Jeritan lantas terdengar di sekitar VPR Hospital, beberapa mobil polisi terparkir di sekitar rumah sakit.
Dengan beberapa polisi dibantu pihak militer bersiaga dengan senjata mereka.
"Taehyung-aah... Apa kau yakin tak mau membawa beberapa orang bersamamu?"
Taehyung yang tengah sibuk mengecek perlengkapan senjata miliknya. Menoleh pada chanyeol. Berjalan mendekat dengan tatapan serius.
"aku yakin, jika terlalu banyak yang masuk. Aku takut banyak korban. Karna mereka tak seperti yang kau pikir" jelas taehyung
"maksudmu?"
"meski kau menembaknya, menusuk, mematahkan tulang mereka. Mereka tetap bergerak. Kecuali jika kau memotong dan menembak kepalanya"
Terbelak? Tentunya. Chanyeol menoleh menatap pintu masuk rumah sakit yang sudah di tahan oleh mobil yang diparkirkan tepat di depan pintu.
"tapi.. Kalau begitu, kau sendiri bisa terbunuh!"
"apa kau lupa? Aku bukanlah manusia... " ucap taehyung yang tertawa kecil. Namun entah kenapa tawanya terasa menyedihkan
"bukanlah ini sebenarnya tujuan utama. Memperkerjakan seorang VAMPIRE di bagian pertahanan?"
Setelah selesai. Taehyung berjalan menuju salah satu petugas yang berada di dalam VPR Commander untuk meminta beberapa amunisi.
"tenanglah... Aku akan ikut Taehyung. Kami akan menyelinap ke dalam" intrupsi suara rendah dari sosok namja berseragam lengkap berjalan menghampiri Chanyeol
"jimin?"
"yaak! Apa aku cocok dengan seragam ini?"
Chanyeol mendesis tak memperdulikan pertanyaan tak penting yang dilontarkan oleh jimin, membuat namja itu merengut kesal.
"tch... Sikapmu ini~ aku heran kenapa namja secantik Baekhyun bisa jatuh cinta padamu"
"mworrago?!"
Gurauan jimin sukses membuat chanyeol mendelik dan terlihat kesal. Lain dengan yang memancingnya.
Hanya tertawa lepas dan berlari kecil menuju taehyung yang sibuk menyuntikan sesuatu pada lengannya.
"yaak! Apa kau yakin ga mau bawa beberapa orang?"
Taehyung menoleh, menatap jimin yang berdiri di belakangnya.
"kau takut? "
" yaiish! Bukan begitu!"
"kalau gitu ga usah ikut. Aku bisa pergi sendiri" ucap taehyung berlalu menenteng sebuah pisau dan memasukkannya ke dalam mantelnya.
"yaak! Kau hanya bawa pisau?" renyit jimin mengambil sebuah handgun jenis dessert eagle.
"tidak aku bawa yang lain"
Taehyung lantas berlari dengan cepat ke sisi belakang gedung rumah sakit diikuti jimin yang mengekorinya. Mengintai sebuah jendela yang tertutup rapat.
Ya, semua pintu dan jendela di rumah sakit ini sudah tertutup. Bahkan terkunci.
"Ji-Jim!! "
Prang!!
Terlambat, jimin sudah memukul kaca jendela hingga pecah. Membuka akses masuk bagi taehyung dan jimin. Serta akses keluar untuk seorang zombie yang terlihat berada di ruangan tersebut.
" eum! Masalah" keluh taehyung
Ia melompat masuk begitupun dengan jimin. Di sambut oleh seorang zombie yang lantas berlari ke arah mereka.
Dugh! Krak!! Crat!!
Taehyung yang menunduk dan menendang kaki zombie itu terjatuh. Jimin yang bertindak sebagai pengeksekusi. Mematahkan tulang rusuk dengan menginjaknya kemudian memutuskan leher zombie tersebut.
