Di sebuah jalan kecil terlihat seseorang gadis yang sedang berjalan sendiri menuju rumah kecilnya.
Setelah pulang kerja ia tidak seperti karyawan yang lain.Yang mana mereka akan di jemput oleh kekasihnya dan ada pula yang menggunakan jasa supir taksi.
Padahal dirinya begitu iri dengan mereka yang sudah memiliki kekasih.Walaupun malas,matanya terpaksa harus melihat beberapa karyawan perempuan disana yang manja ingin di antar dengan mobil,sedangkan jarak kantor dan tempat penginapan putri begitu dekat.
Hanya dengan tapakan kaki saja sudah terlihat oleh mata mereka.
Terlalu menyebalkan bagi dirinya.
Byun Baekhyun
Gadis berumur 23 tahun ini berkerja sebagai karyawan kantor.
Dengan karunia tuhan yang mana ia mendapat kecerdasan otak yang bisa dikatakan lebih.
Ia bersyukur karena hal itu,dengan di terima dirinya dalam pekerjaan ini, sekarang setidaknya ia bisa membantu ibunya yang sudah berkerja keras selama ini.
Di jaman sekarang mencari pekerjaan sangatlah susah.Dirinya sangat berterima kasih pada dia yang sudah memberikan pekerjaan untuknya.
Semoga tuhan selalu melindungi dia.batinya berdoa.
Kim Departement Store pusat perbelajaan yang begitu mewah dan sudah pula di kenal banyak orang.Bisa dikatakan tempat ini adalah yang terbaik untuk para pencinta shopping kelas atas.
" semoga berhasil " ia melihat perempuan yang duduk di sebrang sana tersenyum dengan mengepalkan tangan memberikan semangat padanya.
" semangat " ia pun ikut mengepalkan tangan guna membalas.
Dan akhirnya pekerjaan sebagai sekretaris ceo-lah dirinya terima.
Ia keluar dari ruangan interview dengan senyum yang tak luntur sedikitpun.Matanya melihat seseorang duduk di sudut ruangan tunggu.Ia melambaikan tangan untuk menyapa.
" kakak " ia sedikit berlari kesana.
" Hati-hati nanti kau jatuh, dasar "
" aku di terima dan terima kasih " matanya sedikit berkaca-kaca karena rasa haru yang menderu didadanya.
" ini kerja kerasmu,kakak hanya memberi informasi saja jika ada lowongan kerja disini,dan tolong jangan salah paham aku tidak ikut andil apapun dalam ini. " ia melihat mimik muka perempuan itu sedikit khawatir jika dirinya salah paham.
Terlihat lucu.
" aku percaya padamu " ia memeluk perempuan itu dengan sedikit erat.
" hei,astaga kau membuatku sesak nafas baekhyun " ia tidak peduli dengan ocehan kakaknya itu.
" terima kasih banyak " mereka berdua tersenyum dalam pelukan masing-masing.
Kerja keras adalah hal utama yang di butuhkan agar bisa bertahan dengan mendapat upah yang pasti.Karena semua yang ada di sekitarnya harus menggunakan uang.Ia harus berjuang untuk menghasilkan banyak uang.
Uang uang dan uang.
❤❤❤
Entah kenapa semua berubah,ayahnya yang dulu begitu giat berkerja untuk mencukupi kehidupan mereka sehari-hari kini hanya suka bermain judi dan tidak peduli lagi dengan keluarganya.
Banyak hutang di mana-mana dan bahkan jarang pulang.
Semua terjadi saat dia mulai di terima berkerja.
Benar-benar berubah dan ia membenci keadaan ini.
Hidup di jaman serba mahal membuat ia harus extra membagi gajinya dengan benar.Sedikit demi sedikit membayar hutang ayahnya dan membeli kebutuhan sehari-hari.
Rasa lelah karena dirinya harus berjalan kaki.Tak pula ia menghiraukan bisikan tetangga yang mengatakan dirinya pelit mengeluarkan uang untuk memesan kendaraan roda empat ataupun roda dua.Tapi ia tidak peduli,karena mereka tidak tau tentang dirinya yang sebenarnya.
