BOS ITU (Tersedia Ebook)

By mistiyaniz

301K 11.5K 96

Bagaimana jadinya ketika ingin kerja baik-baik, malah dapat masalah? Urutan terbalik no 1 pindah ke no 2. Ah... More

2 kena hukuman
1 perkenalan
3 kerja rodi
4 di ancam
5 ibu bos
6 terakhir masa hukuman
7 ada aja masalah
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
19
20
21
22
23
24
25
po
po
info
harga lebih murah

18

8.4K 421 1
By mistiyaniz

Pagi menunjukkan jam delapan. Padat kendaraan mulai berkurang, itu tandanya orang-orang sudah sampai pada tujuan masing-masing. Tapi tidak bagi Love, baru kali ini ia terlambat ke kantor. Biasanya jam delapan sudah sampai di kantor, tapi sekarang ia masih di jalan menunggu angkutan umum. Ini gara-gara semalam ia lupa mengcarger telepon genggamnya, jadi ia tidak bisa memesan ojek online.

Sesampainya di kantor Love langsung mengabsen diri, tanda ia masuk. Setelah itu, ia melangkah memasuki ke ruangan para karyawan. Tapi ada yang aneh, ia pun memperlambatkan langkahnya.

Heran, biasanya jam segini para pegawai sedang sibuk dengan berkas-berkasnya, tapi yang ia lihat sekarang hampir semua karyawan sedang santai. Malah mereka terlihat sedang menikmati makanan yang terbilang mewah, steak daging sapi saus barbeque.

Ada acara apa ini tumbenan! batin Love. Iapun menghampiri resepsionis.

"Selamat pagi Lina?"

"Pagi Love," jawab Lina.

"Apa Reno sudah datang?"

"Hari ini Reno izin gak masuk."

"Yaah, nanti persentasinya sendirian dong aku," gumam Love.

"Tenang aja, hari ini pak Bos sedang berbaik hati, bahkan tadi ada paket makanan banyak untuk para karyawan di sini," katanya sambil mengunyah makanannya. Love pun tergiur melihatnya.

Hemm kayanya enak tuh steak daging saus barbeque! batin Love sambil lidahnya menyapu bibirnya.

Love pun beranjak  menuju meja yang terdapat bingkisan makanan tadi. Namun, saat hendak mengambil satu kotak makanan resto itu, Genta sang menejer kantor memanggilnya dan menghampiri.

"Selamat pagi Pak Genta, iya ada apa?" tanya Love, manyaut sambil menaruh kembali bingkisan makanan tadi.

"Kamu mau makan itu dulu?" tanya Genta.

"Tidak jadi, Pak."

"Ya sudah, mari ikut saya ke ruang rapat."

Love pun menurut, dan berjalan mengekori Genta ke ruang rapat.

Kenapa cuma aku yang keruang rapat! batin Love. Sambil melihat teman kerja sekeliling yang tampak aman, tanpa mereka peduli.

Sedangkan Genta, melihat Love seperti kebingungan pun, pria berbadan tambun itu langsung menarik tangan Love, untuk segera masuk ke dalam.

***

Setelah masuk ke ruangan rapat, Love mengatupkan kedua tangannya di mulut. Kaget. Ternyata di dalam ada  Bowo dan keluarganya. Sementara pandangannya bertemu dengan manik mata Winda, istri Bowo. Love langsung menunduk, saat melihat perempuan paruh baya itu menatap dirinya penuh kerinduan.

"Alex, lihat dia sudah datang." Ayahnya menyuruh Alex melihat, siapa yang abru saja masuk. Sedangkan ia tak menghiraukan Ayahnya.

"Alex, ayo lihat siapa yang datang," ucap Winda. Bos itu masih mengacuhkan keberadaan Love.

Apa dia sudah melupakanku? Batin gadis itu  Seketika rasa sakit itu muncul lagi.

Sedangkan Winda masih berusaha membujuk anaknya, agar cepat menyadari siapa yang datang. Dengan jari yang masih terlihat lentik, ibu itu terus menoel-noel lengan anaknya.

Lama diacuhkan, Love pun tidak tahan lagi. Biar pun di ruangan yang lumayan luas, ber ac. Tapi baginya panas, menyesakkan.

"Jangan pikir dengan menjodohkan aku dengan wanita berjilbab itu, aku bisa lupain Love? Enggak."

Love yang sudah berbalik hendak keluar pun, hatinya langsung menghangat mendengar apa yang barusan Alex katakan.

