Our Stories || Lizkook Onesho...

By Syifaaaa_R

215K 20.1K 1.5K

Cuma berisi oneshoot, twoshoot, etc tentang Lisa dan Jungkook. Mari menghayal bersama 🤗 Tinggalkan jejak seb... More

Telur
Kos-an Nenek Lin
Bayangan
Dream?
Maaf
Telat
Fortune Cookies
Pokpak
Broken home and Broken heart? [1]
Broken home and Broken heart? [2]
Ready
Fate (Sequel Ready)
Kak Jungkook : Ketikung
Kak Jungkook : UKS
New
COMPLEX (BangtanPink Edition)
The Young Marriage [1]
The Young Marriage [2]
The Young Marriage [3]
Twin
Impossible [1]
Impossible [2]
Impossible [3]
Impossible [4]
Partner Curhat Online [1]
Partner Curhat Online [2]
Partner Curhat Online [3]
Partner Curhat Online [4]
Tunangan
Go Public [1]
Go Public [2]
Childhood Friend [1]
Childhood Friend [2]
Childhood Friend [3]
Childhood Friend [4]

Sandwich

32.7K 1.3K 36
By Syifaaaa_R

"Dari sini kubelajar tentang
perasaan yang tidak bisa kupaksakan,
karena takdir tak membawaku
padanya"

•••


Lisa dan Jungkook, mereka selalu berada di sekolah yang sama cukup lama. Bukan hanya sekitar dua atau tiga tahun, melainkan lebih dari enam tahun. Dimulai dari pertemuan canggung saat sekolah dasar dulu, mereka bagai berperang dalam hal mata pelajaran. Lisa saingan bagi Jungkook begitu pun sebaliknya.

Namun pada faktanya, gadis blasteran tersebut baru menyadari kehadiran Jungkook di hidupnya saat sudah empat tahun bersaing bersama. Mereka tak pernah dekat, tak pernah terlihat seperti layaknya teman. Di satu kelas yang sama, Jungkook hanya tidak berteman dengan Lisa begitu pun Lisa yang tidak berteman dengan Jungkook. Mereka hanya orang asing yang hidup di lingkungan yang sama. Bersaing dengan kompetitif, tapi tak ada rasa ingin kenal satu sama lain.

Lisa sebagai bendahara kelas biasanya hanya akan berbicara tentang hal kecil seperti 'Jungkook, kau sudah membayar uang sekolahmu bulan ini?' atau 'Harap sumbangkan beberapa uangmu untuk korban bencana alam'

Hanya sekedar itu, sama sekali tak ada kedekatan menghampiri. Jungkook dikenal dengan orang yang dingin, dia jarang berbicara, suka menyendiri, dan membenci kebisingan. Tapi pria itu tetap berbaur dengan banyak orang, bahkan dengan teman Lisa seperti Rosé, Jisoo, dan Jennie.

Sementara Lisa, ia orang yang ceria, suka bersahabat, dan dekat dengan semua teman sekelas--kecuali Jungkook. Ingat, kecuali Jungkook.

Rasa itu dimulai saat mereka sama-sama mengikuti suatu ajang olimpiade. Dari sana mereka belajar kompak, tentunya untuk mengharumkan nama sekolah. Bukan rasa yang tersalurkan, hanya saja rasa terpendam di hati seorang Lalisa Manoban untuk Jeon Jungkook.

Ya, Lisa mulai tertarik dengan Jungkook. Karena Lisa rasa, Jungkook adalah orang yang sangat misterius. Lisa suka itu.

"Hari yang melelahkan" Jungkook berujar pelan saat mereka baru saja selesai dengan pembinaan olimpiade tiga mata pelajaran. Pria itu bersandar pada kursi taman dengan Lisa di sampingnya, karena memang hanya mereka berdua yang terpilih untuk mewakili sekolah. Pelatihan itu pun mereka lakukan di pusat kota, sehingga membuat mereka harus rela mengorbankan waktu belajar sekolah seminggu ini.

"Kau mau? Ibuku yang membuatnya" tawar Lisa pada Jungkook saat ia baru saja membuka kotak bekal berisi dua potong sandwich. Jungkook menoleh tanpa berkutip. Sementara Lisa menatap pria itu gugup karena takut tak menerima balasan apa pun dari Jungkook. Mereka hanya canggung karena tak pernah berkomunikasi. Dan sekarang Lisa hanya takut jika ucapannya tidak dibalas--semacam dikacangin.

Jungkook terus mengalihkan pandangannya dari sandwich tersebut dan Lisa. Menatap dua hal tersebut bergantian tanpa berkutip. Hingga-

"Yakkk!! Jungkook, aku hanya berniat memberimu satu. Kembalikan punyaku, jangan makan keduanya!!!" Teriak Lisa saat Jungkook baru saja 'mencuri' dua potong sandwich yang mulanya berada di tangan Lisa.

"Coba saja jika kau bisa" ucap Jungkook dengan nada mengejek lalu segera berlari membawa 'barang curiannya'. Lisa mendengus kesal dan segera mengejar Jungkook. Bahkan mereka sekarang terlihat seperti anjing dan kucing yang saling kejar mengejar. Hingga Jungkook berhenti dan membuat Lisa bisa menangkapnya, hanya tubuh Jungkook--tidak dengan sandwichnya.

"Kembalikan Jungkook, aku lapar" rengek Lisa beusaha meraih satu potong lagi yang kini tengah diangkat tinggi ke atas oleh Jungkook agar gadis blasteran itu tidak dapat meraihnya.

"Wahh.. Lisa, ini sangat enak. Katakan pada ibumu kalau aku sangat menyukainya" ucap Jungkook dengan keadaan mulut yang sedang mengunyah dan Lisa yang saat ini masih berusaha meraih satu potong lagi yang dipengang Jungkook.

"Aisshh, kembalikan sandwichku. Ayolah, aku juga lapar" Lisa masih saja tak henti merengek.

"Aniya, kau cari makanan lain. Aku akan menghabiskan ini"

"Kubilang kembalikan!!"

"Ani.."

"Kembalikan Jung--"

Bughh!!!!


"Aduhh.."

Mereka berdua terjatuh dengan keadaan Lisa berada di bawah Jungkook. Gadis itu tak dapat berkutip, pandangannya bertemu dengan pandangan Jungkook. Tak ada pembicaraan dalam beberapa detik ini, mereka masih memandang satu sama lain. Jungkook terlihat berusaha bangkit, namun sebelumnya-

"Manis.." ucapnya tersenyum seraya mengelap sisa selai sandwich di sudut bibirnya lalu menempelkannya pada hidung Lisa.

"Jeon Jungkook!!!!" Lisa berteriak cukup keras karena kesal dengan hal yang baru saja Jungkook lakukan. Bahkan pria itu sekarang sudah berlari menjauhi Lisa seraya memakan satu potong sandwich yang masih tersisa.

Lisa berusaha bangkit, mendengus kesal lalu kembali ke kursi taman untuk mengambil tasnya yang berada di sana.

Ia masih menampilkan wajah kesalnya sampai Jungkook menghampirinya.

"Kau marah?"

"Tidak, aku hanya kesal"

"Mianhae.."

"No prolem, aku senang bisa memberi makan bocah cacingan" Lisa berucap dengan menekankan dua kalimat terakhir lalu kemudian segera berlari meninggalkan Jungkook.

"Yakkk, aku bukan bocah dan aku tidak cacingan. Berhenti berlari!!" Teriak Jungkook tak kalah kesal.

"Coba tangkap kalau bisa!!" ejek Lisa dengan terus berlari.

Lisa simpulkan hari ini hari menyenangkan dan ia menyukai Jungkook si pria berwajah batu.

