ORION [COMPLETED]

By writingseries

113K 6.1K 5.7K

(Up Rabu & Sabtu) Tak semudah itu melupakan orang yang kita cintai, sesakit ini kah bila kita di tinggalkan o... More

Prolog
1. Hari Kesialan Ara
2. Puisi
3. Ekskul Musik
4. Mulai Mendekati
5. Terus berusaha Mendekati
6. Cafe Pelangi
7. Paket Misterius
8. Cowok Dingin
9. Permintaan Tanggung Jawab (Ambigu)
10. Gosip
11. Gosip semakin menjadi-jadi
12. Mengingatnya
13. Penasaran & Tamparan
14. Cinta dan Luka
15. Belum berubah
16. Cowok Nyebelin
17. Tidak Akur
Visualisasi Cast ORION
18. Lagi Syantik
19. Tidak Peka
20. Lagu Favorit
21. Orion Penasaran
22. Kenangan
23.Menatapnya
25. Harapan
26. Curiga
27. Firefly
28. Kesempurnaan
29. Menunggu
30. Menghangat
31. Menjaga Dan Melindunginya
32. Mulai Perhatian
33. Gelisah
34. Truth Or Dare
35. Terpesona
36. Incaran
37. Bertahan
38. Semangat!
39. Gugup
40. Musik
41. Curhat
42. Dengan Caraku
43. Rahasia
44. Momen Manis
45. Fakta
46. Renggang
47. Bantu Dia
48. Berharap dan Terlambat
49. Mars, Tunangan Ara
50. Jauhi Tunangan Gue!
51. Obrolan Cowok
52. Berjuang
53. Menemukan Sesuatu ( Kecelakaan )
54. Amnesia
55. Mengingatkannya
56. Kalung Spesial
57. Prom Night
58. Ingatannya Kembali
59. Rahasia Terungkap
60. Ending

24. Pertandingan Basket

1.4K 80 88
By writingseries



Mars ngapain duduk sama cewek itu?

Orion memperhatikan percakapan antara Mars dengan Ara. Entah kenapa dia merasakan ada sesuatu yang membuatnya aneh, hatinya merasa tak suka melihat mereka berduaan. Namun, dia berusaha tak memperhatikan walaupun matanya tak bisa berhenti mencuri pandang ke arah keduanya.

Ish kenapa gue kayak gini sih? batin Orion.

Cowok itu mulai fokus lagi pertandingan basket itu, dia tak mau konsentrasinya terpecah hanya karena melihat seseorang yang selalu mengganggunya selama beberapa hari belakangan ini. Banyak teriakan mengeluh-eluhkan orion dan yang lain.

"Yoyon, semangat!" teriak Aquila dengan semangat mendukung teman sekelasnya itu.

Ternyata di sebelah gadis itu ada seseorang yang menatap tajamnya. Aquila hanya tersenyum tahu, bila cowok yang di sampingnya itu memang tak terlalu menyukai bila dirinya mendukung Orion. Tapi, dia harus mendukung teman sekaligus sahabatnya dari SMP walaupun dia tahu Orion sekarang sudah berubah dingin tidak sehangat dulu.

"Biasa aja kali teriakannya, mending lo sekarang ikut gue!" kata Esther menyentuh hendak menarik lengan Aquila.

Namun, gadis itu dengan cepat menghindari Esther. Dia tahu, cowok itu pasti akan menyuruhnya dengan semena-mena lagi seperti biasanya. Aquila memang masih harus menjadi asisten pribadi Esther, tetapi dia juga harus memberi dukungan kepada Orion yang selama ini baik kepadanya.

"Please Kak, untuk kali ini gue nggak bisa nurut sama Kakak. Gue lagi dukung Orion, dia juga mewakili sekolah kita, Lo harus ngerti dong!" kata Aquila menatap tajam Esther.

Esther mendengkus kesal mendengar pernyataan Aquila yang sudah berani menentangnya. Dia merasa iri melihat gadis itu sangat mendukung cowok lain, dia tahu Orion sudah berteman dengan Aquila sejak SMP. Tapi, entah kenapa dia mempunyai perasaaan bila gadis yang diam-diam suka itu lebih mementingkan cowok lain dibanding dirinya.

