Relationshit [IDR]

By pecintaibay

183K 18.3K 2.2K

Menceritakan tentang kisah cinta (Namakamu) dan Iqbaal yang berakhir sesuai takdir tuhan :))) More

1🌻
2🌻
3🌻
5🌻
6🌻
7🌻
8🌻
9🌻
10🌻
11🌻
12🌻
13🌻
14🌻
15🌻
16🌻
17🌻
18🌻
19🌻
20🌻
21🌻
22🌻
23🌻
24🌻
25🌻
26🌻
27🌻
28🌻
29🌻
30🌻
31🌻
32🌻
33🌻
34🌻
35🌻
36🌻
Sequel dan QnA

4🌻

6.4K 584 14
By pecintaibay

Pagi ini (Namakamu) berniat akan pergi kerumah Iqbaal, dan saat ini (Namakamu) sedang menikmati sarapannya bersama Iqbaal. Bastian sudah dulu pergi ke kantor karena ada meeting mendadak, katanya.

"Tadi malem jadi?" Tanya (Namakamu)

"Jadi yang," muka nya memelas.

"Kok melas gitu sih, kenapa?" Tanya (Namakamu) lembut

Iqbaal berdecak, "Nggakpapa."

"Hm.. yaudah," (Namakamu) merasa ada yang disembunyikan dari Iqbaal.

Hanya terjadi keheningan setelah percakapan tadi.

Beberapa menit berlalu ..

"Aku nggak mau ya kalau ada yang kamu sembunyiin dari aku. Itu tandanya kamu nggak percaya sama aku, baal." ucap (Namakamu) serius

"Iya yang, enggak ada kok." Ucap Iqbaal was-was

"Bunda dirumah kan?" Tanya (Namakamu)

"Iya dirumah kok." Iqbaal menelan rotinya yang sudah dikunyah, "kalau udah dirumah jangan cuekin aku ya?" Mohon Iqbaal

"Nggak janji yaa, hehe." ucap (Namakamu) sambil memperlihatkan deretan giginya

Memang, (Namakamu) sudah sangat dekat dengan keluarga Iqbaal. Terutama bunda Rike, (Namakamu) sudah menganggap bunda Rike sebagai ibu nya sendiri.

**

"Assalamualaikum," ucap (Namakamu) dan Iqbaal bersamaan.

"Waalaikumslm," ucap seseorang dari dalam sambil membukakan pintu.

"Eh (Namakamu)? Gimana kabarnya nak, lama nggak kesini." ucap ayah Herry

Iqbaal dan (Namakamu) menyalimi tangan ayah Herry.

"Iya yah, lagi sibuk akhir-akhir ini."

"Yaudah yuk masuk, bunda kangen banget sama kamu. Dia pasti seneng liat kamu disini," ucap ayah herry merangkul (Namakamu) dan membawa nya masuk ke dalam rumah.

Iqbaal yang melihat itu merasa senang.

"BUN.." panggil Iqbaal berteriak.

"Apasih baal? Teriak-teriak gitu, ganggu bunda lagi masak aja," ucap bunda yang baru muncul dari dapur.

"Eh sayang? bunda kangen," lanjut ucapan bunda, lalu memeluk (Namakamu).

"(Namakamu) juga kangen bunda, maaf ya baru sempet kesini."

"Iya gapapaa. Eh ini bunda lagi buat cake, bantu bunda buat cake yuk sayang." seru bunda rike

"Ayuk Bun,"ucap (Namakamu) bersemangat.

"Ekhem.." Iqbaal berdehem

"Eh baal, aku sama bunda dulu ya?" ucap (Namakamu) lalu mencium pipi kiri Iqbaal dan langsung lari menuju dapur

Iqbaal terdiam. Mencerna kejadian apa yang barusan terjadi. Senyum nya terukir di wajah tampan nya lalu bergegas ke kamar dan lompat lompat tidak jelas.

Dia sangat senang.

Disela sela memasak, "Bun.. kata Iqbaal tadi malem bunda sama ayah ngajak Iqbaal makan dirumah temen bunda ya?" Tanya (Namakamu)

"Iya sayang, kenapa?" Tanya bunda Rike halus

"Nggakpapa cuma tanya aja," (Namakamu) tersenyum.

"Kamu nggak cemburu kan sayang? Bunda ngajak iqbaal nggakada maksud apa-apa kok. Cuma silaturahmi aja."

