Fake Bad Girl

By crystalsnw_

208K 7.2K 331

kini ku ceritakan tentang seorang bad girl!! tidak tidak hanya ingin menunjukkan bahwa dia bad girl tapi sesu... More

Part 1
part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
New Story
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
Part 49
Part 50
part 51
Part 52
part 53
Part 54
Part 55
part 56
part 57(End)
Cerita On Going

Part 23

3.2K 133 2
By crystalsnw_

Jangan Egois dengan mencoba untuk menang sendiri,ingat kau diuji saat ini bersabarlah dan tahan dirimu__

🍂🍂🍂

Kaki Fiona melemas begitu saja,ia benar-benar bingung dengan keadaan seperti ini.

Ucapan Bundanya terngiang-ngiang di kepalanya,apa yang dia katakan Alya dan Fiona sodara?.

Gila ini benar-benar gila,Fiona terduduk ke lantai begitupun juga Alya yang langsung terduduk mendengar hal itu.

Delvin ikut terkejut,bagaimana mungkin seperti itu.Ia menatap kedua orang tuanya yang tampak tak terkejut sama sekali bahkan mereka sangat tenang.

"Bun,apa yang bunda bilang?," tanya Alya sekali lagi.

"Sayang,Fiona itu adik kamu nak," ujar Eriska kembali.

Eriska sangat bingung,apa ini kesalahan karena telah mempertemukan dua sodari yang tidak saling kenal saat kecil?.

"Gak mungkin," sela Fiona,meremas kedua tangannya.

Amanda mendekati Fiona,memegang pundak gadis itu "Ini kenyataan sayang,kamu punya sodara dan malam ini kamu harus selesaikan masalah ini dan dengarkan penjelasan Bunda dan Ayah kamu,".

Mereka semua dalam keheningan,Alya dan Fiona yang sibuk bergelut dengan pemikirannya.

Kedua orang tua Delvin akan pamit sekarang,karena ini masalah kelurga mereka.

Mama dan papa Delvin mengajak Delvin untuk meninggalkan mereka semua,tapi rasanya Delvin juga ingin mengetahui hal tersebut lebih lanjut.

Seolah mengerti dengan tatapan Delvin,kedua orang tua Delvin mengangguk.

"Nanti papa jelaskan dirumah,mari kita pulang ini urusan keluarga mereka," ujar papanya lalu menarik tangan Delvin untuk keluar rumah tersebut.

*****
Disinilah mereka sekarang,diruang keluarga berkumpul dan saling pandang satu sama lain.

Eriska dan Jery selaku orang tua dari Fiona dan Alya hanya dapat menarik nafas dalam,untuk melanjutkan cerita mereka.

"Dengarkan Ayah sama Bunda malam ini,dan sebelumnya Bunda dan Ayah minta maaf sama kalian,"ujar Jery menatap bergantian kedua putrinya.

Fiona menarik nafas dalam-dalam,Alya memautkan tangannya kuat teringat dengan tingkahnya yang menghina orang tua Fiona padahal ia telah berbicara buruk tentang orang tuanya juga.

"Kalian berdua sodara,Alya kakak kamu Fio kalian kami pisahkan semasa kalian kecil,Ayah dan Bunda yang harus melarikan Alya kerumah sakit karena penyakit yang sudah di idapnya dari kecil,penyakitnya susah di sembuhkan di negara ini sayang hingga Ayah sama Bunda harus membawa Alya ke luar negeri dan harus bolak balik lagi ke indonesia supaya bisa lihat kamu.Ayah dan Bunda yang susah berbicara,bercengkrama bahkan makan bersama kamu membuat kami berdua juga tersiksa,membuat kamu membenci kami__,"Eriska mengingat bagaimana anak sekecil Fiona mulai membenci kedua orangtuanya dengan sikap acuhnya.

"__Waktu itu masa-masa sulit ayah sama bunda sayang kamu selalu berlarian kearah kami yang baru pulang dengan membawa surat undangan sekolah tapi kami menolaknya,kami benar-benar minta maaf sayang malam itu kami benar-benar sibuk lagi harus ke New York untuk menjenguk Alya,karena dokter pribadinya menelfon kami lagi bahwa keadaannya benar-benar memprihatinkan.Saat kami kembali lagi ke indonesia,kami menemukan surat undangan sekolah kamu lagi seingat bunda itu surat kelas 6 SD kami membacanya dan berniat untuk pergi besoknya dan malamnya lagi kami mendapat kabar__,"ucapan Eriska terpotong saat Fiona menyelanya.

"Dan malam itu sempurna Fiona membenci Bunda sama Ayah.Fiona senang melihat kalian akhirnya membaca undangan itu,fiona sengaja menaruhnya disitu tapi begitu Ayah menerima telfon lagi undangan itu terbuang kelantai dengan Fiona yang melihat dengan mata kepala Fio," Ujar Fiona menyela ucapan bundanya,Eriska mengangguk ia mulai menangis.