°°

Hari-hari berlalu dengan begitu cepat. Setelah ajang olimpiade beberapa bulan lalu, Jungkook dan Lisa memang terlihat semakin dekat walaupun hanya di dalam grup chat yang dibuat oleh Jisoo. Sementara di sekolah masih sama, mereka bahkan terlihat semakin asing. Terkadang teman-teman Lisa suka berfikir, saat di grup chat dua sejoli itu tampak sangat dekat seperti hanya mereka berdua yang ada di grup tersebut. Sementara di kehidupan nyata, bagaikan ada tembok pembatas bagi keduanya untuk saling berkomunikasi. Apa keduanya begitu gengsi menampakkan kedekatan setelah beberapa tahun seperti orang asing?

Bahkan sekarang merupakan libur tingkat akhir sekolah. Beberapa minggu lagi, Lisa akan menjadi salah satu mahasiswi di universitas favorit yang ia pilih. Dan lebih mengejutkan lagi, Jungkook ternyata juga berada di universitas yang sama dengannya. Mereka sama sekali tidak melakukan komunikasi lagi. Lisa masih mencintai Jungkook, dan ia rasa akan selalu begitu. Ia hanya bisa memendamnya tanpa berniat menuntut. Tapi ia hanya penasaran tentang suatu hal yang terus membebani pikirannya.

Siapa dirinya dimata Jungkook? Apa ia juga memilki ruang di hati Jungkook seperti Jungkook yang ada pada hatinya?

Pertanyaan-pertanyaan itu yang terus membebaninya. Harapannya dulu untuk menjadi orang terdekat Jungkook hanya bisa ia kubur, karena faktanya mereka memang tidak dapat berkomunikasi secara langsung.

Sudahlah, awal ia menjadi mahasiswi beberapa minggu lagi, Lisa bertekad untuk membuka lembaran baru dengan tidak ada Jungkook di hati maupun pikirannya.

Harus..

"Berhenti memikirkannya.." ucap Lisa bermonolog sendiri lalu segera beranjak dari kasurnya berniat keluar kamar. Hingga terdengar handphone nya berdenting pelan, Lisa segera mengambilnya dan melihat pesan masuk.

📩+821xxxxxx
Hai, lama tak berkomunikasi. Aku cuma ingin menjawab pertanyaan yang belum sempat kujawab dulu saat kita bercerita di grup chat. Kau masih ingat?
Tentang momen paling mengesankan bagiku bersama teman sekolah? Kau pernah bertanya hal itu, bukan?

Sekarang aku ingin menjawabnya, hal paling mengesankan bagiku adalah-







Tentang kisah gadis menyebalkan dan bocah cacingan yang berebut sandwich..

By : J


Lisa diam tak berkutip membaca pesan yang baru diterimanya. Apa dari Jungkook? Jika memang, entah mengapa Lisa merasa sangat bahagia. Pertanyaan yang membebaninya sekarang sudah terjawab.

Lisa tak memusingkan tentang hubungannya dengan Jungkook, yang penting ia sudah tau bahwa ternyata dia juga memiliki ruang di hati Jungkook.


End

Maafkeun kalau gaje guys, author lagi gabut.. dan ini terinspirasi dari kisah seseorang.
Semoga suka..
Votmennya please 💜💜

Continue Reading

You'll Also Like

5.9K 244 8
[COMPLETE] ✔ ⚠️ Lizkook Area ⚠️ ⚠️ Jaelis Area ⚠️ Yang gak suka jauh jauh aja yak Oneshoot Twoshoot or More
36.9K 2.9K 20
Itu Jeon Jungkook, Rival ku, Musuh ku, Bunga bangkai ku, Dan kekasih ku tersayang Hoekkk! Aku ingin ke toilet, permisi Tadi itu menjijikan
609K 50.2K 16
[M] Jeon Jungkook, maknae dari boygroup BTS yang cinta mati pada kekasihnya. Sedangkan Lalisa Manoban, maknae dari girlgroup Blackpink itu berusaha m...
54.7K 2.9K 49
Seorang gadis yang bernama Min Lalisa mencintai Jeon Jungkook sahabatny sendiri, tapi Jungkook mencintai wanita lain sehingga Lisa hanya bisa memenda...
Wattpad App - Unlock exclusive features