Sang Primadona

By cigarettaes

154 46 51

"Jadi pasangan gue pas Olimpiade atau gue sebarin perilaku buruk lo," Bevca Anatasya, sang primadona sekolah... More

Kedua
- New Story -

Pertama

99 32 46
By cigarettaes

     "Mau tambah wine lagi, Bev?" Tanya seorang bartender pada seorang gadis dihadapannya.

Gadis itu hanya mengangkat tangannya lalu menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya.
"Mau diantar pulang?" Tanya seseorang yang berada disampingnya.

Gadis itu mengangkat kepalanya dan melihat ke orang yang berada disampingnya itu lalu menggeleng.
"Gue bisa sendiri,"

Setelah mengatakan hal itu, gadis itu pun langsung berdiri dan pergi keluar dari club malam itu. Ia berpikir, kalau dia pulang dengan orang yang tadi dalam keadaan seperti ini sama saja mencari mati.

"Bevca," gadis itu menoleh, lalu tersenyum.

Ya, namanya Bevca. Tepatnya Bevca Anatasya.

=•=

     Suara decitan sepatu dan bola memantul disertai suara para penonton di atas tribun menggema di ruangan lapangan basket.

Tribun bawah di penuhi oleh siswi-siswi dari kelas satu sampai tiga. Sambil membawa kipas, cermin, dan tak ketinggalan handphone mereka untuk memotret para pemain basket yang cukup, tampan.

"Anjir, itu Raka ganteng banget."

"Fotoin Raka dong, eh itu dia noleh kesini, buruan foto."

"Gantengnya gak manusiawi banget."

Dan banyak lagi celotehan para kaum hawa. Hal itu disebabkan oleh Raka Ferdinant Bagaskara. Siapa yang tidak mengenal Raka? Seorang kapten tim basket SMA Nusa Bangsa yang banyak di kenal di seluruh penjuru sekolah. Entah itu karena ketampanannya maupun karena prestasinya.

Prittt...
Permainan pun selesai, satu-persatu penonton dari atas tribun turun ke bawah dan meninggalkan lapangan.

=•=

     "Eh, Bevca sini deh," ucap Abel, sahabat Bevca sejak dulu.

Bevca tidak menghiraukan Abel dan tetap fokus pada handphone dengan earphone ditelinganya.

"Ih . . Bev," Abel pun menarik kabel earphone milik Bevca. Bevca pun melotot sambil berkata,"Nanti rusak, lagian apaan sih? Ganggu aja."

"Coba liat, ini gue baru ngambil foto Raka pas di lapangan tadi," kata Abel sambil menggeser-geser layar ponselnya,"ganteng banget gak sih."

Bevca memutar kedua bola matanya malas,"Lo kayak gak ada topik lain aja, Raka, Raka, Raka, pusing gue dengernya."

"Terus bahas apaan? Club? Kepala lo itu isinya jelek banget sih, mending kepala lo isi pikiran tentang bagaimana cara berkenalan dengan Raka," kata Abel sambil memasukkan ponselnya ke kantong.

Lagi-lagi Bevca tidak menghiraukan perkataan Abel, ia hanya menganggap itu sebuah angin lalu.

"Bel, kantin yuk," ajak Bevca sambil berdiri dan merapikan seragamnya.
"Ye...Pikiran kantin cepet lo."

Bevca hanya mengangkat bahunya, lalu berjalan menuju kantin.

Di sepanjang koridor, banyak yang menyapa Bevca dan Abel, dari perempuan bahkan laki - laki. Bevca dan Abel cukup terkenal di sekolahnya, mungkin karena visual mereka yang cukup, wah.

"Bev, minggu ini jalan yuk," ajak seorang laki - laki seangkatan Bevca dan Abel.

"Sorry, gue gak ada waktu," tolak Bevca halus.

"Lo gimana, Bel?" pandangannya kini beralih pada Abel.

"Job gue banyak," jawab Abel seadanya.

=•=

     Suasana di kantin memang bisa dibilang cukup ramai, saking ramainya Bevca dan Abel pun tidak mendapatkan satu pun kursi dan meja.

"Penuh, Bev," ucap Abel dengan semangkok bakso ditangannya.

"Ya gue juga tau kalo sekarang lagi penuh." Bevca melihat sekeliling dan sebuah ide melintas di pikirannya, "Ikutin gue."

Bevca dan Abel tiba didepan meja yang diisi oleh empat orang perempuan.

"Minggir, gue sama temen gue mau makan," perintah Bevca pada perempuan tersebut.

"Ta...Tapi kami baru duduk disini, kak," ucap salah satu dari empat perempuan tersebut.

"Udah buruan lo pergi sebelum gue ngamuk," kata Bevca memaksa.

Akhirnya, empat perempuan tersebut beranjak dari tempat duduk mereka, Bevca pun tersenyum dengan bangga.
"Kasihan mereka, Bev," kata Abel.

"Kenapa? Lo ga mau makan? Yaudah pergi sono lo," Bevca pun duduk di kursi tersebut. Abel pun juga melakukan hal tersebut.

