"Meet"
.
.
Sebuah mobil silver mewah nampak memasuki halaman rumah kediaman Min di sore hari itu. Pintu mobil mulai terbuka dan menampakkan sebuah kaki dengan lace-up nya yang nampak cemerlang dan berkualitas. Kim Seokjin, pemilik kaki sekaligus orang yang baru saja keluar dari mobil itu tersenyum menatap rumah besar didepannya.
"Kuharap Taehyung senang" ujarnya sebelum memasuki rumah dengan beberapa paper bag ditangannya dan barang lainnya.
.
Yoongi mengendarai mobilnya dengan santai dan kecepatan sedang agar tak mengganggu kenyamanan dan tidur nyenyak ketiga malaikat kecilnya yang duduk tertidur di kursi tengah mobil.
"Apa Seokjin sudah tiba?" Tanya Minah setelah memastikan ketiga anaknya tertidur.
"Mm,, katanya dia sudah dirumah" jawab Yoongi yang membuat Minah mengangguk.
"Tapi bagaimana ini? Taehyung tidur,, jika begini semuanya akan gagal" lanjut Minah.
"Tenang saja, kita akan membangunkannya. Meskipun aku tidak tega, tapi biarlah,, hanya untuk kali ini" jelas Yoongi yang kembali focus kejalanan.
.
Kini keluarga Min sudah tiba dirumah.
"Apa kita sudah sampai?" Tanya Jungkook dengan half eyesnya.
"Kau sudah bangun Kookie?" Tanya Minah seraya tersenyum melihat anaknya yang mengangguk dengan half eyesnya.
"Kalau begitu bangunkan hyungmu, eomma akan membangunkan Taehyung" lanjutnya yang hanya diangguki Jungkook.
"Hyung,, Chim hyung,, bangun,, kita sudah sampai" Jungkook mulai memukul pelan bahu hyungnya.
"Taehyung-ah,, Taehyung-ah,, bangun sayang. Kita sudah sampai" Minah berucap dengan lembut.
"Euuh,,," Taehyung mengeluh dengan matanya yang mulai terbuka. "Kita sudah sampai eomma?" tanyanya yang diiyakan Minah.
"Bangunlah, kau harus segera memasuki rumah" titah Minah yang langsung dilaksanakan Taehyung tanpa pertanyaan karena masih setengah sadar.
"Eomma,, Chim hyung mati" ujar Jungkook santai saat Taehyung sudah meninggalkan mobil.
"Apa maksudmu Jungkook!!" kaget Minah.
"Hyung tidak mau bangun" Tunjuk Jungkook tanpa rasa bersalah. "Mungkin dia sudah mati,,"
PLETAAKK!!
"AWW!!"
"Apa kau mendoakanku?" ujar Jimin yang kini menatap datar adiknya.
"Hufft,, cepat keluar" titah Minah.
"Hyung,, haruskah kau memukulku?" kesal Jungkook.
"Kau pantas mendapatkannya" ujar Jimin seraya meninggalkan mobil tanpa rasa bersalah pada Jungkook.
"Menyebalkan" desis Jungkook sebelum menyusul Jimin.
"Tae!!" panggil Yoongi saat Taehyung akan membukan knop pintu utama.
"Iya appa,," ujarnya seraya berbalik melihat Yoongi yang tersenyum kearahnya.
"Tidak papa" ujarnya.
"Appa ini kenapa?" sinis Jimin yang melewati Yoongi dan menuju kearah Taehyung.
"Appa aneh" tambah Jungkook yang semakin membuat Yoongi beku akan sikap kedua anaknya.
Warisan dari siapa itu?-Yoongi
Ceklrek,,,
"TAEHYUNGIE!!!"
"AAAA!!!"
"Seokjin appa! Jantungku hampir terlepas" ujar Jimin sambil memegang dadanya saat tiba-tiba Seokjin muncul dihadapan mereka saat pintu terbuka.
"Hiks,, Huaa!!" Tangis Taehyung.
"Oh,, Taehyung-ah.." Seokjin segera membantu anaknya yang terduduk dilantai akibat terjatuh karena terkejut.
"Hua,, appa jahat" tangisnya sambil memukul pelan lengan ayahnya saat Seokjin membawa tubuh kecilnya kepelukkannya.
"Ada apa ini?" Tanya Yoongi yang nampak khawatir saat melihat Taehyung menangis.
"Tae-tae kenapa?" Tanya Minah yang datang bersama Yoongi.
"Taehyung terkejut dan menangis karena Seokjin appa" tunjuk Jungkook yang membuat kedua orang tuanya menatap Seokjin yang sedang berusaha menenangkan Taehyung digendongannya.
"Sstt,, Tae-tae,, appa minta maaf ne,, maafkan appa,," Seokjin masih berusaha menenangkan anaknya.
Kini Taehyung sudah lebih tenang setelah cukup lama Seokjin meminta maaf dan terus berada disampingnya.
"Seokjin appa,, apakah tidak ada oleh-oleh untukku" Jimin bertanya dengan polos.
"Aku juga" Jungkook menambahi.
Seokjin tersenyum melihat kedua keponakannya itu. Jika saja Taehyung tidak menangis tadi dia pasti sudah memberikan buah tangan yang dia beli untuk keponakannya. Namun semua harus tertunda karena kecerobohannya yang membuat anaknya terkejut hingga menangis.
"Untuk Tae-tae ada tidak?" Taehyung mendongak untuk menatap wajah ayahnya yang kini duduk disampingnya.
Seokjin tersenyum dan mengusap mata sembab anaknya. "Tentu saja ada,, appa punya untuk kalian semua" ujarnya yang membuat ketiga pasang mata kecil itu berbinar.
Seokjin bangkit dan kembali dengan membawa beberapa paper bag ditangannya.
"ini untuk Jimin, dan ini untuk Jungkook" ujarnya seraya memberikan dua buah paper bag pada masing-masing keponakannya yang sangat antusias mengambilnya.
"Dan ini untuk Tae-tae,," dan Seokjin memberikan sebuah paper bag pada Taehyung.
"Wahh,, ini mobil-mobilan terbaru yang baru saja dibuat yang bisa berubah menjadi robot seperti Transformers! Wah,, Seokjin appa memang yang terbaik" senang Jimin.
Jungkook yang tak mau kalah segera membuka paper bagnya. "Wah,, punyaku juga,, warna merah,, hyung,, sama,," senang Jungkook saat mendapati barang yang sama dengan milik kakaknya.
"Aku juga,," ujar Taehyung yang membuat Jimin dan Jungkook menatap mobil-mobilan berwarna biru ditangannya.
"Aku dapat dua paper bag, appa memberikan aku apa lagi?" Jimin segera mengeleddah paper bagnya.
"Aku juga" Jungkook kembali antusias.
Taehyung tersenyum menatap kedua sepupunya yang nampak bahagia itu.
"Terima kasih appa" dan Seokjin megelus surai hitam anaknya sayang.
"Semuanya,, ayo makan,, aku sudah menghangatkan semuanya" panggil Minah dari arah dapur.
Yah,, karena Taehyung yang mennagis cukup lama jadi Minah harus memanaskan kembali makanan yang sudah susah payah dibuat Seokjin untuk menyambut sekaligus memberikan surprised Taehyung. Yah,, meskipun lumayan gagal.
"Min Jimin dan Min Jungkook,, appa akan mengambil hadiah kalian jika kalian tidak segera kedapur" ancam Yoongi yang langsung membuat tubuh kedua anaknya melemas.
"Ayo kita makan dulu" ajak Seokjin pada Taehyung yang menurut tanpa penolakan.
Setelah menyelesaikan makan malam, Seokjin dan Taehyung memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama dikamar Taehyung yang ada dirumah keluara Min. Dan jujur,, Seokjin sangat merindukan anaknya kali ini.
"Apa kau tidak merindukan appa?" Tanya Seokjin yang kini berbaring disamping Taehyung yang sedang memainkan mainannya.
"Tentu saja aku rindu. Sangat rindu malah,," jawabnya.
"Lalu kenapa tidak ada ciuman dan pelukan untuk appa?" Seokjin berucap sambil cemberut sok kesal.
"Itu salah appa,, mengejutkanku" jawab Taehyung yang juga sama-sama cemberut yang malah mengundang kekehan dari Seokjin.
"Jadi Tae-tae belum memaafkan appa?" Tanya Seokjin yang masih belum bisa menghilangkan senyuman diwajahnya.
"..." Taehyung tak menjawab sok marah dan sok serius dengan mainan barunya.
"Tidak dijawab? Apa Tae-tae marah?" goda Seokjin yang dapat melihat senyum tipis dari Taehyung.
"Jadi benar Tae-tae marah pada appa eoh? Eoh?"
"Haha,, appa,, geli appa,, geli,," kekeh Taehyung saat perut kecilnya mendapatkan gelitikan dari sang ayah.
"Hahha,, appa,, geli appa,, geli,, hentikan appa,, aku tidak marah,, aku memaafkan appa,, iya,, aku maafkan,, haha,," Taehyung terus berucap yang malah membuat Seokjin gemas dan memeluk tubuh kecil anaknya yang masih saja tertawa itu.
"Hhmm,, appa sangat merindukan Tae-tae" Seokjin mengusakkan hidung mancungnya kehidung Taehyung yang sama mancungnya yang kembali membuat Taehyung tertawa karena geli.
"Hihi, Tae-tae juga rindu appa,, jangan pergi lagi appa" Taehyung melingkarkan lengan kecilnya keleher besar Seokjin yang juga tersenyum.
"Wae?" Tanya Seokjin saat melihat perubahan ekspresi Taehyung.
"Aku rindu Namjoon hyung" sedihnya.
Seokjin tersenyum dan kembali mengusap lembut surai Taehyung. "Kapan hyung kembali?" Tanya Taehyung.
"Hyungmu akan kembali besok, dan appa sudah berjanji kalau kita akan menjemputnya besok" jelas Seokjin.
"Benarkah appa?" senang Tehyung yang diiyakan Seokjin.
"Yey!! Aku sayang appa"
"Benarkah? Kalau begitu poppo,," Seokjin memberikan pipinya. Dan,,
Chu,,
Taehyung menciumnya sayang.
"Yang satunya?" dan Taehyung mencium pipi kiri sang ayah yang membuat Seokjin tersenyum puas sebelum membawa Taehyung kedalam pelukannya dan tidur.
.
Taehyung menuruni tangga dan mendapati Jungkook yag sudah bermain dengan hadiah yang semalam diberikan Seokjin.
"Kau sudah bangun?" Tanya Minah yang diiyakan Taehyung.
"Dimana appa?" Tanya Taehyung.
"Appa yang mana? Seokjin appa atau Yoongi appa?" goda Minah yang membuat Jungkook tertarik untuk mengetahui jawaban kakak sepupunya itu.
"Mereka berdua tidak ada" jawabnya yang membuat Jungkook nampak kecewa.
Minah tersenyum mendengar jawaban Taehyung. "Mereka kekantor pagi-pagi sekali untuk menyelesaikan sebuah urusan" jelas Minah yang membuat Taehyung mengangguk paham.
"Lalu Jimin?"
"Dia ikut, katanya dia ingin membeli sesuatu dipasar tradisional" jawab Minah.
"Hyung ikut appa eomma?" Jungkook membulatkan matanya saat sang ibu mengangguk.
"Daebak! Apa yang ingin dibelinya hingga dia rela bangun sepagi itu?" lanjut Jungkook.
"Kami pulang..." seru Jimin yang memasuki rumah dengan Yoongi dan Seokjin dibelakangnya.
"HYUNG!!!" Jungkook segera berlari menghampiri kakaknya yang menggunakan jaket tebal berwarna navinya itu.
"Hyung dari mana? Tumben sekali bisa bangun pagi" cerocos Jungkook.
"Aku ikut appa dan membeli mochi" ujarnya sambil mengangkat kantong plastic berisi mochi itu.
"Wah,, aku boleh minta?" mata Jungkook berbinar.
"Tidak boleh,," jawab Jimin dengan tatapan datarnya yang membuat Jungkook seakan ingin menangis.
"Jangan menangis Kookie,, appa sudah membelikanmu" ujar Seokjin yang membuat Jungkook kembali berbinar.
"Wlee,,," Jungkook menjulurkan lidahnya sebelum menjemput kantong berisi mochinya itu. Sedang Jimin, dia hanya melanjutkan langkahnya tak perduli.
"Tae,, appa juga membelikan untukmu" ujar Seokjin yang membuat Taehyung tersenyum dan berjalan kearah sang ayah.
"Bermain saja dulu, nanti baru sarapan" titah Yoongi seraya berjalan menuju dapur sambil membawa beberapa barang belanjaan dari pasar yang merupakan pesanan Minah.
"Taehyung, kamu harus bersiap" ujar Seokjin yang menghentikan langkah Taehyung yang akan mengikuti jejak kedua sepupunya.
"Kemana?" tanyanya yang hanya dibalas senyuman oleh Seokjin.
"Ah,, aku ingat!" dan Taehyung segera berlari kekamarnya disusul oleh Seokjin.
.
.
Taehyung sedang duduk disamping Seokjin yang sedang mengemudi sambil memakan mochinya.
"Apa tempatnya jauh appa? Sehingga aku harus membawa bekal" Tanya Taehyung sambil mengangkat kotak berisi mochinya.
"Iya,, butuh beberapa jam" jawab Seokjin yang membuat Taehyung mengangguk paham.
Pagi ini Seokjin dan Taehyung akan menjemput Namjoon dari kegiatan Camp. Atau kemahnya yang berada disuatu pedesaan yang lumayan jauh.
Taehyung kembali memakan mochinya sambil melihat keluar jendela. Melihat pemandangan dan rerumputan berwarna kecoklatan diluar sana.
"Jika mengantuk tidurlah Tae,," ujar Seokjin yang diiyakan Taehyung.
Beberapa menit kemudian Seokjin menghentikan mobilnya.
"Apa kita sudah sampai appa?" Tanya Taehyung pada Seokjin yang sedang membuka sabuk pengamannya.
"Ajik Tae,,"
"Lalu kenapa berhenti?" tanyanya lagi.
"Bukankah kita harus membelikan camilan hyungmu? Dia pasti lapar" jawab Seokjin.
"Kau mau ikut appa?" Taehyung mengangguk dan meninggalkan mobil bersama ayahya setelah melepaskan sabuk pengamannya.
Taehyung mengekori ayahnya yang sedang mendorong trolley belanjaan disuatu tempat perbelanjaan yang cukup luas itu.
"Appa,, aku mau itu" Taehyung menunjuk kearah dimana snack cheese stick berjejer.
Seokjin tersenyum, dia tahu jika anaknya sangat menyukai camilan yang satu ini. Seokjin segera mengambil 2 bungkus cheese stick ukuran sedang dan memasukkannya ke trolley.
"Appa,, aku mau lagi,," pinta Taehyung.
"Apa dua masih kurang?" Seokjin membulatkan matanya.
"Aku hanya butuh dua, tapi Jimin dan Kookie bagaimana? Mereka juga menyukainya" jelas Taehyung yang membuat Seokjin seakan ingin memaki dirinya. Bagaimana dia bisa lupa jika dia memiliki 2 orang malaikat lain dirumah.
Seokjin kembali mengambil beberapa bungkus cheese stick dan memasukkannya ketrolley dan kembali mendorong trolley tersebut.
Setelah merasa barang belanjaannya cukup Seokjin segera menuju kasir dan kembali ke tempat parkir setelahnya. Seokjin memasukkan beberapa kantong plastic besar diatas kursi tengah mobil.
"Appa,, cheese sticknya aku mau satu" pinta Taehyung yang dituruti Seokjin.
Setelah mengatur barang belanjaan mereka kembali melanjutkan perjalanan. Hingga 30 menit kemudian mereka dapat melihat Namjoon yang sedang duduk dihalte mobil bersama seseorang.
"Itu kakak Hoseok hyung"
Seokjin segera menghentikan mobilnya dan turun dari mobil.
"Apa sudah lama?" Tanya Seokjin yang hanya diperhatikan oleh Taehyung dari balik jendela mobil yang masih tertutup.
"Hyungie,,," panggilnya setelah menurunkan kaca mobil.
"Taehyung-ah,," Namjoon segera menghampiri adiknya dan menarik pipi chubby Taehyung yang sangat dirindukannya itu. Dia bahkan melupakan rasa lelahnya dalam sekejab setelah melihat wajah adiknya.
"Hyung meridukanmu alien nakal" lanjutnya.
"Hyunnmn,, hentikan,," Ujarnya saat Namjoon mancubit pipinya.
"Masuklah,," titah Seokjin setelah memasukkan barang-barang Namjoon dan Hoshi kedalam bagasi.
Namjoon dan Hoshi segera memasuki mobil dan mencari posisi duduk yang nyaman dikursi tengah.
"Halo Taehyungie,,," sapa Hoshi.
"Anyeong Hoshi Hyung,, Hoseok hyung bilang sangat merindukan hyung" jawab Taehyung.
"Benarkah? Untuk itulah aku akan langsung pulang dan menemuinya" senyum Hoshi.
"Apa kau tidak merindukanku alien nakal?" Tanya Namjoon.
"Tidak!"
"What!!"
"Hoshi hyung akan makan bersama kitakan?" Lanjut Taehyung tanpa memperdulikan ucapan Namjoon.
"Benarkah? Aku takut merepotkan" Hoshi menggaruk tengkuknya.
"Jangan bilang begitu, kau juga sudah kuanggap seperti anakku"
"Dan juga hyungku"
"Apa!!" Teriak Namjoon.
"Baiklah,, jika tidak merepotkan" akhirnya Hoshi mengiyakan.
"Yey!!!" Teriak Taehyung senang tanpa menyadari jika Namjoon tengah menatapnya dengan kesal dan lemas.
"Taehyung-ah,, kau tidak mau duduk dengan hyung disini?" Tanya Namjoon yang ditidakkan oleh Taehyung.
Namjoon semakin kesal dan segera membuka kasar kantong plastik disampingnya dan mengambil sebuah snack dan memakannya dengan kesal.
Dasar adik durhaka-Namjoon
Hay,, hay,, hay,,
For special day, Rainy double up.
Oh no,, triple up I mean
Hehe..
Do U happy my readers?
Hopely You are..
Hehe..
Thanks udah mampir my beloved readers.
Sorry Rainy can't up soon
Gamsahamnida..
Jgn lupa tinggalkan jejak
😊😊😊
Sorry for typo and gaje story