"Lo suka Orion?" Esther mengucapkan sebuah kalimat yang tak bisa ditahan, dia sangat penasaran kenapa Aquila selalu lebih mementingkan Orion ketimbang dirinya.

Gadis itu menoleh ke arah Esther. "Terserah Kakak aja mau anggap gue gimana ke Yoyon, yang jelas sekarang gue fokus dukung dia demi Galaksi."

Esther yang kesal dengan sikap Aquila langsung mendengkus kesal, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan gadis itu yang terus saja mendukung Orion. Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Esther yang masih kesal dengan sikap Aquila.

"Kak Esther harus sabar, Qila emang gitu kalau menyangkut cowok es itu. Nggak tahu kenapa Qila segitu pedulinya sama cowok itu." Orang itu mencoba membuat Esther tenang karena Esther terlihat sangat kacau.

"Alpha?"

"Biarin aja Qila dukung Orion, dia nggak mungkin ngelakuin hal yang aneh kok," kata Alpha.

Dari kejauhan seorang gadis memperhatikan percakapan Esther dan Alpha, dia tahu mereka sedang membicarakan tentang Aquila yang semangat mendukung Orion.

Keliatan banget Kak Qila perhatian banget sama Kak Orion sampai dia rela cuekin Kak Esther yang terlihat jelas cemburu liat dia semangatin Kak Orion, batin Ara.

Mata Ara tak bisa lepas untuk memperhatikan Orion yang sedang bertanding. Dalam hatinya dia terus melihat cowok itu, cowok yang selalu membuatnya ingin mengenalnya lebih jauh. Entah ada magnet apa yang membuatnya ingin mengetahui semua tentang Orion.

***
Pertandingan basket selesai, dari kejauhan Ara memperhatikan Orion yang sedang mengobrol dengan seorang gadis yang terlihat sangat akrab. Ara penasaran, namun dia tak berani mendekati Orion.

"Ra, lo nggak nyamperin Kak Orion ngasih selamat? Atau kasih selamat ke Kak Aries? Sekolah menang loh," kata Beby.

"Iya, Ra. Biasanya lo semangat banget kalau ada yang berhubungan dengan mereka berdua. Oh.... aku tahu kenapa lo nggak nyamperin Kak Orion, karena ada gadis yang lebih dulu ngobrol sama Kak Orion 'kan?" goda Cherry melihat ke arah Orion – kakak kelasnya.

"Apaan sih kalian? Kak Orion mana mau aku nyamperin dia, yang ada nanti dia ngamuk sama aku," kata Ara mengingat bila Orion tak pernah bersikap baik kepadanya.

"Pi, lo harus temenin kita kasih selamat ke Kak Orion ya. Lo kan sahabat terbaik kita, apalagi gue kan pengen banget jadi pemain inti kayak Kak Orion," kata Theo.

Pisces – gadis yang sedang Theo ajak bicara aja diam, dia sangat malas berhubungan dengan cowok sedingin Orion yang terkenal kejam. Gadis itu memang sangat anti dengan cowok sejenis Orion.

"Sekali-kali lo harus nemenin kita, Pi. Lo harus dukung kita yang bakalan satu tim sama Kak Orion, lagian Kak Orion itu nggak sedingin yang dibilang sama orang-orang kok." Fito berusaha membujuk Pisces.

"Biasa aja sih, gue tahu Pisces tuh nggak suka sama cowok model Kak Orion, dia sukanya sama cowok model Kak Dimitri temannya Kakak kelas yang playboy itu." Fathur angkat bicara karena dia juga ingin memberi semangat kepada Orion – kakak kelasnya sekaligus seniornya di ekskurikuler basket.

Pisces hanya diam melirik tajam ke arah Fathur, dia tahu kalau sahabatnya itu tidak suka bila dirinya berhubungan dengan Dimitri.

***
Orion sekarang duduk diam disalah satu bangku di depan ruang ganti setelah berganti pakaian seragamnya, namun mengingat pertandingan basket tadi dia jadi teringat seseorang yang selalu membuatnya semangat dulu.