Perlahan ia memutarkan badan kembali, untuk melihat Alex. Tapi, lagi-lagi pria itu kembali asyik dengan benda yang di tangannya.

"Ekhem!" Ayahnya Alex seolah memberi kode, agar anaknya cepat menyadari.

Tampak pria itu menarik napas gusar, Alex pun akhirnya luluh dan menurutinya. Begitu ia mengadahkan kepalanya, ia terkejut. Senyum yang lama menghilang, kini mengembang. Tidak terasa ia menitikan air mata, dengan cepat ia hapus.

Kemudian ia berdiri, hampir saja kursi yang ia duduki terbalik. "Ve, kamu kah itu?" Ia tampak  tidak percaya.

"Ibu, kenapa gak bilang kalau Love orangnya." lanjutnya sambil menghampiri Love, reflek ia hampir saja memeluk perempuan itu.

"Maaf," ucapnya, saat melihat  Love melangakh mudur, menghindar.

"Mas Alex, apa kabar?" tanya Love.

"Kabarku sekarang lebih baik dari yang kemarin-kemarin," ujar Alex tersenyum.

"Alhamduillah, kalau begitu."

Tanpa mereka berdua sadari, ternyata orang-orang yang tadi di ruangan sudah pada keluar. Menyisakan Love dan Alex.

Beberapa detik kemudian Alex menarik kursi, dan menyuruh pujaan hatinya duduk.

Sedangkan Love tampak diam, tersipu malau. Ia jadi ingat, di saat malam pesta itu. Kala itu, Alex juga melakukan hal yang sama.

"Ayo duduk." Pria itu sadar, Love masih berdiri bergeming.

"Duduklah, Ve," pintanya lagi.

Love skarang jadi gugup, jantung berulah berdetak lenih cepat.

"Aku kangen banget sama kamu, kenapa kamu pergi malam itu?" tanyanya.

"Maafin aku, waktu itu ...." Akhirnya Love kembali bersuara.

"Kamu melihatnya?" Potongnya.

Gadis itu hanya mengangguk.

"Denger ya, itu semua salah. Tidak seperti yang kamu lihat, Jihan yang menghampiriku dan dia bilang malam itu adalah hari terakhir di Indonesia." tuturnya, "Aku rasa kamu harus dapat hukuman," lanjutnya.

Seketika Love membelalakkan mata, terkejut mendengarnya.

"Apa! Kenapa aku dihukum? Salahku apa?" Bingung, entah apa yang ada dipikiran pria di depannya ini. Main hukum saja.

"Banyak. Pertama, kamu pergi ninggalin aku di pestanya Dimas. Kedua, berhenti kerja tanpa sepertujuan saya. Ketiga, kamu berusaha menghindar agar tak bisa kutemukan. Dan terakhir kamu diam saja setelah melihatku tadi," ujarnya.

"Yang terakhir bukan sepenuhnya salahku, tapi kamu sendiri yang salah gak mau melihat siapa yang dateng." Suasana menjadi sedikit sengit. Love merasa tidak terima dengan tuduhan yang terakhir.

Bukan salah dirinya yang diam saja, tapi Alexlah yang tidak mau melihat siapa yang datang. Love menggeleng-gelengkan kepala, bingung.

***

Bos itu tampak bahagia sekali, bisa bertemu lagi dengan Love. Tapi sayang belum bisa memeluknya. Sabar-sabar belum waktunya! Ia menasehati diri sendiri.

"Hukumannya gak berat kok."

"Berat atau gak, hukuman mana ada yang enak," ujar Love ketus, ia mulai berani. Apa karena ia masih cemburu tentang malam itu? Akhirnya ia menunjukan kebenarannya, ia menyukai sang bos.

Alex berbalik ke kursi di mana tadi ia duduki. Mengambil sebuket bunga yang tadi ia bawa, lalu kembali menghampiri Love yang sedang duduk.

"Lovita Eny, bersediakah kau menikah denganku." Pria itu bersimpuh di depan gadis ayu itu.

Love mengatupkan tangannya di mulut, sedikit bergetar. Tidak percaya. Tampak ada buliran bening di pelupuk mata, Alex sukses membuatnya terkejut.

"Apa tidak terlalu cepat," ucapnya.

"Tidak, jadi apa jawabanmu?"

Diam bergeming, menanti jawaban. Seketika suara riuh dan tepuk tangan dari pintu terdengar.

Terima! Terima! Terima!

