Alodia ✓

By ynwlx19

248K 9.6K 763

Alodia. Cewek cantik, pinter, tapi dingin dan jutek. Terkenal dengan omongannya yang terkadang pedas, sebab i... More

Wan
Tu
Tri
For
Faif
Sik
Seven
Eig
Nain
Ten
Ileven
Tuelev
Numpang lewat
Tertin
Fortin
Fiftin
Siktin
Seventin
Eigtin
Naintin
Twenti Wan
Twenti Tu
Twenti Tri
Twenti For
Twenti Faif
Twenti Sik
Twenti Seven
Twenti Eig
Twenti Nain
Terty
Terty Wan
Terty Tu
Terty Tri
Terty For
Terty Faif
Terty Sik
Terty Seven
Terty Eig
Terty nain
Forty
Forty Wan
Forty Tu
Forty Tri
Forty For
Forty Faif
Forty Sik
Forty Seven
Forty Eig
Forty Nain
Extra Chapter-Akhir dari segalanya
Change
Cerita Bawru
SEQUEL IS OUT NOW!

Twenti

3.7K 158 5
By ynwlx19

Jangan lupa follow terlebih dahulu sebelum membaca❤️

Ig:yuni_wulandari1964
.

.

.

Happy reading❤️
Double update🌚


•••

Hujan deras mengguyur ibukota membuat banyak siswa-siswi mengendap di kelas masing-masing. Kecuali, bagi siswa yang membawa kendaraan beroda empat. Mereka sudah labas sedari tadi, tak perlu menunggu banyak waktu.

Saat ini Alodia sedang berada di dalam mobil, dengan Alfa di sampingnya. Mereka akan latihan di rumah Alfa.

Terlihat dari luar jendela banyak kendaraan roda dua yang berteduh di emperan toko, orang-orang juga ada yang ikut berteduh, dan orang-orang yang memakai payung dengan seorang anak kecil yang terguyur hujan. Ojek payung.

Alodia merasa iba dengan anak-anak tersebut. Masih kecil sudah mencari uang. Begitulah kehidupan. Ada manis dan pahitnya.

"Liatin apaan sih? Fokus banget kayaknya!" Kata Alfa melirik Alodia sekilas, dan kembali fokus ke jalanan.

"Itu tadi kasihan anak kecil jadi ojek payung, orang tuanya tega banget deh."

"Tapi belum tentu mereka disuruh orang tuanya, siapa tau mereka ngelakuin itu karena terpaksa. Orang tuanya sakit misal."

Alodia membalas dengan dehaman, "mungkin,"

Saat mereka berbelok memasuki kompleks perumahan Alfa, terlihat seorang gadis kecil yang sedang terduduk di aspal dengan darah yang menetes.

"Fa, Fa. Berhenti dulu sebentar!"

"Kenapa?!"

"Udah berhenti aja!" Alfa menepikan mobilnya dan Alodia langsung keluar dari mobil. Seketika seluruh pakaiannya menjadi basah, terguyur hujan yang amat deras.

Alodia mendekat ke arah gadis kecil itu. Dia berjongkok. Terdengar isakan kecil keluar dari bibir mungil gadis itu.

"Kamu kenapa?"

"Hiksss...hiksss...ttadi aku ngejar Gio, tt—terus jatuh."

"Bawa ke mobil aja Di," Ucap Alfa. Dia berdiri tegak, ikut terguyur hujan.

"Kamu ikut kakak ke mobil ya," gadis itu mengangguk.

Alfa membopong gadis kecil itu dan menempatkannya di jok belakang.

"Nama kamu siapa?" Tanya Alodia. Kini mobil Alfa kembali jalan dan memasuki kompleks perumahannya.

"Nama aku Alvera Chenia."

"Nama yang bagus! Di panggil Vera boleh?" Tanya Alodia

"Boleh,"

Kini mereka telah sampai di depan rumah Alfa. Segera lelaki itu menepikan mobil dan memutari mobil untuk membopong Vera.

"Abang! Kak Alo!" Sambutan itu langsung terdengar saat mereka bertiga memasuki rumah Alfa.

Queisha berlari dan memeluk pinggang Alodia.

"Quey kangen sama Kak Alo," Queisha melepaskan pelukannya.

Dia melirik ke arah seorang gadis kecil yang dibopong Alfa. "Itu siapa bang?"

"Ini Vera," Alfa menaruh Vera di kursi ruang tamu.

Alodia dan Queisha segera menghampiri Vera. Sedangkan Alfa, dia pergi ke kamarnya untuk mengambil kotak P3K. Sekalian berganti baju, tak mungkin dia turun nanti dengan keadaan masih basah kuyup.

Queisha melambaikan tangannya "Halo nama aku Queisha! Nama kamu Vera ya?!" Vera mengangguk.

"Kamu kenapa bisa berdarah?" Kepo Queisha.

"Aku tadi lagi main sama Gio, terus kita main kejar-kejaran. Tapi, waktu aku mau ngejar Gio. Aku jatuh kesandung batu, terus berdarah deh." Seketika kepala Alodia terasa berputar. Dia jadi teringat kejadian beberapa tahun yang lalu.

"Jev main kejar-kejaran yuk!" Ajak Alodia kecil.

"Enggak ah, nanti kalo Odi jatuh kayak mana? Kan luka,"

"Enggak, Odi gak bakal jatuh kok. Ayo dong Jev, Odi bosen!" Karena kasihan melihat Alodia memelas seperti itu, Jevin mengangguk setuju.

"Oke deh."

"Yeayyy!" Alodia bersorak senang. Dia bangkit dari duduknya, "Odi yang jadi ya. Cepet Jev lari," Jevin segera berlari menjauh dari Alodia.

"Ayok kejar Jev!" Seru Jevin dari kejauhan. Segera Alodia berlari mengejar Jevin.

Namun, baru beberapa langkah Alodia jatuh tersungkur ke aspal. Dia tersandung batu yang lumayan besar. Saking fokusnya, dia tak melihat batu tersebut.

"Awww," ringis Alodia. Dia terduduk di aspal dengan lutut yang terluka. Darah menetes ke atas aspal.

"ODI!" Jevin berlari kencang ke arah Alodia. "Odi kenapa? Tuhkan udah Jev bilang jangan main kejar-kejaran juga,"

"Hiksss...hiksss...sakit Jev," tangis Alodia semakin deras.

Jevin mengalungkan sebelah tangan Alodia di lehernya. Dia membantu Alodia berdiri dan memapahnya.

Baru beberapa langkah mereka tempuh tetes demi tetes air hujan berjatuhan dan lama kelamaan menjadi deras, membuat luka Alodia semakin perih karena bersentuhan dengan air.

Jevin mempercepat langkahnya, berusaha mencari tempat teduh untuk mereka.

Untung saja, diujung jalan terdapat sebuah warung kecil. Jevin memutuskan untuk berteduh di warung tersebut.

"Permisi Bu, saya numpang berteduh sebentar boleh?" Ibu warung keluar dan langsung menghampiri mereka.

"Yaampun dek ini kenapa?" Tanya Ibu warung, terlihat panik.

"Tadi dia jatuh,"

"Ibu ada obat merah?" Ibu warung itu mengangguk dan masuk ke dalam warung. Tak lama dia kembali dengan obat merah dan kapas di kedua tangannya dan menyodorkan ke depan Jevin.

Dengan telaten Kevin mengobati luka Alodia.

Tak terasa hujan sudah berhenti. Jevin dan Alodia melanjutkan perjalanannya untuk sampai di rumah.

"Al, bangun, Al." Pipi Alodia terasa seperti ada yang menepuk-nepuk.

Alodia mengerjapkan matanya, dan menggeliat.

Terlihat Jevin di depannya, segera Alodia memposisikan dirinya menjadi duduk dan memeluk erat Jevin.

Alfa ingin membalas pelukan itu. Namun, perkataan Alodia membuat dirinya mengurungkan niat tersebut dalam-dalam.

"Jev kemana aja?! Odi kangen banget tau gak?! Jahat banget sih!" Alodia memukul pundak Alfa dengan pelan.

Gadis itu melepaskan pelukannya dan mengernyitkan dahi.

"Loh kok Alfa?! Jev mana?!"

"Jev siapa Di? Daritadi cuma ada kita doang!" Jawab Alfa.

"Tadi Kak Alo tiba-tiba pingsan, terus nyebut-nyebut Jev. Jev itu siapa?" Queisha bertanya.

Alodia menggeleng dan tersenyum tulus, "kita gak jadi latihan Fa?"

Alfa menggeleng, dia tahu bahwa Alodia saat ini mengalihkan pembicaraan.

"Lo aja kondisinya kurang fit kayak gini. Ngomong-ngomong lo udah ngasih tau orang tua kalo pulangnya agak telat?!" Alodia menggeleng, dia benar-benar lupa untuk meminta izin kepada Mama maupun Papanya.

"Yaudah mending besok aja, kasian nyokap lo pasti nyariin. Juganya ini udah sore! Ayo gue anter balik. Sekalian nganter Vera." Alodia mengangguk.

"Abang, Quey mau ikut ya!" Alfa mengangguk.

"Nyokap lo mana? Gue mau pamit,"

"Lagi arisan, katanya pulang malam. Ayo!" Alodia bangkit dan berjalan keluar rumah. Queisha dan Vera menggenggam masing-masing tangan Alodia, saat ini dia seperti sedang dikawal dengan dua peri kecil.

Setelah mereka masuk ke dalam mobil, Alfa langsung tancap gas meninggalkan rumah.

"Vera rumahnya dimana?" Tanya Alfa.

"Di kompleks ini juga kok. Aku di blok, blok apa ya." Vera terlihat berpikir. "Oh iya, di blok G nomor 26."

Tak butuh waktu lama untuk menemukan rumah Vera. Gadis kecil itu pamit dan mengucapkan terima kasih kepada Alfa.

"Vera kapan-kapan kita main ya!" Queisha berucap lewat jendela yang dibuka setengah.

"Oke deh," Vera mengacungkan jempol dan melambaikan tangan saat mobil Alfa melesat pergi.

•••

"Makasih ya, maaf tadi kalo gue ngerepotin," ucap Alodia, merasa tak enak.

"Santai aja, gak ngerepotin kok," kata Alfa.

"Gak mau mampir dulu?" Tawar Alodia.

Alfa menggeleng, "lain kali aja deh. Gue langsung ya!"

"Oke,"

Alodia melambaikan tangannya ke arah Queisha.

"Daaahh Kak Ala," mobil Alfa perlahan menjauh dan hilang di perempatan kompleks rumah Alodia.

Segera gadis itu masuk ke dalam rumahnya.
















Bersambung...















Jevin mulai muncul nih, ada yang mau disampaikan kepadanya?! Oke gak ada.

Don't forget to vote and comment

SALAM AUTHOR👋

Continue Reading

You'll Also Like

XXL By Putri

Teen Fiction

895K 42.3K 60
[REVISI ON GOING] Revisi: Davin=Kevin CERITA MASIH LENGKAP. Satu, gue benci sama lo! Dua, gue sangat-sangat benci sama lo! Dan tiga, gue benci karena...
6.3M 269K 47
NOVEL SUDAH TERBIT LOTUS PUBLISHER PRE ORDER 11-25 NOVEMBER 2022 PUBLIS ULANG DILARANG PLAGIAT NOVEL INI Apa jadinya jika dua es batu bertemu, apak...
3.1M 144K 80
SUDAH TERBIT 🌹 Welcome to My Area 🌹 Follow sebelum di add ke library Hanya kisah ringan tentang Alayya yang menyukai kakak kelasnya yang bernama Ab...
Wattpad App - Unlock exclusive features