"Hm?" (Namakamu) kebingungan

"Loh? Iqbaal nggak cerita kalau tadi malem kami pergi ke rumah Zidny?"

(Namakamu) terdiam sejenak "em.. Iqbaal cerita kok Bun,"ucap nya dengan senyum kecil. "Cuma (Namakamu) lupa aja tadi, makanya kaget."

"Oalah kirain nggaktau," ucap Bunda Rike. "Nanti punya kamu, nggak usah ditambahin gula aja ya?"

(Namakamu) mengerutkan dahinya, "Kenapa bunda? Nanti tawar."

"Kan kamu udah manis, nanti diabetes kalau kemanisan."

(Namakamu) terkekeh, "bunda bisa aja."

Bunda ikut terkekeh ,"ini udah mateng cake nya, kamu anter ke kamar Iqbaal ya?"

(Namakamu) mengambil cake yang sudah matang itu, "Iya bunda, (Namakamu) keatas dulu ya?"

(Namakamu) menaiki tangga menuju kamar iqbaal. Dibuka nya pintu kamar itu lalu ia tersenyum melihat kekasihnya sedang tiduran di kasur sambil menonton tv.

Iqbaal sedang tidak menggunakan baju, dan hanya menggunakan celana pendek berwarna biru tua nya. Sudah hal biasa (Namakamu) melihat Iqbaal seperti itu.

"Baal.."

"Eh yang, udah?" Iqbaal membenarkan posisi nya,menjadi duduk

"Udah, ni." ucap (Namakamu) duduk disamping Iqbaal dan memberi cake nya

"Emm enak yang,"" ucap Iqbaal saat mencicipi cake buatan calon istri nya itu.

"Baal."

"Ya?" Cake yang Iqbaal makan sudah dihabiskan, dia taruh piring nya ke meja dekat kasur lalu menghadapkan badannya ke hadapan (Namakamu), "kenapa?"

"Mmm," (Namakamu) tampak ragu saat ingin mengutarakan nya.

"Kenapa kok kayak ragu gitu?" Ucap Iqbaal sambil menyingkirkan anak rambut (Namakamu) yang menutupi wajah.

"Tadi malem kamu kemana?" Tanya (Namakamu)

"Kan aku udah bilang tadi malem aku pergi sama bunda sama ayah ketempat temen bunda sayang," ucap Iqbaal halus, tangan nya mulai membelai pipi (Namakamu) yang sedikit berisi itu.

"Iya, kerumah siapa?" Ucap (Namakamu) sedikit geram

"Kerumah temen bunda yang."

"Kenapa nggak to the point aja sih kalau tadi malem kamu kerumah zidny?" Ucap (namakamu) yang sudah tidak tahan lagi karna Iqbaal yang tidak mau secara langsung memberi taunya bahwa dia bertemu mantannya --Zidny--

Iqbaal terkejut. Tapi wajah terkejutnya ia tutupi dengan senyum an tampan nya, lalu tangan yang ia gunakan untuk mengelus pipi (Namakamu), ia pindah untuk mengelus puncak kepala (Namakamu).

"Iya aku kerumah zidny, cemburu ya?" Ucap Iqbaal dengan santainya

"Cemburu?" (Namakamu) tersenyum kecut, "enggak!" (Namakamu) menghembuskan nafasnya kasar, "kenapa nggak jujur?"

"Aku nggak bohong yang." bela Iqbaal

"Ya maksudnya kenapa nggak to the point waktu aku tanya. Tadi dimobil juga." ucap (Namakamu) kesal

Iqbaal terdiam sejenak, tangan yang sedari tadi ia gunakan untuk mengelus rambut hitam lurus (Namakamu) ia turunkan.

"Aku takut kamu cemburu," lirih Iqbaal seraya menatap mata (Namakamu).

"Justru kamu yang nggak bilang ke aku, malah bikin aku takut baal."

"Takut?" Iqbaal mengerutkan dahinya

"Aku takut kamu aneh-aneh, apalagi kalau kamu balik sama dia, gimana?"

"Yang, enggak. Nggak akan. Aku udah stay dikamu, percaya sama aku. Ya?"

(Namakamu) diam, dia hanya tersenyum kecut.

"Aku minta maaf ya?" ucap Iqbaal, lalu tangan nya ia gerakkan untuk menarik tubuh mungil gadis nya kedalam rengkuhannya.

"Jangan diulangin."

Setelah beberapa menit mereka nyaman dengan posisi seperti itu,(Namakamu) bertanya pada Iqbaal. "kamu tau nggak tempat yang paling nyaman buat aku dan tempat yang paling buat aku ngerasa selalu dijagain?"

"Di pelukan aku."

(Namakamu) mendongak, melihat wajah Iqbaal, lalu bibirnya ia tarik kebawah ' :( ' " yah,nggak jadi gombal."

**

Aldi Steffy dan (Namakamu) sedang berada di kantin kampus

"Salsha mana sih (Nam), Stef?" Tanya Aldi

"Tadi sih bilang nya mau ke toilet sebentar." Ucap steffy

(Namakamu) sedang memakan makanannya.

"(Nam), iqbaal gimana?" Tanya Aldi tiba-tiba

"Hah? Gimana apa nya? Bukannya lo sering sama dia ya?" Tanya (Namakamu) balik

"Maksud gue hubungan kalian."

"Oh..Ya nggak gimana gimana, kenapa emangnya?"

"Ya nggak papa juga sih, cuma tanya aja gue. Udah lama nggak main bareng soalnya."

Salsha pun datang dan langsung merebut makanan (Namakamu).

"Salsha!" Pekik (Namakamu), "lo kalau mau pesen sendiri deh sal, gue laper." lanjut (Namakamu) kesal

"Gue juga laper (Nam)."

tanpa melihat sekitar salsha hanya fokus dengan makanannya

(Namakamu) berdecak, "Ck. Pacar Lo tuh di!"

"Yang balikin gih makanannya (Namakamu), aku pesenin ya?" Tanya Aldi pada kekasihnya ini

"Nih." Salsha memberikan piring yang tadinya berisikan makanan, tapi sekarang sudah habis.

"Bangke! Udah habis baru lo balikin. nyebelin!"

"Udah sih (Nam) jangan marah gitu, gue ganti deh." ucap Aldi

Mata (Namakamu) berbinar "mauu. Cepet gih pesenin. Keburu mati kelaperan gue."

"Dih alay." Ucap steffy dan salsha bersamaan

"Bodo!"

Aldi langsung memesan makanan

"Lagian salah lo juga sih ngambil makanan gue asal." Ucap (Namakamu) yang masih kesal dengan kelakuan sahabatnya ini

**

Siang ini, (Namakamu) sedang berada di dalam kantor Iqbaal. Ruangan Iqbaal tepat nya. Dia dipaksa kekasih nya sendiri untuk menemani nya bekerja, biar nggak bosen katanya.

"Kamu lama banget sih Baal. Jadi aku nih yang bosen." keluh (Namakamu)

"Kamu kan bisa nonton Drakor yang. Sebentar ya? Ini sebentar lagi selesai kok."

(Namakmu) menghembuskan nafasnya kasar.

Dia bosan.

"Aduhh, pusing." rintih Iqbaal sambil memijat pelan kepala nya, (Namakamu) yang melihat itu, mendekat.

"Kenapa baal? Pusing? Bagian mana yang pusing?" Tanya (Namakamu) khawatir.

Iqbaal memejamkan matanya.

(Namakamu) semakin khawatir melihatnya, "aku pijitin ya?"

"Nggak usah yang, masih bisa buat mikirin kamu kok."

Anjir!gue lagi khawatir ini-_

Continue Reading

You'll Also Like

9.3M 419K 38
ΚŸα΄‡α΄€α΄…α΄‡Κ€ Κ™α΄œα΄‹α΄€Ι΄ κœ±α΄‡α΄Κ™α΄€Κ€α΄€Ι΄Ι’ ΚŸα΄‡α΄€α΄…α΄‡Κ€! Alur hidup tak ada yang tau, begitulah yang terjadi ada Sagaragas Altair Galaksa, cowok yang dijuluki raja jalanan sek...
1.7M 37.9K 80
WARNING ⚠️ 17+ Area! Alexa Xyra. Gadis dengan segala pesona yang menguar dalam dirinya selalu mampu membuat siapa saja bertekuk lutut untuk dirinya...
1.3M 71.8K 53
​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Mat...
1M 69.1K 39
Zanuel Luca Korzh seorang anak bungsu dari keluarga terpandang di daerah kota ini. Namun, keistimewaannya membuat dirinya berbeda dari anggota keluar...
Wattpad App - Unlock exclusive features