Wangi Pelet

By alfinrafioen

7K 230 291

Arlin adalah seorang remaja SMA yang menggunakan ilmu hitam untuk menarik lawan jenisnya. Ia menggunakan ajia... More

Prakata
Prolog
Chapter 1: Awal Cinta
Chapter 2: Sebuah Ajian di Malam Hari
Chapter 3: Patah Hati
Chapter 4: Keangkeran
Chapter 5: Santet
Chapter 6: Serangan Kegelapan
Chapter 7: Ucapan Gatef
Chapter 8: Duka
Chapter 9: Penguburan
Chapter 10: Duel
Chapter 11: Dua Kekasih
Chapter 12: Ilmu Hitam
Chapter 13: Dendam Arlin
Chapter 14: Mysterious God
EPILOG

Chapter 15: Hancurnya Pelet

192 5 13
By alfinrafioen


Sonya terbangun, ia melihat Gatef sedang berdiri bersama Mawar di kamarnya, wjahnya terlihat bingung. "Ada apa ini?" tanya Sonya.

"Mama." Gatef langsung memeluk ibunya, ia menangis.

"Ada apa Nak?"

"Mama kesurupan."

"Kesurupan apa?"

"Kesurupan setan kuda."

"Mama ingat terakhir mama terlempar dan kaca jendela pecah."

Gatef mengangguk. "Ma kenalin, ini Mawar."

Gatef mengenalkan Mawar kepada Sonya, Mawar mencium tangan Sonya, sementara itu Gatef keluar dari kamar Sonya mencoba menelepon Arlin, telepon diangkat, Gatef langsung memaki Arlin dengan kata-kata kasar.

"Heh jalang! Lo ngapain ibu gue?" bentak Gatef.

"Hahahaha!" tawa menggema dari mulut Arlin.

"Apa yang lo ketawain hah?!"

"Lo baru peka? Dasar bodoh!" tawa Arlin, perempuan itu sedang merokok di teras villa. Ia menghembuskan asap rokok ke atas.

"Nyesel gue pernah suka sama lo!" teriaknya.

"Hahaha."

"Lo kenapa ketawa?"

"Bodoh juga lo. Lo kena jaran goyang gue."

"Dasar cewek murahan!"

"Jaga mulut lo ya!"

"Gue kurang apa?!" teriak Gatef sambil menangis.

"Gue nafsu sama Aryo. Puas lo!"

"Lo di mana sekarang! Gue bakal samperin."

"Gue lagi di villa sama Aryo. Aryo bikin gue basah."

"Anjing lo!"

Gatef menutup telepon lalu memukul tembok, ia berteriak-teriak dengan keras. Ia mengamuk, memukul tembok dengan keras. Mawar yang mendengar teriakkan mencoba menenangkannya.

Gatef meraih teleponnya lalu menelepon Arlin kembali.

"Di mana lo?! Gue minta alamat villanya!"

"Lo ganggu amat sih! Gue kirim alamatnya ke lo."

Arlin menutup teleponnya, ia mengirim alamat kepada Gatef, Gatef menerimanya. Matanya dipenuhi dengan angkara murka, emosi membara di dalam dadanya, napasnya tersengal-sengal.

"War, lo jaga ibu gue ya. Gue mau pergi dulu."

"Lo mau ke mana?" tanya Mawar kebingungan.

"Gue harus nemuin Arlin."

"Tef, tunggu!"

Gatef langsung mengambil kunci mobilnya lalu mengendarai mobilnya, Mawar panik, ia mencoba menarik napasnya lalu berpikir dalam-dalam. Ia menghubungi kedua sahabatnya, ia meminta agar mereka menjemputnya.

Mawar: kalian pada di mana?"

Retha: Di rumah

Fave: Ada apa?

Mawar: Gue di rumah Gatef, sekarang Gatef lagi pergi nemuin Arlin. Lo tolongin gue. Lo jemput gue sama ibunya Gatef di sini.

Retha: gue minta alamatnya War.

Mawar mengirimkan alamat rumah Gatef kepada kedua sahabatnya. Mawar menemani Sonya yang sedang di kamar, meminum air putih yang ada di dalam gelas.

"Tante maaf, saya mau cerita. Tadi ada makhluk halus yang masuk ke dalam tubuh Tante. Lalu.... Tiba-tiba Tante Hagen bersujud. Ternyata itu adalah iblis pujaannya Tante Hagen."

Sonya kaget, ia dadanya berdebar-debar. Sonya langsung berdiri dan menuju ke kamar yangditempati oleh Hagen, di sana ia menemukan lukisan kambing dan buku-buku untuk memuja iblis. Mawar yang mengikuti Sonya juga kaget dengan pemandangan yang ia lihat.

"Tante...."

"Selama ini dia bersekutu dengan setan."

"Iya Tante. Dia kabur pake mobil."

***

Mobil Gatef berjalan di jalan tol menuju keluar kota, ia menuju ke sebuah villa di mana Arlin sedang berlibut bersama Aryo. Perempuan bertank-top hitam itu sudah menunggunya sambil menghisap rokok.

Arlin membuang puntung rokok miliknya, ia melemparkannya ke tanah. Suara mobil tiba-tiba terdengar di telinganya, mobil itu berhenti di depan teras villa. Gatef keluar dari mobil, matanya melotot menahan kesal.

"Lin, mana Aryo!" tanyanya.

"Buat apa cari Aryo?!" Arlin menatapnya tajam, kakinya melangkah dan berhenti di hadapan Gatef.

"Jalang. Lo apain ibu gue!" tangan Arlin dicengkram keras-keras oleh Gatef. Gatef melotot di hadapannya.

"Gue nyantet ibu lo tuh karena gue kesal sama ucapan lo!"

"Kenapa lo tinggalin gue!"

"Gue udah bilang gue mau basah-basahan sama Aryo!"

PLAAAK!

Tamparan keras mengenai wajah Arlin, wanita itu mengeluarkan ajainnya lalu menyerang Gatef. Dorongan keras terhembus ke badan Gatef, lelaki itu terjatuh. Ia muntah, paku keluar dari mulutnya. "Bajingan lo!" teriak Gatef keras. "Jalang!"

Arlin menghampirinya lalu menendang kepalanya, suara perkelahian terdengar sampai ke kamar. Aryo keluar dari kamar dan melihat Arlin sedang menendang Gatef.

"Dasar guru sialan!" teriak Gatef ketika melihat Aryo tersenyum, sementara Arlin langsung mencium bibirnya. Gatef hendak menyerang, tetapi Arlin menggunakan kekuatannya lalu melemparnya. Tubuh Gatef terkena pohon, ia terjatuh.

"Sayang, bawa dia ke gudang." Arlin memerintahkan kepada Aryo. Aryo menurutinya, Gatef langsung diseret oleh Aryo, Gatef dipukul hingga pingsan dan dibawa ke ruangan gelap. Di ruangan yang sangat gelap, Arlin meminta Aryo menunggu di luar, ia akan melakukan ritual untuk membunuh Gatef.

Arlin membaca mantra-mantra dengan keras, meminta agar arwah kuda masuk ke dalam tubuh Gatef. Ringkikan tiba-tiba terdengar dari mulut Gatef, lelaki itu meringkik-ringkik. Arlin tertawa terbahak-bahak, tiba-tiba telepon berdering.

"Haloooo." Arlin mengangkatnya sambil tertawa.

"Lo di mana Lin?"

"Gue di villa War. Kenapa?"

"Lo apain ibunya Gatef?"

"Gue santet. Kenapa? Lo gak suka?"

"Gue bakal bunuh lo Lin."

"Gue kirim ya alamatnya. Hahahaha!"

"Mana Gatef Lin?"

"Gatef sama gue. Udah jadi kuda. Bilang ke Fave, gue pengen basah-basahan sama Gatef dan Aryo. Elisa sama Fave bakal ngemis-ngemis biar orang yang mereka suka nggak ngentot sama gue."

"Jaga mulut lo!"

"Gue tahu segalanya Mawar. Lo ke sini. Gue bakal bikin perhitungan sama lo!"

Telepon diputus, Arlin meletakkan ponselnya lalu tersemyum menyeringai kepada Gatef. Ia meninggalkan lelaki itu yang meringkik sendiritan. Arlin keluar kamar dan meminum alkohol bersama Aryo.

***

Retha dan Fave baru sampai di rumah Gatef, mereka bersalaman dengan Sonya, lalu mereka langsung mengajak Mawar dan Sonya ke villa. Retha menginjak gas dengan kecepatan yang sangat tinggi ketika menembus jalan tol. Sonya menangis sementara Fave mencoba menenangkannya.

Mereka sampai villa, Arlin yang sedang bermesraan dengan Aryo tiba-tiba kaget dengan suara mesin mobil. Mereka berdua keluar dari villa, terlihat Mawar dengan kedua sahabatnya serta Sonya berada di hadapan mereka.

"Tante, anak Tante sudah menjadi kuda." Tiba-tiba Arlin tertawa dengan keras.

"Arlin!" teriak Mawar. Tiba-tiba doa-doa ia ucapkan dengan niat menyerang tubuh Arlin, tiba-tiba tubuh Arlin terpental dengan keras. Darah keluar dari mulut Arlin.

Aryo marah, ia mencoba menendang Mawar, tiba-tiba Retha berlari dan membenturkan kepala pria itu ke ubin. Darah meluncur dari kepala Aryo.

"Heh murid bangsat, saya akan keluarkan kamu dari sekolah!" bentak pria berkaos putih itu.

Doa terus dipanjatkan, dua kekuatan beradu, Arlin terus menyerang, Mawar meneriakkan kalimat-kalimat suci, tubuh Arlin terpental. Aryo tiba-tiba kebingungan. "Saya kenapa di sini? Ada apa ini?"

"Bapak dipelet Arlin Pak." Kata Fave.

"Dipelet?" Aryo masuk ke dalam kamar, ia mengecek tasnya, ada 30 buah kondom yang ada di dalam tasnya, serta beberapa foto Arlin yang memakai beha. Ia kebingungan. Lalu ia cek ponselnya, di Whatsapp ia menemukan beberapa foto Arlin dan chat mesra bersama muridnya itu.

"Arlin! Apa yang kamu perbuat?! Kamu menjebak saya." Teriak Aryo ketika ia kembali ke teras.

"Gimana Pak susu saya?"

"Biadab kamu Arlin!"

"Elisa sudah melihat loh video kita."

"Video apa?! Video apa?"

"Video kita beradu cinta di kamar dan saya masukkin lagu disko."

"Kamu merusak rumah tangga saya."

Ledakkan keras menghujam keras, tubuh Aryo terpental. Mawar memeganginya. "Saya pinjam ponsel." Mawar mengangguk, ia meminjamkan ponselnya kepada gurunya.

"Haloo. Elisa."

"Ini siapa ya?"

"Maaf..... aku dipelet selama ini."

"Mas."

Aryo mengembalikan ponsel lalu langsung pergi dari villa, ia menuju mobilnya untuk segera pulang ke rumah. Arlin mengumpat dalam hati, ia langsung menyerang Mawar lagi. Mereka berdua beradu kekuatan, tenaga Arlin sangat kuat, tangan Mawar kesakitan, ia lalu berdoa dan menyerang leher Arlin.

DUAAAR!

Ledakkan api menyembur membakar pohon-pohon di sekitar villa, Mawar dan Arlin terjatuh. Mulut mereka berdua mengeluarkan darah. Retha memegang tangan Mawar lalu menuntunnya berdiri, sementara Arlin mencoba bangkit, ia segera kabur dari villa. Tenaganya terkuras setelah melawan Mawar. Ia bersumpah akan membalas dendam kepada Mawar.

Retha,Sonya, dan Fave masuk ke dalam villa, mereka membawa Mawar dan Gatef yang pingsan ke rumah sakit. Sementara itu ketika di sampai di rumah, Aryo mencium bibir Elisa dengan mata berair, mereka berdua saling berpelukkan. "Maafin aku sayang." Aryo membenamkan wajahnya di pelukkan Elisa. "Bioskop masih buka. Beli tiket yuk."

"Iya Sayang."

"Nonton film alien."

"Iya."

Mereka melepaskan pelukan, lalu mereka menuju mobil ke mall. Di dalam mobil, Aryo menyalakan lagu favoritnya bersama Elisa. Tangan Elisa memegang tangan Aryo, mereka berdua bernyanyi bersama.

***

Mawar tersadar di rumah sakit, Retha dan Fave berada di sampingnya, serta Gatef yang sudah pulih. Mawar bangun, Retha dan Fave memeluknya, sementara Gatef tersenyum melihat mereka bertiga.

Continue Reading

You'll Also Like

797K 36.6K 37
Haura Audie Lesham, gadis berparas cantik yang dikenal sebagai badgirl di SMA Ganesha. Gadis yang semula terkenal akan kenakalannya, kini sudah berub...
757 115 12
~ Kematian bisa tiba kapan saja. Yang terpenting adalah siapkah kita menerimanya? ~ • Siswa siswi SMA Syamtalira Aron ~ Menangis tidak membuatmu meng...
81.3K 3.5K 46
Kasus pembunuhan yang terus-menerus terjadi pasti akan membuat semua orang sangat waswas dan takut. Itulah yang dialami oleh murid-murid Galaxy High...
Wattpad App - Unlock exclusive features