Umbrella βœ”

By MatayaSenja

183K 16.3K 1.1K

Romance Story πŸ’œπŸ€ G x G More

chapter 1
chapter 2
chapter 3
chapter 4
chapter 5
chapter 7
chapter 8
chapter 9
chapter 10
chapter 11
chapter 12
chapter 13
chapter 14
chapter 15
chapter 16
chapter 17
chapter 18
chapter 19
chapter 20
chapter 21
chapter 22
chapter 23
chapter 24
Pengumuman
chapter 25
chapter 26
chapter 27
chapter 28
chapter 29
chapter 30 βœ”

chapter 6

5.4K 561 14
By MatayaSenja

Dahyun tersentak kaget setelah mendengar ucapan Sana. Dia tak setuju akan hal itu. "yakk..Apa maksudmu? Aku perduli padamu" Ucapnya.

Tapi Sana malah terlihat terdiam. Tak berbicara lagi untuk membalas ucapan.

"Apa sekarang kau memiliki hobby baru? Tidak mau menjawab pertanyaanku dan selalu memunggungiku seperti ini?"

"........"

Dahyun menghela napasnya berlahan. Sifat baru Sana membuatnya harus ekstra lebih sabar dari biasanya. "ya sudah. Istirahatlah. Aku keluar dulu"

Sepeninggalnya Dahyun, Sana menghela nafas juga. Ia merutuki kebodohannya. Kenapa juga dia harus bersikap seperti itu pada Dahyun yang sudah terlihat sangat perduli padanya hari ini?

Kring kring..
Deringan handphone tiba tiba berdering mengambil atensi. Membuyarkan lamunan sesaat.

Sana berusaha bangun untuk mencari letak handphonenya itu. Seingatnya tadi, dia menyimpannya di kantung rok nya. Tapi sekarang, seragamnya telah berganti dengan pakaian hangat. Dan dia tahu pakaian yang di kenakannya sekarang adalah milik Dahyun.

"aghh..." ringisan tiba tiba keluar dari mulutnya ketika Ia berusaha turun dari ranjang. Kepalanya terasa nyeri dan pandangannya sedikit kabur.

Tapi dasar keras kepala, gadis Jepang itu malah berusaha kembali berjalan ke arah sofa di kamar Dahyun itu karena deringan handphonenya terdengar dari arah situ.

Halo?
Sana mengangkatnya ketika berhasil mendapatkan benda pintarnya itu.

📞Yakk..Kau dimana? Apa kau lupa menjemputku dan temanku?

Astaga, maaf aku lupa Jihyo-a. Aku ke bandara sekarang.

Pip!

Sana meraih jeket Dahyun di atas sofa ketika panggilan Ia matikan. Lalu Ia terlihat keluar dari kamar sang kapten sembari memegang kepalanya. Dan juga dengan keringat dingin yang membasahi tubuh.

"yakk..Kau mau ke mana?" terdengar suara bass seorang pria menghentikan langkah. Itu Jaebum. Kakak Dahyun.

"oppa? Aku harus menjemput teman-temanku di bandara saat ini"

"Huh? tidak boleh. Kau itu masih berstatus pasienku Sana. Dan kau belum sembuh total. Balik ke kamar Dahyun sekarang!" perintah pria itu.

"tapi oppa, aku sudah berjanji,  mereka sedang menungguku di bandara"

"tapi San.."

"bagaimana kalau oppa pergi bersamaku saja? Aku tidak ingin mereka tidur di bandara karena menungguku. Oppa~" Sana benar-benar melakukan aksinya agar Jaebum menuruti kemauannya.

"tapi nanti Dahyun marah , Sana"

"oppa~" Sana terus merayu. Berharap pria tinggi dan tampan itu menyetujui.

"Hah~ baiklah" Pria itu akhirnya menyetujui. "Kita harus kembali sebelum Dahyun pulang. Atau dia akan mengamuk" Sambungnya seraya merangkul Sana untuk membantu gadis itu berjalan.

Di bandara..

"Jihyo" Sana memanggil nama seorang gadis.

"Sana?" gadis yang dipanggil itupun menjawab dan terlihat berlari kearah Sana lalu memeluknya erat. "aku merindukanmu" ujar gadis bernama Jihyo itu lagi.

"aku juga"

Jihyo melepaskan pelukannya dengan raut wajah bingung. "kenapa badanmu panas begini? Kau sakit?"

