Kringggg
Suara bel bunyi para siswa SMA Bangsa berhamburan untuk mengisi perut yang udah keroncongan dan segera menuju ke kantin.
"Put makan yuk" Seorang perempuan mengajaknya ya siapa lagi sahabatnya si Erny
"Gue nyusul, kalian duluan" jawab gue
"Alah lo tu ya paling mau ke kelasnya sih rizky ya" sahut Eka sahabat gue membuat gue cengengesan
"Ah lo tau aja"
"Serah lo deh put gue mau ke kantin laper tauk tadi pusing mikir soal matematika" ucap Erny menahan lapar manja
"Yee salahnya sendiri ngga mudengan" lirihku dan meninggalkan kelas menuju kelas yang sudah dinantikan
Kak rizky mana ya_Batin
"Nah itu dia" melihat dikoridor samping kelasnya rizky "Hai kak"
Rizky sadar dengan suaranya tapi tidak menoleh suara yang memanggil
"Mau ngapain?"
"gitu amat, gapapa kok cm lagi pengen deket aja" sambil menoleh dan memandang wajahnya cowok yang ia sukai dengan cara menghalangi jalan
"Jangan ngliatin gitu gue risih" Sengaja buang muka karna dia memang tidak suka deket sama perempuan dan segera menghindar untuk pergi
"Jangan gitu dong kalo lo suka sama gue gimana?" Ucapan putri membuat rizky kaget dan berhenti mematung
"Pede banget lu najis tau ngga, Pergi sana adek kelas ngga tau malu" bentak rizky
"Kak rizky gitu banget sih? Gue salah apa sih kak? Aku disini kan pengen deket kakak" Sambil menghalangi jalannya lagi dan lagi
"Minggir putri" dengan tatapan tajam
Putri tersenyum ditatap seperti itu padahal niatan rizky karena benci
"Cie natapnya gitu amat"
"Tolong, lo mau apa sih dari awal masuk sekolah udah ganggu gue?"ucapnya karna udah muak karna merasa diganggu
"Gue gitu lagi pengen tau aja kak?" Jawab gue
"Pengen tau apa?" Dibuatnya bingung
"Cara deketin kak rizky gimana?" Rizky dibuat shok oleh cewek ngga punya urat malu ini dan langsung meninggalkan putri dan putri hanya diam senyum sambil memandang punggung sampai menghilang
Gue harus gimana ya biar dia suka sama gue _ batin
_____
Sekarang putri segera menyusul ketiga sahabatnya dan juga ia mengisi Perutnya sebenarnya sudah lapar apalagi sudah jenuh karna dicuekin sama pujaan hatinya siapa lagi kalau bukan rizky kakak kelasnya sekaligus ketua osis yang banyak idola idolanya.
"Eh liat nih temen lu mukanya sedih amat duhh" Kebiasaan Erny menyindirnya
"Kenapa habis ditolak ya?" Ucap amel Mencubit pipinya dan ketiga sahabatnya ketawa jahat
"Berisik lo semua " bentak gue yang tak lagi mood
"Seharusnya lo bantuin gue dong gimana caranya deketin kak rizky" ucapnya lagi mulai nada rendah
"Gue tau caranya put" Ucap eka sahabatnya pun membuat putri membinarkan mata yang sedang bahagia ia pun langsung mengangguknya
"LO HARUS IKUTAN OSIS" ucapnya eka lagi dengan nada tinggi
Putri berekspresi datar saja ya dia karna benci dengan kegiatan disekolah, Ia tak suka dengan organisasi seperti itu masuk kelas aja udah untung waktu pelajaran aja ia tidur tapi jangan salah sangka walaupun dia bener bener malas sebenernya otak dia udah permanent sama kepintarannya. Apakah dia ikut osis demi pujaan hatinya?
Prov.Rizky
"Lay nanti lo pasang poster calon osis buat adek kelas ya?"
"Siap bos sekalian cari cewe cantik dan aduhai" jawab Lay bersikap genit
"Serah lu" rizky memang sudah biasa dengan kebiasaan Lay yang memang suka penggoda perempuan terutama adekkelas
"Eh putri kalo masuk osis gimana ya? Lo bakal terima dia kan?" Niatnya Lay hanya untuk mengledek seorang pria Yang dingin dengan cewe siapa lagi Rizky
"Ya kalo dia niat sih, Tapi gue harap jangan males gue" hanya menatap laptop mengetik sedang mengerjakan tugas osis
"Putri cantik woy bodynyaa gilak. Katanya dia anaknya males tapi kalo didepan guru caper banget sampe kaga tau noh sifat aslinya dia, Tapi dia asli pinter bro. Lu harusnya mau aja sama dia. bukalah hati lu lah bro kasian dia tiap istirahat ke kelas kita mulu nyari lo, pulang sekolah juga apalagi dia pernah rela nungguin pas lo lagi rapat osis gilakkk setia sama lo bro gue aja ngiri"
"Buat lo aja" Tutup laptop langsung meninggalkan ruang osis dan temannya sih Lay karna memang malas dengan membahas perempuan tersebut
"Yee dasar, kaga punya tipe apa dia" ngomong sendiri
Putri sedang asik mendengarkan musik dengan earphonenya berjalan dan memutar badannya merasakan angin sepoi sepoi di samping sekolah tepatnya taman. Dan saat berbalik badan menabrak sesuatu.
Brukk kk
Ia pun kaget dan langsung membantu ambil buku yang sedang berjatuhan tanpa melihat siapa yang telah ia tabrak. Saat menoleh keatas putri berdetak kencang seperti ingin perang cinta
"Kak rizky" membinarkan mata dan mulut melebar menandakan ia sangat bahagia melihat sang pujaan hati tepat dihadapannya
"Bawa sini bukunya" Tanpa memperdulikan putri dan ambil bukunya dari tangan sih putri dan langsung meninggalkannya
Putri berlari kecil untuk menghampiri pujannya
"Ih kak aku minta maaf udah nabrak kak rizky, jangan marah ya" spontan menahan dengan memegang pergelangan tangan sih pujaannya.
"Lepas gak" ucap rizky dengan nada tinggi
Tetap memegangnya
"Cie kak rizky kesini mau ngapain sendirian mau ketemu aku ya hayo ngaku pasti kakak udah suka kan sama aku ngaku dong kak"
Ucapannya sih perempuan tak mempunyai urat malu ini membuat pria tersebut greget dan benci
"Eh asal lo tau sebelum lo menginjak sekolah disini gue pasti ke taman ini dan gue harap lo jangan ke geeran oke. Mending lo cari cowo lain. Jangan buat harga diri lo jatuh karna deketin gue terus lo gak sadar kalo lo murahan hah? lo tau itu kan" dan langsung meninggalkan perempuan yang sudah disakiti dengan perkataan seperti itu
Putri tak menahan perkataan kak rizky langsung meneteskan air mata berjatuhan berulang kali
"Gue bukan murahan? Gue sukanya sama lo doang ngga ada yang lain kak kenapa seakan akan dimata lo gue ini murahan sih kak" sambil menunduk dan memainkan tangan karna sakit hati dengan kata katanya tadi.