Half A Heart

Galing kay iniaiiiya

941 199 50

Viarsa Adelia Pradipta, gadis ceria yang entah mengapa bisa jatuh cinta secepat ini. Hanya karena pertemuan t... Higit pa

•Awal•
01• Pertemuan
02• Bareng?
03• Ketemu (lagi)
04• Stalker
05• Direct Message
06• Basket
08• Ga Fokus
09• Pertandingan Basket
10• Pingsan
11• Jenguk Via
12• Hujan
13• Gagal
14• Bersalah
15• Timezone
16• Bingung
17• Pacar?
18• Sembab
19• Sembab (2)
20• Trans Studio
21• Half A Heart
22• Jadi, siapa?
23• Pilihan
24• Pilihan (2)
25• Pensi
26• Tamparan
27• Chat
28• Malam Minggu

07• Jenggut Rambut

39 9 4
Galing kay iniaiiiya

Hari ini Resa berangkat sekolah seperti hari biasanya. Dia menaiki motor sport hitam kesayangannya. Saat melewati rumah Via ia melihat bahwa mobil yang biasanya Ayah Via pakai tidak ada.

"Mungkin Via udah berangkat sekolah." Batin Resa.

Lalu ia melajukan motornya menuju SMA 3. Setelah beberapa menit, Resa tiba di sekolah. Dia sebenarnya bukan anak badboy, Resa anaknya rajin dan pintar di kelas serta dia famous di sekolahnya apalagi di kalangan perempuan. Bagaimana tidak terkenal seantero sekolah kalau ternyata Resa adalah kapten tim basket SMA 3.

"Weh bapak kapten datang guys." Itu Agil teman sebangkunya Resa.

"Silahkan duduk Pak." Kata Andre sambil menepuk kursi milik Resa.

"Tumben Andre pagi gini udah datang?" Tanya Resa.

"Biasanya juga gue pagi kok Res." Kata Andre.

"Eh lo datang siang mulu, kalau pagi paling tiap ada PR doang supaya lo bisa nyontek." Ejek Agil.

"Bener tuh, makanya gue heran tumben amat datang pagi." Kata Resa.

"Hehe tau aja lo. Gue liat PR dong bapak kapten." Pinta Andre sambil memasang muka melas.

"Muka lo kagak usah di melas-melasin, kasian tambah melas." Kata Resa sambil memberi buku tulisnya.

"Eh lo sekalinya ngomong tajam amat setajam silet. Sakit nih hati gue." Kata Andre sambil memegang dadanya. Lebay ah.

Agil hanya tertawa melihat Andre yang diejek oleh Resa. Mereka bertiga sudah sekelas selama 2 tahun dan sama-sama bergabung dalam tim basket SMA 3.

"Res, nanti balik sekolah latihan basket lagi kan?" Tanya Agil.

"Iya, kayaknya kita harus latihan lebih ekstra soalnya turnamen sebentar lagi." Kata Andre sembari menyalin tugas.

"Hm, iya lo bener Ndre." Jawab Resa.

"Tapi Res, lo akhir-akhir ini sering enggak fokus pas latihan." Kata Agil yang tiba-tiba serius.

"Udah beberapa kali lo ditegur sama coach." Tambah Andre.

"Sorry banget, gue lagi bingung aja gitu." Jawab Resa.

"Lo ada masalah? Cerita aja sama kita, nanti kita bakal bantu kok." Kata Agil.

"Nanti gue cerita deh ke kalian, tapi enggak sekarang juga. Gue... belum siap." Jawab Resa.

"Sans aja kalau emang lo belum siap buat cerita." Jawab Andre yang sudah menyalin tugasnya.

Dan bel tanda masuk pun berbunyi tanda bahwa pelajaran akan dimulai.

Di lain sekolah, tepatnya SMA 1. Via dan teman-temannya sedang free class karena para guru sedang rapat.

"Gue seneng lagi nih guys." Kata Via sambil tersenyum memperlihatkan gigi rapinya.

"Kenapa? Resa lagi?" Tanya Bella.

"100 buat Bella." Jawab Via semangat.

"Sok atuh cerita Vi." Kata Rani penasaran.

"Jadi gini...." Via menceritakan kejadian kemarin dari awal ia gabut hingga ia pulang ke rumah diantar Resa.

"MASYAALLAH TOLONG DONG RADIT KAPAN KAYAK GITU KE GUE." Teriak Farah yang heboh mendengar cerita Via.