"kajja... Kau kebawah... Aku ke atas" bisik taehyung. Mendorong mengangkat sebuah lemari berukuran cukup besar dan meletakkannya tepat di depan jendela yang kacanya baru saja dipecahkan oleh taehyung. Untuk berjaga bila ada zombie yang hendak keluar lewat sana.
Mereka keluar dari ruangan dan melirik lorong yang terdapat 4 zombie tengah berjalan dan tampak aneh.
Mengendap mereka menuju resepsionis. Taehyung lantas menaiki anak tangga sedangkan jimin. Mengecek keadaan di sekitar lobby rumah sakit yang sudah berantakan dengan bercak darah dimana - mana.
Jimin merenyit kala ia mendengar suara isakan kecil dari tempat resepsionis. Perlahan melangkah memutarinya.
Melihat sebuah lemari yang tertutup. Ia yakin suara itu berasal dari sana.
Benar saja. Jimin terkejut kala mendapati seorang bocah berusia sekitar 10 tahun tengah menangis di dalam sana.
"hiks... Aaa--mpht! "
" sttt... Tenanglah, jangan berisik. Aku akan membawamu keluar" cicit jimin menutup mulut bocah itu yang hendak berteriak.
Bocah itu menggelengkan kepalanya. Menangis dan menatap takut ke arah jimin.
Merasa aneh, jimin menoleh dan terbelak kala mendapati seorang zombie berdiri tepat di belakangnya.
"graaah~~"
Crat!!
Satu peluru lantas menembus kepala zombie tersebut hingga membuatnya tumbang.
Jimin mendongak menatap arah tembakan itu berasal dan mendapati seorang sniper, tidak. Lebih tepatnya seorang Kim Taehyung yang berdiri bersandar pada sebuah pilar di lantai dua.
"cepat ke sini dan jangan berisik" ucap taehyung pelan, mengarahkan pandangannya pada 4 zombie yang berada di koridor. Kini berjalan ke arah lobby
Mendengar instruksi taehyung. Jimin mengangguk. Mengendong bocah tersebut dan lantas melompat ke lantai dua.
" apa anak itu terluka? " renyit taehyung
Ia memeriksa lengan, kaki serta leher bocah tersebut. Namun tak menemukan luka gigit melainkan beberapa luka sayatan kecil serta luka lebam yang ia temukan
"aiigoo.... Kau anak hebat" ujar jimin menyeka bulir bening yang membasahi pipi gembil bocah itu membuatnya tersenyum dna berhenti menangis.
"kita harus periksa ruangan di lantai ini? Kita harus cepat"
"tapi.. Yoongi bilang dia di lantai 3"
"bagaimana kalau masih ada orang yang selamat, eoh? " renyit taehyung yang berjalan terlebih dulu menuju sebuah ruang rawat.
Membuka pintu. Namun, baru satu langkah, taehyung lantas kembali menutup pintu tersebut
" wae? " renyit jimin yang berdiri tepat di sebuah pintu yang berada di sebelah taehyung
" di dalam ada 4"
"mommy!"
" eoh?"
Taehyung dan jimin lantas menoleh melihat bocah yang sedari tadi digendong jimin tampak tersenyum melihat seorang wanita berjalan ke arah mereka. Namun, wanita yang dipanggil mommy oleh bocah itu terlihat sudah terinfeksi.
" tch..."
"arrghh! Terlalu banyak!" sahut jimin melihat beberapa zombie yang berjalan keluar dari berbagai ruang rawat di sana. Sepertinya mereka adalah pasien juga perawat yang telah menjadi korban.
"tangga!"
" tapi--"
"ppali khaa!! Aku akan menyusul!" umpat taehyung mendorong jimin untuk pergi menuju tangga
Jimin berlari terlebih dulu. Dengan taehyung yang menahan beberapa zombie yang hendak mengejar mereka.
Menembak, menendang serta memukuli mereka. Sialnya, saat hendak berlari. Bodohnya, taehyung malah terjatuh.
" argghh! "
Bukan, itu bukan suara rintihan taehyung melainkan rintihan dari sosok namja yang berdiri di hadapan taehyung. Menerima luka gigit pada lengannya demi melindungi taehyung.
" se-sehun? " pekik taehyung
Darah lantas saling mengalir membasahi lantai. Teriakan menggema. Melihat sehun yang bergerak cepat mencakar, mencabik semua zombie dibantu oleh hoseok yang entah sejak kapan berdiri di belakang taehyung dan menembaki para zombie.
"taehyung... Kwenchana?" renyit hoseok membantu taehyung untuk berdiri.
"dimana yang lainnya?"
"mereka ada di lantai 3. Sedangkan korban yang selamat dan namjoon. Ada di rooftop yang menjadi lokasi paling aman" ucap hoseok.
Taehyung menoleh mendapati 2 orang pasien rumah sakit yang terlihat selamat berdiri di belakang hoseok.
"aah! Majja! Sehun, tadi kau"
"woaah... Woaah... Tenanglah taehyung-aah" cicit hoseok. Menurunkan pisau yang taehyung pegang dan hendak dilemparkan pada sehun yang berdiri tak jauh darinya.
"kupikir sehun itu kebal. Maksudku, tadi ia sudah sering mendapat luka gigit. Tapi dia sama sekali tak berubah" jelas hoseok
Mendengar penjelasan hoseok. Sehun terlihat mengangguk dan berjalan mendekati taehyung. Memperlihatkan beberapa luka gigit pada lengannya. Membuat taehyung merenyit nyeri.
"sebenarnya kau ini apa? " cicit taehyung melirik aneh sehun
"sehun dengar.. Sehun ini hybird human and Wolf! " ujar sehun yang terlihat berpikir seperti anak kecil
"aah... Werewolf, kalau begitu-- darahmu! Apa bisa jadi penangkalnya?!" pekik taehyung menyadari satu hal
Sehun hanya mendelik bingung lain dengan hoseok yang tampak mengangguk seakan menyetujui ucapan taehyung.
"aah! Majja, tapi bukannya. Dia ini hybird, apa tak apa bila memasukkan darahnya ke tubuh manusia?" renyit hoseok
"yaa... Yang jelas, harus dilakukan penelitian dulu. Apa kalian sudah memeriksa lantai ini?"
"eum... Kami menemukan mereka" ujar hoseok melirik 2 korban selamat yang berdiri di belakangnya.
"Kyaaaaaah!!! "
Dooor!!
" eoh?"
Mereka mendelik mendengar suara jeritan dari lantai atas. Berlari dengan tergesa - gesa menuju sumber suara.
Mendapati tepatnya pada sebuah koridor rumah sakit yang terdapat dua orang zombie yang tengah menyerang korban selamat.
"Semua mundur!!" sahut yoongi berdiri dan bersiap menyerang. Menunggu para zombie itu menatapnya. Begitupun dengan seokjin yang mengarahkan handgun ke arah zombie.
Sedangkan jimin, membantu menuntun para korban yang selamat memasuki suatu ruangan yang diarahkan oleh hoseok.
CKLEK! DOORR!!!
Satu pintu terbuka. Serta satu tembakan melesat mengenai kepala salah satu zombie yang tengah sibuk mengigit korban yang selamat.
Semua menatap terkejut, sosok namja yang baru saja keluar dari ruangan dan menembaki mereka.
"jungkook?"
Tapi, suara bising dari tembakkan menarik perhatian zombie lainnya. Bahkan zombie yang berada di lantai dasar juga 2 berlarian menuju ke sumber suara.
Membuat Taehyung, sehun, yoongi dan seokjin dibuat sibuk untuk menangani para zombie yang jumlahnya lebih dari 20 orang itu.
"akh! "
"jungkook! Lari!"pekik taehyung mendorong kedua bahu zombie yang hendak menyerang jungkook.
Namja manis yang baru saja terjatuh dan terlihat kehabisan amunisi pada handgunnya.
Tak menggubrisi ucapan taehyung jungkook hanya terdiam dan menangis menatap wajah tampan taehyung.
"aiishh! Jinjja! "
Crat!!! Dugh!!
Memotong kemudian menendang zombie tersebut hingga terpental menarik jungkook untuk memasuki ruangan bersama dengan seokjin
"jin! Jaga mereka! Jimin, kau berjaga di sini!"
Menatap kilas jungkook yang hanya terdiam dan terisak. Wajah namja manis itupun tampak begitu pucat. Tak bisa menahannya. Taehyung menghambur kedalam pelukan jungkook memeluk erat tubuh ramping namja itu.
"taehyung-aah.... "
"berjanji padaku. Tetap disini dan jangan terluka... "
Tak membalas. Jungkook hanya terdiam. Membalas pelukan taehyung dengan erat. Taehyung bisa merasak tubuh jungkook yang bergemetar.
" Hoseok!!! "
Mendengar teriakan yoongi. Taehyung pun melepaskan pelukannya. Mencium lembut kening jungkook dan lantas berlari ke luar. Menutup pintu ruangan tersebut.
"tenanglah... Aku yakin, taehyung akan kembali" ucap jimin berjalan dan mengelus abstrak puncak kepala jungkook.
"aa-aakh!!"
Jimin merenyit kala ia menarik lembut pergelangan tangan jungkook. Namun, namja itu malah merengut nyeri. Begitupun bercak darah pada telapak tangan jimin yang baru saja memegang lengan jungkook.
"kookie... Kau terluka! Kenapa ga bilang?!" pekik jimin yang mencoba mengelap darah di tangannya pada dinding dan beranjak memeriksa luka jungkook namun namja itu malah menggeleng dan menyembunyikan lengannya ke belakang.
"kookie?"
"hiks... Anniya... hiks.. Si-sirreo" lirih jungkook
Dengan gerakan cepat, jimin meraih lengan jungkook dna menariknya dengan paksa. Terbelak akan bentuk luka yang dimiliki namja manis itu.
"ini-- kookie, kau... "
" jimin-aah.... hiks..."
Lagi - lagi jungkook hanya bisa terisak. Menggelengkan kepalanya. Mencoba melepaskan tangan jimin yang menggengam erat lengannya.
"ITU LUKA GIGIT!!"
"DIA SUDAH TERINFEKSI!! KELUARKAN DIA!!
"BUNUH DIA!! "
Para korban selamat yang berada di ruangan tersebut lantas meneriaki jungkook. Menyadari luka yang namja manis itu miliki.
"kookie, Yaak!! Kalian, tenanglah!" umpat jimin
"APA KAU GILA?! DIA BISA MEMBUNUH KITA!! "
"SEBELUM DIA MEMBUNUH KITA! BUNUH DIA SEKARANG!"
Jimin menatap sedih jungkook yang merengut. Menutup telingannya dengan kedua telapak tangan. Tampak begitu ketakutan, Menangis dan berkali - kali menggelengkan kepalanya.
"ji-jin.... "
Jimin membeku. Melihat seokjin berjalan keluar dari kerumunan para korban selamat. Dengan handgun yang terarah pada jungkook.
"hiks... Jin hyeong..." lirih jungkook
Mendongak, melangkah mundur kala jin melangkah mendekat. Hingga punggung namja manis itu menempel sempurna pada pintu.
"mengorbankan satu orang lebih baik daripada mengorbankan banyak orang" tutur seokjin.
Menarik pengunci handgunnya. Dan kembali mengarahkan senjatanya pada jungkook yang masih berdiri membeku.
"mian, jungkook-aah.... "
DOOR!!!
Hening, hanya ada suara tembakan yang menggema pada ruangan tersebut. Begitupun tubuh jungkook yang limbung. Darah pun mulai mengalir mengotori lantai.
TBC
Annyeong!!
Jungie back!! 💜
Update~
Update~
Soway fow typo😹
💜Voment jucceyu~~~💜
And see yow~~~🙋🏻
😻😻