Cinta dan Sihir

By Tiamo--

104 10 5

Diriku terjerat oleh, oleh hal yang diluar nalar. Sesuatu yang aneh, bahkan membahayakanku. Ditambah perkenal... More

Bagian 2: Apa itu sihir?

Bagian 1: Pertemuan

71 6 2
By Tiamo--

"Tunggu? Apa ini mimpi?"

"TOLONG AKU!!!!"

"Apakah yang kulihat ini mimpi?"

"Apakah yang kualami ini hanya mimpi?

Ujar seorang pemuda yang saat ini dalam keadaan terancam dalah hati. Pemuda ini sedang diserang oleh sesosok mahluk tinggi dan besar, perwarakan dari mahluk ini terlihat menyeramkan dengan satu mata dan gigi yang terlihat berantakan menghiasi wajah mahluk ini, tinggi makhluk ini mungkin sekitar 3 meter dengan bulu yang menyelimuti tubuhnya. Ia ingin meminta pertolongan, tapi dia berada di sebuah gang sempit yang tak ada seorangpun dalam pandangannya untuk dia minta pertolongan. Kalaupun ada orang yang bisa ia pinta tolong, mungkin orang tersebut akan meninggalkannya bersama makhluk yang berada di dekatnya tersebut.

"Hmmm, apa kau memiliki kata terakhir?" ucap makhluk itu disertai tawanya yang memamerkan deretan gigi yang berantakan namun terlihat menyeramkan, terlihat cocok dengan wajah dan tubuhnya. Makhluk ini mencekik sang pemuda dengan kuat, pemuda tersebut berusaha melawan namun hasilnya percuma. Hanya ekspresi pasrah yang bisa pemuda itu tampilkan ditengah ketakutan yang ia alami.

Apakah ini menjadi akhir pemuda tersebut?

Makhluk tersebut membuka mulutnya yang lebar, mengarahkan mulutnya ke wajah si pemuda dan bersiap untuk memakannya. Pemuda tersebut gemetar, hanya bisa merasakan ketakutan, tak tahu apa yang harus dilakukan.

"Padahal aku hanya ingin pulang sekolah dengan damai, tapi kenapa harus mengalami kejadiaan seperti ini? jika ini adalah akhir dari hidupku, biarkan aku masuk ke surga dan bahagia disana." doanya.

Ketika itu muncul cahaya yang menyilaukan, dengan suara gemuruh, seperti suara petir. Yang dipikirkan pemuda tersebut, mungkin dirinya sedang berjalan menuju surga. Kilauan cahaya tersebut terjadi selama beberapa saat dan menghantamkan tubuh kecilnya.

"Ugh, apa yang terjadi?" ucapnya,

Ia melihat pemandangan tak terduga, tubuh makhluk yang hendak memakannya terlihat hancur, dan keadaan sekitarnya terlihat berantakan. Ia heran, apa yang terjadi? Keanehan apalagi yang terjadi!?

Tak cukup kilatan cahaya dan tubuh monster yang hancur, ia mendengar langkah kaki yang berjalan ke arahnya, yang semakin mendekat. Takut pun kembali dirasakan, sekujur tubuhnya menggigil selaras dengan gertakan giginya.

"Semoga bukan monster lain. Kenapa hari ini aku sial sekali, aku hanya ingin pulang ke rumah!?" ucapnya dalam hati.

Langkah kaki tersebut semakin dekat,

Dan beberasa saat langkah kaki tersebut terhenti karena sekarang sosok yang melangkah tersebut berada di belakang pemuda tersebut.

"Mati aku....." ucapnya,

"Hei bodoh, kau terluka" ucap sosok di belakang pemuda tersebut.

Pemuda itu pun menoleh ke belakang, terlihat sesosok pria yang menatapnya dengan tajam. Ciri fisik pria tersebut memiliki kulit yang sangat putih, dengan mata hijau, rambut merah dengan potongan undercut, dan bentuk wajahnya yang tegas sangat kontras dengan alisnya yang tebal. Hidungnya yang panjang dan ramping dan bibirnya yang tipis, membuatnya terlihat tampan. Baju yang dikenakan oleh pria tersebut aneh menurutnya, pakaian serba hitam membalut tubuhnya. Pria tersebut menatap sang pemuda dengan tajam, seakan ia akan memakannya menggantikan monster yang hancur tersebut.

