Deg deg ..deg deg..
Apa apaan ini ,dia ngajak aku menikah? Dia pikir segampang itu? Hahhhhh .
"Gimana?"
"Tapi kenapa dok? Padahal baru aja dokter tanya impian aku ,lah sekarang dokter ngajak nikah ,mau rusak masa muda ku"tak peduli apa yang kini dokter pikirkan tentang diriku yang telah memaki tak jelas kini.
"Salah satu alasannya karena saya ingin mewujudkan impian kamu menjadi guru TK"
"Tapi kan masih lama ,lagian ay masih sekolah dok"
"Saya akan membiayai sekolah kamu hingga keperguruan tinggi"
"Dokter ngeyel banget sih"
"Saya akan merawat kamu dan melepaskan beban di hidup kamu aylin"
"Aylin gak akan terlepas dari masalah walaupun hidup dengan dokter sekalipun"
"Setidaknya saya akan membantu kamu meringankan "
"Dokter iiiiiiihhhh"
"Saya mencintai kamu aylin "
Deg ....
Ucapan itu .. kata kata itu...
Seketika aku terpaku mendengar pernyataan mistis dari dokter Kevin terhadapku .dalam hati terus bertanya benarkah? Benarkah ia mencintai ku?
Setelah 9 tahun aku menjadi pasien nya dan kini ia mencintai ku? Aku pikir dia hanya memandangku sebagai pasien nya sampai kapanpun dan ternyata ia jatuh cinta?
Dokter Kevin memang lelaki mapan impian setiap wanita dengan paras nya yang mendekati sempurna hampir tak ada celah pada dirinya .
Jika boleh jujur aku pun sempat menyukainya . Ah bodoh .. seorang aylin selalu menyukai lelaki yang dekat dengan nya
Mulai dari bara sahabat ku ,aku sendiri sempat menyimpan rasa terhadap nya karna sifat bijaksana nya ,Fahri dengan keberanian nya dan humor nya pun aku sempat menyukai nya dan Azam pun karna paras yang luar biasa dan suaranya yang merdu juga tak lepas dari kebaikan hati nya sempat ku sukai namun perasaan itu hanya sekedar kekaguman aku memang belum pernah benar benar mencintai seorang lelaki untuk saat ini .
Jika aku menikah dengan dokter Kevin apakah mungkin aku akan mencintainya? .
"Saudara aylin ,bagaimana hemmhh?"
"Dok"
"Yah?"
"Ada Alya "
Kami benar benar tidak menyadari ada sesosok gadis kecil di antara kami berdua ,mungkin terlalu larut dalam argumen hingga tidak menyadari kehadiran sang bocah di sini.
"Alya gak nguping kok" sahut Alya yang mengerti maksud dari ucapan ku kepada dokter Kevin
"Iya sayang Alya gak nguping ,tapi dokter boleh gak bicara sama kak aylin sebentar"
"Ngomong aja "
"Alya ,dek sini sayang"
Seorang wanita berhijab coklat muncul di balik pintu ,mungkin ia berniat ingin membawa Alya untuk keluar ruangan .
Tak menunggu lama Alya segera loncat dari pangkuan ku dan menghampiri sang wanita tersebut yang kemungkinan ia adalah ibu dari gadis kecil itu.
Ku lihat dokter Kevin menghela nafas lega takala melihat Alya keluar ruangan .
"Jadi bagaimana?"
"Emmmm"
"Bimbing saya ke jalan yang lurus aylin,ajarkan saya agama,tuntun saya mendekati tuhan "
Aku terenyuh mendengar pernyataan tersebut .
Pernyataan yang begitu menyentuh relung hati ku .
Aku ingin membantu nya tapi aku belum siap untuk menikah .
Lagi pula aku tidak akan sanggup untuk menjadi seorang istri untuk saat ini .namun aku juga tidak memiliki alasan kuat untuk menolaknya apalagi jika ibu ku tau tentang hal ini ,ia pasti tak ambil pusing dan pikir panjang ,aku yakin ia tak akan menolak tawaran dokter Kevin.
"Dokter serius mau nikah sama ay?"
"Tentu saja "
"Kalau begitu dokter bilang sama ibu"
"Baik,saya akan bicara dengan ibu kamu "
Argggghhhh ia benar benar akan bicara dengan ibu .
____________
"Saya akan memberi nafkah kepada aylin dan bertanggung jawab terhadapnya "
"Tapi dia masih sekolah"
"Selama pihak sekolah tidak tau ,tidak akan menjadi masalah"
"Saya tidak akan menolak dokter "
Dokter Kevin tersenyum penuh arti ,ntah kenapa terukir sebuah lengkungan di bibirku . Ada secercah kebahagian yang ku rasa dari yang tadinya aku begitu sangat kebingungan dan prustasi .
***
Disekolah
Tak ada hal yang menarik bagi ku untuk saat ini selain melamun membayangkan bagaimana nantinya jika aku telah menjadi seorang istri sang dokter muda yang sukses dan tampan itu .