Baru saja Sana akan menjawab, Jaebum yang sedari tadi berdiri di belakang Sana menjawab gadis itu. "iya dia sakit. Jadi harus segera pulang. Ayo kuantar kalian ke hotel"

"Ani oppa. Mereka akan tinggal ditempatku" Ucap Sana. "Lalu temanmu dimana?"

"A~ Momo-ya? Kemarilah. Ini Sana. Gadis yang kuceritakan sebelumnya padamu"

Sang pemilik nama bergegas mendekati. "Aku Hirai Momo" gadis bernama Momo itu mengenalkan dirinya.

"Aku Sana. Minatozaki Sana" Sana membalas. Memperkenalkan balik dirinya. "Kau bisa bahasa Korea?"

Momo mengangguk. "Aku bisa kalau cuma percakapan sehari hari"

"Kau sudah terdengar seperti orang Korea saat ini. Kau hebat"

"Gomawo"

"Sana? Bisa kalian berbincang nanti saja? Kita harus segera pulang sebelum Dahyun pulang lebih dulu" Pria itu nampak resah.

Sana menghela nafasnya. "Iya iya. Tapi bisa oppa perkenalkan diri oppa dulu. Teman temanku terlihat bingung sekarang" Lanjutnya.

"Baiklah. Dan maaf atas sikap tak sopanku pada kalian berdua. Aku Kim Jaebum. Kakak dari pacar gadis in-"

Bukk!!
Sana reflek memukul perut pria itu. "Apa yang oppa bicarakan?"

"Agh.. Aku juga seorang dokter" Jaebun tetap melanjutkan perkenalannya di tengah ringisan.

"Dan kalian.. Ayo ke apartementku" Sana mengajak. Meninggalkan Jaebum yang masih meringis. Gadis itu biar tak enak badan, tapi pukulannya tetap menyakitkan .

"Sana, kau harus kembali kerumahku"

Sana mencoba tak menggubris. Lagipula sudah ada Jihyo dan Momo saat ini.

"yakk Minatozaki Sana?!!" teriakan seseorang berhasil mengambil atensi Sana dan beberapa orang di bandara.

"Dahyun?" kaget Sana dan Jaebum bersamaan.

10 menit yang lalu...

"aku pulang" terdengar suara Dahyun. Dia baru saja kembali dari membeli sesuatu di luar.

"mana pesanan eomma?"

"ini" dahyun memberikan sebuah kantung plastik

"aku kekamar dulu. Mau lihat Sana" ujar Dahyun

"dia tidak ada. Dia keluar bersama Jaebum!"

"MWO? Kenapa eomma ijinkan? Dia masih sakit!"

"dia menjemput temannya Dahyun. Dia sudah terlanjur berjanji. Tidak usah khawatir. Ada Jaebum bersamanya"

"dia kemana?"

"bandara!"

"aku pergi!"

"yakk...Kim Dahyun.."

Dahyun tidak mendengar panggilan itu. Dia kini sibuk memikirkan Sana. Bisa-bisanya gadis itu keluar masih dalam keadaan sakit.

Di bandara saat ini..

Dengan jelas , Sana melihat tatapan amarah yang di lontarkan Dahyun padanya.

"ayo pulang" Dahyun menarik tangannya. Dan reflek Sana menepisnya.

"aku memang mau pulang ke apartementku Dahyun"

"Pulang ke apartement apanya? Kau pulang ke rumahku. Kau akan tinggal di rumahku selama kau sakit. Kau paham?" Dahyun bersikeras.

"Huh? Shirreo. Sudah ada teman-temanku yang bisa menjagaku" Balas Sana sambil menunjuk Jihyo dan Momo.

Dahyun membungkuk memberi salam pada kedua gadis yang dimaksud Sana tadi. Meskipun sedang marah, nilai kesopanan tidak boleh di lupakan.

Seperkian detik kemudian, Dahyun kembali menatap Sana lagi. "aku sudah terlanjur mengambil beberapa bajumu di apartementmu tadi saat aku keluar. Jadi kau pulang kerumahku" ujar Dahyun lalu menatap teman-teman Sana. "Maaf atas ketidaksopananku pada kalian nona-nona. Aku harus membawa teman kalian ini bersamaku karena oppaku itu seorang dokter" ujar Dahyun pada teman-teman Sana

"a~ ba-baiklah" ujar Jihyo menginjinkan meskipun dia terlihat begitu bingung saat ini.

