ZOEY_POV
Semenjak kejadian itu, Finn Jadi dekat dengan ku, malah perhatian. Lucu emang kalau aku ngingat gimana dinginnya dia dulu. Bahkan dia juga sudah mulai berbaur dengan yang lain.
"Zoey, Mana Koncet mu? Sana ikat rambut mu dulu sebelum kerja! nanti rambutmu menggangu pekerjaan" Ucapnya sambil memegang rambut ku.
"Eh, iya koncet aku putus nih" Entah mulai sejak kapan aku memakai kata 'aku, kamu' yang pasti itu membuat lidah ku gatal. EW..
"Dasar kau! Tapi kau terlihat seksi loh saat di rambutmu digerai" Godanya yang berhasil membuat aku menunduk malu.
"Apaan sih kau!" Kesal ku sambil menendang kakinya.
"Aw.. sakit. Apa kau.. malu ya? aku tidak sedang memujimu kok, jadi kau tak usah kepedean ya" Kini tawa Finn sudah meledak, membuat ku sangat kesal.
"Ye, bilang aja kau suka kan? lihat tuh wajah mu merah, Ewww... gak usah sok malu-malu deh ngomong nya!" Kini giliran aku yang tertawa puas, dan Finn terdiam. Hahaha.... "Oh ya, aku duluan pulang ya. Udah sore, nanti kakak ku nyariin lagi"
"Pulang aja sono. Kayak kakak mu nyariin aja, biasanya juga pulang malam gak di cariin" Ucapnya sambill mengejek ku.
"Yeh, emang gua pernah pulang malam. Loe kalik! da ah, gua pulang, byee". jangan rinduin gua ya, kalau kepikiran gua telepon aja!" Triak ku yang kepedean tingkat tinggi. Nah loe bahasa gua kini udah campur aduk.
" Pede amat lu, sono pulang" Kini aku sudah membalikkan badan.
Di depan gerbang kudapati seorang cewek sedang tersenyum dengan ku. Dia bukan dari sekolah sini. Karna cewek sekolah sini gak mungkin berani senyum sama dia, malah langsung kabur. Seragamnya kayak pernah aku liat, tapi aku lupa. Aku menghampiri dia.
" Ada perlu apa" tanya ku sambil memberika senyuman termanis ku.
Wajahnya imut, rambut panjangnya ia biarkan tergerai , matanya bulat berwarna cokelat. Cantik banget ni cewek. eww.. beda sama gua.
"Eh, ini. Kamu kenal sama Finn? Finn Alexis. Katanya sih dia pindah kesini" Tanya nya, yang masih tersenyum manis.
"Eh, iya. Kenal. Knapa emang?" Tanya ku, yang kini mulai penasaran.
"Aku mau ketemu sama dia. Aku satu sekolah sama dia di SMAnya yang lama. Kira-kira dia dimana ya?" Tanya nya lagi yang berhasil membuat gua penasaran. Dan baru aku sadar, ternyata seragamnya sama dengan cowok yang kmaren datang kesini. Ituloh yang berantem sama aku maren. Hehehe...
" Oh, paling dia masih di ruang kerja. Mau aku antar?" Tawar ku. Kini aku sangat penasaran sama ni cewek. Ni cewek siapanya Finn coba? Temanya? wah gila ternyata tu cowok punya teman juga ya? Atau... Pacarnya? Tapi masa sih? Nah lo, napa gua jadi gini ya?
" Boleh, eh ya nama kamu siapa?" Tanya nya sambil mengulurkan tangan.
"Zoey Ariana, Panggil aja Zoey, kamu?" Tanya ku sambil menjabat tangan nya.
" Charlize, panggil Lize" Jawabnya. Ternyata dia teman Finn waktu di sekolah lamnya, sebenarnya masih banyak hal yang ingin ku tanyakan padanya tentang Finn, Nah lo, knapa gua jadi kepo yak?
Kini kami sudah sampai de depan ruang kerja, tapi Lize bilang, ia akan menunggu di depan saja. Jadi aku yang akan memanggil Finn.
"Finn!!!" Triak ku. Dapat ku lihat Finn yang terlonjak kaget, dan langsung berbalik.
" Woy, selaw aja. Kaget nih. Knapa balik lagi,Zoe? Knapa, loe mau balik bareng gua kan? nah lo bilang aja!" Kini ia menghampiri ku yang masih di depan pintu
"Pede amat lu. Gak, gua di sini karna ada seseorang spesial yang mau ktemu ama lo!" Terlihat ekspresi kaget di wajah Finn.
"Srius lo? siapa? dimana?" Tnya nya, buat gua bingung jawabnya
"Ah, liat aja sono di luar" Tunjuk ku ke arah seorang wanita, ya itu Lize.
Tamapak jelas perubahan ekspresi di wajah Finn. Begitu juga dengan Lize, Ia menunduk. Ada apa ini?
"Lize" Hanya itu yang Finn ucapkan selama kurang lebih 1 menit berdiam diri.
"Lize, knapa l-lo?" Kini wajah Finn tampak marah, tapi sangaj jelas bahwa ia sebenarnya sedih. Ada apa sih ini?
"Finn" Hanya itu yang Lize katakan. Ia mulai menangis. Wajahnya tampak merah.
Sementara itu, aku hanya bisa terdiam. Ada apa ini sebenarnya? knapa begini? knapa Finn sperti marah? knapa Lize menangis? banyak sekali pertanyaan di pikiran ku.
"Zoey, ayok kita pulang" Kini Finn sudah menggenggam tanggan Zoey, Bahkan sangat kencang. Tapi matanya masih lurus menatap tajam ke arah Lize
"Eh, tapi Lize, Finn?" Tanya ku. Bahkan Finn tak menjawab pertanyaan ku. Ia langsung menarik tangan ku. Ia meninggalkan Lize begitu saja. Tangis Lize semakin kencang, Bahkan ia terduduk di lantai. Masih bisa terdengan ia memanggil-manggil nama Finn.
Setelah sampai di depan gerbang, Finn segera melepaskan genggamannya. Tampak jelas di wajahnya perasaan merasa bersalah, sedih, marah.
"Emm Finn, loe mau cerita ke gua?" Tanya ku hati-hati. Tapi dia hanya diam. ok aku anggap dia belum siap ceritainnya.
"Yaudah, kalau kamu mau cerita, cerita aja. aku bakalan dengerin" Aku mencoba selembut mungkin dengan Finn. Walaupun mendengar kata-kata ku yang sok lembut itu saja buat ku geli.
" Apaan sih lo! kok jadi sok perhatian gitu" Kini ia mulai bicara.
" Udah, gak osah sok nutupin perasaan lo. Yah, walaupun gua penasaran banget, tapi ya udah la. mungkin belum sekarang o bisa ceritainnya" Kini aku mencoba mendekati Finn dan menepuk bahunya.
" Apaan sih, orang gak ada apa-apa" Ia masih aja ngelak. Finn bahkan gak bisa mbohongin Zoey.
" Terserah loe dah. Gua pulang ya. Lagian rumah kita beda arah. Mungkin loe bu waktu sendiri" Kini aku sudah berbalik dan siap pergi. Tapi Finn menangkap tanggannya yang membuat Zoey seketika berhenti dan berbalik.
"Gua gak butuh waktu sendiri,Gua lagi butuh loe. Loe mau kan nemanin gua. Jalan-jalan bentar aja" Kini Wajah Finn tampak kacau. Walaupun sebenarnya Zoey lagi malas jalan-jalan, tapi gak apalah. Demi Finn. Eww
Selama Jalan-jalan, entah kemana itu. Kami hanya diam saja. Aku pun juga malas ngomong. Entah apa yang sedang Finn pikirkan, dan Zoey sendiri, punya hal lain untuk di pikirkan. Entah apa itu, ia sendiri tidak tahu (nah knapa jadi aneh yak). Finn terus saja memegang erat tangan Zoey, Bahkan entah knapa zoey merasa nyaman.
Tak terasa, ternyata langis sudah gelap.
"Emm.. kayaknya nyaman banget ya" kata ku
"EH.. iya" jawabnya sedikit gagu
Aku sebenarnya penasaran setengah mati sama kejadian tadi. Tali berhubung suasana sedang tak baik.
"Eh zoey. Kita duduk di sini dulu ya?" Ajak finn yang membuat aku sedikit Emm.. yeahh terkejud. Dan aku hanya mengangguk saja.
Dan sekarang kita sedang duduk taman, tepatnya taman anak-anak karna di sini banyak permainan anak-anak dan kami duduk di salah satu bangku.
Aku gak tau mau ngomong apa. Yang jelas muka finn sangat-sangat lesu.
"Maaf aku gak bisa cerita" akhirnha finn angkat bicara yang berhasil membuat aku tersentak.
"Ehh.. iya gak apa" jawab ku seadanya
"Tapi kamu tahu kan, aku akan selalu njagain kamu" entah kenApa ia tiba-tiba ngomong gitu
"Eh.. maksud kamu?"
"Aku udah janji ke kamu, aku bakalan njagain kamu, saat kamu berubah aku bakalan selalu emm.. ya.. kamu biar kamu aman... dan kamu tahu kan aku bakalan ngelakuim semua itu?"
Sumpah aku gak ngerti ini maksud finn apaan.
"Kamu apaan sih. Udah ah geli dengarnya. Kalau kami mau cerita,crita aja. Aku dengerin"
"Gak. Gak ada yang perlu aku ceritain ke kamu. Gak untuk saat ini. Okee. Maaf"
"Iyaa ahh.. geli ah denger kita ngomong ginian. Kok jadi pakai aku, kamuan.." Zoey mulai senyum sendiri mengingat betapa anehnya percakapan mereka hari ini.
Zoey mulai menjatuhkan kepalanya ke bahu finn. Rasanya nyaman sekali. Dan sesaat kemudian ia tettidur. ia menghabiskan semalaman ini bersama finn di taman ini hanya berdiam diri. Dan tanpa ia sadari, ia sudah larut dalam mimpinya...
Dan saat ia terbangun ia sudah ada di tempat tidurnya dan sinar matahari telah memenuhi kamarna.
Saat ia keluar dari kamar, hal pertama yang ai temui adalah kedua kakaknya susah berada di depan kamarnya dengan tatapan penuh makna. Dan saat itu jugalah zoey kembali kekamarnya dan meninggalkan kakaknya yang masih menuntut jawaban atas apa yang terjadi dengan ia semalam.
.................................
Hay, guys? gimana part ini? Hahaha ku harap kalian suka
Maaf, ku tahu masih kacau, dan banyak typonya.
Thanks sudah mau baca ya.... Keep enjoy guys :D:D:D
R.K_SWAG