Andai aja dia masih ada, pasti dia bakalan kasih selamat pertama kali buat aku. Dia penyemangat aku, belahan jiwaku. batin Orion.

Tiba-tiba ada yang menepuk bahu Orion yang masih terdiam melamun.

"Rion, jangan ngelamun mulu. Gue Cuma mau kasih tau seminggu lagi gue udah mundur dari jabatan ketua OSIS. Jadi, lo harus siap-siap gantiin gue. Ini ada beberapa proposal yang harus lo urus juga, biar lo nggak kaget pas udah jadi ketua OSIS," kata seseorang itu.

Orion hanya tersenyum simpul, dia tahu sekarang dia sedang berhadapan dengan seniornya yang sekarang masih menjabat ketua OSIS Galaksi.

"Kak Rere, kirain siapa? Iya Kak, gue bakalan siap-siap kok. Semoga gue bisa gantiin Kakak dengan baik, makasih udah kasih amanat penting ini ke gue, Kak." Orion menerima proposal itu.

"Iya sama-sama. Lo harus fokus Rion, gue yakin lo bisa jadi ketua OSIS yang lebih baik dari gue. Gue duluan ya, oh ya selamat ya permainan basket lo makin bagus." Rere menyempatkan memuji Orion sebelum dia meninggalkan cowok itu.

Orion berdiri untuk menuju parkiran, namun tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seseorang. Saat dia melihat orang itu, seperti biasa mood-nya langsung memburuk.

Bruk!

"Maaf kak, aku beneran nggak sengaja."

Kenapa cewek ini selalu muncul dengan tiba-tiba, bikin mood gue berantakan. batin Orion memperhatikan orang itu.

"Lain kali kalau jalan pakai mata!" kata Orion hendak pergi.

Namun, orang itu justru menahan tangan Orion. Entah mendapat keberanian dari mana hingga orang itu berani menahan tangan cowok itu.

"Kak, aku minta maaf. Sekali lagi minta maaf," kata gadis itu.

Orion menatap malas gadis yang ada di depannya itu, tapi dia tahu gadis itu bersungguh-sungguh meminta maaf kepadanya.

"Ok. Lo bisa lepasin tangan lo nggak, Ara Deandra?" kata Orion menatap nametag Ara.

"Makasih, Kak."

"Selamat ya Kak, permainan kakak tadi keren banget." Ara berusaha mencairkan suasana saat cowok itu masih diam menatapnya.

Namun, setelah mendengar perkataan Ara, Orion langsung pergi meninggalkan gadis itu tanpa membalas perkataan Ara.

Setelah meninggalkan Ara yang masih terdiam melihat kepergiannya, tiba-tiba handphone-nya bergetar tanda ada pesan masuk.

From : Who Are You?

Sepertinya tebakan gue bener, lo udah mulai tertarik dengan gadis itu. Ingat sekeras apapun lo berusaha nutup hati lo, tapi kalau hati lo udah mulai terbuka lo nggak akan bisa nolak itu. Dan itu akan mempermudah gue menghancurkan hidup lo. Orion Angkasa Putra!







Bersambung..


Continue Reading

You'll Also Like

5.1K 663 29
"Kenapa baru sekarang kamu cari dia, disaat dia udah gak ada? Lalu sadar? Bahwa kehadirannya begitu berharga?" Pernah tidak kalian merasa sendiri? Se...
2.2K 142 105
sebuah hubungan membutuhkan kepercayaan, kejujuran, kesetiaan dan menghargai serta melengkapi ditambah dengan menerima, menerima semua kekurangan pas...
876 138 14
❗️[WAJIB FOLLOW SEBELUM MEMBACA]❗️ "Jangan bohong, Ibu. Aku tau Ibu berharap agar aku bisa meraih semua kejuaraan sekolah sebagai tanda terima kasih...
95.6K 10.9K 38
[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Hidup aku rapuh ketika terdiagnosa kanker hati tiga tahun yang lalu. Dua tahun yang lalu pacarku memutuskan hubungan dengan...
Wattpad App - Unlock exclusive features