"oppa, tolong bawa mereka ke apartementku" pinta Sana pada Jaebum karena Dahyun terus berusaha menariknya. "Jihyo-a, Momo-ya.. Maafkan aku"

"Gwencana. Istirahatlah dengan baik, jangan khawatirkan kami"

"ayo, kuantar kalian ke apartement Sana" ajak Jaebum setelah Dahyun dan Sana hilang dari arah pandang mereka.

"ne"
.

Setiba di rumah, Dahyun terlihat menarik Sana untuk masuk. Gadis itu sudah membuatnya marah bukan main.

"berhenti menarikku. Kepalaku sakit" kesal Sana.

Dahyun berhenti. Dia melepaskan cengkramannya lalu menatap Sana. Dan tanpa ada yang mengira, dia tiba tiba menggendong gadis Jepang itu ala bridel style dan segera masuk.

"Yak Dahyun. Turunkan aku!"

"Jangan banyak bergerak. Nanti kau jatuh. Tenanglah dan lingkaran tanganmu dengan erat di leherku"

Sana menghela napas kesal, mau tak mau dia pun menuruti. Kepalanya sakit lagi sekarang. Kini kepala miliknya itu ikut bersandar di pundak.

Dahyun memasuki kamarnya lalu segera membaringkan Sana yang sudah terlihat memejamkan matanya.

"istirahatlah" ujarnya Dahyun sembari mengelus pipi itu lalu keluar dari kamarnya untuk menyiapkan makanan buat Sana.

10 menit berlalu dan nampan berisi makanan sudah berada di tangan.

"Oppa?" Dahyun tiba tiba menegur sang kakak yang baru saja pulang.

"Oh? Wae?"

"bisa bawakan makanan ini untuk Sana?"

"kenapa tidak kau sendiri?"

"Hah~ aku perlu mendinginkan otakku sebentar. Aku masih sangat marah padanya" Jelasnya.

"baiklah. Untuk kali ini aku turuti kemauanmu"

"sekalian periksa keadaannya"

"aku tahu bawel. Aku ini dokternya!"

Beberapa menit kemudian, Jaebum keluar dari kamar Dahyun sembari menenteng nampan yang berisikan piring kosong. Lalu menuju kearah Dahyun yang terlihat terduduk di sofa di lantai dua rumah mereka itu. Ia mendekat dan memilih duduk disampingnya.

"bagaimana?"

"kau bisa lihat sendiri. Makanannya habis, dia juga sudah minum obat. Untuk keadaanya, dia masih demam dan nyeri kepalanya belum hilang. Dia hanya butuh banyak istirahat saja" Jawab Jaebum yang dibalas anggukan mengerti dari adiknya itu.

"pikiranmu belum dingin?" Jaebum balik bertanya.

"sedikit lagi"

Jaebum mengangguk lalu akhirnya memilih bangun dari duduknya. "Ya sudah. Jangan  lama lama berdiam diri disini. Kau harus temani Sana didalam. Dan soal sikapmu tadi, sudah ku jelaskan pada teman temannya"

Dahyun memberikan atensinya. "Baiklah. Gomawo oppa"

Jaebum mengangguk sebelum berlalu pergi dari situ. Dia harus mengisi perutnya juga saat ini.

Dan Dahyun sudah terlihat bangun dari duduknya. Dia masuk kedalam kamarnya dan mendapati punggung Sana yang sudah tertidur lelap.

Berlahan Ia mendekati dan mengambil tempatnya di sisi ranjang yang kosong. Lalu tak lupa memperbaiki selimut untuk Sana dan dirinya sendiri.

"Tidurlah yang nyenyak. Dan maafkan aku"

_Tbc_

Continue Reading

You'll Also Like

20.4K 1.4K 27
Apakah cintaku bisa menyembuhkanmu? πŸ’™πŸ’œπŸ”ž
139K 15.8K 75
Ada moment, ada cerita Romance StoryπŸ’œπŸ€ GxG
4.6K 464 30
(COMPLETED) Minatozaki Sana, idol dari sub-unit MISAMO, selalu terlihat sempurna di atas panggung. Tapi di balik gemerlap itu, ada tatapan seorang ga...
45.8K 2.9K 17
so.... ini cerita pertama yang gw buat. dan udh pada tau siapa aja pasangan nya.... jreng jreng.... 1.Kim dahyun x Minatozaki Sana 2.Son Chaeyoung x...
Wattpad App - Unlock exclusive features