

Dingin

Ga pernah panas

"lo kenapa tiba2 kesini?" tanya hendru sambil ngunyah kripik kentang nya

"Pengen aja. Di base ga ada orang" jawab jehan masih sambil memainkan game nya

"sejak kapan lo bisa main ps?" tanya hendru lagi

"gatau" jawaban terkesan acuh itu membuat hendru akhirnya berhenti bertanya

"btw ngapa dah? Biasanya lo ga pernah bisa biarin dera sakit apalagi sampe masuk rumah sakit. Kenapa ga nemenin dia disana?" tanya arul lagi

Jehan terdiam lagi kemudian kembali menjawab dingin

"bukan urusan lo" titahnya dan mendapati ejekan kecil dari hendru

"dasar pms"

Diam sejenak sampai akhirnya jehan kembali mem-paused kan permainan nya begitu saja dan menoleh pada hendru seketika

Hendru memundurkan kepalanya beberapa senti karena jarak wajah yang di timbulkan jehan sangat dekat.

"ngapa lo?" tanya hendru heran. Kembali mengunyah kripik kentangnya

"gua suka sama lo" ucapan jehan spontan membuat toples berisi keripik kentang hendru itu menghantam telak wajah tampan nya.

"setan! Gua normal!" semprot hendru syok bukan main. Mendapati perkataan jehan yang secara tiba2 menyatakan perasaan nya begitu saja

Lagian sayang banget kan jehan. Masa ganteng2

Humuh

"spontan bgt ga kalo gitu?" ujar Jehan tampak tak peduli dengan remahan kripik kentang yang sudah bersarang di kepalanya

"lagian lo kenapa sih?!!!" bentak hendru nyolot. Dia masih syok iniiii

"gapapa. Gua normal kok bro, santai" ujar jehan santai mengelus bahu hendru.

Jehan beranjak dari tempat duduknya begitu mendapat notifikasi dari ponselnya dan merapikan pakaian yang sedikit kusut serta rambutnya yang dipenuhi remanah kripik kentang

"mau kemana?!" tanya hendru masih dlm keadaan wajah syok

"pulang. Btw, thanks udah ngasih tumpangan main ps" jawab jehan langsung pergi setelah sebelumnya mengambil segelas sirup yang ada di sebelah hendru

Tak memperdulikan ekspresi wajah hendru yang benar2 tidak percaya dengan apa saja yang barusan dia alami secara tiba2

Mulai dari jehan yang menyatakan perasaan padanya dan sekarang malah dengan santai lanjut main game

Kurang ajar memang!

Hendru nya udah keburu baper nih!!

Ga deng canda! Yakali hendru belok 😆😆

☜☆

Barang2 nya sudah tersusun rapi. Ia meraih ponselnya di nakas kemudian mendial nomor yang ingin ia hubungi

Telfon tersambung

"gua udah siap. Suruh anak buah lo Jemput barang2. Gua mau cepet2 pergi dari negara ini"

"how about arga?"

"pertanyaan yang tepat itu seharusnya how about dera. Not arga. Gua kasih dia waktu untuk memenangkan diri, nanti gua fikirin cara lain"

"apa lo ga terlalu kasar kalo beneran mau bunuh dia?"

"sedari awal perjanjian gua udah kasih tau elo kan. Jadi ga ada yang harus dipermasalahkan lagi"

"sure. Up too you, gua cuma mau dera tersingkir and your brother─"

"nah! I know what you mean"

Sambung terputus. Vale memasukkan ponselnya ke dalam tas dan memakai kacamata nya

Ketika ingin keluar dari apartemen torso nya bersibobrok dengan seseorang yang sudah berdiri cukup lama di depan pintu apartemen

"mau kemana lo?" tanya jehan menutup pintu apartemen dan mengunci nya

"go home of chourse, gua udah muak sama semua orang yang ada disini" jawab vale masih berusaha tenang walau aslinya dia terlihat gugup

Apalagi ketika mendapati jehan yang sudah mengantongi kunci apartemen dan terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya

"pulang atau kabur?" tanya jehan mengintimidasi perlahan maju mendekati intensitas kakaknya

"gua ga pernah kabur dari apapun" jawah vsle angkuh

"for know" timpal jehan

"siapa yang lo telfon tadi?" tanya jehan lagi, memegang erat pergelangan tangan vale erat sampai gadis itu sempat memekik sakit

"not your own business!" bentak vale mencoba melepaskan genggaman tangan jehan yang mengencang

Astaga! Ada apa dengan adiknya?!