"Putra juga kapan kayak gitu ya?" Tanya Rani.

"Duh, kalian kok jadi membandingkan pacar kalian sama gebetan Via sih? Kan masing-masing cowok punya cara buat bahagiain pasangannya juga. Termasuk Kevin hehe." Kata Bella menengahi.

"Halah sok iyey lo Bel. Bilang aja lo iri sama gue wle." Kata Via sambil menjulurkan lidahnya.

"Sorry ya gue enggak iri." Tolak Bella.

"Pas kemarin tuh bener-bener hari yang indah dalam hidup gue." Kata Via.

"Gue juga kalau digituin sama Putra bakal baper sih Vi. Digendong gitu gila sih siapa yang enggak baper coba? Tatap-tatapan pula." Rani menimpali.

"Belum jadian aja udah sweet kayak gitu, gimana kalau udah jadian coba?" Kata Farah.

"Jadian? Kenal aja baru beberapa hari. Masa langsung jadian." Elak Via.

"Kan maksud gue tuh nanti Vi. Ah lo mah kadang telmi. Dasar Via Vallen." Kata Farah.

"Ih Via Vallen mulu, gue bukan penyanyi dangdut ogeb." Kata Via.

"Ya udah bukan Via Vallen, tapi via-via." Kata Bella mencoba melawak.

"Eh gorengan pia-pia itu mah woy yang 500an di kantin." Kata Rani sambil tertawa

"Wah lebih parah sumpah." Kata Via.

"Ngomongin kantin jadi laper gue nih, kantin yuk? Siapa tau ada Radit hehe." Kata Farah sambil beranjak dari kursinya.

"Modus mulu lo dasar." Kata Via.

"Bilang aja lo iri enggak bisa modus ke siapa-siapa." Ejek Rani.

"Wah bener-bener Vi. Hajar Vi." Kata Bella.

"Terserah dah yang jomblo mah bisa apa." Kata Via.

Lalu mereka berjalan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi kekosongan perut mereka. Bukan kekosongan hati ya, itu mah khusus Via aja hehe ✌🏻

Saat di kantin, ternyata ada Putra, Kevin, dan Radit. Memang mereka itu sepaket layaknya Rani, Bella, dan Farah. Ya Via mah jomblo jadi sendiri hehe.

"Kan bener apa kata gue ada Radit." Kata Farah semangat.

"Ah kesel ah gue, nanti gue sendirian lagi." Omel Via.

"Lo ikut sama kita aja Vi duduk disana." Ajak Rani.

"Nanti gue jadi nyamuk dong. Ah elah gue butuh Resa disini."

"Heh Resa mulu, pacar aja bukan woy." Kata Bella.

"Ya udah ayo Vi mending duduk bareng aja." Ajak Farah.

"Ya udah iya, terpaksa gue." Kata Via malas.

"Eh bebeb gue dateng nih." Itu Radit, dia memang agak lebay gengs.

"Halo, Bella." Sapa Kevin.

"Ran, sini duduk pinggir gue." Titah Putra.

"Tuh kan bener dugaan gue, kalau gue bakal jadi nyamuk. Kalian pada disapa sama pacar kalian. Lah gue? Berasa kambing conge." Via menyesal telah bergabung bersama mereka. Tau gini mending tidur di kelas, katanya.

"Makanya Via Vallen cari pacar dong, tuh si Ojan jomblo." Kata Radit sambil memakan bakso yang ia pesan.

"Sembarangan aja lo kalau ngomong, yang ada kalau gue pacaran sama si Ojan bisa-bisa gue dikacangin mulu terus dia pacaran dah sama buku." Oceh Via. Karena Ojan itu type anak yang kutu buku.

"Plis ya Radit, jangan manggil gue Via Vallen deh, lo sama pacar lo si Farah sama aja manggil gue Via Vallen. " Sungut Via sambil menunjuk Farah.

"Hm, iya dah enggak bakal manggil Via Vallen lagi. Lagian cantikan Via Vallen juga sih daripada lo Vi. Mana mau juga Via Vallen disamain sama model tahu bulat kayak lo." Radit nyerocos mulu ya kayak ibu-ibu arisan.

"Eh Radit itu mulut lama-lama gue jahit ya. Mau?" Via sewot ke Radit.

"Udah dong Vi sewot mulu buset." Kata Bella menengahi.

"Ho'oh tuh kasian pacar si Farah diamuk mulu sama lo." Kata Putra.