Apakah kehidupan ku akan berubah ? Ah tentu saja .yang pasti aku tidak perlu lagi memikirkan biaya sekolah ku,dan juga kesehatan ku terjamin namun ,oh tidak... Aku tidak bisa bebas makan apapun yang aku suka jika telah bersama dengan dokter Kevin .
"Lin" suara khas itu .. ya siapa lagi yang memanggil ku dengan sebutan 'lin' selain Luna .
"Lun"
"Ngelamun aje lu"
Aku hanya terkekeh .
"Mikirin apa lu"
"Bukan apa apa kok"
"Massa"
Lamunan ku kembali tersambung namun segera buyar karena pertanyaan dari Luna
"Lo kenapa gak masuk kemaren ?gue gak ada temen tau nggak"
"Kan ada bara,Azzam ,ada Rini juga kan dia temen yang baik "
"Gak akrab gue sama mereka "
"Ya tinggal di akrabin aja "
"Gak segampang yang Lo pikir"
Aku hanya mengindikan bahu sebagai jawaban .
"Oh ya kenapa gak masuk"
"Jadwal chek up kerumah sakit"
"Siapa?"
"Aku"
"Kenapa? Sakit apa?"
"Sindrom nefrotik "
"Apaan tuh?"
"Ginjal bocor Luna"
Luna ber-oh ria dan tiba tiba terkaget.
"What ?really?"
"Yaa"
"Kok Lo ga mati sih?"
Aku mendengus mendengar pertanyaan itu .
"Wong masih ada umur toh"jawabku sekenanya
"Gak di tambal tuh ginjal Lo"
"Di tambal kok ,pake obat obatan"
"Pait gak?"
"Nggak tuh"
"Kok bisa?"
"Ya bisa "
"Udah berapa lama Lo sakit"
"Sekitar 9 tahunan lah "
"Oooowwwhhhh"
"Cepat sembuh deh ya Lo"
Aku tersenyum
"Aamiin ,makasih ya Luna "
"Sama sama ya"
Hari ini mood ku benar benar tidak bagus ,ntah apa penyebab nya yang pasti dari kemaren sampai sekarang pikiran ku hanya tertuju kepada kejadian saat dimana dokter Kevin mengajak ku untuk menikah .
Bel telah berbunyi sekitar 2 menit yang lalu namun butut belum juga muncul ,biasanya bel berbunyi setelah beberapa detik butut telah stanby di depan pintu kelas.
Tak berapa lama bara muncul ke dalam kelas membawa kabar yang sangat di nantikan oleh siswa siswi di dalam kelas XI IPA 1 .
"Bututi gak masuk 1 jam pelajaran "
"Alhamdulillah " sorak para penghuni kelas .
"Tapi bututi kasih tugas hal 32 ,Bu Tuti masuk tugas nya harus selesai "
Meski begitu ,hal tersebut tidak menjadi kan sebuah beban bagi penghuni kelas karna sebanyak apapun tugas dan siapapun yang memberi tugas mereka tidak akan mengerjakan nya tanpa rasa takut maupun bersalah sekalipun ,kalaupun ada yang selesai akan tugas yang di berikan, bisa di pastikan hanya 1 atau 2 orang saja yang rajin mengrjakan nya dan aku tidak termasuk mereka yang rajin karna otak ku pun di bawah standar .
Seperti biasa ,jika jamkos aku lebih suka berada di taman sekolah menciptakan sajak sajak bermakna yang teralhir dengan sendirinya dalam hati dan pikiranku .
Kau datang ..
Kau menawarkan sebuah hal besar yang berpengaruh dalam kehidupanku ...
Di sela aku sedang menulis Luna datang menghampiri ,membuat ku urung dan kehilangan ide untuk merangkai kata .
Aku hanya berdecak kesal ,bukan karna kehadiran Luna namun karna otak ku blank ,apa yang harus ku tulis jika sudah seperti ini?
"Lagi apa Lin"
"Mau nulis"
"Oh ,gue ganggu ya "
"Nggak kok lun "
"Lin"
"Aku?"
"Iya"
"Apa?"
"Gue kalo berhijab cantik gak kayak Lo?"
"Emang aku cantik " kata ku sedikit tertawa .
" Tau dah"
"Lun.. berhijab itu kewajiban kita sebagai muslimah ,dan kita wajib menaati perintah itu ,selain cantik kamu juga akan terlihat cantik secara batiniah ,tapi niat nya bukan untuk di pandang cantik melainkan untuk menjalankan kewajiban kita sebagai muslimah "
"Banyak Lin yang Islam tapi mereka gak berhijab kok "
"Mungkin mereka belum tau"
Kali ini bukan aku yang menjawab .
Tapi suara bariton khas dari lelaki yang biasa ku sebut sebagai sebutan 'om'
"Om".
Happy reading 😘