Karena didepan mereka kosong, banyak orang yang ingin duduk disana. Namun, melihat ada Bevca disana, niat mereka ingin duduk disana pun diurungkan. Kecuali orang ini.
"Gue boleh duduk disini?"

Bevca pun menatap kedepan dan Abel pun mengurungkan gerakannya yang ingin memakan mie.
"oh my god,"

Terdapat Raka dengan senyum manisnya bersama 3 orang teman dibelakangnya. Hanya sebentar Bevca menatapnya.

"Cari tempat lain aja,"
Sontak Abel mencubit lengan Bevca, hal itu membuat Bevca melotot.
"Lo apa-apaan sih?"

"Itu Raka, bego. Masa lo suruh cari tempat lain, biarin ajalah mereka disini," bisik Abel.

"Emang kenapa kalo dia Raka?" Bevca kembali menatap cowok dihadapannya, "lo ga denger gue bilang apa?"

"Pelit amat jadi cewek," bisik salah seorang temannya.

"Iya, mana galak juga."

"Untung cantik, ye."

Bevca menatap sinis kepada tiga teman Raka,"gue bisa denger ya."

Empat kata tersebut membuat teman-teman Raka menjadi diam.
"Ah, it's okay, maaf mengganggu."

Setelah mengucapkan kata tersebut Raka dan teman-temannya pun berlalu.

"Ya Tuhan, kenapa Raka ganteng banget," kata Abel sambil meletakkan dagunya di telapak tangannya.

"Najis."

=•=

     Kringggg... Bel terakhir telah berbunyi, pertanda ini waktunya sudah jam pulang.

"Bel, jalan yuk?" ajak Bevca sambil menatap wajahnya di cermin kecil yamg dipegangnya.

"Kemana?" tanya Abel.

"Mall maybe?"

"Malesin amat," tolak Abel.

"Ga asik ah lo, gue traktir makan deh nanti," kata Bevca mengeluarkan jurusnya.

"Ayo," Abel pun menarik lengan Bevca keluar kelas

Di parkiran, mereka bertemu dengan Raka dan teman - temannya, Abel pun langsung berhenti mendadak. Alhasil tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Bevca.

"Aww.." rintih Bevca lalu ia mencubit lengan Abel, "ngapain sih lo berhenti mendadak?"

Bukannya menjawab pertanyaan Bevca, Abel malah menyapa Raka yang berada tak jauh dari mereka.
"H...Hai...Ra...Ka."

Bevca menatap Abel heran, selera Abel ternyata modelan kayak si Raka, murid kesayangan guru-guru SMA Merpati.

"Halo," Raka menyapa Abel balik, hal ini membuat Abel semakin meleleh.

"Ih, lo kenapa sih, Bel?" tanya Bevca.

"Ganteng banget.." lagi-lagi Abel tak menghiraukan Abel.

Bevca pun pergi masuk ke dalam mobil meninggalkan Abel yang masih melamun menatap Raka, Bevca menekan klakson mobilnya hingga membuat Abel terpekik kaget.

=•=

     "Bevca cakep ah," seru seorang laki-laki pada temannya.
"Tapi sayang, galak."

"Galak-galak gitu bikin gemes, cuy."

"Iye juga si, menurut lo gimana, Ka?"

Raka melirik temannya lewat kaca didalam mobil tersebut, lalu terkekeh.
"Iya, dia cantik," jawab Raka.

"Gaskeun lah, bro, lumayan melepas status jomblo lo selama 3 tahun."

"Belum move on kali dia sama si mantan."

"Sorry aja nih ya, Kevin, gue tuh udah move on beberapa bulan setelah putus, kalian aja yang ga tau," sahut Raka.

"Halah, gaya lo," kata Kevin.
Raka hanya mengindikkan bahunya tak peduli dengan ucapan teman-temannya.


=•=

Halo ini adalah cerita pertamaku yang baru aku publikasi setelah sekian lama berada di daftar draf.

Aku dulunya menulis cerita yang berjudul "Why?" tapi aku hapus gara-gara sesuatu yang asdfghjkl, hehe.

Semoga kalian suka dengan ceritaku ini ya. Don't be a silent readers please. Vote dan comment aku membutuhkannya untuk kedepannya, thankieees.

Continue Reading

You'll Also Like

528K 36.5K 63
-Angkasa Series 2 "Masa SMA lo bakalan hambar, kalo cuma mentingin nilai doang! Gue bakal ajak lo ke zona paling nyaman yang belum pernah lo rasain s...
327K 14K 90
lCOMPLETED] FOLLOW, VOTE, COMMENT YAW! list Rank yang diraih: #5 in Raka #2 in permasalahan #1 in anaksma #7 in kakakkelas #5 in sadstory #4 in bro...
144K 5.7K 57
Ketika seorang cewek paling nakal satu sekolah dijodohkan oleh orang tuanya yang sudah lama meninggalkan dia sendiri, ia terpaksa meminta bantuan Ale...
308K 8.1K 63
Bagaimana jadinya kalau Ketua Geng yang dingin, anti sama perempuan dan paling ditakuti malah diklaim menjadi pacar oleh gadis pembully yang sayangny...
Wattpad App - Unlock exclusive features