"Lagian kesel gue ke si Radit mulut keriting." Kata Via sambil mendelik.

"Iya dah maaf ya Via." Kata Radit meminta maaf.

"Eh by the way tim basket kita bakal main minggu depan, kalian nonton dong. Cuma pertandingan persahabatan sih. Jadi kayak cuma seru-seruan aja." Kevin memang salah satu anak basket SMA 1 makanya ia mengajak teman-temannya untuk menonton.

"Lawan sama apa emang?" Tanya Putra.

"SMA 3." Jawab Kevin.

"WHAT? DEMI APA WOY? RESA MAIN DONG ITU YA ALLAH. ENGGAK MAU TAU POKOKNYA KITA HARUS NONTON TITIK ENGGAK PAKE KOMA." Kata Via sambil menggebrak meja kantin. Enggak meja kantin, enggak meja kelas semua dirusak Via.

"HEH VIA VALLEN NYANTAI NAPA BUSET DAH INI KUAH BAKSO GUE TUMPAH BEGO." Radit yang sedang memakan bakso emosi karena ulah Via.

"Iya nih ah Via mulut lo kayak toa." Kata Bella yang ikut kesal.

"Semua meja aja lo rusak Vi." Kata Farah.

"Semangat amat lo mah Vi kalau bahas Resa." Timpal Rani.

"Gue seneng banget lagian hehe, maafkan Via ya teman-teman." Kata Via sambil membuat huruf V pada tangannya.

"Resa siapa emang? Pacar Via? Mana mungkin Via punya pacar." Kata Putra.

"Eh sumpah ya Ran, pacar lo kalau ngomong pedes amat. Heran gue lo mau sama spesies macam dia." Sewot Via, dan Rani hanya tersenyum geli.

"Spesies di kata hewan kali tuh si Putra." Kata Kevin sambil tertawa.

"Resa itu anak basket SMA 3 dan tetangga yang digebet sama Via." Jelas Rani.

"Hm, pantesan aja girang bener." Kata Radit.

"Iya lah gue seneng, gue kan mau liat pujaan hati gue." Kata Via sambil membayangkan Resa.

"Eh eh bentar deh." Tiba-tiba Radit membuat yang lain diam.

"Kenapa?" Tanya Bella.

Mereka memasang muka penasaran karena menunggu apa yang akan dikatakan Radit.

"Hm... emang si Resa itu mau ya kalau pacaran sama model toa dan bakpau kayak Via?" Dengan polosnya Radit menanyakan hal itu.

Dan Via menjenggut rambut Radit karena Via yang kesal oleh Radit. Teman-teman yang lain kewalahan melerai Via yang sedang mengamuk, sampai-sampai rambut Radit ada yang rontok karena Via jenggut. Via kesetanan dan hampir saja menumpahkan sisa kuah bakso ke kepala Radit jika tidak ditahan oleh teman-temannya. Sadis.

"RADIT SUMPAH YA LO NGESELIN BANGET JADI ORANG." Via berteriak lantaran Radit sudah kabur. Semua murid yang berada di kantin terkejut bahkan pula ada yang tertawa dengan kejadian tadi.














~•~
Di part ini sengaja enggak ada bagian Via-Resa bareng. Lagi pengen ada bagian para cowoknya Bella, Rani, dan Farah. Next part bakal ada kok Via-Resa. See u!~💜
- jodoh wooseok 😚

16 Februari 2019

Ipagpatuloy ang Pagbabasa

Magugustuhan mo rin

1.3M 62.1K 72
"Aku cuma mau merasakan kebahagiaan." -Lavanya Aurora. "Gue akan berusaha menghancurkan kebahagiaan lo. Apa pun caranya." -Guntur Madhava. *** Satu k...
9.2K 287 13
Adrela tak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan berubah total setelah ia mengenal Robeno, pria penuh pesona yang menghipnotisnya saat pertemuan pe...
36.2K 10.7K 53
"Hidup ini, tentang siapa yang datang lalu pergi." ••• Aleta-seorang gadis belasan tahun yang hidupnya jauh dari kata bahagia. Di usia yang masih san...
6.6K 728 24
[JANGAN LUPA FOLLOW] Kalo jatuh bangun sih udah biasa, tapi kalo jatuh cinta ke kamu itu gak pernah aku sangka. Eeaakkk... Soalnya kayak mimpi! ***...
Wattpad App - I-unlock ang mga eksklusibong feature