"Aku pulang "
"Ibu apa kau di rumah hari ini bu ? "
"Kurasa ibu kerja hari ini " gumam dirinya.
Harus nya ia sudah menyadari kebiasaan hidupnya di luar kantor. (rumah)
Tanpa sapaan seseorang yang begitu penting dalam hidupnya, menyiapkan makan saat ia sudah pulang kerja seperti halnya dulu saat ia masih sekolah dasar.
Hening.
Helaan nafas lelah tercampur rasa kecewa.
Ia memasuki kamarnya dengan malas.
Melempar seluruh badanya diatas kasur.
Megu calling .......
Ia melirik ponselnya yang berdering.
" kenapa meneleponku"
"Antar aku ke toko buku ,kau bisa kan ?"
" ibuku tidak dirumah, kurasa aku tidak bisa ikut denganmu sekarang "
" membosankan sekali!,emm baiklah aku akan minta yuqi mengantarku "
"Hati-hati saat menyebrang nanti,jangan sampai kalian masuk rumah sakit gara-gara melihat lelaki tampan saat melintas" kekeh dirinya
"Hei !!! Kenapa bilang begitu kau menyumpahiku kami! Dasar teman sialan aku tutup dulu byee"
"Bye"
Ia termasuk anak yang sedikit irit uang.
Menyebalkan sekali.
Ya uangnya begitu terbatas hanya bisa untuk membeli kebutuhan pokok.
Kadang ia mengeluh ingin beli kebutuhan wanita yang lain (emmm) ya seperti itu-pakaian dalam wanita yang sudah agak rusak -ups-.
Keluhan itu membuat ibunya jengah dan bosan hingga menyuruhnya untuk segera menikah.Karena semua akan di tanggung oleh suaminya nanti.
-aku belum ingin menjalin hubungan seserius itu dan aku masih ingin bebas-
Berjalan kaki setiap hari juga membuat kaki kecilnya sakit,kadang ia juga meminta ibunya untuk memijit kakinya.
Anak kurang ajar memang tapi dengan siapa lagi ? Jika ia mengundang tukang pijit pasti akan mengeluarkan uang lagi,jika ibunya bisa kenapa tidak,ia hanya minta tolong 'kan ?
❤❤❤
Ceklek...
Suara pintu menyapa indra pendengarnya.Ia bergegas keluar dari kamar.
" ibu bilang hari ini ibu libur ? kenapa pergi keluar"si gadis berbicara mununtut pada ibunya dengan bibir mengerucut lucu.
"Majikan ibu pergi ke china untuk sebulan kedepan,mereka akan di rumah mertuanya jadi ibu akan membersihkan rumah dua hari sekali" si mungil mengangguk untuk jawaban.
" aku kira ibu pergi kerumah nenek "
" jika ibu kesana,pasti akan mengajak mu " baekhyun setia melihat apapun yang di lakukan ibunya.
"Ibu apa ayah akan berubah ? Apa dia akan berhenti "
Hening melingkupi mereka saat suara keluar dari bibir mungil baekhyun.
Baekhyun melihat ibunya menghentikan acara berbenah bajunya membalik badan melihat padanya " ibu sudah berusaha tapi ayahmu tidak mendengarkanku" katanya lirih menatap matanya.
"semua pasti berubah bersama jalannya waktu termasuk ayahmu nak---" ibunya menarik nafas sejenak dan melanjutkan katanya,
" ya.....,termasuk ayahmu" gumamnya lagi dengan lirih seraya memanglingkan wajahnya.
"Sudah malam tidurlah besok kau akan berkerja lagi"
" baiklah " baekhyun terpaksa meninggalkan ibunya lebih dulu.Lagi pula ia tidak ingin membuat ibunya merasa terbebani.
Tangis baekhyun pecah dalam kamarnya. Ia kasihan pada ibunya yang harus berkerja untuk menggantikan ayahnya.
Kapan keadaan akan membaik ?
Matanya menjadi bengkak karena menangis lumayan lama.Dan lagi menahan suara tangis membuat kepalanya terasa berat dan pening.
Sehingga membuatnya mengantuk lalu tanpa sadar ia tertidur pulas dengan air mata yang masih mengalir di sudut matanya.