"you know vale, awalnya gua mau biarin lo lepas gitu aja. Tapi ketika denger lo nelfon seseorang tadi dan gua denger ada nama dera disebut. Disitu gua sadar lo masih belum berhenti" ucapan Jehan benar2 membuat peredaran darah vale mengalir deras bahkan sampai menembus ubun2

"lo nelfon zeya kan? Jujur! Kenal darimana lo sama dia. HAH?!!!" bentak jehan kencang

Badan vale melemas, tangannya yang berusaha memberontak dari kuasa jehan kini ikut melemah dan ia langsung teruduk di sofa

Bagaimana bisa jehan tau?

Tepat ketika tadi jehan beranjak dari tempat hendru jehan dapet e-mail dari Farel. Mengirimkan beberapa data tentang pengakuan zeya atas semuanya dan identitas anak buahnya yang ikut kerja sama dengan vale

bekerja sama sampai sebegini menguras tenaga hanya untuk memisahkan dera dengan arga dan dera dengan jehan?!

Bodoh!

Jehan juga baru tau kalau ternyata zeya suka sama dia sejak lama dan jadiin ken pelampiasan supaya bisa lebih dekar dengan jehan yang ternyata usahanya itu sia2

Ga berapa lama pintu apartemen di ketuk kencang berulang kali. Jehan melepaskan genggaman nya pada pergelangan tangan vale kemudian membuka pintu

Tampak 5 orang pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam berdiri tegak di depan pintu

"saya carlos. Tuan arga memberi instruksi agar tim alpha menuju apartemen ini" jelas carlos si kaki tangan arga

"yup, you're in the right place. Perempuan itu yang menculik dera" ujar jehan kelewat santai menunjuk vale seolah2 mereka tidak punya hubungan sama sekali

Jehan benar2 memperlakukan vale sebagau orang asing. Dan carlos bersama tim alpha pun memasuki ruangan serta merta membawa vale menuju markas mereka untuk menghadapi arga

Ketika di depan pintu jehan dan vale berpapasan, jehan bisa melihat jelas raut kecewa di mata sang kakak dan perlahan mengatakan

"lo ngerusak kebahagiaan gua!"

jehan langsung menutup pintu apartemen begitu mereka keluar dari sana. Ia bersandar pada pintu dan menunduk, meremat kencang surai nya frustrasi

"lo udah ngerusak kebahagiaan gua sedari awal gua lahir" bisik Jehan lirih

"i am fine. Kejahatan harus dapat balasan yang setimpal, and i am fine" ujarnya menguatkan dirinya sendiri.

Bahkan masih merasa bersalah begitu mengingat dera yang sampai sekarang sama sekali belum ia jenguk dan pastinya gadis itu sangat kecewa terhadapnya

Kenapa semua jadi se rumit ini?



☜☆☞
Bener2 mendekati ending. Dari chapter di atas kalian udh bisa nebak endingnya gimana?

Beberapa Chapter kedepan kayanya bakalan selalu lebih dari 2000 kata gaes, soalnya sedang dlm keadaan otak encer 😃 dan gua ada niatan buat nambahin extra bab.

Tau extra bab? Jadi nanti kalo misalnya cerita nya udah ending gua bakalan nambah satu bab cerita akhir yang menjelaskan apa hal yang terjadi sama mereka setelah ending yg sebelum nya.

Gitcu loch!!

Voment nya jgn lupa! ❤❤

Btw sorry kalo typo!

Seguir leyendo

También te gustarán

5.2M 184K 38
Sequel (The Other Side) "Buat apa lo mertahanin suatu hubungan kalo lo berjuang sendirian?" "I can't say hello to you and risk another goodbye." Apak...
Galdira [END] Por ayuuu

Novela Juvenil

807K 27.9K 67
#WATTYS 2019 [SUDAH COMPLETED] CERITA KEDUA SETELAH MY VOCATIONAL HIGH SCHOOL. -Jika memang benar cinta, kenapa harus sesakit ini?- ~GALDIRA "Mungk...
111K 1.8K 18
[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk d...
5.1K 562 39
Ku akui hatiku memang telah jatuh kepada hati lain tapi bukan berarti aku harus menuruti setiap yang hatiku inginkan untuk tetap bersama. "dari mana...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas