Really Bad Boy✔

Por gelapitto

74.2K 8K 692

❝Jangan datang kalau kau hanya menjadikanku sebagai mainanmu.❞ Really Bad Boy, 2019. A story by Gelapitto. Más

Intro
02. Follow
03. He's laugh
04. Again again
05. He start it
06. Jealous
07. Love Shot
08. The Truth
09. Honest
10. Closer
11. Beautiful Time
12. Dumb Dumb
13. Other People
14. So What
15. Moonlight Melody
16. Summer Magic
17. Stop it
18. Spring Breeze
19. Drippin'
20. Get it
21. Dunk Shot
22. Who dat boy
23. Love Whisper
24. Hello Stu-P-I-D
25. Who is Xuxi?
26. Hope not
27. With You
28. Day by Day
29. Everything i Need
30. Lie
31. Fake Love
32. Kill This Love
[+] Don't need your Love

01. First time

8K 551 57
Por gelapitto

Bel istirahat telah berbunyi 5 menit yang lalu, menandakan jam pelajaran ke 7 akan segera dimulai. Semua murid sudah berada pada bangkunya masing masing, oh tidak. Bukan semua murid, tapi hanya beberapa dari mereka yang memang niat belajar.

Itu yang terjadi padaku saat ini, hanya diam sambil melipat kedua lenganku diatas meja serta kepalaku yang sengaja ku sandarkan pada lipatan lenganku.

Menunggu guru akan masuk mengajar di kelasku, sudah terlewati cukup lama, bahkan jam pelajaran ke 8 sudah hampir dimulai, tapi tak satupun guru yang masuk kedalam kelas hendak mengajar.

Dan itu artinya, kelasku sedang dalam zona aman atau freeclass.

Semua menyukainya, bahkan yang tadinya kelas sunyi sepi dan banyak murid yang hanya tinggal di mejanya, sekarang sudah banyak yang keluar, tak kecuali aku, aku bahkan sudah bersiap untuk keluar.

Bosan, tentu saja itu yang kurasakan saat ini. Tapi bohong jika aku tidak merasakan bahagia, apalagi sebenarnya jam pelajaran sekarang adalah Kimia.

Aku hendak berbalik badan untuk memanggil temanku yang duduk tepat dibelakangku "Yeri, keluar kuy"

Dia, Kim Yerim. Temanku sejak tahun pertama bersekolah disini, sebenarnya aku masih punya 2 teman lagi yang selalu bersama, tapi yang kulihat keduanya sedang bermimpi atau lebih tepatnya tertidur.

Yeri mengangguk lalu beranjak dari bangkunya, kami lalu keluar dari kelas bersama. Tak jauh kita mencari tempat untuk sekedar mengobrol, kita hanya berdiri di depan kelas sambil melihat lapangan.

"Qi, liat deh kak Jungkook itu lagi main basket" Ucap Yeri sambil senyum gembira.

Aku hanya memutar bola mataku seolah malas, doi emang selalu heboh kalau udah urusan dengan kak Jungkook si kapten basket di sekolahku.

"Ganteng banget parah, pengen gue lapin aja tuh keringatnya" girang Yeri sambil menunjuk-nunjuk kak Jungkook.

"Gue teriakin juga nih kak Jungkooknya" balasku sambil menatapnya malas.

"Ih jangan, mau bikin gue malu ya lo?" Balasnya sambil menatapku seolah marah.

Aku hanya tertawa kecil. "Lagian juga mana berani gue teriak gak jelas manggil kak Jungkook"

Dia berbalik menatapku "iya juga sih" Lalu dia kembali dengan acara fangirling nya.

Dan aku hanya sibuk melihatnya sambil sesekali menggeleng karena dia begitu heboh.

Niatku keluar ingin mencari suasana yang bagus, tapi malah aku disibukkan dengan banyak perkataan dari Kim Yeri yang terus saja memuja kak Jungkooknya itu.

"Yuqiiii, kak Jungkook manis banget ya, makan apa sih dia bisa semanis itu" ucapnya dengan pandangan yang masih tetap pada kak Jungkook.

Aku menghela nafas "mana ada, manisan juga kak Jaehyun tuh ketua osis" balasku.

Ya walaupun didalam hati aku bilang, keduanya sama sama manis.

"Beda ya, manisnya kak Jungkook tuh beda" balasnya lagi.

"Iyain aja deh, batu" dengusku.

Aku lalu hendak beranjak masuk kekelas.

"Yuqi, ngapain lo?" Tanya Yeri

"Gak liat lo? Gue mau masuk" balasku.

"Seenaknya ya, udah ngajak keluar, malah pengen masuk, udah itu gak ngajak lagi" balasnya sambil memasang tampang kecut.

"Kurang mirror nih anak, lo sendiri sibuk kan mandangin kak Jungkook lo, daripada gue dikacangin mending masuk aja" balasku lagi.

dia lalu nyengir sambil menarik tanganku "hehehe, lo baperan juga ya ternyata, yaudah deh gue udah cukup fangirling nya, sekarang Yeri hanya milik Yuqi seorang"

Aku menandangnya jijik "ngomong apa barusan? Gak denger nih telinga gue congean"

Yeri lalu melepas tanganku "jijik goblok"

Aku hanya membalasnya dengan tertawa, lalu tak lama dia juga ikut tertawa, sederhana. Hanya karena aku tertawa, dia juga ikut tertawa.

Tertawaku berhenti tepat saat sebuah tangan kekar dan besar berada tepat di depanku.

"Cantik, boleh kenalan?"

Aku lalu melihat siapa orang itu.

Dia tersenyum, senyum yang err, boleh ku akui sangat manis itu.

Aku membeku di tempatku, aku kurang paham dengan situasi ini, aku Song Yuqi, 16 tahun kelas 11, sama sekali tidak pernah pacaran dan tak pernah dekat dengan lelaki manapun kecuali keluarga sendiri. Ya walaupun aku tomboy tapi aku tidak bergaul dengan lelaki.

Aku masih membeku, pandanganku yang tadi melihat ke wajah lelaki itu kini turun, memandang tangannya yang sejak tadi setia terulur untuk menunggu jabat tangan dariku.

Masih bingung dengan situasi, haruskah aku menjabat tangannya? Atau hanya membalas ucapannya tadi? Entahlah aku tidak tau harus apa.

Hayalanku seketika buyar saat lelaki itu kembali bersuara.

"Dikacangin sob, yaudalah cabut" Ucapnya dengan nada mengejek, aku tahu itu walaupun aku tak melihat mukanya, tapi dia berbicara tepat di telinga ku.

Dia berlalu bersama 3 temannya yang tadi ikut bersamanya. Aku hanya memandangnya lalu mengidikkan bahuku acuh.

"Lo ngapain aja sih qi? Di ajakin kenalan malah diem aja" tegur Yeri yang berada di belakangku.

"Ha? Gapapa" jawabku seolah acuh.

"kan tadi dia malah nyindir lo, dibilang ngacangin kan" balas Yeri.

"ya biarin aja sih yer, paling orang gabut itu" balasku lalu masuk kedalam kelas, meninggalkan Yeri yang memandangku.

Sebenarnya aku tidak seacuh itu, ya walaupun hal tadi sudah berlalu kurang lebih 5 menit yang lalu, tapi aku masih memikirkan hal tadi.

"Yer entar kalau pulang buru-buru gak?" tanyaku pada Yeri.

Yeri tampak diam, sepertinya dia sedang mengingat sesuatu "kayaknya sih nggak, emang napa?"

"Makan bakso mau kagak? Yang depan caffe itu" ajak ku.

Dia tampak berpikir dan tidak lama mengangguk dengan senyumannya yang merekah "ayuk lah, kebetulan gue lagi pengen"

Aku tersenyum "yaudah, sekalian entar ajak Sohye sama Mina sekalian"

Kim Sohye dan Kang Mina adalah dua teman kami yang sedang tertidur.

Really Bad Boy.


Bel pulang sekolah udah bunyi 15 menit yang lalu, dan berakhirlah aku disini. Depan gerbang sekolah.

"Hye, Min, makan bakso kuy" ajak ku pada dua temanku itu.

Mina menggeleng "aduh gabisa gue, udah keburu pesen gojek ini, lain kali aja dah"

"Gue juga ga bisa qi, soalnya tadi disuruh cepet pulang" kali ini Sohye yang menjawab.

Aku hanya menghela nafas, cukup kecewa.

"Yer, bareng gak pulangnya?" ajak Sohye ke Yeri, mereka sering pulang bareng karena satu jalur.

"Nggak deh hye, gue mau makan bakso bareng Yuqi ehehe" balas Yeri sambil cengengesan sendiri.

Sohye hanya menggeleng geleng "hobi banget lo ya makan"

"Makan tuh kebutuhan hye, bukan hobi" cibir Yeri.

"Yaudah deh, gue sama Yeri pergi ya" pamit ku pada keduanya lalu berjalan pergi bersama Yeri.

Penjual bakso yang kami maksud gak terlalu jauh dari sekolah, soalnya penjualnya ada disamping sekolah.

Aku dan Yeri mengambil tempat duduk dan segera memesan.

"Sayang ya qi, Sohye sama Mina gak bisa ikut, padahal gue mau cerita tentang kak Jungkook tadi" ucap Yeri membuka pembicaraan.

Aku memandangnya malas lalu melemparnya dengan jeruk nipis.

"Yeuu palingan mereka kalau denger cerita lo cuma ngangguk doang, denger telinga kiri keluar telinga kanan" balasku.

Yeri lalu mendelik "santai dong nyai, gak pake ngelempar jeruk juga"

"Abisnya lo mah bahasannya kak Jungkook terus, gak bosan apa" cibirku.

Dia lalu tertawa kecil "hehehe abisnya cuma kak Jungkook yang jago nyuri pandangan gue sih"

Aku hanya mengacuhkan ucapan Yeri barusan. Aku lalu melirik meja sebelah yang daritadi hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu.

Yaiyalah namanya orang lagi makan.

Aku memerhatikan orang itu, wajah yang sepertinya pernah kulihat.

Oh maaf, salahkan aku yang gampang lupa dengan wajah orang.

Karena merasa diperhatikan, orang itu melirik ku, dia lalu tersenyum dan lanjut memakan makanannya.

Kini aku ingat, dia lelaki yang tadi mengajakku kenalan.

"Yer, liat gak tuh cowok di meja sebelah?" tanyaku.

Yeri hanya mengangguk

"Bukannya itu cowok yang ngajak gue kenalan tadi ya?"

Yeri lalu tampak memerhatikan lelaki itu, lalu mengangguk "eh iya, dia yang tadi ngajakin lo kenalan"

"Berarti ga salah dong gue" gumamku.

Lalu sebuah suara berat menghentikan fikiranku.

"Bang berapa nih?" ternyata itu cowok tadi.

"10 rb kayak bisa"

"Oh yaudah ini bang" cowok itu lalu mengeluarkan uang 10 ribuan dan membayarnya.

"Makasih bang" dia berlalu pergi, tapi kalau tidak salah lihat, dia sempat melirik ku dan tersenyum.

"Sama sama cas" balas abang tukang bakso.

Jadi namanya cas? uang cas gitu?

Itulah yang memenuhi pikiranku saat ini.

Tbc

Really Bad Boy
©gelapitto.

Seguir leyendo

También te gustarán

515 96 16
Aku bukan gadis yang spesial, hanya ingin menjadi gadis yang memiiki sesuatu yang dapat membuat hidupku tidak lagi membosankan.
38.3K 7.1K 23
[COMPLETED] PHOBIA; HUANG RENJUN Kegiatan Luna sehari hari di sekolah hanya bermain basket, menyapa seluruh siswa siswi yang dikenalnya (hampir semua...
67.4K 6.1K 20
❝ 𝘓𝘰 𝘪𝘵𝘶 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘯 𝘏𝘺𝘶𝘯𝘫𝘪𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘤𝘰𝘸𝘰𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬. 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘓𝘰 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘥𝘢...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas