Life (season 2)

By storyline137

136K 32.7K 19.7K

Kisah lanjutan dari kehidupan Kyumin yang semakin matang menjadi orang tua dari ketiga bocah yang sudah tumbu... More

Hallo
Takut ke Sekolah -1
Takut ke Sekolah -2
Nuna Nakal
Gadget
Minghyun Cemburu
Si cuek Sunghyun
Sweet Talk
Seven Sugar
A rainy day
Sunday
Sunghyun males sekolah
Minghyun kepedesan
Si bungsu kesayangan
Dongeng sebelum tidur
Gigit jari
Tobot seratus won -1
Tobot seratus won -2
Tobot seratus won -3
Ayo bangun!
Minghyunie pup di celana
Si bungsu ngambek
Tidur siang -1
Tidur siang -2
Pagi yang manis
Iseng
Nakal
Appa and Sandeul
Kyumin
Keriting Rambut
Nonton TV
Appa and triple Cho
Jagoan Kecil -1
Jagoan Kecil -2
Minghyun yang penakut dan Appa yang jahil
Lapar
Si bungsu yang kekenyangan
Main rumah-rumahan
Grandma and Twins
Tidur siang -3
Kangen appa
Melepas rindu
Badmood
Petak Umpet
Kyuhyun si penakut
Nasi
Appa and Sunghyun
Kesiangan
Pilek
Horor
Padam Listrik
Petualangan si kembar
Jatuh
Triple Cho
Homework
Tersesat
Tersesat 2
Ayo Berbaikkan
Teman Khayalan
Si bungsu kesayangan
Playing
Ayah yang selalu sibuk
Ngeng ngeng ngeeeeeeng
Sunghyun yang ternyata bisa imut juga
Ke kebun Binatang
Lapar
My family
Appa and Twins
Potong Rambut
Rebutan TV
Samchon Sebal
Minghyun yang kreatif
Jagoan kecilku
Duh -1
Duh -2
Pengakuan Baro
Pengakuan Baro -2
Main Layangan
Drawing
Khawatir -1
Khawatir -2
Bersyukur
Maju ke depan kelas
Hectic
Makan bekal
Kembalinya Sang Hero; Tobot Seratus Won
Insiden Semut
Bed time story
Membuat Prakarya
Chaos
Evening Story
Tangan kanan memberi. Tangan kiri tidak tahu
Duh -3
Uljima Minghyunie...
Mencuci
One day with Appa
Afternoon Story
Pup
Morning story
Friday afternoon
Cerita Bangun Tidur
A Rainy Day
Appa punya cerita
Toy story
Sunghyun kesal
Tantrum
Main di luar
Bermain piano
Insiden karet rambut
Minghyun punya cerita
Cerita malam
Bad dream
Cerita sore
Tidak boleh Nuna!
Bermain bola basket
Room heater
Si gembul yang pintar memijat
Shy shy cat
Bang
Insiden gosok gigi
Si bungsu yang lapar
Belajar mandiri
Three little angels
Si gembul yang akhirnya kapok hujan-hujanan
Ikatan batin
Ngantuk
Bosan
Little Hero
Serba salah
Little trouble maker
Cacar air
Cacar air
Si bungsu kesayangan yang manja
The Cho's three
Si bungsu yang polos dan ayahnya yang usil
Si bungsu yang melow
Night story
Uri Nuna
Ayam goreng
Appa dan tiga krucil di pagi hari
Appa dan si gembul yang minta gendong
Uri Minghyun
Belajar pakai sepatu
Flu
Sakit Mata
Sunghyunie
The Cho's three
The Cho's three -2
Umma yang tahan banting
Appa, umma, dan si bungsu
Kebiasaan tidur si bungsu
Arti sebuah senyuman
Gara-gara kodok
Appa dan si kembar
Cerita malam kamis
Sick
Gara-gara sariawan
Appa dan si gembul
Friday night
Cemburu
Pillow Talk
The Cho's three
Cerita hari ini
Nah kan! Apa umma bilang...
Salah Paham
Kebelet pipis
Belajar naik sepeda
Nah kan!
Si bungsu yang penyayang binatang
Si tengil Taetae dan Nini
Curhatan ibu rumah tangga
Q&A
Anak kecil itu harus nurut sama orang tua
Si Sunghyun anak nakal...
Menjaga kebersihan itu penting
Mager (malas gerak)
Belajar mandiri -1
Belajar mandiri -2
Tidak bisa tidur
Sandeulrella (babak satu)
Sandeulrella (babak dua)
Little 'Venom'
Sandeulrella (babak tiga)
Appa yang menang
Damai itu indah
Lagi-lagi gagal diet...
Kebelet
Katak dan Bangau kertas
Kerepotan
Ke mini market sama appa
Belanja bersama umma
Akibat tidak dengar kata umma
Gaemgyu
Three little Cho with Appa
Dibawah rintik hujan
Appa, umma, dan Minghyun
Die(t)
Minghyunie's smile
Ngeyel

Bermain games

644 175 61
By storyline137

Baru juga diberesin tapi sekarang sudah berantakan lagi. Rumah ini rasanya tidak pernah rapih. Apalagi kalau anak-anak belum pada tidur. Sudah deh seperti kapal pecah wujudnya ini rumah.

Baru selesai ngepel, baru juga mau duduk. Eh, lantainya sudah kotor lagi. Yang kena susunya Minghyun yang tumpah lah. Jejak kakinya Sunghyun yang kotor lah. Aduh, anak satu itu suka sekali main kotor-kotoran di luar.

Sudah begitu juga itu sofa sama meja tidak pernah tidak ada bungkus snack atau alat-alat sekolahnya Sandeul yang berantakan.

Pulang sekolah, jaketnya ditaruh 'bruk' begitu saja di sofa. Tasnya, 'bruk' di lempar ke meja. Habis makan snack bekasnya dibiarkan disana. Aduh, itu anak gadis tapi jorok ih... Padahal sudah aku bilangin berkali-kali. Tapi ya tetap lupa.

Apalagi hari ini nih. Niatnya habis beberes rumah mau suruh anak-anak buat tidur siang. Lah, baru ditinggal keluar untuk buang sampah sebentar. Ini ruangan berubah lagi seperti kapal pecah.

Belum lagi Sandeul dan si kembar lagi pada nari-nari. Setel musik lagu anak-anak kuat-kuat. Biasa lagi show mereka. Tapi ya haduh...

"Capek nih umma nak..."

Anak-anak kerjanya bikin rumah berantakan terus deh. Tapi sabar, sabar. Aku tidak boleh marah. Lagipula kalau rumahnya berantakan kan bisa diberesi lagi.

Yang penting anak-anak sehat. Dan bermain dengan riang gembira. Syukur, syukur... Rumah juga bisa jadi lebih hidup. Ketimbang sepi. Kan tidak enak.

Duh, jadi ingat ketika Sandeul atau si kembar yang sakit. Suasana rumah juga jadi ikutan suram kan. Meskipun rumahnya jadi rapih. Tapi kalau tidak ada suara canda tawa anak-anak buat apa?

Makanya itu aku bersyukur meskipun rumah berantakan. Yang penting mereka bertiga sehat. Toh ya nanti, aku bisa mengajari lagi mereka bertiga untuk lebih disiplin lagi. Untuk dapat merapihkan mainannya sendiri.

"Anak-anak!"

"Shownya sudah selesai? Uwah, nuna nyanyinya bagus deh. Suaranya oke. Adik-adik juga. Sudah pintar menari. Yah meskipun si hyungnim masih kayak robot ya narinya..."

Ujarku mengomentari gerakan Sunghyun yang mirip seperti robot. Tapi dia bilang memang itu tarian robot. Astaga, bisa saja ya ngelesnya.

"Ih, umma Cuyun kan nalina kayak tobot."

"Oh begitu yah?"

"Iyah" Jawab Sunghyun sembari mengangguk.

Si gembul kesayanganku itu memang bisa dikatakan payah sih dalam urusan menari. Beda nih seperti si bungsu yang kalau menari. Uh, pintar sekali loh.

"Oh, iya bobo siang yuk" Ajakku pada mereka bertiga.

"GAMAOOOO"

Aduh, kenapa pada jawab kompakan begini? Kok tidak mau sih nak...

"Matih mau maen umma" Jawab si bungsu.

"Iya, mau maen dem" Sahut Sunghyun.

"Hooh" Sandeul mengangguk.

"Game? Bobo siang dulu baru main game lagi--"

"GAMAOOO" Mereka menolak lagi nih. Jawabannya serempak.

Yasudah deh kalau tidak pada mau tidur siang. "Kita main game aja ya. Yang menang dapat hadiah." Aku pun mengajak mereka main. Lantaran terpikir suatu cara agar mereka bertiga mau lebih disiplin dalam membereskan mainannya.

"MAUUUUU" kalau dengar kata game saja mereka langsung mau. Apalagi kalau ada hadiahnya.

"Gamenya adalah lomba siapa yang cepat bisa memasukkan lego-lego yang disana itu ke dalam box, nanti pemenangnya umma kasih hadiah puding coklat"

Mendengar kata coklat si gembul semangat. Dia langsung ambil ancang-ancang buat membereskan mainannya sendiri.

"Eh, tidak boleh berebut. Umma hitung sampai tiga baru mulai ya. Satu, dua, tiga!"

Hap, hap, hap. Anak-anak langsung bersaing. Berusaha untuk membereskan lego-lego yang berserakan di lantai. Untuk dimasukkan ke dalam box.

"Yeay, yeay Sandeul menang!"

Seperti biasa ada yang jealous nih. Nunanya menang. Haha, tapi tenang ya Sunghyunie. Masih ada lomba kedua kok. Lombanya adalah membuat bungkus snack di kotak sampah.

"Oke go go go!!!"

Aduh, si bungsu lucu sekali. Ketika mencoba menyusul kedua kakaknya berlari. Maklum ya. Si bungsu ini yang paling unyil nih... jadi langkahnya belum terlalu lebar.

"Wleee, Cuyun duluwan wleee. Una kalah hahahaha"

"Enggak papa wlee, kan tadi nuna udah menang wleeee"

Dasar memang kelakuan mereka berdua itu. Aigoo, "Minghyunienya umma jangan sedih dong. Kan masih ada satu game lagi"

"Matih ada ya umma" Pekik si bungsu yang kembali bersemangat.

"Apa, apa?" Tanya Sandeul dan Sunghyun yang juga antusias.

"Hmmm, gamenya adalah siapa yang nurut sama umma buat tidur siang. Dia pemenangnya"

"Ahhhhh" Sunghyun cemberut. Begitupun Sandeul. "Enggak mau tidur siang umma. Masih mau main"

"Minyun mau, Minyun mau bobo tiang"

"Jinjja! Ya berarti uri Minghyunie yang menang. Uwah selamat" Ujarku memujinya.

"Yah, kalau gini seri dong. Kalau kita bertiga menang yang dapat puding coklat siapa?" Tanya Sandeul.

Padahal niatnya aku mau bilang kalau akan membagi puding coklatnya dengan rata. Tapi belum juga bilang, tiba-tiba aku mendengar suara ayahnya anak-anak. Loh, sudah pulang? Tumben. Lalu ayahnya anak-anak berkata,

"Yang dapat puding coklat yang meluk appa duluan" Katanya.

Sudah deh langsung tiga krucil itu berlari menghampiri ayahnya yang sudah membuka lengannya lebar-lebar. Bersiap mau memeluk mereka bertiga.

Eh, belum juga sampai dipeluk ayah mereka. Tiba-tiba ada ibu mertuaku muncul. Eh, ada halmonie datang. Uwah, anak-anak pasti senang nih. Lalu beliau pun berkata, "Yang peluk halmonie duluan nanti dapat hadiah. Ada coklat, cake, mainan... Aigoo, cucunya halmonie"

"UMMAA~~" Ayahnya anak-anak lantas langsung cemberut. Benar-benar tak sadar usia deh terkadang. Aigoo, suamiku yang tampan. Aigooo, ckckck. Tapi akunya sayang.

Hahahaha, ayahnya anak-anak kesal tuh. Karena diserobot ibunya. Jadi gagal mau dapat pelukan mereka bertiga. Aigoo, aigoo. Ada-ada saja.

.
.
.
Fin
.
.
.
sign
hyejinpark©
20183011.18:23
.
.
.
A/n: Kalau melihat anak bikin rumah berantakan? Syukuri saja. Bersyukur rumahnya jadi lebih hidup. Bersyukur itu tandanya anak sehat. Coba ingat kalau anak sakit. Ketika dia tergolek lemah di kasur atau bahkan sampai di Rumah sakit. Aduh kasihan :(
Kalau begitu mending rumah rapi atau berantakan?

Yang jelas penuhi dulu hati kita dengan rasa syukur. Lalu ajak anak merapihkan mainannya sendiri. Bisa diakali dengan main games. Tapi kalau anaknya tidak mau? Ya tidak apa-apa. Tidak usah dipaksa. Cukup contoh kan lagi kalau habis main nanti mainnya ditaruh ditempatnya lagi. Sabar, sabar... :)
.
.
.
See ya^^

Continue Reading

You'll Also Like

21.1K 2K 28
ft. Seungcheol & Sunwoo as bapak anak Coba deh lu bayangin punya bapak spek komandan militer yang hobi nyepak kaki kalo lu salah sedikit aja dari atu...
302K 43.5K 200
Hanya sebuah cerita singkat tentang keluarga Cho bersama si kecil Sandeul dan si kembar dengan celotehan keseharian mereka. (Season 2 Up) Fanfiction...
138K 12.3K 40
Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namu...
50.7K 6.6K 20
[ c o m p l e t e d ] [𝐋𝐢𝐥𝐁𝐫𝐨! 𝐊𝐮𝐧𝐢𝐦𝐢 𝐀𝐤𝐢𝐫𝐚 𝐱 𝐁𝐢𝐠𝐒𝐢𝐬! 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫] 𝐇𝐚𝐢𝐤𝐲𝐮𝐮! 𝐅𝐚𝐧𝐟𝐢𝐜𝐭𝐢𝐨𝐧 . 𝖪𝖾𝖺𝖻𝗌𝗎𝗋𝖽𝖺...
Wattpad App - Unlock exclusive features