"Kau bisa berdiri? Untunglah aku tepat waktu menyerang iblis tersebut" ucap pria tersebut.

"Iblis?" jawab sang pemuda,

"Ya, Iblis."

"Kau menyerangnya?"

"Ya"

"Dengan apa kau menyerangnya?"

"Sihir"

"Sihir? Bagaimana?"

"Melontarkan sihir petir hingga tubuh iblis tersebut hancur"

Mendengar percakapannya dengan pria tersebut, ia malah semakin bingung. Iblis? Sihir? Memang hal tersebut nyata? Namun melihat yang terjadi saat ini ia berpikir 2 kali untuk mengatakan ini hanya mimpi.

"Cukup kan penjelasanku, sekarang lupakan hal ini untuk selamanya." Ucap pria tersebut pelan, dengan suaranya yang berat terasa seperti ancaman.

"Lupakan? Bagaimana?" tanya pemuda tersebut.

"Dengan sihir penghilang ingatan" jawab pria tersebut. Kemudian pria tersebut merapalkan mantra, cahaya muncul di sekitar si pemuda. Pemuda ini merasa kantuk yang luar biasa dan kemudian tertidur.

"Selesai" ucap pria tersebut.

*******

Saat pagi hari sang pemuda bangun di kamar tidurnya, setelah bangun yang ada di pikirannya adalah mimpinya "Iblis? Sihir? Mimpiku kali ini terasa sangat nyata.

Pemuda ini bernama Brian Samuel, sosoknya pria pendek dan kurus dengan bentuk rahang bulat dan pipinya yang chubby. Matanya yang besar bewarna coklat terlihat indah, hidungnya yang kecil dan pesek serta bibirnya yang mungil, juga rambutnya yang berponi membuatnya terlihat seperti sosok anak SMP kelas 1 dibanding siswa SMA kelas 2. Brian saat ini sedang bersiap untuk berangkat sekolah, memakai busana putih-abu yang membalut tubuh kecilnya. Langkahnya menuju ke pintu rumahnya, setibanya di depan rumahnya dan hendak menutup gerbang rumahnya. Tiba 3 orang temannya menepuk pundaknya.

"Hei Brian, tumben kau bangun cepat. Biasanya telat haha." Ucap salah satu dari mereka, yaitu Andy Hopkins. Ia memiliki kulit yang kecoklatan, dengan raut muka yang bersahabat bahkan terkesan APP (anak pelanga-pelongo). Sosoknya yang bersahabat dan mudah bergaul membuatnya dikenal banyak orang, ditambah kemampuan bermain basketnya yang jago membuat dirinya menjadi salah satu siswa populer di sekolah.

"Bukannya itu juga berlaku untuk dirimu Andy?" ucap 2 orang yang lain yang merupakan saudara kembar, mereka bernama Mira Hansel dan Mike Hansel. Dua orang yang populer di sekolah karena merupakan murid tercantik dan tertampan di sekolahnya. Bahkan kecantikan dan ketampanan si kembar Hansel tersebar ke sekolah lain, menjadikan mereka berdua selebritis seantreo kota. Sifat dari Mira dan Mike ialah ramah, hangat, dan ceria, membuat siapapun yang berbicara atau bertegur sapa dengan mira seperti bertemu dengan bidadari dan bidadara dari khayangan.

"Ayo cepat, nanti kita terlambat" ucap Brian kemudian berjalan, namun tersandung kakinya sendiri diiringi gelak tawa teman-temannya. Salah satu sifat dari Brian adalah ceroboh, dari dulu ia selalu ceroboh sampai-sampai Andy, Mira, dan Mike harus ekstra sabar menanggapi kecerobohan temannya ini. selain ceroboh, Brian juga pelupa, dan bodoh. Bahkan jika dibandingkan dengan ketiga temannya, Brian bukanlah salah satu dari siswa terpopuler di sekolah, ia adalah salah satu siswa yang sangat tidak populer di sekolahnya. Kadang ia juga heran, bagaimana dirinya dapat berteman baik, bahkan bisa disebut sahabat dekat dengan ketiga orang ini. Namun ia tak mempermasalahkannya, menurutnya yang terbaik adalah berteman dengan orang-orang yang membuatmu nyaman dan merasa dihargai.

Bell sekolah berbunyi, menandakan waktunya kegiatan sekolah dimulai. Melewati koridor kelas, kuberjalan menuju ke kelas bersama Andy, dan si kembar Hansel. Melihat ada ribut-ribut dikelasku, "Sepertinya ada bderita heboh?" ucap Mira. "Kau kepo?" balasku. "Hmm, sepertinya.. ku mau menanyakannya ya?" jawab Mira dan langsung menghampiri anggota kelas lain yang sedang bercakap-cakap.

Aku, Andy, dan Mike duduk di tempat duduk kami, setelah kami duduk Mira mengikuti dan duduk di barisan tempat duduk kami.

"Hei kalian tau, akan ada murid baru di sekolah ini. Dan dia akan berada di kelas kita. Dan katanya dia sangat tampan, apakah dia akan lebih tampan darimu Mike yang dianggap sebagai orang tertampan di sekolah ini? duh, aku jadi penasaran dengan murid baru tersebut. Kalau kalian?" ucap Mira membuka percakapan.

"Kau berisik sekali, seperti admin akun gosip Mira? Apakah kau memang dilahirkan sebagai orang yang cerewet" balas Andy.

"Aku paling tampan di sekolah? Bukannya itu cuma ucapan para siswa disini ya?" balas Mike.

"Kau selalu bersemangat ya Mira, haha." Balasku.

"Berisik kau Andy, ada masalah dengan kecerewetanku? Dan untukmu saudaraku Mike, kau memang tampan akui sajalah, haha. Dan kamu Brian, aku selalu bersemangat, tidak sepertimu yang terlihat lesu setiap hari." Ucap Mira, setelah itu Guru masuk ke kelas kami, dan kami seketika diam, begitu juga seisi kelas yang ribut membicarakan murid baru tersebut.

"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru di kelas ini. Bertemanlah baik dengannya. Ok, masuklah kau dan perkenalkan dirimu di ddepan kelas" ucap Guru kemudian memanggi murid baru tersebut di yang berada di luar kelas.

"Semoga pria tampan, aku ingin cuci mata....." kata Mira kepadaku,

Murid baru tersebut masuk, dan terkejutnya aku melihat murid tersebut sangat mirip dengan sosok pria tampan yang memakai sihir dalam mimpiku. Ya Tuhan, apakah ini adalah mimpi? Apakah benar dia? Dia sangat mirip.

Pria tersebut mengenalkan dirinya dengan nama Elios Kyteler, siswa pindahan dari Eropa. Mata hijaunya melihat mataku, lalu ia memilih kursi kosong di belakangku. Saat berjalan ke arah kursi kosong tersebut, aku melihatnya. Mata kami saling menatap, tatapan tajamnya serasa mencurigai sesuatu, namun anehnya diriku berdebar ditatap oleh matanya yang indah seperti batu zamrud, diriku menyadari bahwa pria ini sangat tampan rambut merah, mata hijau, tinnggi, dan wajah yang tampan. Ah, apa yang kupikirkan? Kenapa aku malah fokus dengan wajahnya? Lebih baik kucari tahu mengenai mimpi tersebut. Tanpa sadar aku berbicara kepadanya "apa mimpi ini masih berlanjut?".

"Kau? Sepertinya sihir penghilang ingatan ku tak berkerja dengan baik ya?" balasnya.

Bersambung...

Continue Reading

You'll Also Like

3.1K 294 14
Ketidaksengajaan mempertemukan manusia dengan masalah. Kalimat ini benar dirasakan oleh Verro setelah hampir mati dan untungnya selamat namun beresik...
27.5K 2.7K 27
Kisah seorang pemuda yg tidak bisa di bilang sakit tidak jg bisa di bilang sehat, wajah tampan tak menjamin mental yg baik dia lebih suka diam dalam...
17.8K 1K 31
Gue diam bukan berarti pengecut. Tapi gue diam karena gue salah udah menciptakan perasaan terlarang ini. Perasaan terlarang yang gak boleh ada dalam...
Wattpad App - Unlock exclusive features