Bersamaan mereka berdua menoleh kebelakang, di mana letak pintu itu.  Di sana ada ibu-ayah dan Genta bersama seluruh pegawainya.

Jadi mereka keluar mencari bantuan ternyata? Alex merasa senang. Kondisi seperti ini sangat menguntungkan, ia yakin Love tidak bisa menolak jika begini.

"Jadi? Maukah kamu menikah denganku?" tanyanya sekali lagi.

Bulir bening itu berhasil jatuh menetes, ia terharu. "I-iya," jawab Love gugup dan serak.

Tepuk tangan langsung terdengar lagi. Winda dan suaminya kembali masuk, menghampiri dan memberikan cincin pada anaknya, untuk dipakaikan pada Love.

"Anggap aja ini tunangan sementara, sebelum kalian menikah. Nanti urusan pernikahan biar Ibu ketemu dan bicarakan sama ibunya Love dulu," ujar Winda.

Alex menerima kota merah itu, kemudian ia menyematkan cincin di jari manis Love.

"Sepertinya Ibu juga akan dapat hukuman," ucap Alex menggoda ibu. Ibu yang sedang memeluk Love pun, kaget mendengarnya.

"Alex! berani hukum Ibu, Love gak akan muncul di hadapanmu lagi," ancamnya, menakut-nakuti.

Mana kuat aku enhgak ketemu Love lagi. Alex pun tidak bisa berkutik. "Iya, becanda, Ibu."

***

Setelah acara yang tidak diduga oleh kedua insan yang sedang jatuh cinta itu. Alex hendak mengajak Love jalan-jalan.

"Emang mau kemana?" tanya Love.

"Maunya kemana?" Alex balik nanya.

"Terserah sih asal jangan berduaan gini, aku takut ...." Belum selesai bicara, ucapan Love langsung dipotong oleh Alex.

"Aku udah janji sama ibum, gak bakal ngapa-ngapain kamu, sebelum menikah."

"Ibuku? Kapan Mas Alex ketemu sama ibuku?"

"Sebulan yang lalu, saat aku menyusulmu kesana. Ternyata kamu sudah balik ke Jakarta. Dan aku udah dapat izin, ibumu sudah merestui kita," ujarnya bangga.

"Ooh gitu, apa kamu ketemu Andi juga?" tanya Love.

Seketika wajah Alex berubah masam, ada sesuatu yang terbakar dalam dirinya. "Siapa Andi?!"

"Adiku, emang kenapa," jawab Love santai.

Huuft.

Terlihat Alex membuang nafas lega. "Kirain siapa."

"Siapa, maksudmu?"

"Sudah lupakan." Alex tidak mau lagi mengungkit masalah, yang sebenarnya bukan masalah.

Aneh.

Kini mereka telah sampai di swalayan. Ya, Love yang meminta, ia sudah kangen suasananya. Tadi setelah rame-rame di kantor selasai, Love dapat izin dari Genta, saat Alex mengajaknya pergi.
.
.
.
"Santi!" Love memanggil.

Yang dipanggilpun menjawab dan berhambur memeluknya, "Ngapain kamu kesini! nanti pak Alex lihat gimana," ucap Santi berbisik.

Temannya itu enggak sadar, orang yang disebutnya sudah ada di belakangnya. Tadi setelah masuk keswalayan, Alex langsung ke ruangan Dimas. Tapi tak lama ia sudah kangen sama Love, ia tak mau jauh-jauh darinya dan kembali lagi.

"Ekheeem!"

Mendengar suara itu, Santi langsung pucat pasi setelah mengetahui suara siapa itu.

"Eeh, Pak Alex, selamat siang, Pak," ucap Santi gugup.

"Kurasa kamu juga akan mendapat hukuman." Alex menunjuk Santi.

Continue Reading

You'll Also Like

4.1K 203 19
alana yang katanya ingin di dekat kan oleh salah satu sekpri presiden, apakah kira kira mereka bisa saling jatuh cinta? cuman karangan ya gays, jang...
40.6K 5K 35
apa sih rasanya seorang fans yang bisa jadi pacar idola nya ??? coba deh tanya jungkook. meskipun perjalanan nya tidak mudah . dan cobaan nya luar bi...
choice ; By sab

Teen Fiction

885 278 24
Ketika dihadapkan dengan dua pilihan yang menurutmu sudah baik? Apa yang kamu lakukan? Menerka lagi siapa yang paling baik diantara keduanya? Tapi, t...
Wattpad App - Unlock exclusive features