Jery melanjutkan ucapan istrinya karena melihat Eriska tidak sanggup lagi"Itu salah kami nak karena tidak jujur dengan kalian,kami selalu memantau kamu Fiona hingga sekarang hati kami teriris saat mendengarkan kamu berubah jadi anak yang pendiam dan berandalan di sekolah,kami bersalah tidak mendidik kamu tidak membagi kasih sayang kami,membuat kamu menjadi anak yang tak terdidik itu maafkan ayah sama bunda__,"

"Malam itu lagi kami memutuskan untuk pulang,dan tidak mendapati kamu di kamar kamu kami mencarimu hingga tante Amanda menelfon kami bahwa kamu bersamanya,dan malam itu kami kembali lagi Ke New York memberikan kepercayaan kepada Amanda merawatmu dan kami yang fokus untuk kesembuhan Alya nak dan itu membuahkan hasil,kami senang akhirnya kami membawa Alya pulang dan menyekolahkannya saat itu kelas 1 SMP kami juga sudah pindah rumah sayang agar kamu bisa melupakan setiap kejadian menyayat hati dirumah itu,kami sangat susah bertemu dengan kamu karena Amanda mengatakan kamu tidak ingin bertemu,kami sedih tentu saja,petaka kembali datang,kakak kamu mendadak mudah depresi dan kami susah lagi menghubungimu dan mengatakannya, baru kali ini kami punya kesempatan itu,maafkan Kami sayang," ujar Eriska di akhir ucapannya,ia memandangi Fiona lalu menarik gadis itu kedalam dekapannya.

Fiona membalas pelukan bundanya "Maaf juga Bunda," ujarnya.

Alya yang duduk di samping Ayahnya hanya bisa meremas jarinya,apa-apaan semua ini ia telah jahat kepada adiknya sendiri.Fiona sudah melewati masa-masa sulit dan Alya memberikan kesulitan lagi?.

"Fii," panggil Alya,Fiona melepas pelukan Eriska dan membalas tatapan Alya.

"Gue mau ngomong sama Lo," ujarnya,lalu berdiri untuk menuju ke kamar nya diikuti Fiona di belakangnya.

Eriska hendak berdiri,namun cekalan Amanda di tangannya membuatnya mengurungkan niat.

"Biarkan mereka berdua," Ujar Amanda,Amanda telah memberitahu Eriska bahwa Fiona dekat dengan Delvin perubahan-perubahan di diri Fiona terjadi karena Delvin.

"Mereka nggak akan saling membenci kan Nda?," tanya Eriska,Amanda menggeleng.

Fiona mendudukan tubuhnya dikursi meja belajar Alya,ia memandangi wajah Alya wajah sodari kandungnya Fiona benar-benar syok sekarang.

Alya tersenyum,senyum yang tidak dapat Fiona artikan.

"Jadi sekarang gimana?," tanya Alya,Fiona mengerutkan keningnya bingung.

"Mau lo gimana sekarang? apa lo mau gue mundur buat lepasin Delvin?,"tanya Alya memperjelas,Fiona memutar bola matanya malas.

"kalo lo emang cinta perjuangin,"balas Fiona.

"Tapi lo adik gue,lo bukan musuh gue lagi,"

"Lo yang lebih dulu kenal sama Delvin,gue hanya orang baru di hatinya,"

"Maafin gue soal kata-kata kasar gue waktu itu Fii,"

Fiona tersenyum "Sans aja,gue udah biasa dapet cacian kaya gitu,"

"Maaf juga untuk kasih sayang Ayah sama Bunda yang kebagi karena gue sakit,gue yang rebut semua kebahagian yang seharusnya buat lo,"

"Itu masa kelam Al,nggak perlu di ungkit lagi semuanya udah baik lagi,"Ujar Fiona sembari terkekeh.

"Hubungan lo sama Delvin belum baik,"

Deg...

Hubungan belum baik?mereka telah berakhir tidak ada perbaikan di hubungan mereka.

"Gue udah nggak ada hubungan apa-apa lagi,udah Game Over,"

Alya berdecak kesal"Dia sayang sama lo!,"

Fiona menatap manik mata Alya,tidak ada kebohongan di mata gadis itu"Sayang itu banyak macamnya Al,"

"Dia beneran sayang sama lo,lo udah geser posisi gue di hatinya dia,"

Alya kesal sendiri pada Adiknya itu,karena tidak mau mendengarkannya.

"Apa lo nggak papa karena udah relain cowok yang lo sayang buat adik lo?," tanya Fiona seolah tidak percaya kepada Alya.

Alya berjalan ke arah jendela kamarnya yang terbuka,seolah membiarkan wajahnya diterpa angin malam.

"Gue udah mundur sekarang,dari dulu gue sama Delvin nggak bisa bersatu Fii selalu aja ada hambatannya.Dan sekarang dia benar-benar udah jauh dari gue,"Ujar Alya lirih,Fiona dapat mendengar hembusan nafas gusar Alya.

Fiona menyusul Alya ke arah jendela,ia ingin ikut merasakan terpaan angin diwajahnya.

"Maaf,karena datang di tengah-tengah kalian," Lirih Fiona.

Alya tertawa renyah"Biasa aja kali,"

"Lo kok ketawa sih anjing," umpatnya.

"Terserah gue dong,lo jadi adek nggak ada sopan-sopannya lo sama gue!,"ujar Alya seolah-olah marah.

"Gue emang kaya gini,marah lo!," sinis Fiona.

"Songong nih anak,"Ujar Alya sembari menarik pipi Fiona,gadis itu meringis pelan.

Mereka tertawa satu sama lain,saling mengejek menyalurkan kasih sayang adik kakak yang mereka lewati.

Eriska,Jery dan Amanda yang sedari tadi berdiri di depan pintu kamar Alya,yang sedang menguping pembicaraan mereka tersenyum senang,mereka menangis haru melihat keduanya terlihat akrab.

Mereka bertiga menuruni anak tangga untuk menuju ruang keluarga lagi,ia membiarkan Alya dan Fiona menghabiskan waktu bersama.

"Lo nginep malam ini kan?," tanya Alya lagi yang tengah berbaring di kasur nya bersama Fiona.

Fiona menggeleng pelan"Kayanya gue pulang dulu deh kerumah Auntie,barang-barang gue kan disana,"

"Kan bisa besok ngambilnya,"

"Gue mau sama-sama Auntie malam ini,kan besok-besok nggak sama Auntie lagi harus tinggal disini kata bunda,"ujar Fiona memberi kakaknya pemahaman.

"Gue nggak terlalu deket sama Auntie,".ujar Alya lirih.

"Gue nggak nanya juga,"

"Setan lo!," umpat Alya.

*****
Fiona menghempaskan tubuhnya dikasur miliknya yang berada di rumah Amanda,yah ia memutuskan untuk pulang malam ini menemani dan menghabiskan waktu lebih lama dengan orang yang sangat berarti di dalam hidupnya.

Sangat berat meninggalkan tantenya,tapi apa boleh buat Amanda pun tengah memaksanya untuk kembali kerumah kedua orang tuanya.

Tengah asik tenggelam dalam fikirannya sendiri,tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan chat di layar lockscreennya.

Fiona meraih ponselnya,senyumnya tercetak di bibir merah alami gadis itu.

DelvinAdhitama
"Keluar bentar,gue mau ngomong,".

Fiona berdecak kesal,lelaki satu ini benar-benar tidak ada romantis-romantisnya.Orang-orang jika ingin mengajak wanita keluar biasanya mengatakan "Boleh keluar,aku lagi didepan rumah kamu,kamu dimana boleh bicara bentar nggak," lah ini nggak romantis sama sekali.

FionaViktoria
"Ngomong apa?,"

"Penting,gue di depan rumah lo,".

"Otewe,"

Fiona beranjak dari tidurnya,keluar dari kamarnya untuk menemui lelaki tak romantis itu.

Fiona membuka pintu rumahnya,ia melihat  Delvin yang tengah menyandarkan punggungnya di pintu mobilnya sembari bermain ponsel.

"Sial,gue tetep aja terpanah,"gumam Gadis itu,melihat lelaki yang telah membuat hatinya terombang-ambing.

Gadis itu berjalan mendekat sembari menghentak-hentakkan kakinya,Delvin tersenyum kearah gadis itu.

"Mau ngomong apa?,"ketus Fiona.








"Mau ngajak balikan,"









*****

Panjaaaangggg....kok partnya kan kan!!

Jangan lupa Votecoment yang udah Votecoment makasih buanyaaaakkkk...sebanya-banyaknyaaa...

Salam_Dini

Follow Ig"diniii.18,"

Continue Reading

You'll Also Like

401 51 8
Mari merapat!!! Kisah seorang remaja dalam mencari cinta sejati. Hingga mereka rela mengorbankan sahabat demi mendapatkan cinta dari seorang pria yan...
187K 8.3K 33
Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk...
1.3K 43 21
Memang cinta dimasa SMA itu sangat menyenangkan, tapi bagaimana dengan anak laki-laki yang tak pernah menemukan cinta dan lelah dengan cinta yang tak...
54.7K 2.4K 31
"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namany...
Wattpad App - Unlock exclusive features